Coronavirus (COVID-19) Advisory Information

Shinjuku di Mata Seorang Fotografer Inggris: Kota Penuh Percampuran Budaya

Shinjuku di Mata Seorang Fotografer Inggris: Kota Penuh Percampuran Budaya

Diterjemahkan oleh Nur Saidatul IM

Ditulis oleh MATCHA

Tokyo 2015.12.06 Simpan

Artikel ini memperkenalkan Shinjuku, kota percampuran berbagai macam budaya, melalui pengamatan warga asing yang menjalani aktivitas di Jepang. Yang akan memperkenalkannya adalah Dan, fotografer asal Inggris dan sekaligus seorang blogger yang menyampaikan tren fashion Tokyo. Ia berkeliling bebas di kota Shinjuku dan memperkenalkan cara menikmati kota ini dalam artikel ini.

Dan-2

Dan Bailey, seorang fotografer asal Inggris. Ia sedang mengelola media “tokyodandy.com (Tokyo Dandy)”, menyampaikan berbagai macam tren yang ada di Tokyo. Ia mengagumi Tokyo sejak kecil dan datang ke Tokyo untuk pertama kalinya di awal tahun 2000-an. Saat itu ia mengaku sangat terkejut. ”Saya merasakan kesan yang mendalam terhadap budaya unik yang tidak ada di belahan dunia lainnya”. Cara menikmati Shinjuku yang direkomendasikan oleh Dan adalah "Jalan kaki sambil melihat pemandangan". Berjalan tanpa tujuan mulai dari sisi kota yang modern dan berseni hingga pusat hiburan yang gemerlap. Artikel ini akan memperkenalkan Shinjuku dengan foto pemandangan yang diambil sendiri oleh Dan.

PROFIL

Dan Bailey
Fotografer asal Inggris. Ia mulai menyampaikan berbagai macam tren fashion Tokyo sejak tahun 2008 melalui media “tokyodandy.com (Tokyo Dandy)”. Ia terpilih menjadi satu dari 500 “Orang-orang Pendiri Industri Mode Dunia 2014” oleh suatu media Inggris, “Business of Fashion (BoF)”, yang dibentuk pada tahun 2006. 

Dan-3

T: Anda memilih Shinjuku I-Land (gambar di atas) untuk tempat bertemu, apakah tempat ini memiliki kenangan tersendiri bagi Anda?
Saya sangat menyukai tempat ini. Tempat ini dikenal dengan monumen ukiran “LOVE” milik Robert Indiana, tapi sebenarnya di sekitar sini ada banyak karya seni lainnya. Salah satu di antaranya yang saya sukai adalah karya milik Roy Lichtenstein. Dua buah objek karya seni abstrak yang disusun berlawanan ini adalah karya seni publik terakhir Roy Lichtenstein selama ia masih hidup.

T: Biasanya Anda berjalan-jalan membawa kamera dan memotret pemandangan. Menurut Anda ciri khas seperti apa yang dimiliki Shinjuku?
Kota tempat setiap budaya dan manusia bercampur saat siang maupun malam. Mungkin ini bisa dibilang sebagai perwujudan dari sebuah kekacauan dalam arti yang baik, bukan?

Dan-4

T: Kami dengar Anda datang ke Tokyo untuk pariwisata adalah pada saat wisata semasa kuliah.
Pada saat itu setelah lulus kuliah, saya ingin pergi berwisata ke suatu tempat. Saat itu pertama kalinya saya melihat gedung pencakar langit Shinjuku. Saya sangat terkejut. Pada awalnya hanya wisata biasa saja, tanpa disangka-sangka saya tertarik dengan sebuah pemandangan yang kacau balau. Selain itu, di antara negara maju Asia, tak ada negara lain yang menjamin kesehatan dan keamanan sampai sejauh ini. Oleh karena itu, saya berpikir ingin melihat pemandangan negara ini lagi lebih dalam. Itu adalah cerita 13 tahun yang lalu.

Dan-5
Dan-6

T: Pada saat pertama kali melihat kota bisnis Shinjuku, apakah ada hal lain yang menyisakan kesan bagi Anda?
Hingga saat ini, hal yang berkesan bagi saya adalah pemandangan saat melihat gedung-gedung pencakar langit dari lantai paling atas. Kebetulan mendapat kesempatan untuk menginjakkan kaki di lantai teratas. Tempat yang tidak bisa dimasuki pada saat biasa. Pada saat melihat kota dari lantai yang dibatasi oleh dinding kaca, saya dikelilingi oleh pemandangan modern. Namun, hal yang membuat saya sangat terpikat sebenarnya adalah pemandangan dari atas tanah. Sejak tadi menelusuri tanpa arah dari Shinjuku I-Land hingga sebelum Alta, Kabuki-cho, Golden-gai, hingga Shinjuku 2-chome, rasanya seperti jatuh masuk ke dalam suatu dunia paralel.

Dan-1
Dan-8

T: Apakah saat ini Anda masih akan pergi liburan ke Shinjuku?
Akhir-akhir ini area hiburan di Tokyo semakin banyak, tetapi bahkan saat ini pun terkadang jika datang ke Shinjuku masih terasa segar, ya. Khususnya saya menyukai sekitaran kuil Hanazono pada saat Tori no Ichi (salah satu festival di Jepang) yang diadakan pada bulan November.

T: Ketika sampai di sekitar Kabuki-cho pada liputan kali ini matahari telah terbenam dan hari sudah gelap, menurut Anda bagaimanakah pesona Shinjuku pada malam hari?
Shinjuku, kota percampuran budaya dan manusia bahkan pada siang dan malam. Kabuki-cho adalah simbol nomor satu Shinjuku, bukan? Keramaian dari kerumunan sepanjang hari itu seolah-olah beralih menjadi malam begitu saja. Dari Kabuki-cho hingga Shinjuku 2-chome penuh dengan energi. Pokoknya di kota yang serba ada ini, bahkan toko bunga pun diterangi oleh lampu neon yang menyilaukan.

Dan-9

T: Apabila sekarang Anda akan berwisata ke Shinjuku, tempat seperti apa yang akan Anda kunjungi?
Saat ini fasilitas perdagangan besar dibangun. Saya tahu bahwa beberapa tempat di Shinjuku yang terkesan "tidak biasa" mulai berkurang. Walaupun begitu saya mungkin akan tetap bermain seharian bersama teman di game center di balik gedung, yang sudah berdiri sejak lama.

Dan-10

Bagaimana menurut Anda? Pemandangan Shinjuku yang menurut orang Jepang merupakan sesuatu yang sudah biasa, tetapi di mata warga asing pemandangan tersebut benar-benar seperti menampakkan dunia lain.

Apabila memandang sebuah kota yang sudah akrab di mata Anda dan membuang presepsi awal Anda tentang kota itu, pasti Anda akan menemukan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Bagaimana kalau Anda meminjam penglihatan dari warga asing dan mencoba menyusuri kota terdekat Anda?

Artikel ini diambil dari ISETAN MEN'S net yang dicetak ulang.

Menjelajah Sisi Lain Shinjuku VOL.3 | Jalan-jalan sambil Melihat Pemandangan Dunia Paralel Shinjuku oleh Dan, Pria Asal Inggris yang Memotong Budaya Tokyo

Informasi

Shinjuku (Stasiun Shinjuku)

Alamat: 3-chome, Shinjuku, Shinjuku-ku, Tokyo-to
Wi-Fi: Terdapat Wi-Fi gratis yang bisa digunakan di suatu area (1 kali sambungan 3 jam)
Nomor telepon:
【JR East Infoline】
050-2016-1603 (Mendukung bahasa Inggris, Cina, dan Korea. Dapat dihubungi pada pukul 10.00 - 18.00)
Situs resmi: Stasiun Shinjuku

TOKYO Travel Guide

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait