Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Tata Krama Minum Sake bagi Karyawan Baru di Jepang

Tata Krama Minum Sake bagi Karyawan Baru di Jepang

2015.08.07 Simpan

Diterjemahkan oleh DILA

Ditulis oleh Haruka Kobayashi

LINE

Minum sake atau minuman beralkohol merupakan salah satu budaya sekaligus alat komunikasi dalam masyarakat Jepang. Bagi para karyawan atau pekerja di Jepang, minum sake merupakan kegiatan yang penting untuk menjalin hubungan dengan rekan kerja dan kolega.

Nah, kali ini kami akan memperkenalkan tata krama minum sake di Jepang, terutama bagi Anda yang bekerja di Jepang atau mungkin akan menemui rekan bisnis Anda di sana.

Urutan Dasar

1. Otōshi dan Tsukidashi

Di Jepang, sebelum Anda mulai minum, pelayan akan menyuguhkan “otōshi” pada Anda tanpa diminta sekalipun. “Otōshi” adalah makanan kecil yang berperan sebagai makanan pembuka. Pada kebanyakan bar di Jepang, Anda harus membayar servis ini. Biaya yang harus Anda bayarkan untuk servis ini disebut “otōshi-dai”. Ada juga bar yang menarik biaya sewa tempat duduk kepada pelanggannya.

※ Di daerah Kansai (Jepang bagian barat) “otōshi” biasa disebut dengan “tsukidashi”.

2. Kanpai!

IMG_0140-2

Bukan merupakan aturan resmi, namun pada umumnya Anda harus mengucapkan “kanpai!” (cheers!) saat bersulang.

3. Memesan Makanan Ringan

IMG_0154-2

Makanan ringan yang biasa dipesan sebagai teman minum sake adalah edamame. Edamame berbentuk seperti kacang kedelai namun sedikit lebih besar dan berwarna hijau. Banyak bar yang menyajikan edamame sebagai “otōshi”, tapi tidak jarang juga pelanggan yang memesannya lagi. Selain edamame, ada juga yakitori (daging ayam yang ditusuk lalu dibakar seperti sate), hiyayakko (tahu yang disajikan dingin), dan makanan kecil khas Jepang lainnya.

4. Anda Bosan dengan Bir?

Bila Anda merasa bosan dengan bir, boleh juga kalau Anda memesan shochu atau minuman kelas tinggi seperti cocktail. Tapi berhubung Anda sedang berada di Jepang, tidakkah Anda tertarik untuk mencicipi sake Jepang?

5. Setelah Minum, Saatnya Makan Ramen

th_IMG_5640

Foto: ”BiaBia”di Higashi Koenji

Setelah selesai minum, karyawan Jepang biasanya akan pergi makan ke kedai Ramen.

Jenis-jenis Minuman Beralkohol

Sake Jepang

Dibuat dengan cara brewing atau distilasi. Umumnya disajikan dalam keadaan dingin atau hangat.

Shochu

Dibuat dengan cara distilasi, namun berbeda dari proses pembuatan sake Jepang. Biasanya disajikan dengan straight (murni tanpa campuran), dicampur air biasa, air hangat, atau es batu.

Umeshu

Umeshu adalah minuman beralkohol yang dicampur dengan acar buah ume (plum Jepang). Biasanya populer di kalangan wanita Jepang.

Tata Krama saat Minum Minuman Beralkohol

Berikut ini kami akan memperkenalkan tata krama saat Anda berkesempatan minum minuman alkohol bersama rekan-rekan atau kolega perusahaan di Jepang. Di Jepang, tata krama ini tidak bisa diabaikan karena menyangkut hubungan dengan atasan, bawahan, dan rekan kerja Anda di dunia kerja.

1. Menuangkan Minuman pada Lawan Bicara

IMG_0289-1

Salah satu tata krama saat minum bersama adalah tidak boleh membiarkan gelas lawan bicara kosong. Saat gelas mereka hampir kosong, tuangkan minuman ke dalamnya. Saat menuang, usahakan label di botol minuman menghadap ke atas. Sebisa mungkin, tuangkan minuman dari botol yang masih banyak isinya. Apabila lawan bicara memesan minuman tidak dalam kemasan botol, tawarkan padanya apakah dia ingin minum sesuatu.

2. Tempat Duduk Spesial (kamiza) dan Tempat Duduk Biasa (geza)

Saat berkumpul untuk minum bersama rekan dan kolega bisnis, tata letak tempat duduk juga hal penting yang perlu diperhatikan.

Letak tempat duduk “kamiza” tergantung dengan ruangan yang digunakan. Biasanya “kamiza” adalah tempat duduk yang terjauh dari pintu masuk dan letaknya strategis. “Kamiza” diperuntukkan untuk tamu yang paling dihormati atau orang dengan jabatan tertinggi. Sedangkan tempat duduk “geza” adalah kebalikannya. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat menanyakannya kepada pegawai bar.

Nah, bagaimana? Bila Anda berkesempatan minum dengan teman atau kolega di Jepang, tidak ada salahnya untuk membuat mereka terkesan dengan mempraktekannya.

※ Perhatian! Di Jepang, seseorang yang berusia di bawah 20 tahun tidak dilegalkan untuk merokok dan minum minuman beralkohol.

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE