Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

3 Museum Seni yang Wajib Anda Kunjungi di Area Stasiun Roppongi

3 Museum Seni yang Wajib Anda Kunjungi di Area Stasiun Roppongi

Tokyo 2016.03.31 Simpan

Tokyo dan Roppongi adalah kota yang mencerminkan kehidupan masyarakat Jepang kelas atas. Roppongi yang sedemikian elit tersebut ternyata memiliki banyak museum seni. Di Roppongi Anda bisa menemukan banyak objek seni modern dan museum seni. Kali ini Matcha

Diterjemahkan oleh Eko Perdana

Ditulis oleh Ai Yoneda

LINE

Tokyo dan Roppongi adalah kota yang mencerminkan kehidupan masyarakat Jepang kelas atas. Hal ini terbukti dengan adanya toko pakaian terkenal, toko merek produk luar negeri, kantor kedutaan dan apartemen elit yang jumlahnya banyak. Roppongi yang sedemikian elit tersebut ternyata memiliki banyak museum seni. Di Roppongi Anda bisa menemukan banyak objek seni modern dan museum seni. Kali ini Matcha akan mengajak Anda menuju museum seni yang bisa diakses dengan berjalan kaki dari Stasiun Roppongi.

1. Museum Seni Mori

roppongi_20151012_c

Museum Seni Mori berada di lantai 53 gedung Roppongi Hills. Museum ini merupakan museum tertinggi di Jepang sebagai ruang pameran indoor. Dalam 1 fasilitas Mori Art Center Roppongi Hills, setiap saat diselenggarakan pameran yang berfokus pada seni masa modern dari berbagai genre, seperti fashion, arsitektur, desain, fot,o dan lain-lain.

Rancangan bangunan museum seni ini dibuat oleh Richard Gluckman yang juga perancang Museum Seni Whitney di New York dan  Museum Seni Guggenheim di Jerman. Di pintu masuk museum ini terdapat 2 eskalator yang dibangun dengan selera seni tinggi yang amat mengesankan.

Di Museum Seni Mori, pameran karya seni luar negeri dan nasional Jepang sering digelar, sehingga pada hari Sabtu dan Minggu museum ini selalu dipadati oleh pengunjung. Sebagai tambahan, dulunya museum ini menggelar “Pajangan Muse” yaitu pajangan  hasil karya seniman abad 19, Alfons Mucha. Selain itu dipamerkan pula pajangan "Dunia Tim Burton” yaitu pajangan Tim Burton yang terkenal sebagai sutradara film horor.

Museum Seni Mori buka hingga pukul 22.00, jadi Anda bisa mengunjungi museum ini pada malam hari. Sekalian Anda berbelanja, bagaimana jika Anda singgah sejenak di museum seni dan mencoba bersentuhan dengan seni kekinian?

2. Museum Seni Nasional Tokyo

museum_20151018_b

Inilah Museum Seni Nasional Tokyo. Museum ini memiliki ruang pameran terbesar di Jepang dengan konstruksi 3 lantai di atas tanah dan 1 lantai di bawah tanah.

Di museum ini dibuka pameran untuk umum, di mana masyarakat umum bisa memamerkan karyanya untuk nanti dinilai dan diberi penghargaan. Hasil karya seni yang dipinjam dari museum luar negeri yang terkenal pun dipamerkan di museum ini.

Lalu, karena diselenggarakan pameran rancangan desainer asal Jepang dan pameran hasil karya pemenang kontes media agen urusan budaya Jepang, maka Anda bisa mengintip seni Jepang modern. Selain pameran yang diselenggarakan dalam waktu terbatas, informasi dan dokumen terkait seni Jepang pun dipublikasikan di sini.

Di dalam ruangan terdapat kafe, restoran, dan toko. Selain itu, di sini dilengkapi juga dengan fasilitas pendukung penyandang ketunaan, seperti toilet serba guna yang tersedia di 10 tempat, peminjaman kursi roda dan peminjaman tongkat untuk berjalan, sehingga semua orang dari berbagai kalangan dapat menikmati museum ini.

Cobalah rasakan alur perkembangan seni dari mulai sejarah seni Jepang hingga seni modern di Museum Seni Nasional Tokyo!

3. Museum Suntory

roppongi_20151012_b

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai seni, sejarah, dan budaya Jepang, maka sebaiknya Anda mengunjungi Museum Suntory. Museum ini adalah museum yang mengkhususkan pada seni Jepang. Di sini Anda bisa melihat, mendengar, dan merasakan seni Jepang.

Di museum ini terdapat koleksi kain, lukisan dan porselen Jepang kuno. Anda bisa melihat dari dekat lukisan tinta India yang tertulis pada byobu di ruang pameran utama. Byobu adalah semacam sekat di dalam rumah pada masa Jepang kuno yang digunakan untuk menahan angin yang masuk. Ornamen indah tersebut akhir-akhir ini banyak digunakan sebagai sekat pemisah antar ruangan kamar.

Workshop rutin yang menjelaskan tentang benda pameran dan juga kajian non rutin yang menjelaskan mengenai seni Jepang sering digelar di museum ini. Orang asing yang sama sekali tidak akrab dengan seni Jepang sekalipun bisa mengetahui seni Jepang dari nol. Sebagai tambahan, di lantai 6 museum seni ini Anda bisa mencoba kelas Tencha (membuat matcha).

Di toko dalam ruangan museum dijual gelas mug dengan pola tradisional Jepang dan kain handuk, cocok sekali untuk oleh-oleh. Lalu, di kafe ada menu makanan Jepang yang disesuaikan dengan musim dan hidangan manis berupa es krim macha sebagai pencuci mulut, dari rasanya Anda bisa merasakan nuansa Jepang.

Saat melihat pameran, Anda bisa meminjam alat audio pemandu wisata. Alat ini tidak hanya tersedia dalam bahasa Jepang, tapi juga dalam bahasa Inggris, sehingga wisatawan asing yang mengunjungi Jepang pun bisa menikmati seni gaya Jepang. Museum seni Suntory berada di tengah kota Tokyo, jadi museum ini bisa Anda temukan dengan mudah. Sebagai tambahan, saat Anda masuk dengan mengenakan kimono, maka pihak museum akan memberikan diskon menarik yaitu potongan harga masuk sebesar 100 yen.

Edisi Tambahan: Menikmati Hasil Karya Seni Secara Cuma-cuma

Selain itu, di Roppongi juga ada tempat di mana Anda bisa menikmati karya seni secara gratis. Misalnya patung Bronze Kumo yang ada di ruang depan Roppongi Hills. Patung tersebut adalah karya Louis Bourgeois yang menjadi simbol Roppongi Hills.

Ini adalah karya seni buatan Yoshioka Takujin yang dikenal dengan sebutan “Kursi yang lenyap saat hujan”. Dengan demikian, area Roppongi Hills mempercayakan karya seni secara khusus kepada desainer dan seniman yang sudah diakui dunia. Sebagai informasi tambahan, di area Roppongi Hills ini terdapat 21 titik karya seni untuk umum yang tidak hanya bisa Anda nikmati dengan melihatnya saja, namun Anda juga bisa menyentuhnya secara gratis!

Nah, bagaimana? Apakah Anda tertarik menikmati seni Jepang di Roppongi?

Informasi

Museum Seni Mori

Alamat: Roppongi Hills Mori Tower lantai 53, 6-10-1 Roppongi, Minato-ku, Tokyo
Jam buka: Selasa 10.00-17.00
Selain Selasa 10.00-22.00
Hari libur: -
Fasilitas Wi-Fi: -
Kartu kredit: VISA, MASTER, JCB, AMEX, Diners
Bahasa: -
Bahasa pada menu: -
Stasiun terdekat: Jalur Oedo/ Jalur Hibiya Stasiun Roppongi
Akses: Jalur Hibiya Stasiun Roppongi pintu keluar 1C Concourse
4 menit berjalan kaki dari pintu keluar 3 Jalur Oedo Stasiun Roppongi
Biaya masuk: Berbeda tergantung jenis pameran
Informasi keagamaan: -
Nomor telepon: 03-5777-8600
Situs resmi:森美術館

Museum Seni Nasional Tokyo
Alamat: 7-22-2 Roppongi, Minato-ku, Tokyo
Jam buka: 10.00-18.00 (Jumat 10.00-20.00)
Hari libur: Selasa
Fasilitas Wi-Fi: -
Kartu kredit: VISA, MASTER, JCB, AMEX, Diners
Bahasa: disesuaikan dengan jenis pameran
Bahasa pada menu: -
Stasiun terdekat: Stasiun Nogizaka Jalur Chiyoda
Stasiun Roppongi Jalur Oedo/ Hibiya
Akses: Stasiun Nogizaka Jalur Chiyoda pintu keluar nomor 6
4 menit berjalan kaki dari pintu keluar nomor 7 Stasiun Roppongi Jalur Oedo
5 menit berjalan kaki dari pintu keluar nomor 4a Jalur Hibiya Stasiun Roppongi
Biaya masuk: berbeda tergantung jenis pameran
Informasi keagamaan: -
Nomor telepon: 03-5777-8600
Situs resmi:国立新美術館

Museum Seni Suntory
Alamat: Tokyo Midtown Garden Side, 9-7-4 Akasaka, Minato-ku, Tokyo
Jam buka: Minggu sampai Kamis 10.00-18.00
Jumat Sabtu 10.00-20.00
Hari libur: Selasa
Fasilitas Wi-Fi: -
Kredit: VISA, MASTER, JCB, AMEX, Diners
Bahasa: bahasa Inggris
Bahasa pada menu: bahasa Inggris
Stasiun terdekat: Stasiun Roppongi Jalur Oedo/ Hibiya
Akses: pintu keluar nomor 8 Stasiun Roppongi Jalur Oedo
Subway Stasiun Roppongi Jalur Hibiya
3 menit berjalan kaki dari pintu keluar nomor 3 Stasiun Nogizaka Jalur Chiyoda
Biaya masuk: -
Informasi keagamaan: -
Nomor telepon: 03-3479-8600
Situs resmi:サントリー美術館

 

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE