Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Yuk, Menjelajah Masa Lalu di Museum Shitamachi, Ueno!

Yuk, Menjelajah Masa Lalu di Museum Shitamachi, Ueno!

Tokyo 2017.06.28 Simpan

Museum Shitamachi, Ueno menghidupkan kembali suasana shitamachi (kota rakyat jelata). Di museum ini kita diajak menjelajah masa lalu sekaligus merasakan kehidupan penduduk shitamachi di Tokyo.

Diterjemahkan oleh Kinan

Ditulis oleh MATCHA

LINE
下町風俗資料館_外観

Sumber foto: Museum Shitamachi

Ada istilah shitamachi dalam bahasa Jepang. Istilah ini memiliki arti "kota rakyat jelata" dan digunakan untuk menyebut kota rakyat jelata yang ada di Tokyo seperti Asakusa dan Ueno.

Di shitamachi ini terdapat banyak deretan bangunan yang membangkitkan rasa nostalgia bagi orang Jepang dan menghadirkan suasana khas Jepang bagi wisatawan mancanegara.

Museum Shitamachi di Ueno, menghidupkan kembali suasana shitamachi Tokyo yang merupakan tempat hidup rakyat jelata pada zaman dahulu.

Museum yang Menggambarkan Kehidupan Rakyat Jelata di Tokyo

資料館前にある赤いポスト

Museum Shitamachi berada di sebelah Shinobazunoike, dekat dengan Stasiun Ueno, Taman Ueno, dan juga Ameyoko. Saat melewatinya, Anda akan segera tahu karena ada kotak surat merah kuno bergaya retro di depan pintu masuk museum.

下町風俗資料館1F

Museum ini didirikan untuk memperkenalkan budaya dan suasana shitamachi Tokyo yang sudah mulai terlupakan kepada para generasi muda.

Di dalam museum dipajang sebuah telepon umum kuno yang dicat dengan warna merah yang anggun dan juga daihachi guruma (semacam gerobak bertenaga manusia) yang digunakan untuk mengangkut barang pada zaman dahulu.

Pameran Rumah Para Pedagang dan Rakyat Jelata yang Berdiri 100 Tahun Lalu

Kota Tokyo mengalami perubahan besar setelah terjadinya Gempa Besar Kanto pada tahun 1923. Jumlah rumah berkonstruksi kayu yang rawan kebakaran berkurang, jalan diperluas untuk kelancaran lalu lintas mobil, dan bangunan tua dirobohkan.

Di lantai 1 Museum Shitamachi, dihidupkan kembali suasana kota Tokyo sebelum terjadinya Gempa Besar Kanto dan bangunan pada saat itu.

商家の店構え

Ini adalah toko yang dibangun ulang. Toko ini adalah toko yang khusus hanao atau tali untuk hakimono (sejenis alas kaki sekarang disebut sepatu).

鼻緒
鼻緒

Ini adalah foto hanao. Hanao memiliki fungsi seperti tali sepatu untuk menjaga kaki agar tetap menempel di alas kaki. Benar-benar kombinasi serasi yang tidak kalah jika dibandingkan dengan sepatu dan tali sepatu zaman sekarang, ya.

Dari hal ini kita bisa mengetahui jika orang Jepang sudah menaruh perhatian pada fashion sejak 100 tahun yang lalu.

駄菓子屋

Ini adalah bangunan yang menghidupkan kembali nagaya atau rumah tinggal bersama rakyat jelata pada zaman dahulu. Walaupun dibagian depan hanya terlihat dagashiya atau toko yang menjual mainan anak-anak atau camilan, tetapi di bagian belakang ada ruang untuk tempat tinggal.

長屋の生活空間

Di dalam nagaya terdapat rumah-rumah berderet di lantai yang sama dan hanya dibatasi sebuah dinding. Banyak yang menggunakan toilet dan sumur bersama-sama dengan tetangga mereka dan hampir tidak ada rumah yang dilengkapi dengan kamar mandi.

長屋の生活空間02
長屋の路地

Gang yang berada di belakang rumah kecil dari nagaya terlihat kecil dan sempit seperti foto di atas.

Di sebelah kiri foto terdapat alat untuk menjemur kimono yang disebut dengan hariita. Saat mencuci kimono Jepang maka benang akan dilepaskan dan kimono akan dicuci setelah dipisahkan menjadi beberapa lembar kain. Oleh karena itu, diperlukan alat seperti ini untuk mengeringkan kimono.

shitamachi_nagaya04
shitamachi_nagaya05

Di museum ini juga dipamerkan satu ruangan dalam nagaya yang memiliki ruang kerja atau workshop.

shitamachi_nagaya06

Ini adalah kuil kecil yang berada di samping ruang pameran nagaya. Di kuil ini terdapat dewa panen yang disebut dengan Inari Daimyojin. Dewa ini tidak hanya dipercaya oleh para petani tetapi juga rakyat jelata secara luas.

Mukashi Asobi, Permainan Anak-anak Jepang Zaman Dahulu

おもちゃ展示01

Di lantai 2 museum dipamerkan mainan dari kayu yang dimainkan anak-anak Jepang pada zaman dahulu.

おもちゃ展示02

Foto di atas adalah surikogi tonbo mainan yang tepian baling-balingnya akan berputar jika gagangnya digosok-gosok dengan kedua tangan.

おもちゃ展示03

Jika melihat piringan yang berputar di belakang melalui celah di piringan hitam di depannya, akan terlihat gambar kuda yang bergerak, mainan ini disebut Phenakistoscope. Ini adalah mainan yang menjadi cikal bakal film animasi pada zaman sekarang.

おもちゃ展示04

Bagi Anda yang ingin melihat mainan ini bergerak secara langsung, silakan mengunjungi Museum Shitamachi!

Semua mainan ini bisa disentuh dan dimainkan secara langsung, lho. Saat kami bertanya pada seorang staf bernama Kondo, hanya dengan melihat cara memainkannya para pengunjung dari luar Jepang juga akan mengerti secara alami tanpa perlu penjelasan.

Melihat Pameran Musim dan Sejarah Ueno Asakusa

夏展示

Selain pameran mainan, di lantai 2 juga diadakan pameran musim dan sejarah tentang Ueno dan Asakusa. Foto di atas diambil saat pameran musim panas.

蚊よけグッズ

Benda yang tidak bisa lepas dari musim panas di Jepang adalah alat pengusir nyamuk. Di dalam wadah tanah liat berbentuk babi terpasang katorisenko (obat nyamuk bakar). Katorisenko adalah salah satu alat pengusir nyamuk yang digemari di Jepang. Nyamuk akan pergi saat api dinyalakan dan keluar asap yang dibenci nyamuk.

冷蔵庫

Ini adalah lemari pendingin kuno yang digunakan dengan cara memasukkan es ke dalamnya.

うちわ

Ini adalah uchiwa (kipas ala Jepang) yang digunakan untuk mengusir panas.

2F_03_01
2F_03_02

Kita bisa memahami perubahan yang terjadi di Ueno dan Asakusa dalam waktu 100 tahun dengan melihat foto dan benda yang dipamerkan. Ueno dan Asakusa juga merupakan daerah yang pertama kali mengalami modernisasi dan westernisasi di Jepang.

Di Museum Shitamachi kita bisa melihat apa yang terjadi di Jepang pada masa lalu dan apa yang hilang hingga zaman sekarang, sambil mempelajari secara langsung apa yang terjadi pada Jepang saat itu. Mari kita sejenak melakukan penjelahan ke masa lalu di Museum Shitamachi!

Informasi

Museum Shitamachi
Alamat: 2−1 Uenokoen, Taito-ku, Tokyo-to
Jam buka: 09.30 – 16.30
Hari libur: Senin (apabila bertepatan dengan libur nasional maka libur pada hari berikutnya)
29 Desember – 1 Januari pada saat perawatan khusus
Biaya masuk: umum 300 yen (200); SD, SMP, SMA 100 yen (50 yen)
※biaya di dalam tanda kurung () adalah biaya masuk rombongan di atas 20 orang.
Stasiun terdekat: JR Stasiun Ueno, Stasiun Keisei Ueno, Tokyo Metro Stasiun Ueno (Ginza Line, Hibiya Line)
Akses: berjalan kaki 5 menit dari Stasiun Ueno
berjalan kaki 3 menit dari Stasiun Keisei Ueno
berjalan kaki 5 menit dari Tokyo Metro Stasiun Ueno (Ginza Line, Hibiya Line)
Nomor telepon: 03-3823-7451
Situs resmi: Museum Shitamachi (bahasa Inggris)

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE