Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

9 Spot Wisata di Tokushima dengan Pemandangan Menakjubkan

9 Spot Wisata di Tokushima dengan Pemandangan Menakjubkan

Tokushima 2016.03.18 Simpan

Prefektur Tokushima berada di wilayah Shikoku yang berdekatan dengan Osaka.

Diterjemahkan oleh MATCHA-PR

Ditulis oleh MATCHA-PR

Prefektur Tokushima berada di wilayah Shikoku yang berdekatan dengan Osaka. Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam 10 menit untuk menuju Prefektur Tokushima dari Bandara Haneda, Tokyo. Daya tarik dari prefektur ini adalah tempat-tempat wisata dengan pemandangan yang menakjubkan seperti Gunung Tsurugi yang merupakan gunung tertinggi kedua dari 100 gunung terkenal di Jepang, Pusaran Air Naruto yang termasuk 3 pusaran air terbesar di dunia, Shuraku, Iya, dan lain-lain. Kali ini, kami akan memperkenalkan kepada Anda 9 spot wisata terkenal di Tokushima.

1. Gunung Tsurugi

Toushima_must-see-spot_7-700x468

Gunung Tsurugi adalah gunung tertinggi kedua di Jepang. Gunung ini mencapai ketinggian 2000 meter. Menariknya, kita bisa dengan mudah mencapai puncak gunung karena disediakan lift yang beroperasi hingga ke bagian tengah gunung. Di gunung yang kondisi alamnya masih terjaga dan terdapat tanaman-tanaman khas dataran tinggi ini, kita bisa menikmati pemandangan yang berbeda-beda setiap musimnya. Sejak dahulu kala gunung ini juga dikenal sebagai gunung suci dan sekililingnya terdapat jajaran gunung dengan ketinggian mencapai 1800 meter.

2. Pusaran Air Selat Naruto

The-Whirlpools-of-Naruto-700x499

Pusaran Air Naruto berada di antara Selat Naruto dan Pulau Awajima. Pusaran air ini berasal dari pertemuan arus Laut Pedalaman Seto dan Terusan Kii. Selat Naruto adalah salah satu dari 3 selat dengan intensitas pasang surut terbesar di dunia bersama dengan Selat Messina di Italia dan Selat Semoa yang berada di antara Amerika dan Kanada. Kecepatan ombak di Selat Naruto ini mencapai 15-20 km/jam dan menghasilkan sejumlah pusaran air dengan ukuran pusaran air terbesar mencapai diameter 20 meter. Waktu terbaik untuk melihat pusaran air ini adalah 1 jam sebelum dan sesudah air pasang atau surut. Selain itu, pada musim semi dan musim gugur adalah masa air pasang dan surut terbesar Selat Naruto sehingga ini merupakan musim terbaik bagi Anda untuk melihat pusaran air.

3. Jembatan Kazura di Iya

Jembatan Kazura yang berada di wilayah terpencil, Iya, dikenal sebagai salah satu dari “3 Jembatan Unik Jepang”.

Jembatan yang merupakan satu-satunya fasilitas penyeberangan di wilayah Lembah Mamiya ini terbuat dari tanaman merambat Shirakuchikazura dengan berat sekitar 5 ton. Jembatan ini berada di ketinggian 14 meter dengan panjang 45 meter dan lebar 2 meter. Kita bisa merasakan sensasi menegangkan saat melintasi jembatan ini. Karena kita bisa melihat aliran sungai dari celah-celah lantai jembatan dan jembatan akan bergoyang-goyang ketika kita berjalan di atasnya! Selain itu, kita juga bisa menikmatinya sebagai atraksi. Setiap 3 tahun sekali, jembatan ini akan diganti dengan jembatan yang baru.

4. Ochiai Shuraku

Toushima_must-see-spot_2-700x465

Ochiai Shuraku yang berada di pusat Higashi Iya (Iya bagian timur) adalah sebuah desa yang memiliki perbedaan ketinggian mencapai 390 meter.

Di sini kita bisa melihat pemandangan asli dari desa pegunungan dengan rumah-rumah, tembok batu yang disusun satu per satu, dan sawah-sawah yang dibuat pada pertengahan hingga akhir Zaman Edo. Di desa ini terdapat “Kayabuki Minka Sutei”, yaitu penginapan yang dibangun dari rumah-rumah tua penduduk. Penginapan ini dirancang oleh peneliti budaya Asia Timur, Alex Kerr.

5. Jurang Oboke

Oboke-Gorge-700x469

Jurang Oboke berada di pusat wilayah Shikoku. Jurang ini merupakan lembah yang terbentuk akibat erosi bebatuan Sungai Yoshino. Daya tarik dari tempat ini adalah pemandangan yang berbeda-beda pada setiap musimnya. Di sini kita bisa melihat pemandangan bebatuan yang menjulang tinggi dengan bunga sakura pada saat musim semi atau pantulan warna kuning keemasan dedaunan di aliran sungai pada musim gugur. Selain itu, daerah terpencil yang tidak mudah dicapai namun memiliki pemandangan yang indah ini telah ditetapkan sebagai Monumen Alam Kekayaan Negara.

6. Lembah Iya

Toushima_must-see-spot_3-700x469

Lembah Iya adalah lembah yang dalam dan berbentuk huruf V. Dari atas lembah ini kita bisa melihat Sungai Iya berwarna hijau emerald yang akan membuat kita terpesona. Pada saat musim gugur, kita bisa menikmati pemandangan dedaunan yang berubah warna menjadi kuning yang terbentang dari dasar hingga puncak lembah. Kita juga bisa melihat pemandangan ini dari dalam mobil ataupun kereta.

Di tebing yang ada di sisi aliran Sungai Iya ini terdapat sebuah batu yang menonjol keluar. Batu ini adalah sisa dari proyek pembangunan Jalan Utama Iya. Di atas batu ini di bangun patung Shobenkozou yang berasal dari dongeng zaman dahulu tentang anak-anak desa dan para pelancong yang melakukan uji nyali. Tempat ini mendapat tanda bintang 2 dari buku panduan “Michelin Green Guide Book Japon”.

7. Ko no Sekyo

Toushima_must-see-spot_4-700x465

Ko no Sekyo yang berada di Desa Kito, Distrik Naka ini memiliki perbedaan suhu udara yang tinggi. Ko no Sekyo adalah salah satu tempat yang dikenal akan pemandangan musim gugurnya. Pemandangan musim gugur yang sangat menakjubkan ini bisa kita nikmati mulai akhir bulan Oktober hingga pertengahan bulan November.

8. Big Hina Matsuri

Toushima_must-see-spot_1-copy-700x466

Big Hina Matsuri yang berlangsung dari akhir bulan Februari hingga akhir bulan Maret ini adalah sebuah festival memajang Boneka Hina yang sudah tidak digunakan. Di tengah-tengah lokasi acara terdapat “Hyakudan no Hinadan” (Seratus Tingkat Tangga Hina) dengan tinggi mencapai 8 meter yang terpajang 30.000 Boneka Hina dengan dekorasi cantik nan mewah. Selain itu, kita juga bisa menikmati pertunjukan seperti teater boneka tradisional, lagu, dan tarian yang diadakan di panggung.

9. Jajaran Perumahan Udatsu

Toushima_must-see-spot_6-700x465

Udatsu” adalah jajaran rumah tradisional penduduk di Wakimachi, Kota Mima. Yang disebut dengan udatsu adalah dinding pembatas antar rumah yang dibangun untuk mencegah api menjalar ke rumah-rumah lain saat terjadi kebakaran. Udatsu ini menjadi simbol kesuksesan karena untuk membangun udatsu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal ini juga menjadi dasar munculnya perumpamaan “udatsu ga agaru” yang mengacu pada arti kesuksesan.

Zaman dahulu tempat ini adalah jajaran perumahan yang ditempati oleh para pedangang kaya pada Zaman Edo dan sekarang menjadi peninggalan yang sangat berharga.

Disponsori oleh Prefektur Tokushima

 

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait