Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

"Taman Yoshinogari" di Prefektur Saga: Tamasya ke Jepang Zaman Dulu

"Taman Yoshinogari" di Prefektur Saga: Tamasya ke Jepang Zaman Dulu

Diterjemahkan oleh Nur Saidatul IM

Ditulis oleh Ramona Taranu

Saga 2016.03.29 Simpan

Peninggalan Yoshinogari terletak di dua kota, yaitu kota Yoshinogari dan Kanzaki, Prefektur Saga. Di antara peninggalan-peninggalan zaman Yayoi lainnya, tempat ini merupakan peninggalan Jepang terbesar.

Diterjemahkan oleh Nur Saidatul IM

Ditulis oleh Ramona Taranu

saga_yoshinogari_01

Peninggalan Yoshinogari merupakan situs sejarah seluas 40 hektar, terbentang dari kota Yoshinogari hingga kota Kanzaki, Prefektur Saga. Di antara peninggalan-peninggalan zaman Yayoi (※1) lainnya, Peninggalan Yoshinogari merupakan peninggalan Jepang terbesar. Di sini terdapat Kangoshuraku (※2) dari zaman Yayoi. Saat ini di area Peninggalan Yoshinogari telah berdiri “Taman Yoshinogari”, taman yang menampilkan rekonstruksi suasana dan keadaan pada masa tersebut. Terdapat empat pembagian zona taman, yaitu zona pintu masuk, zona desa yang dikelilingi parit, zona ladang kuno, dan zona hutan kuno. Area yang akan kami perkenalkan adalah zona pintu masuk dan zona desa yang dikelilingi parit.

Zaman Yayoi merupakan zaman di mana sumber-sumber budaya Jepang mulai muncul. Pengunjung bisa mengintip penemuan peninggalan kehidupan pada masa tersebut di Yoshinogari. Nah, ayo jalan-jalan ke dunia zaman dahulu.

※1…Zaman Yayoi: salah satu periode zaman Jepang yang berlangsung sejak 500 SM hingga 300 M.
※2…Kangoshuraku: pemukiman pembuat parit di sekitar sebuah area demi tujuan perlindungan.

Perjalanan Menembus Waktu yang Dimulai dari Pintu Masuk Timur Taman Yoshinogari

saga_yoshinogari_02

Pintu masuk ke Taman Yoshinogari merupakan bangunan bergaya modern yang merupakan pusat informasi sejarah taman ini. Di sini terdapat guidance room di mana Anda bisa mendapatkan informasi mengenai ringkasan tentang peninggalan Yoshinogari, miniatur tempat ini, restoran, serta toko oleh-oleh.

Setelah melewati bangunan ini dan menyebrang "Ama no Ukihashi (jembatan apung langit)" ke arah barat, sampailah di sebuah pintu masuk parit yang luas. Di sana terbentang luas sebuah ruang menembus waktu yang berbeda dengan kehidupan sehari-hari saat ini.

Minaminaikaku: Tempat Tinggal Para Raja

saga_yoshinogari_03

Minaminaikaku adalah area di mana terdapat rumah yang dahulu ditinggali oleh para raja Jepang. Area ini dikelilingi oleh parit dan dinding tinggi (seperti yang ada pada kastil) karena tempat ini diperkirakan sebagai tempat yang harus dilindungi.

Di sini bangunan zaman dahulu dipulihkan kembali seperti bentuk aslinya, misalnya menara untuk mengawasi daerah sekitar hingga jauh, tateanajukyo (※3), maupun takayukasoko (※4), yaitu bangunan yang digunakan untuk menyimpan beras setelah panen dalam satu kota.

※3…Tateanajukyo: tempat tinggal orang-orang pada masa tersebut yang berbentuk kerucut dan tanah yang ada di bawahnya sedikit dikeduk.
※4…Takayukasoko: gudang dengan lantai yang tinggi untuk mencegah terjadinya keadaan lembab dan lain-lain.

saga_yoshinogari_04

Di area ini pengunjung bisa menengok bagaimana keadaan kehidupan orang zaman dahulu. Pada zaman Yayoi, mereka membuat barang-barang dari sutra. Pengunjung dapat juga melihat secara langsung pertunjukan bagaimana cara menenun pada saat itu.

saga_yoshinogari_05

Dipakai pula berbagai warna gulungan benang seperti yang digunakan pada masa kini. Benda yang diprediksikan sebagai benang yang digunakan pada zaman Yayoi dipajang di sini.

Salah seorang staff yang sedang memakai pakaian zaman Yayoi memberi tahu kami sebuah rahasia bahwa warna merah tua diambil dari tanaman dan warna ungu kerang didapatkan dari warna asli kerang.

Kitanaikaku: Pusat Negara

saga_yoshinogari_06

Sumber foto: Pusat Pengawasan Taman Yoshinogari Koen

Kitanaikaku merupakan tempat yang paling suci dan penting. Di dalam area ini terdapat saiden, tempat untuk mengadakan upacara keagamaan dan rapat pemerintahan (foto di atas). Apabila naik ke saiden yang sangat luas di dalam sini, pengunjung bisa mengintip apakah dunia kepercayaan dan politik pada zaman dahulu berhubungan atau tidak. Pada waktu itu hubungan antara politik dengan agama cukup erat.

saga_yoshinogari_07

Ditampilkan pula bagaimana keadaan rapat untuk menentukan kegiatan tahunan dan politik. Dengan melihat hal itu saja pengunjung dapat merasakan suasananya yang megah.

saga_yoshinogari_08

Ruang upacara yang terletak di kuil paling atas merupakan tempat diadakannya upacara penyembahan untuk mendengarkan suara roh nenek moyang ketika berdoa agar usaha perkebunannya sukses atau ketika akan memutuskan hal yang penting. Yang terlihat dari sana adalah Kitafunkyubo, gundukan kuburan yang paling dilindungi masyarakat setempat, yaitu tempat beristirahatnya sang nenek moyang.

Kitafunkyubo: Melihat Pemikiran Orang Zaman Dahulu Terhadap Dunia

Kitafunkyubo merupakan tempat di mana para raja pada zaman Yayoi dimakamkan. Orang pada masa kini menggunakan dan menyimpan teknik terdepan untuk membangun kembali pemakaman pada zaman dahulu.

saga_yoshinogari_09
saga_yoshinogari_010

Di area ini pengunjung bisa mengetahui tentang kepercayaan dan cara pandang terhadap dunia oleh orang-orang pada zaman Yayoi.

Menikmati Taiken Program di Pusat Sejarah Taman Yoshinogari

Area dalam taman sangat luas dan besar. Oleh karena itu, mari pulang naik shuttle bus gratis dari Kitafunkyubo sampai pintu masuk timur taman.

saga_yoshinogari_011

Himika-kun, karakter peninggalan Yoshinogari, akan menunggu pengunjung di depan Pusat Sejarah Taman Yoshinogari.

Di dekat pintu masuk timur taman terdapat "Yayoi Kurashikan (gedung tempat tinggal zaman Yayoi)" dan "Minami no Mura (desa di bagian selatan)". Di kedua tempat ini pengunjung dapat menikmati taiken program (program pengalaman) seperti menyalakan api menggunakan cara kuno, membuat magatama (batu permata berbentuk koma), membuat cermin, dan lain-lain. Anda bisa melihat detail informasi mengenai Taman Yoshinogari di website resminya.

saga_yoshinogari_012

Sumber foto: Pusat Pengawasan Taman Yoshinogari

Taman Yoshinogari terkenal akan event-event musimannya. Misalnya pengalaman naik balon udara yang dibuka pada musim semi, festival musim panas "Yayoi No Oka Marche", maupun light up "Yoshinogari Hikari No Hibiki (getaran cahaya Yoshinogari)" pada musim dingin. Event-event tersebut merupakan beberapa contoh event yang sangat populer.

Penutup

Apabila Anda menghabiskan beberapa jam di Taman Yoshinogari ini, Anda dapat merasa seperti telah melakukan perjalanan ke zaman Yayoi. Ketika Anda keluar dari taman ini, rasanya sungguh-sungguh seperti mengalami ilusi kembali ke kehidupan semula dari time travel yang panjang.

Apakah Anda tertarik untuk mencoba menikmati perjalanan ke Jepang pada masa lalu yang hanya bisa dilakukan di taman ini?

Informasi

Taman Yoshinogari

Alamat: 1843 Tade, Yoshinogari-cho, Kanzaki-gun, Saga-ken
Jam buka:
1 April - 31 Mei buka pada pukul 09.00 - 17.00
1 Juni - 31 Agustus buka pada pukul 09.00 - 18.00
1 September - 31 Maret buka pada pukul 09.00 - 17.00
Hari libur: 31 Desember, hari Senin dan Selasa minggu ke-3 bulan Januari
Fasilitas Wi-Fi: sekitar kantor pusat Taman Yoshinogari
Kartu kredit: tidak ada
Bahasa: Jepang
Bahasa pada menu: Inggris, Mandarin, Korea
Stasiun terdekat: Stasiun Kanzaki, Stasiun Yoshinogari Koen
Akses: 15 menit jalan kaki dari Stasiun Kanzaki atau Stasiun Yoshinogari Koen
Kisaran harga:
dewasa (15 tahun ke atas): 420 yen (umum), 280 yen (grup)
anak (murid SD dan SMP): 80 yen (umum), 40 yen (grup)
silver (65 tahun ke atas): 200 yen (umum dan grup)
bayi (di bawah 6 tahun): gratis
tiket masuk paspor sepanjang tahun: dewasa 4200 yen, anak 800 yen, silver 2000 yen
※tiket grup dihitung untuk pengunjung mulai dari murid SD dan berjumlah 20 orang ke atas.
Informasi keagamaan: -
Nomor telepon: 0952-55-9333 (Kantor Taman Yoshinogari)
Situs resmi: Taman Yoshinogari (Klik di sini untuk situs berbahasa Inggris)

saga_cup_c
Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait