Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Mari Coba Makanan Tradisional Jepang yang Menyiratkan Perasaan Pembuatnya di ”Ao Onigiri” Kyoto

Mari Coba Makanan Tradisional Jepang yang Menyiratkan Perasaan Pembuatnya di ”Ao Onigiri” Kyoto

Kyoto 2016.02.25 Simpan

Diterjemahkan oleh Syifa Nurul Nisa

Ditulis oleh SakamotoAyako

LINE

Apakah makanan tradisional dari negara kalian?

Sama seperti negara-negara di seluruh dunia, Jepang juga memiliki banyak makanan tradisional. Salah satunya adalah “Onigiri”.

Onigiri adalah nasi yang disajikan dengan cara dikepal dan di dalamnya terdapat suatu makanan sebagai isinya. Di sekeliling permukaannya dibungkus dengan nori karena onigiri dimakan langsung dengan tangan. Makanan ini juga terkadang disebut “Nasi Kepal”, tergantung daerah dan orang yang menyebutnya.

Orang Jepang sangat familiar dengan makanan yang biasa dimakan sebagai cemilan maupun bekal makan siang ini. Di zaman sekarang, karena onigiri banyak dijual di minimarket bersama dengan bento (bekal makan siang), mungkin banyak juga wisatawan asing yang pernah memakannya sekali saat berada di Jepang.

Akan tetapi, mungkin masih sedikit orang yang pernah makan onigiri di warung khusus yang hanya menjual onigiri saja. Sudah jauh-jauh ke Jepang, bagaimana kalau Anda mencicipi onigiri yang dibuat langsung oleh ahlinya?

Mari Makan Onigiri yang Dibuat Langsung oleh Ahlinya di “Ao Onigiri” Kyoto!

02

Warung khusus onigiri yang ingin direkomendasikan oleh penulis yang saat ini tinggal di Kyoto adalah “Ao Onigiri”. Warung ini adalah salah satu warung yang beroperasi di daerah Sakyo-ku, Kyoto-shi, daerah yang masih banyak terdapat kuil dan klenteng.

03

Penanda kedai Ao Onigiri adalah orang-orangan sawah ini!

Supaya banyak tamu asing yang datang ke sini, pesan yang ada di papan penanda ditulis dalam bahasa Inggris. Warung onigirinya berada persis di depan orang-orangan sawah ini. Sebenarnya seperti apa ya warung ini?

04

Saat Anda memasuki kedai ini diiringi dengan sambutan “Irasshai”, mata Anda pasti akan langsung tertuju pada lukisan “Ao oni”, lukisan yang banyak dipajang di tembok belakang tempat pemilik warung berdiri.

Sepertinya karena pengucapan “Ao onigiri” dan “Ao oni” terdengar sama, maka di tempat ini banyak terdapat gambar “Ao oni”.

Oni adalah bahasa Jepang dari setan. Keberadaannya dianggap sebagai contoh dari suatu hal yang buruk, akan tetapi gambar-gambar yang dipajang di Ao onigiri ini adalah gambar Ao oni yang lucu dan menggemaskan.

“Gambar ini adalah gambar yang dibuat oleh anak-anak kecil sekitar yang datang bermain ke warung ini. Mereka adalah calon seniman masa depan” pemilik tempat ini berkata dengan riangnya. Anda juga bisa melihat kehangatan dari eratnya hubungan yang terjalin di daerah ini.

05

Sambil berbincang dengan pemilik warung, mari kita lihat menu apa saja yang ada di Ao Onigiri.

Terdapat bermacam-macam menu unik yang komposisinya terdiri dari kombu (rumput laut kering) dan umeboshi (acar dari buah ume) seperti menu Cream Cheese Tarako(※1) dan Jako Mayonaise(※2).

(※1) Tarako: Telur ikan mentah yang diasinkan, biasanya dimakan dengan sake sebagai cemilan

(※2) Jako: Sejenis ikan sardin kecil yang diasinkan, dijemur dibawah sinar matahari. Disebut juga “Chirimen Jako”

06

Saat Anda memesan menu, Anda juga bisa mencoba untuk membuat sendiri onigiri tersebut di meja konter seperti foto di atas.

Di antara tamu yang datang ke sini, ada juga yang penasaran dengan cara pemilik membuat onigirinya dan melihat dari balik meja konter.

dari kiri ke kanan:

dari kiri ke kanan: "Negi-Miso", "Cream Cheese Tarako", dan "Niwatori Soboro" Onigiri

Inilah penampilan onigiri yang sudah jadi.

Jika Anda masih bingung, gambar di atas adalah onigiri yang isinya berbeda-beda. Dari sebelah kiri, “Negi-Miso” (Miso: fermentasi rebusan kedelai, beras, dan garam; Negi: daun bawang), “Cream Cheese Tarako”, dan “Niwatori Soboro” (ayam soboro).

Saat ini di Jepang banyak orang yang memasak nasi dengan rice cooker. Akan tetapi di Ao Onigiri, peralatan dapur yang dipakai untuk memasak nasi adalah kama (※3). Memang proses memasaknya jadi lebih sulit dan menghabiskan banyak tenaga, akan tetapi nasi yang dihasilkan menjadi lebih lembut. Berbeda dengan nasi yang dimasak dengan rice cooker.

Nasi yang seperti ini sangat cocok dibungkus dengan nori (rumput laut kering) yang renyah.

“Niwatori Soboro” adalah daging ayam yang dimasak dengan shoyu (kecap asin) dan gula, ditumis hingga menghasilkan rasa manis dan asin. Belakangan ini, “Niwatori Soboro” menjadi bahan isian untuk onigiri.

“Negi-Miso” dan “Cream Cheese Tarako” adalah menu dengan isian yang tidak biasa. Sepertinya menu yang tidak biasa ini hanya populer di Ao Onigiri saja.

Rasa dari miso dan aroma negi yang menyengat dan juga rasa yang ringan dari keju dan tarako membuat Anda jadi ingin memakannya.

(※3) ... alat masak dari besi yang digunakan untuk memasak nasi dan juga sekaligus sebagai wadah untuk menyajikan nasinya.

08

Terlebih lagi, jika Anda memakannya bersama dengan misoshiru (harganya 150 Yen termasuk pajak), bukan hanya badan anda yang terasa hangat, hati Anda pun akan merasa senang. Bahan yang terdapat di dalamnya adalah jamur enoki dan mozuku (sejenis rumput laut). Anda bisa menikmati rasanya yang begitu lezat.

Di Ao Onigiri Anda bisa menikmati rasa dari masakan Jepang yang banyak dirindukan oleh orang Jepang sekaligus merasakan kenyamanan berada di tempat ini.

09

“Makanan yang ada di Ao Onigiri memang simple, tetapi makanan inilah yang sedari dulu menjadi energi bagi orang-orang Jepang” Pak Ao Matsu, pemilik warung ini menjelaskan.

“Di luar sana, banyak orang yang tidak mengetahui siapa yang memasak makanannya, tanpa berbincang-bincang hanya makan lalu pergi setelah selesai. Saya pikir hal ini sungguh disayangkan. Itulah mengapa di “Ao Onigiri”, saya bisa membuat onigiri sambil bertatap muka langsung dan mengobrol dengan tamu yang datang. Sambil menimati obrolan, mereka bisa makan onigiri buatan saya. Saya berharap tempat ini bisa menjadi warung yang menyatukan hati dan perasaan orang-orang di dalamnya”

Sepertinya pemikiran inilah yang menjadi alasan “Ao Onigiri” memakai konsep meja konter.

Melalui makanan, dapat terjalin komunikasi antara sisi pembuat onigiri dan sisi tamu. “Ao Onigiri” telah membuat saya beralih untuk menikmati waktu makan saya yang berharga daripada sebelumnya.

Onigiri, Terasa Lezat Karena Dibuat dengan Tangan Kosong

Onigiri adalah makanan yang unik karena dibuat langsung dengan tangan tanpa menggunakan alat. Karena tidak banyak makanan yang bisa dibuat langsung dengan tangan kosong, orang Jepang dapat merasakan hangatnya perasaan si pembuat onigiri. Hal ini mungkin bisa memuaskan hati dan perut siapa pun yang memakannya.

Jika Anda berkunjung ke Jepang, maukah Anda mencicipi onigiri dan mengenal langsung pembuatnya?

Informasi

Alamat: 39-3 Jōdoji Shimominamidachō, Sakyō-ku, Kyōto-shi
Jam buka: 11.30 sampai sore hari setelah habis terjual seluruhnya
Hari libur: Senin
Fasilitas Wi-Fi: -
Kartu kredit: -
Bahasa: -
Bahasa pada menu: Jepang, Inggris
Stasiun terdekat: halte bus kota "Kinrin Shako-mae"
Akses: dari halte bus kota "Kinrin Shako-mae" jalan kaki 5 menit di sepanjang sungai
Kisaran harga: 150-1.000 yen
Informasi keagamaan: -
Nomor telepon: 075-201-3662
Situs resmi: 青おにぎり

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE