Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Tsukiji: Bukan Hanya Sushi, Horumon-don di Kedai

Tsukiji: Bukan Hanya Sushi, Horumon-don di Kedai "Kitsuneya" juga Wajib Dicoba

Tokyo 2016.01.16 Simpan

Diterjemahkan oleh DILA

Ditulis oleh Yuki ISHIBASHI

LINE

Bagi kebanyakan orang, Tsukiji memiliki kesan sebagai tempat untuk menikmati hidangan dari hasil laut yang segar. Memang, di Tsukiji banyak terdapat kedai-kedai terkenal yang menyajikan sashimi, sushi, dan kaisen-don (seafood segar yang disajikan di atas nasi dalam mangkuk). Akan tetapi, Anda perlu tahu bahwa Tsukiji juga dikenal dengan kuliner yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan hasil laut, seperti halnya ramen dan tamagoyaki

Salah satunya adalah "Kitsuneya", kedai yang terkenal dengan masakan horumonnya.

"Kitsuneya" adalah salah satu kedai terkenal yang mengundang selera makan orang-orang dengan aroma miso (※1) dari dalam kedai. Saat kami mengunjungi kedai itu, banyak wisatawan yang berkomentar "sepertinya enak ya" karena mencium aroma ini.

※1… Miso: Bumbu masakan Jepang yang terbuat dari fermentasi kedelai.

Apa itu Horumon?

s_P11206211

Horumon adalah istilah yang merujuk pada organ dalam sapi atau babi (biasanya bagian usus besar). Organ dalam yang digunakan di kedai "Kitsuneya" ini adalah usus kecil dan paru-paru sapi hasil ternak dalam negeri Jepang. Teksturnya sedikit lebih lentur dari organ dalam babi sehingga semakin dikunyah semakin keluar rasa lezatnya.

Di Jepang bagian barat seperti Osaka dan Kyoto, orang-orang mengatakan "sesuatu yang harusnya dibuang" (dalam bahasa Jepang standar: suteru mono) sebagai "horumon" karena terpengaruh dengan dialek setempat. Menurut sebuah teori, istilah horumon yang digunakan untuk menyebut organ dalam sapi atau babi ini berasal dari kata tersebut. Dengan kata lain, pada awalnya organ dalam sapi atau babi ini adalah sesuatu yang seharusnya dibuang dan tidak dikonsumsi.

Meskipun begitu, oleh karena harganya yang murah dan kandungan gizinya yang tinggi, akhirnya organ dalam ini mulai dikonsumsi. Kandungan lemaknya yang rendah membuat bahan makanan ini populer di kalangan wanita.

Rasa Legendaris yang Bertahan Selama 70 Tahun, Horumon-ni "Kitsuneya"

s_P1120728

"Kitsuneya" yang dibuka pada tahun 1947 ini adalah kedai yang dikenal memiliki sejarah panjang di Tsukiji. Ayah dari pemilik kedai "Kitsuneya" sekaranglah yang telah memulai bisnis ini. Kedai ini telah mempertahankan rasa asli masakannya selama kurang lebih 70 tahun.

Menu rekomendasi di kedai ini adalah horumon-ni, yaitu horumon yang direbus dengan bumbu miso. Salah satu ciri khas dari kedai ini adalah horumon-ni yang dimasak dengan menggunakan miso jenis hacchomiso (※2)。

Horumon-ni yang disajikan di atas nasi hangat dalam mangkuk disebut dengan "horumon-don" (850 yen).

※2…Hacchomiso: Miso berwarna merah kecoklatan produksi Prefektur Aichi. Kandungan garamnya sedikit, rasanya terkesan ringan namun kental.

Mari Mencicipi Horumon-don!

kitunetya20150913

Horumon-don akan langsung disajikan dengan cepat begitu Anda memesan, sehingga Anda dapat langsung menikmatinya dalam keadaan masih panas.

Di atas nasi hangat yang cukup bervolume, tersaji horumon dan konyaku (jelly yang terbuat dari ubi konjak) dengan rasa miso yang meresap baik ke dalamnya. Topping horumon dan konyaku cukup banyak sehingga menutupi nasi yang ada di bawahnya.

Nah, bagaimana rasanya ya?

Begitu masuk ke dalam mulut, rasa hacchomiso langsung terasa. Setelah dikunyah, rasa yang keluar berikutnya adalah rasa gurih dari horumon. Paduan horumon dan bumbu miso memang terkesan kental, tetapi karena horumon-don ini disajikan dengan taburan daun bawang di atasnya sehingga dapat meninggalkan after taste yang menyenangkan setelah dimakan.

Di atas meja juga disiapkan shichimi(※3). Bila Anda menyukai rasa pedas, Anda dapat menaburkannya di atas horumon-don Anda, dijamin akan membuat Anda semakin ketagihan.

Makanan ini lebih bervolume dari kelihatannya, jadi dijamin puas hanya dengan makan satu mangkuk saja.

Bagi Anda yang hanya ingin mencicipi bagian toppingnya saja, tersedia menu horumon-ni (650 yen). Ada juga nasi yang dijual terpisah (porsi normal 220 yen, porsi besar 320 yen).

※3…Shichimi: Bumbu yang terbuat dari campuran 7 macam rempah, salah satunya adalah cabai.

Mencoba Budaya Tachikui di "Kitsuneya"

s_P11207271

Tempat duduk untuk makan pelanggan adalah tempat duduk konter yang terletak di dekat tempat menyajikan makanan. Anda juga dapat mencoba makan dengan bergaya tachikui (makan sambil berdiri) di tempat yang tersedia di depan. Kedai ini selalu penuh dengan antrean pelanggan, tetapi karena tersedia sistem tachikui, Anda tidak harus mengantre terlalu lama untuk menikmati hidangan di kedai ini.

Budaya tachikui mulai terkenal di Edo (sekarang Tokyo) pada zaman Edo (tahun 1603-1868). Pada saat itu, kedai-kedai pada umumnya menjual sushi, sake, atau tempura (※4). Dalam menjalankan bisnisnya, kedai-kedai tersebut banyak yang menggunakan gaya tachikui. Apa Anda tertarik untuk mencoba budaya tachikui di kedai "Kitsuneya"?

※4… Tempura: Semacam gorengan. Terbuat dari ikan, kerang, sayur, dan lain-lain yang dibalut dengan adonan dari campuran tepung gandum, telur, dan air sebelum digoreng.

Akses Menuju "Kitsuneya" dari Stasiun Tsukiji

s_P11206032

Kedai "Kitsuneya" terletak di Jalan Monzekidori dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih 4 menit dari Hibiya-line Stasiun Tsukiji. Foto di atas adalah mulut Jalan Monzekidori. Jalan ini biasanya ramai oleh orang-orang, jadi mungkin akan membuat Anda sedikit bingung. Meskipun begitu, kedai "Kitsuneya" dapat mudah ditemukan karena selalu tercium aroma miso dari dalam kedainya.

Datang ke Tsukiji untuk menikmati seafood adalah pilihan yang tepat, tetapi bagi Anda yang ingin menikmati Tsukiji lebih dalam lagi, silakan mampir ke kedai "Kitsuneya".

Kedai ini tutup pada pukul 13.30 setiap harinya. Sehingga dapat dikatakan, kedai ini biasa melayani pembeli yang datang untuk sarapan atau makan siang. Kedai ini juga libur pada hari Minggu, hari libur nasional, dan saat pasar Tsukiji libur, jadi jangan lupa cek kalender Jepang Anda sebelum pergi ke kedai "Kitsuneya".

Informasi

Kitsuneya

Alamat: 4 chome 9-12 Tsukiji Chuo-ku Tokyo-to
Jam buka: 06.30-13.30
Hari libur: Hari Minggu, hari libur nasional, hari-hari saat Pasar Tsukiji libur
Fasilitas Wi-Fi: tidak ada
Kartu kredit: tidak ada
Bahasa: Jepang
Bahasa pada menu: Jepang
Stasiun terdekat: Stasiun Tsukiji, Stasiun Tsukiji Shijo
Akses: berjalan kaki 4 menit dari Toei subway Oedo-line Stasiun Tsukiji Shijo. Berjalan kaki 6 menit dari Eidan subway Hibiya-line Stasiun Tsukiji.
Kisaran harga: 800 yen (Horumon-don)
Informasi keagamaan: -
Nomor telepon: 03-3545-3902
Situs resmi: Kitsuneya

 

 

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE