Coronavirus (COVID-19) Advisory Information
Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Keliling Kyoto Bersama "The Last Samurai"

Keliling Kyoto Bersama

Diterjemahkan oleh Awang Saputra

Ditulis oleh ふじき ゆみこ

Kyoto 2016.01.31 Simpan

Tahukah Anda bahwa di kota wisata kebanggaan Jepang, Kyoto, terdapat sebuah tur yang pemandunya merupakan seorang samurai yang membawa sebilah katana (pedang)? Orang itu adalah Joe Okada. Beliau menyebut dirinya sendiri "The Last Samurai" dan bekerja sebagai pemandu wisata kota Kyoto bagi wisatawan yang datang dari luar negeri.

Pak Joe yang tahun ini berusia 87 tahun merupakan pemandu wisata tertua di Jepang. Selain itu, beliau merupakan seorang pemandu wisata profesional yang menggunakan bahasa Inggris dan ditunjuk sebagai Duta Keramahan Kyoto.

Pak Joe pernah bekerja di angkatan militer Sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat (setelah Jepang kalah pada Perang Dunia II), serta pernah juga tinggal di Amerika sehingga beliau sangat lancar berbahasa Inggris dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Tak mengherankan jika para wisatawan asing cepat akrab dengan beliau.

2 samuraijoe01_20150924

Cool Kyoto Walking Tour

Cool Kyoto Walking Tour adalah tur mengunjungi tempat-tempat tertentu di kota Kyoto dengan berjalan kaki. Tur ini dilaksanakan setiap hari Sabtu dari pukul 10 pagi sampai selesai (biasanya pukul 3 sore). Pak Joe sudah menjalankan tur ini sejak 4 tahun yang lalu.

Tur ini menawarkan 3 poin, yaitu:

1. Dipandu oleh Pak Joe, The Last Samurai

Seperti yang sudah dituliskan sebelumnya, yang menjadi daya tarik utama dari tur ini adalah Pak Joe itu sendiri. Anda juga bisa melihat atraksi Pak Joe menggunakan katana-nya.

2. Berjalan-jalan menikmati rindangnya Taman Kyoto Gyoen

Anda akan diajak ke Taman Kyoto Gyoen. Anda juga bisa mengunjungi kompleks Shusuitei yang khusus dibuka untuk umum pada hari Sabtu. Shusuitei adalah kompleks rumah yang dibangun oleh salah satu keluarga bangsawan Jepang, Kujo, pada zaman Kamakura 200 tahun yang lalu. Bangunan ini digunakan untuk minum teh dan menjamu tamu.

3. Berkeliling Kyoto sambil berinteraksi dengan penduduk sekitar

Anda akan diajak dari Teramachi-dori sampai ke Kompleks Perbelanjaan Demachi atau yang biasa disebut "Kota Dapur". Sambil berkeliling Anda bisa berbelanja dan mencicipi makanan yang dijajakan di sana.

3 samuraijoe03_20150924

Anda akan diminta berkumpul di Kyoto City Hall yang sangat menawan dengan desain arsitektur modernnya. Pada hari itu (foto), peserta tur berjumlah 10 orang yang berasal dari  Amerika, Perancis, dan RRC.

Tur akan dimulai dari Kyoto City Hall di Teramachi-dori menuju Taman Kyoto Gyoen dan berakhir di kompleks perbelanjaan Demachi. Jarak tempuh tur ini sekitar 4 km dengan berjalan kaki. Akan tetapi, Anda tidak perlu merasa khawatir karena Anda akan diberi waktu untuk beristirahat. Meskipun jalanannya datar, Anda tetap dianjurkan untuk mengenakan sepatu yang nyaman dipakai untuk berjalan kaki.

4 samuraijoe02_20150924

Di pemberhentian pertama di Teramachi-dori, Anda akan diajak mengunjungi  Galeri Yokaan. Tema pameran di galeri ini berbeda-beda tergantung waktunya. Pada foto di atas terlihat sedang dilangsungkannya pameran kimono. Pak Joe juga memberikan penjelasan detail tentang pakaian nasional Jepang itu.

5 samuraijoe04_20150924

Tidak hanya tentang pameran, Anda akan diberi tahu tentang hal-hal yang sudah mengakar di budaya Kyoto. Misalnya foto di atas. Pak Joe menjelaskan bahwa benda yang ditempelkan di pintu galeri itu adalah jimat yang bertujuan untuk menolak roh jahat.

6 samuraijoe06_20150924

Pemberhentian berikutnya adalah Toko Tomiya. Toko Tomiya adalah toko minuman beralkohol yang sudah berdiri sejak 80 tahun yang lalu. Toko ini menjual berbagai jenis minuman beralkohol, seperti sake lokal Kyoto, wine, dan lain-lain.

7 samuraijoe05_20150924

Foto di atas menunjukkan para peserta tur yang sedang mencicipi sake Jepang. "Kampai!"

Sambil memberikan penjelasan tentang hal-hal dan budaya yang ada di Kyoto, Pak Joe sering melemparkan gurauan-gurauan kepada peserta tur supaya lebih akrab. Jika Anda memiliki pertanyaan, jangan sungkan untuk bertanya kepada Pak Joe.

Peserta tur bertanya kepada Pak Joe tentang banyak hal, seperti: "Untuk apa bambu itu diletakkan di depan toko?", "Siapa dewa yang berada di tempat ini?", "Apa perbedaan Ojizo-sama (dewa pelindung anak-anak) dan Hotoke-sama (Buddha)?", dan masih banyak lagi.

8 samuraijoe07_20150924

Kemudian Anda akan diajak mengunjungi Hands Yoshimi, sebuah toko yang menjual pakaian, aksesori, dan barang-barang fashion lainnya. Anda pasti tidak bisa menahan keinginan untuk membeli tas dan barang-barang handmade lainnya.

9 samuraijoe08_20150924

Foto di atas diambil di toko bahan makanan sehari-hari. Para peserta antusias melihat umeboshi (asinan buah plum) untuk pertama kali.

10 samuraijoe09_20150924

Kemudian di toko teh yang sudah berdiri sejak zaman Meiji, Ryuoenchaho (foto di atas), Anda bisa menikmati teh hijau khas Jepang. Pasti akan terasa enak setelah berjalan jauh.

11 samuraijoe10_20150924

Foto di atas menunjukkan peserta tur sedang melihat-lihat shikki (※1) di Toko Zohiko.

※1: Shikki adalah peralatan makan yang diberi pernis yang terbuat dari getah pohon.

12 samuraijoe11_20150924

Kemudian Anda akan diajak mengunjungi Kobaien, toko peralatan shodo (kaligrafi Jepang). Di sini Anda bisa bertanding menulis indah dengan peserta tur lainnya. Pak Joe yang menjadi jurinya.

Foto di atas menunjukkan peserta dari Jerman yang mendapat nilai B- dan juga hiasan berupa gambar wajah Pak Joe yang sedang tersenyum.

13 samuraijoe12_20150924

Foto di atas menunjukkan para peserta tur yang baru pertama kali mencicipi sushi khas Kyoto, Oinari-san, di Suehiro Sushi, Oinari-san atau sushi inari adalah tahu goreng yang berisi nasi.

Atraksi Berpedang Pak Joe

14 samuraijoe13_20150924

Yang di tunggu-tunggu di Cool Kyoto Walking Tour tentu saja melihat keahlian Pak Joe menggunakan katana. Sampai saat ini, Pak Joe sudah lebih dari 2500 kali memperlihatkan keahliannya. Ayunan pedang beliau tidak termakan usia. Tak diragukan lagi, Pak Joe adalah The Last Samurai.

15 samuraijoe14_20150924

Foto di atas menunjukkan Pak Joe yang akan memotong apel dan lobak yang diletakkan di atas perut salah satu peserta dalam satu ayunan pedang.

Kyoto Gyoen dan Demachi

16 samuraijoe17_20150924
17 samuraijoe15_20150924
18 samuraijoe16_20150924

Di Taman Kyoto Gyoen, Anda bisa mengunjungi Shusuitei yang khusus dibuka untuk umum pada hari Sabtu. Tiket masuknya yang seharga 100 yen sudah dimasukkan ke dalam biaya tur.

19 samuraijoe18_201509241

Pemberhentian terakhir adalah Kota Dapur, Demachi. Pak Joe yang sudah 30 tahun tinggal di sini hafal seluk-beluk kompleks perbelanjaan ini.

Cool Kyoto Walking Tour yang sangat menyenangkan. Dengan biaya sebesar 4000 yen (gratis untuk anak di bawah 12 tahun), Anda bisa menikmati jalan-jalan yang menyenangkan bersama peserta lainnya, mencicipi makanan dan minuman setempat, makan siang, dan rangkaian tur yang sudah disebutkan tadi.

Anda bisa melakukan reservasi melalui email maupun telepon. Biaya tur dibayarkan secara tunai di hari H. Ada baiknya Anda membayar dengan uang pas agar tidak terlalu repot mengurus uang kembalian.

Bagi Anda yang baru pertama kali atau sudah kesekian kalinya mengunjungi Kyoto, tak ada salahnya Anda mengikuti tur bersama Joe Okada, pria yang mendedikasikan dirinya untuk kota Kyoto ini.

Informasi

Cool Kyoto Walking Tour bersama The Last Samurai

Alamat: Lapangan Kyoto City Hall (4-8-8 Teramachi-dori, Nakagyo-ku, Kyoto-shi)
Waktu: Hari Sabtu, pukul 10 pagi-selesai
Hari libur: -
Fasilitas Wi-Fi: -
Kartu kredit: -
Bahasa: Inggris, Jepang
Bahasa pada menu: -
Stasiun terdekat: Stasiun Kyoto City Hall
Akses: Subway Tozai Line di Stasiun Kyoto City Hall, kereta Keihan di Stasiun San'yo, bus Kyoto City di Kyoto City Hall
Biaya tur: 4000 yen, gratis untuk anak di bawah 12 tahun
Informasi keagamaan: -
Nomor telepon: 090-3867-3538 atau 0773-64-0033
Alamat email reservasi: samurai_joeokada@yahoo.co.jp
Situs resmi: Cool Kyoto Walking Tour
Samurai Joe Okada

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait