Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Merasakan Pesona Asakusa di Museum Festival, “Omatsuri Museum”

Merasakan Pesona Asakusa di Museum Festival, “Omatsuri Museum”

Tokyo 2016.01.01 Simpan

Diterjemahkan oleh Fanny Aleutia

Ditulis oleh Reiko Ichikawa

LINE

Berapakah festival (omatsuri) tradisional Jepang yang Anda ketahui?

Di Jepang, terdapat berbagai macam festival tradisional. Meskipun biasanya festival diadakan dengan kuil sebagai pusatnya, belakangan ini pemerintah lokal dan area-area perbelanjaan semakin banyak mengadakan festival untuk memeriahkan daerahnya.

Kali ini, kami akan memperkenalkan Asakusa Omatsuri Museum yang ada di Asakusa, Tokyo. Di sini kita bisa melihat budaya festival di Edo (sebutan untuk Tokyo pada zaman dahulu) yang ada dari dulu sampai sekarang.

Bertemu dengan Miniatur Festival Sanja, Acara Terbesar di Asakusa

omatsuri museum photo 2

Foto yang diambil di dalam Omatsuri Museum ini adalah miniatur tampilan kegiatan festival. Foto di atas adalah tampilan kegiatan miyadashi (※1) di Festival Sanja yang diadakan setiap tahun di Asakusa.

※1... menggotong mikoshi (kuil portabel yang ditandu) keluar dari tanah kuil.

Festival Sanja bermula pada tahun 1312 ketika penerimaan wahyu Amidasanzon (kata-kata yang merepresentasikan Buddha beserta dua orang suci dalam pertapaannya menjadi Buddha) yang juga disebut sebagai Festival Funa atau Festival Kannon. Hingga sekitar tahun 1660, Kuil Buddha Sensoji dan Kuil Shinto Asakusa mengadakan festival ini bersama-sama.

Zaman dahulu di Jepang, ajaran Shinto dan Buddha disebut dengan shinbutsu-shūgō, yaitu ajaran yang dipadukan. Oleh karena itu, acara keagamaan yang diadakan bersama-sama tidak mengalami ketidakcocokan.

Omatsuri Museum, Menyampaikan Festival Tradisional ke Masa Kini

Setelah keluar dari pintu A-4 di Stasiun Asakusa, akan terlihat Omatsuri Museum yang berdiri di pinggir jalan besar. Di balik etalase, kita bisa melihat tiruan mikoshi dan kostum festival.

Begitu masuk ke dalam, kita akan disambut dengan pajangan miniatur tampilan kegiatan festival serta alat dan kostum yang dulu sungguh-sungguh digunakan dalam festival.

Di Sini Juga Terdapat Toko Tenugui Tradisional

omatsuri_museum_20151025e2

Sebenarnya, pengelola Omatsuri Museum adalah pembuat kerajinan tenun yang bernama Tokyo Wazarashi. Oleh karena itu di dalam museum terdapat toko Tokyo Wazarashi.

Toko ini menjual tenugui (※2) yang diwarnai dengan indah oleh tangan pengrajin handal, serta hasil kerajinan lainnya. Di Tokyo Wazarashi ini juga terdapat tur yang rutin diadakan, di mana kita bisa ikut mencoba melakukan proses pewarnaannya. Bila Anda tertarik dengan kerajinan tradisional Jepang, Anda bisa mendapatkan dua kali kesenangan di sini!

※2... Handuk tangan yang dibuat dari bahan tekstil lembut dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Cuma Ada di Sini, “Barang Sungguhan” di Mana-Mana

Ini adalah pakaian yang khusus digunakan pada saat festival dan telah sungguh-sungguh dikenakan selama 3 generasi. Wanita yang mengenakan ini disebut dengan tekomai. Ia berjalan sambil menyucikan jalan di depan mikoshi.

Meskipun saat ini dibuat dengan bahan jadi, dulu pakaian ini dibuat dari kain dengan bahan yang memiliki kualitas terbaik. Wanita yang bisa mengenakannya dan mengambil bagian dalam festival hanya beberapa wanita terpilih saja.

Ini adalah hyoshigi, alat yang dipukulkan untuk menghasilkan bunyi. Yang tertulis di situ adalah nama shogun (pemegang kekuasaan tertinggi yang diciptakan samurai) yang dulu memerintah Jepang, Tokugawa Ieyasu.

Ini adalah kipas yang digunakan dalam Festival Sanja.

Selain itu, hal yang tidak bisa lepas dari festival adalah Sake Jepang. Di Omatsuri Museum, kita bisa melihat sake-sake berkualitas tinggi yang dibuat dengan tema Festival Sanja.

Di dalam Asakusa Omatsuri Museum, kita dapat melihat berbagai barang tradisional Jepang yang dipamerkan. Kita bisa merasakan kumpulan pesona Asakusa dalam Asakusa Omatsuri Museum. Bila Anda berada di Asakusa, cobalah mengunjungi museum ini!

Informasi

Asakusa Omatsuri Museum

Alamat: 2 Chome-3-5 Kaminarimon, Taitō-ku, Tōkyō-to, Japan
Jam buka: 10.00-18.00 (perubahan bisa dilihat di situs web)
Hari libur: Tidak tetap (bisa dilihat di situs web)
Fasilitas Wi-Fi: -
Kartu kredit: -
Bahasa: Bahasa Jepang, Bahasa Inggris
Bahasa pada menu: Ada (pamflet, buku panduan, web browsing)
Stasiun terdekat: Stasiun Asakusa (Tokyo Metro, Kereta Tobu, Kereta Bawah Tanah Toei)
Akses: 2 menit berjalan kaki dari pintu A-4
Kisaran harga: masuk gratis
Informasi keagamaan: -
Nomor telepon: 03-6796-7800
Situs resmi: Asakusa Omatsuri Museum

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE