Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Pertama Kali ke Kota Onsen dengan Mahasiswi Thailand, ”Naruko Onsen” di Prefektur Miyagi

Pertama Kali ke Kota Onsen dengan Mahasiswi Thailand, ”Naruko Onsen” di Prefektur Miyagi

Miyagi 2016.03.11 Simpan

Pada episode dari serial pengenalan Jepang melalui sudut pandang pelajar asing dari Thailand kali ini, kita akan mengunjungi kota pemandian air panas di Jepang.

Diterjemahkan oleh Desy Aisyah

Ditulis oleh MATCHA-PR

LINE

Pada episode dari serial pengenalan Jepang melalui sudut pandang pelajar asing dari Thailand kali ini, kita akan mengunjungi kota pemandian air panas di Jepang. "Saya ingin mengunjungi pemandian air panas di Jepang" begitulah ujar Ten. Setelah menonton acara TV dari NHK World "Journeys in Japan", episode "Naruko Onsen: The Home of Kokeshi", ia pun memutuskan untuk pergi ke Naruko Onsen di Prefektur Miyagi.

Naruko Onsen

nhk_naruko_20160212a

Naruko Onsen di Prefektur Miyagi, Kota Osaki, terletak di daerah Tohoku.

nhk_naruko_20160203c

Berdekatan dengan perbatasan Prefektur Miyagi dan Yamagata, sebuah kota kecil di antara pegunungan.

nhk_naruko_20160203e

Jika berangkat dari Tokyo, naiklah ke Tohoku Shinkansen di Stasiun Furukawa lalu pindah ke Japan Railway Rikuu Tosen Line, maka Anda akan sampai di Stasiun Naruko Onsen. Perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam.

Daya Tarik Utamanya adalah Kerajinan Tradisional Khas Jepang "Boneka Kokeshi" dan "Onsen"

nhk_naruko_20160203b

Produk spesial dari kota ini adalah boneka kayu kecil yang disebutss"Kokeshi". Di seluruh penjuru kota terdapat pabrik pembuat Kokeshi dan toko oleh-oleh.

nhk_naruko_20160212b

nhk_naruko_20160212c

Hanya dengan melihat Kokeshi yang dipajang saja, jalan-jalan Anda akan terasa menyenangkan bukan?

nhk_naruko_20160212d

nhk_naruko_20160212e

Kotak pos dan kotak telepon, berbagai fasilitas dan tanda jalanan berbentuk Kokeshi menghiasi seluruh kota. Ketika sedang berkeliling, Anda akan dapat menemukan Kokeshi di tempat yang tak terduga, menimbulkan kesan seperti mencari harta karun.

nhk_naruko_20160212f

Sama seperti namanya, Naruko Onsen juga merupakan kota onsen (pemandian air panas). Pada saat musim dingin, Anda pasti akan melihat pemandangan uap panas yang melayang-layang di berbagai penjuru kota.

nhk_naruko_20160212g

Jika Anda mencoba onsen di Naruko, Anda bisa sekaligus menginap di Ryokan (Penginapan dengan fasilitas dan bangunan berarsitektur Jepang). Apa bila tidak sempat menginap, Anda dapat menggunakan fasilitas onsen yang terpisah dari penginapan. Anda juga bisa mencoba Ashi-yu (Pemandian kaki) dan Te-yu (Pemandian tangan) yang banyak tersedia di kota itu. Baik warga lokal maupun turis asing berendam di Ashi-yu bersama-sama, pemandangan saling bercengkrama satu sama lain ini dapat terlihat di Naruko Onsen.ssIni merupakan pengalaman pertama Ten mencoba Ashi-yu.

Menurut Ten, "Walaupun melepaskan alas kaki di luar ruangan terasa agak memalukan, tetapi ketika mencoba pemandiannya, rasanya luar biasa nikmat. Rasanya tidak ingin keluar dari pemandian ini."

Untuk Menikmati Onsen, Cobalah "Telur Onsen"

Kalau begitu, apa Anda ingin mencicipi telur onsen?  Telur onsen merupakan telur yang direbus di dalam onsen sehingga cairan kuning di dalamnya memadat. Begitulah cara warga setempat memanfaatkan air panas di onsen. Di Naruko Onsen, Anda bisa membuat telur onsen seorang diri. Kalau begitu, mari kita coba!

160128_0018

Pertama, siapkan beberapa butir telur onsen terlebih dahulu. Telur ini dijual di Toko "Ojimaya" yang terletak di pabrik telur onsen yang berlokasi di sepanjang jalan setelah stasiun. Jika Anda membeli telur mentah biasa, maka Anda juga akan mendapatkan bumbu yang seperti Dashi (※1) beserta sendok.

※1…Dashi adalah sup yang rasanya tercipta dari campuran ikan dan sayuran.

nhk_naruko_20160212j

Selanjutnya, di pabrik telur onsen yang dapat digunakan secara gratis oleh semua orang, Anda dapat merebus telur yang baru saja dibeli di pabrik onsen itu.

nhk_naruko_20160212h

Setelah itu silahkan tunggu 20 sampai 25 menit. Karena onsen itu juga digunakan oleh pengunjung lainnnya, akan lebih baik jika Anda memberikan tanda pada telur milik Anda. Di samping fasilitas onsen tersebut juga terdapat Ashi-yu dan café yang dapat dikunjungi jika Anda merasa kedinginan selama menunggu.

nhk_naruko_20160212h

Inilah dia telur onsen yang telah selesai dimasak. Mari masukkan Dashi, lalu cicipi dengan menggunakan sendok.

Ten “Telur yang setengah matang rasanya agak menakutkan…………….”

nhk_naruko_20160212k

Ten “Eh? Enak juga. Rasanya lembut dan hangatnya pas. Walaupun saya tidak menyukai telur setengah matang, tapi karena bagian kuning telurnya dimasak dengan baik, saya rasa saya masih bisa memakannya. Tekstur telur ini sungguh menarik ya.”

Mari Kita Melihat Proses Pembuatan Kokeshi di Museum

nhk_naruko_20160212l

Sebelum kita menuju onsen, mari kita pelajari lebih dalam mengenai produk unggulan dari Naruko Onsen yaitu “Kokeshi”.

Yang kita kunjungi kali ini adalah “Museum Kokeshi Iwashita”.  Selain memajang berbagai Kokeshi dari Naruko, kita juga dapat mempelajari proses pembuatan Kokeshi dan terdapat fasilitas untuk membeli oleh-oleh.

nhk_naruko_20160212m

Di sini merupakan tempat khusus oleh-oleh. Di sini dijual berbagai produk Kokeshi mulai dari Kokeshi tradisional hingga Kokeshi masa kini.

nhk_naruko_20160212n

Gambar di atas adalah Kokeshi khas Naruko. Pada awalnya, boneka ini dibuat oleh para pengrajin kayu sebagai mainan untuk anak-anak mereka. Seiring dengan berjalannya waktu, baik model, desain, dan ornamennya telah mengalami banyak perubahan. Saat ini, Kokeshi telah menjadi produk tradisional yang melambangkan Jepang.

Kokeshi dibuat di berbagai tempat di Distrik Tohoku, baik bentuk dan desainnya berbeda tergantung tempat pembuatannya. Kokeshi khas Naruko memiliki desain seperti pada gambar di atas ini, ketika bagian kepalanya diputar, terdapat suara “Kyu-Kyu” yang terdengar dari boneka ini.

nhk_naruko_20160212o

Di museum ini terdapat juga informasi mengenai tempat pembuatan Kokeshi lain selain Naruko.

nhk_naruko_20160212p

Ten sedang mencari Kokeshi dalam misi membeli oleh-oleh.

nhk_naruko_20160212q

Ten “Manis sekali! Saya menginginkan yang ini!”

Ten terlihat puas dengan Kokeshi Mujaki” seharga 2.300 Yen dalam desain seorang anak perempuan.

nhk_naruko_20160212r

Di museum, Anda dapat melihat proses pengerjaan Kokeshi oleh para pengrajin. Yang mendemonstrasikan proses pengerjaan itu merupakan pengrajin asli yang sudah memiliki pabrik mereka sendiri.

nhk_naruko_20160212s

Pada hari ini, kita akan melihat sang pengrajin veteran Tuan Suzuki yang telah berpengalaman selama 40 tahun ketika sedang dalam proses pengerjaan.

nhk_naruko_20160212t

Ten “Hebat! Bentuknya langsung berubah!”

Pasang potongan kayu pada Rokuro (alat putar) untuk diputar, lalu potong kayunya untuk membentuk Kokeshi dengan menggunakan ujung pisau khusus. Biasanya kayu berbentuk silinder itu langsung berubah bentuk menjadi Kokeshi hanya dalam sekejap saja sehingga terlihat seperti sulap.

nhk_naruko_20160212u

Ngomong-ngomong, pisau yang dipergunakan merupakan buatan para pengrajin sendiri. Sebelum benar-benar menjadi seorang pengrajin Kokeshi, mempelajari ilmu tempa besi merupakan suatu keharusan.

Tuan Suzuki “Karena peralatan yang saya pergunakan adalah buatan sendiri, maka peralatan itu sudah terasa seperti bagian dari tangan saya sendiri. Saya tidak akan bisa menggunakan peralatan buatan pengrajin lain dan para pengrajin lain pun tidak akan bisa menggunakan peralatan buatan saya.”

nhk_naruko_20160212w

Setelah memotong kayunya, selanjutnya adalah proses menghaluskan. Dengan menggunakan tumbuhan bernama “Tokusa” sesuai dengan metode zaman dahulu kala, potongan kayu tersebut telah berhasil dihaluskan dengan sangat baik.

nhk_naruko_20160212x

Selanjutnya kita memasuki proses melukis. Menggunakan kuas gambar, Tuan Suzuki mewarnai seluruh bagian kayu dengan rapi. 1 milimeter saja yang terlewat, maka hasil kerja keras hingga saat ini akan menjadi sia-sia saja. Ini sungguh bagian yang menyulitkan.

nhk_naruko_20160212y

Selanjutnya, masukkan bagian kepala Kokeshi kedalam lubang yang telah dibuat sebelumnya.ssProses pembuatan badan telah selesai!

Ten “Hanya dengan melihat saja sudah membuat saya merasa gugup.”

nhk_naruko_20160212z

Di tengah demonstrasi, Tuan Suzuki juga membuat Koma (gasing ala Jepang) kecil. Ketika Anda menaruhnya di atas tangan, lalu bandingkan ukurannya, maka Anda akan memahami seberapa kecilnya Koma itu. Anda pun akan melihat seberapa tingginya teknik yang dimiliki oleh para pengrajin di museum tersebut.

nhk_naruko_20160212aa

Untuk menjadi seorang pengrajin seutuhnya, setidaknya memerlukan waktu 10 tahun untuk mempelajari ilmu yang dibutuhkan. Jika tidak begitu, maka Anda tidak akan dapat membuat produk  semacam Kokeshi. Anda pun tidak akan mendapatkan penghasilan yang cukup. Walaupun Naruko merupakan kota pengrajin, saat ini sangatlah sulit untuk menemukan pengrajin baru yang terampil.

Ten “Meskipun boneka ini terlihat manis, tapi sayang sekali karena jumlah orang yang bisa membuatnya semakin berkurang....................”

Sekarang, Mari Kita Coba Membuat Kokeshi

nhk_naruko_20160212bb

Setelah memahami keindahan serta pesona dari Kokeshi, sekarang mari kita buat Kokeshi di “Kokeshi no Sugawaraya”.

Ten “Saya sudah pasti tidak bisa!”

Walaupun Ten barusan telah melihat proses pembuatannya, tetapi dia tidak memiliki kepercayaan diri untuk membuat Kokeshi sendiri.

nhk_naruko_20160212cc

Tapi tidak perlu khawatir. Para pengrajin di Sugawaraya ini adalah profesional, mereka akan memberikan arahan dari samping Anda, maka tidak akan ada masalah apapun bahkan bagi mereka yang baru pertama kali membuat Kokeshi.

Ten “Walaupun saya sudah menggunakan sedikit kekuatan, tetapi memotong kayunya tetaplah sulit. Tapi melihat bentuknya yang berubah sedikit demi sedikit sangatlah menyenangkan.”

nhk_naruko_20160212dd

Setelah memotong kayu, proses pewarnaan dimulai. Pertama, mari kita warnai sketsa kasar dari desain yang telah ditentukan yang tergambar di atas kertas.

nhk_naruko_20160212ee

Ten mewarnai desain gambar dengan ekspresi wajah serius. Apakah Ten dapat mewarnainya sesuai dengan desain yang telah dibuat?

nhk_naruko_20160212ff

Selesai! Di sebelah kiri adalah Kokeshi buatan Ten, sedangkan di sebelah kanan adalah bahan kayu sebelum Kokeshi dibuat. Ten “Oleh-oleh yang bagus telah selesai!”

Mari Memasuki Onsen di Ryokan yang Tepat

Jika mengunjungi Naruko Onsen, Anda tidak boleh pulang sebelum memasuki onsen-nya. Di Naruko Onsen terdapat Onsen Ryokan (Hotel tradisional Jepang yang menyediakan onsen sebagai fasilitas utama) dengan beragam pilihan onsen. Saat ini di antara semua Ryokan yang ada, terdapat satu onsen ryokan tertua yang patut untuk dikunjungi yaitu “Ganso Unagi Yu no Yado Yusaya”.

nhk_naruko_20160212gg

Yusaya merupakan onsen ryokan yang memiliki sejarah sekitar 400 tahun. 400 tahun yang lalu, pada era dimana samurai masih ada di Jepang, pemilik dari hotel ini merupakan keturunan ke-17.

Washoku yang Menggoyang Lidah

Sebelum memasuki onsen, mari kita isi perut kita terlebih dahulu. Di Yusaya, para tamu penginapan disuguhi oleh hidangan masakan khas Jepang (washoku) yang luar biasa.

nhk_naruko_20160212hh

Inilah hidangan makan malamnya. Mata kita akan dimanjakan dengan makanan dan perlengkapan makan yang indah.

nhk_naruko_20160203d

Tidak hanya cita rasa khas Naruko saja, tetapi Anda juga dapat mencicipi seluruh hidangan mewah ala Distrik Tohoku di saat yang bersamaan seperti shabu-shabu dengan daging sendai, sansai tempura (gorengan sayuran), tokobushi (nama sejenis kerang), iburigakko (sejenis akar lobak asap), dan lain-lain. Ten “Ini luar biasa. Saya jadi merasa seperti seorang bangsawan!”

nhk_naruko_20160212ii

Ten “Apa ini!!”

Ten mengacungkan sumpitnya setelah memakan hoya. Semacam jenis kerang yang merupakan produk spesial dari Distrik Tohoku. Aroma laut yang tercium dari hidangan ini telah menambah cita rasa unik, sungguh cocok disantap bersama dengan sake nihonshu (sake hasil fermentasi beras).

nhk_naruko_20160212jj

Sekarang mari kita masukkan potongan daging sapi tipis ke dalam air mendidih dengan suhu yang pas. Anda dapat merasakan rasa manis dan kelembutan tekstur daging sapi kualitas tinggi dari Jepang.

Ten “Sungguh berbeda dengan daging dari Thailand! Rasanya ingin makan terus.”

Mari Kita Mandi di Onsen!

Setelah selesai makan, mari kita menuju onsen. Yusaya memiliki satu onsen di dalam ruangan dan satu Rotenburo (Pemandian di luar ruangan) yang besar. Selain itu, disamping ryokan juga terdapat pemandian umum yang dapat dipergunakan secara gratis oleh para tamu yang menginap.

160128_0553

Pertama, ayo kita masuki onsen di dalam ruangan yang bernama “Pemandian Unagi”. Di dalam ruangan onsen tersebut,  terdapat langit-langit yang tinggi dan ruangan yang sangat luas. Air panas terus mengalir keluar dari sumbernya, membuat uap memenuhi pemandian.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai tata cara memasuki onsen, silahkan lihat artikel MATCHA yang satu ini.

Artikel referensi:

nhk_naruko_20160212ll

Selanjutnya, apakah Anda menyadari perbedaan warna dari air panas di atas? Inilah ciri khas dari Naruko Onsen. Kandungan sulfur di dalam air panas ini membuat warnanya terus berubah sesuai dengan cuaca dan atmosfir yang ada, ini merupakan keistimewaan dari onsen ini. Air panas ini terasa pas, sehingga membuat kulit Anda terasa lembut. Bisa dikatakan jika onsen ini memang efektif untuk kesehatan kulit Anda. Selanjutnya, mari kita coba rotenburo “Pemandian Akane”. Ketika Anda keluar dari hotel, Anda dapat melihat pepohonan cantik yang tumbuh di atas bukit. Ini adalah ruang ganti dari rotenburo.

Ten “Rasanya seperti milik sendiri. Sungguh mewah.”

nhk_naruko_20160212mm

Ten “Lihatlah! Sungguh indah!”

nhk_naruko_20160212nn

Inilah rotenburo Akane. Air panas yang mengalir di rotenburo ini warnanya jernih dan suhunya pas, Anda juga dapat menikmati pemandangan pegunungan di sekitar ryokan. Uap yang mengapung di tengah pemandangan bersalju terlihat seperti sebuah ilusi.

Ten “Tempat ini terlihat seperti dunia yang berbeda. Rasanya ingin sekali terus melihat pemandangan bersalju ini sambil menikmati pemandian air panas di tempat ini.”

Kunjungan pertama Ten ke onsen berakhir dengan kesan yang memuaskan.

Penutup

Bagaimana? Naruko Onsen merupakan onsen yang memiliki berbagi hidangan lezat, kerajinan tangan dan pemandangan luar biasa indah. Karena puncak keramaian terjadi pada saat musim gugur, maka tempat ini tidak akan terlalu penuh jika Anda berkunjung pada saat musim dingin. Beberapa tahun belakangan ini, jumlah turis dari Taiwan dan Thailand kian bertambah. Semua warga setempat pun menyambut hangat para turis asing yang datang berkunjung. Jika Anda belum pernah mengunjungi onsen di Jepang, maka sangat dianjurkan untuk mengunjungi Naruko Onsen.

Silahkan tonton video referensi ini untuk mengetahui lebih banyak mengenai Naruko Onsen>>>"Journeys in Japan Naruko Onsen: The Home of Kokeshi"

Foto oleh Junichi Higashiyama

Bekerjasama dengan:NHK WORLD TV (Journeys in Japan)

nhk_world_logo_20151218

Journeys in Japan

Acara jalan-jalan untuk menemukan pesona baru Jepang dari sudut pandang orang asing, para reporter asing mengunjungi berbagai tempat di Jepang. Episode sebelumnya dapat ditonton di VOD.

Informasi

Peta Naruko Onsen

Situs Resmi: Asosiasi Turis Naruko Onsen (InggrisCina sederhanaCina TradisionalKorea)

Museum Kokeshi Iwashita

Alamat: Furutomae-80 Narukoonsen, Ōsaki-shi, Miyagi-ken 989-6100, Japan
Jam buka: 08:00~17:30
Hari libur: Tidak ada
Fasilitas Wi-Fi: Tidak ada
Kartu kredit: JCB,VISA,MasterCard
Bahasa: Jepang
Bahasa lain pada menu: Jepang
Stasiun terdekat: Stasiun Naruko Onsen (JR Rikuu Tosen Line)
Akses: 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Naruko Onsen
Pendaftaran: Gratis
Informasi keagamaan: -
Telepon: 0229-83-3725
Situs resmi: Museum Kokeshi Iwashita

Sugawaraya Kokeshi
Alamat: Kaminaruko-135 Narukoonsen, Ōsaki-shi, Miyagi-ken 989-6100, Japan
Jam buka: 08:00〜17:00
Hari libur: Tidak ada
Fasilitas Wi-Fi: Tidak ada
Kartu Kredit: VISA,JCB,MasterCard,AMEX
Bahasa: Jepang
Bahasa lain pada menu: Tidak ada
Stasiun terdekat: Stasiun Naruko Onsen (JR Rikuu Tosen Line)
Akses: 13 menit berjalan kaki dari Stasiun Naruko Onsen
Kelas praktik: 1kali 1,080 Yen
Informasi keagamaan: -
Telepon: 0229-83-3664
Situs resmi: Sugawaraya Kokeshi

Ganso Unagi Yu no Yado Yusaya
Alamat: Yumoto-84 Narukoonsen, Ōsaki-shi, Miyagi-ken 989-6100, Japan
Jam buka:
(Check-in) 14:00〜
(Check out) 〜10:00
Hari libur:Tidak tetap
Fasilitas Wi-Fi: Ada
Kartu kredit: VISA,JCB,MasterCard,AMEX,Diners
Bahasa: Inggris
Bahasa lain pada menu: Jepang
Stasiun terdekat: Stasiun Naruko Onsen (JR Rikuu Tosen Line)
Akses: 4 menit berjalan kaki dari Stasiun Naruko Onsen
Kisaran biaya: 11,000 Yen〜(Tergantung kepada tipe kamar dan waktu )
Informasi keagamaan: -
Telepon: 0229-83-2565
Situs resmi: Pemandian Gunso Unagi di Penginapan Yusaya

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE