Due to COVID-19 outbreaks, certain facilities and establishments in Japan currently may be temporarily closed or have modified their operating hours. Please confirm directly with the facility before you go, and exercise appropriate caution during your visit.

Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Pesona Festival Issakihoto, Prefekur Ishikawa

Pesona Festival Issakihoto, Prefekur Ishikawa

Diterjemahkan oleh DILA

Ditulis oleh Keisuke Yamada

Ishikawa 2015.10.31 Simpan

“Matsuri” atau festival merupakan sebuah tradisi yang sejak zaman dulu dilakukan khususnya saat musim panas. Biasanya matsuri dilaksanakan sebagai tanda terima kasih pada leluhur dan juga merupakan permohonan pada dewa agar hasil panen melimpah. Kebanyakan matsuri di Jepang diselenggarakan di musim panas walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan di musim lainnya. Setiap daerah di Jepang biasanya memiliki matsurinya sendiri yang dapat dinikmati oleh penduduk lokal maupun wisatawan. Festival Issakihoto yang diselenggarakan di Issaki-cho, prefektur Ishikawa juga salah satu matsuri yang diselenggarakan di Jepang. Festival yang diselenggarakan di musim panas ini merupakan salah satu matsuri dengan sejarah yang unik.

Apa itu Festival Issakihoto?

IMG_6768-1024x682

Festival Issakihoto diselenggarakan di Issaki-cho, kota Nanao-shi, prefektur Ishikawa yang terkenal sebagai kota nelayan. Festival ini merupakan agenda setahun sekali yang diselenggarakan oleh para nelayan yang tinggal di kota ini. Yang dimaksud dalam “hoto” dalam kata kata “Issakihoto” adalah lentera besar seperti pada gambar di atas. Ada beberapa alasan mengapa festival ini menggunakan hoto atau lentera raksasa. Dulu di Issaki-cho banyak terjadi kebakaran. Termasuk pada saat pelaksanaan festival juga sering terjadi kebakaran sehingga terjadi banyak kerusakan. Kemudian pada tahun 1889, seorang tukang kayu dari Okunoto (semenanjung Noto bagian utara) membawa sebuah lentera tua dan besar yang terbuat dari batu dan logam untuk digunakan saat festival di Issaki-cho. Sejak saat itu tidak ada lagi kebakaran dan kerusakan yang terjadi di Issaki-cho. Begitulah asal mula mengapa festival ini selalu menggunakan hoto. Konon sebelum mereka menggunakan hoto, mereka menggunakan “dashi” (gerobak yang dihias).

IMG_6696-1024x682

Pemandangan Issaki-cho, kota nelayan yang makmur.

Keunikan Issakihoto

IMG_6779-1024x682

“Omikoshi” (semacam kuil kecil yang dapat dipindah dengan mudah, bentuknya seperti tandu) pada umumnya digunakan dalam setiap festival di Jepang. Orang-orang Jepang berkeliling kota sambil memanggul omikoshi. Itu merupakan cara mereka berdoa dan menyampaikan rasa syukur pada leluhur dan para dewa. Tapi lain halnya dengan Issaki-cho dan daerah Noto, mereka tidak memanggul omikoshi saat festival namun memanggul hoto (di daerah Noto, hoto disebut dengan kiriko). Omikoshi mudah diangkut dan dipindahkan, tapi tidak halnya dengan kiriko.

Setiap Wilayah Bersaing untuk Membuat Hoto (Kiriko) Terindah

IMG_6775-1024x682
IMG_6783-1024x682

Di Issaki-cho terdapat 7 wilayah yang membuat hoto dalam berbagai ukuran saat festival Issakihoto. Di bagian depan hoto ditulis 3 buah huruf yang mengungkapkan harapan mereka dengan menggunakan tinta. Di bagian belakang dilukis gambar “musha” (musha=ahli pedang atau samurai). Hoto dipanggul oleh para pria dan diarak keliling kota. Warna lentera dibedakan untuk masing-masing wilayah kelurahan. • Higashi 1-ku: hijau • Higashi 2-ku: kuning • Higashi 3-ku: merah • Higashi 4-ku: biru • Nishi 1-ku: putih • Nishi 2-ku: merah muda (Tercatat memanggul lentera tertinggi dan terberat) • Nishi 3-ku: ungu Warna “hachimaki” (ikat kepala) yang dikenakan para pemanggul hoto sama dengan hoto yang mereka panggul. Setiap hoto memiliki berat kurang lebih 2 ton dengan tinggi sekitar 12-13 meter. Butuh sekitar 100 orang untuk memanggulnya. Diiringi suara seruling dan drum khas Jepang, mereka berseru “Sakkasai, sakkasassai, iyasakasaa” sambil memanggul hoto mengelilingi jalanan sempit di kota nelayan ini.

Para Pria Kota Nelayan yang Memanggul Hoto

Festival Issakihoto dilaksanakan pada hari Sabtu minggu pertama bulan Agustus. Orang-orang asli Issaki-cho yang sedang berada di kota lain biasanya pulang ke Issaki demi festival ini. Kemudian di bawah terik matahari musim panas, para pria mengusung hoto seberat 2 ton untuk diarak berkeliling kota. Walaupun ada istirahat di pertengahan festival, tapi tetap saja penonton terkesan dibuatnya. Mereka mengusung hoto yang berat itu dari siang hari hingga tengah malam.

IMG_6784-1024x682
IMG_6787-1024x682
IMG_6772-1024x682

Ritual “Tairyokiganshinji”

IMG_6776-1024x682

Selain mengarak hoto keliling kota, di sore hari juga diadakan ritual “Tairyokigan” (ritual untuk memohon pada dewa agar para nelayan mendapat banyak tangkapan). Setelah beberapa jam memanggul hoto, para pria dari berbagai wilayah di Issaki-cho berkumpul di lapangan lengkap dengan hoto mereka masing-masing untuk melaksanakan ritual ini. Tarian yang dilakukan sebelum dan sesudah tairyokigan adalah atraksi yang paling dinanti para penonton. Para pria dari ketujuh wilayah di Issaki-cho melakukan tarian sambil memanggul hoto. Di sinilah mereka harus mengerahkan seluruh kekuatan dan konsentrasi mereka Kalau Anda penasaran dan ingin melihat dengan mata kepala sendiri seperti apa festival tersebut, datanglah langsung ke Issaki-cho saat festival itu dilaksanakan.

Informasi

Issaki-cho Alamat : Issaki-cho , Nanao-shi, Prefektur Ishikawa Waktu : 14:00-24:00 Hari pelaksanaan : Minggu pertama bulan Agustus setiap tahun Wi Fi : tidak ada Bahasa : Jepang Stasiun terdekat : St. Wakura Onsen No. Telp : 0767-53-8424 (Perhimpunan wisata kota Nanao-shi) Website resmi : Issakihoto-Matsuri (Perhimpunan wisata kota Nanao-shi)

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait