Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Menikmati Wisata di Jepang dengan Pemandu dan Turis Sebagai Teman di

Menikmati Wisata di Jepang dengan Pemandu dan Turis Sebagai Teman di "TOMODACHI GUIDE"

Tokyo 2016.05.19 Simpan

TOMODACHI GUIDE merupakan layanan pemandu wisata yang tepat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai kehidupan lokal dan Jepang. Sama seperti namanya tomodachi yang dalam Bahasa Indonesia berarti teman, Anda akan dapat berwisata dengan nyaman

Diterjemahkan oleh Desy Aisyah

Ditulis oleh MATCHA

LINE

Jika ingin mengetahui lebih banyak mengenai sebuah negara asing sebaiknya bertanya kepada warga dari negara yang bersangkutan!

Dengan penjelasan dari pemandu yang profesional, Anda akan dapat mengetahui lebih dalam mengenai daya tarik dari negara tersebut.

Walaupun begitu, terkadang pemandu juga bisa melakukan kesalahan. "Pemandu" dan "Turis" memiliki hubungan yang formal, karena itulah terkadang Anda tidak dapat berwisata sesuai dengan yang diharapkan karena kinerja dari pemandu turis yang kurang memuaskan. Beberapa di antara Anda pasti pernah mengalami pengalaman pahit seperti ini bukan?

Hari ini, MATCHA akan memperkenalkan kepada Anda sebuah layanan dari Perusahaan Huber. yaitu "TOMODACHI GUIDE".

Apa Itu "TOMODACHI GUIDE"?

huber_tomodach_20160412a

TOMODACHI GUIDE merupakan layanan pemandu wisata yang tepat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai kehidupan lokal dan Jepang. Sama seperti namanya tomodachi yang dalam Bahasa Indonesia berarti teman, Anda akan dapat berwisata dengan nyaman seolah sedang bepergian dengan teman Anda sendiri.

3 Alasan Kenapa Kami Merekomendasikan TOMODACHI GUIDE

Inilah 3 daya tarik utama dari TOMODACHI GUIDE!

1. Seolah-olah sedang Berwisata di Jepang Bersama dengan Teman Sendiri!

huber_tomodachiguide_20160411a

Berbeda dengan layanan pemandu wisata pada umumnya di mana sang pemandu melakukan penjelasan satu arah kepada para turis, di TOMODACHI GUIDE baik pemandu dan para turis melakukan kegiatan yang sama ketika sedang berwisata.

Pemandu dan turis dapat melakukan berbagai hal bersama-sama, sepertu berdoa di kuil, mencicipi makanan khas lokal, dan saling bekerja sama memasak makanan khas Jepang di dapur. Anda dapat menghabiskan seluruh waktu wisata Anda dengan bersantai dan membangun kebersamaan seperti sedang berwisata dengan teman sendiri.

2. Pemandu dan Penerjemah Selalu Menemani di Sepanjang Wisata

huber_tomodachiguide_20160411b

Di dalam wisata, sudah merupakan hal yang umum jika pemandu wisata juga bertindak sebagai penerjemah. Akan tetapi, ketika Anda sedang berinteraksi dengan penjaga toko tidak jarang Anda akan dibiarkan begitu saja oleh sang pemandu. Sementara di TOMODACHI GUIDE, baik sang pemandu wisata atau sang penerjemah akan selalu menemani di sepanjang perjalanan wisata Anda.

Sang pemandu wisata akan menemani dan membantu Anda menerjemahkan kalimat ketika Anda sedang berinteraksi dengan penjaga toko, sehingga Anda pun tidak akan merasa kalau Anda tidak diperdulikan.

3. Anda Dapat Mengubah Rencana Wisata Sesuai Keinginan Anda!!!

huber_tomodachiguide_20160411c

Di TOMODACHI GUIDE, Anda dapat menyusun rencana wisata sendiri dan mengubahnya dari rencana awal dengan cara mendiskusikannya bersama dengan sang pemandu.

Sebagai contohnya jika Anda berkata "Aku ingin mencoba memakai kimono!", maka pemandu akan memasukkan kunjungan ke toko rental kimono ke dalam jadwal wisata Anda. Selain itu, pemandu juga bisa merekomendasikan tempat makan yang menyediakan menu yang halal bagi para turis muslim. Jadi para pemandu di sini dapat menyusun rencana wisata yang seideal mungkin bagi para turis.

Bagi Anda yang ingin mengetahui seperti apa rasanya berwisata dengan TOMODACHI GUIDE, silakan lihat video berikut ini.

Informasi lebih detail dapat Anda lihat di situs layanan TOMODACHI GUIDE.

MATCHA Bergabung dalam Wisata Sungguhan ke Suatu Tempat

Supaya dapat mengetahui lebih jauh seperti apa layanan wisata TOMODACHI GUIDE ini, tim MATCHA akan ikut bergabung dalam tur yang satu ini!

huber_asakusa_2016031a2

Yang akan berwisata kali ini adalah Simon MÉRY (kiri) dan Yahia-Saïd MKEZEZA (kanan)

Kedua pria inilah yang telah mengizinkan kita untuk ikut dalam perjalanan wisata mereka. Keduanya berasal dari negara Perancis yaitu Simon dan Yaya.

huber_asakusa_2016031b2

Yang menjadi pemandu dan penerjemah kali ini adalah Rena (kiri) dan Jade (kanan).

Meeting Point

Hari ini mereka berempat akan pergi wisata ke Asakusa. Toko-toko khas Jepang serta toko makanan, dan toko oleh-oleh merupakan tujuan wisata paling populer di Asakusa.

huber_asakusa_2016031d

Pertama-tama mari kita pergi ke tempat pertemuan yang telah ditentukan sebelumnya! Kedua orang yang merupakan pemandu wisata sekaligus penerjemah ini menyambut Simon dan Yaya di pintu keluar stasiun kereta bawah tanah.

huber_asakusa_20160315h2

Syukurlah pertemuan dapat berjalan dengan lancar, karena daerah dan transportasi di Jepang terkadang bisa sangat membingungkan bagi para turis asing. Di TOMODACHI GUIDE, mereka mendiskusikan terlebih dahulu rencana wisata secara detail, lalu mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memulai wisatanya.

Di tempat pertemuan, staff TOMODACHI GUIDE memberikan kartu perkenalan mereka bersama dengan Matcha Latte untuk menghangatkan tubuh Simon dan Yaya yang kedinginan.

huber_asakusa_20160315f2

Mereka pun segera mengambil foto untuk kenang-kenangan. Latar belakangnya adalah Asahi Super Dry Hall dan Tokyo Sky Tree yang merupakan ciri khas Asakusa.

huber_asakusa_20160315c-700x466

Mereka berempat pergi mengunjungi Asahi Super Dry Hall yang warna keemasannya dapat terlihat dari Asakusa.

huber_asakusa_2016031512

Mereka berempat berfoto di depan Kaminarimon!

huber_asakusa_20160315d2

Rena dan Jade memberikan penjelasan mengenai ukiran naga yang berada di bagian bawah chochin (lentera yang terbuat dari kertas). Mereka berdua menerangkan satu per satu keunikan Asakusa dengan bahasa percakapan yang santai.

huber_asakusa_20160315e2

Mereka berjalan menyusuri Jalan Nakamise di mana toko oleh-oleh dan toko makanan berjajar di sepanjang jalan. Kedua turis ini pun merasa kagum dengan pemandangan di sekitar jalan ini.

huber_asakusa_20160315n2

Mereka pun mencoba mengambil omikuji (kertas ramalan keberuntungan) di Kuil Senso-ji.

huber_asakusa_20160315o2

Jade menjelaskan apa itu omikuji dan menerangkan bagaimana cara memilihnya.

huber_asakusa_20160315p2

Bagaimanakah hasilnya?

huber_asakusa_20160315q2

Mereka berempat sama-sama mendapat 「吉」 atau keberuntungan! Lalu mereka pun saling memperlihatkan kertas satu sama lainnya. Di omikuji milik Simon tertulis "pertemuan yang bagus akan terjadi". Hari ini mereka telah mengalami pertemuan yang menyenangkan.

huber_asakusa_20160315m2

Setelah pergi dari Kuil Senso-ji, mereka berempat berkeliling Asakusa. Simon dan Yaya dipandu menuju jalanan kecil dan toko-toko yang mungkin akan mereka lewatkan begitu saja bila tidak ada panduan dari Rena dan Jade. Mereka pun menikmati jalan-jalan di Asakusa sesuai dengan rencana awal.

huber_asakusa_20160315i

Di kedai ini Anda dapat menikmati kuliner khas daerah Asakusa. Kedua turis ini menikmati melon pan (roti manis berbentuk melon) untuk pertama kalinya.

huber_asakusa_20160315j2

huber_asakusa_20160315l2

Di TOMODACHI GUIDE Anda dapat mengunjungi tempat yang tidak tertera di dalam guide book atau tempat yang hanya menggunakan bahasa Jepang.

Ketika melewati patung tanuki (anjing rakun) yang dikatakan bisa mendatangkan keberuntungan, mereka berempat pun mengambil foto seperti pada gambar di atas ini. Mereka berempat sungguh menikmati wisata ini.

huber_tomodachiguide_20160411d

Terakhir, Menulis Kanji Nama Sendiri di "Kanji House"

huber_asakusa_20160315r

Selanjutnya, tempat terakhir yang mereka kunjungi hari ini adalah "Kanji House". Tempat ini menyediakan layanan pembuatan kanji yang cocok untuk nama orang asing.

huber_asakusa_20160315rt

huber_asakusa_20160315s

Dimulai dari huruf "S" dari nama Simon. Mereka berempat pun melihat ke dalam kamus, lalu menyeleksi huruf kanji yang cocok di antara huruf kanji 子,氏,士, dan lain-lain.

huber_asakusa_20160315t

huber_asakusa_20160315u

Mereka berempat pun mendiskusikan huruf kanji yang cocok satu per satu dengan serius, sambil diselingi oleh tawa sesekali.

huber_asakusa_20160315v

Kemudian setelah memutuskan huruf kanji yang cocok dengan nama mereka, saatnya untuk mencoba menulisnya sendiri dengan menggunakan kuas kaligrafi. Karena ini merupakan pertama kalinya bagi Simon dan Yaya menulis Shodo (kaligrafi Jepang), keduanya memegang kuas dengan perasaan gugup.

huber_asakusa_20160315w

huber_asakusa_20160315x

Rena dan Jade yang berada di samping mereka pun memberikan arahan kepada Simon dan Yaya.

huber_asakusa_20160315y

Dengan beberapa kali latihan, akhirnya Simon dan Yaya dapat menulis huruf kanji dengan indah. Mereka pun dapat membawa pulang mini kakejiku (gulungan yang bisa digantung) ini sebagai oleh-oleh.

huber_asakusa_2016031c

Dengan ini wisata hari ini pun berakhir! Sambil berjabat tangan di depan Kanji House, mereka pun mengucapkan salam perpisahan. Karena turis dan pemandu tur telah menjadi akrab dalam hitungan menit, ketika waktu berpisah tiba rasanya sangat menyedihkan.

Beberapa hari kemudian, MATCHA mendapatkan laporan kesan mengenai wisata pada hari itu dari Simon dan Yaya.

tomodachi_simon_a

Walaupun pada saat sebelum bertemu rasanya agak gugup, tetapi ketika menerima kartu tanda pengenal semua rasa gugup itu langsung hilang seketika. Agen wisata ini kesannya sangat berbeda karena di sini saya bisa mengubah rencana wisata sesuai dengan keinginan saya. Saya juga jadi dapat merasakan keunikan dari Asakusa lebih mendalam dengan tidak hanya berjalan kaki melewati jalanan utama saja, tetapi juga melalui gang kecil yang sepertinya tidak akan pernah saya lewati. Saya berterima kasih kepada Rena dan Jade!

tomodachi_yaya_b

Mereka memberikan penjelasan secara sopan terhadap hal apapun yang kami tidak mengerti, kami menjalani rencana wisata sesuai dengan keinginan kami dan mereka juga tidak terburu-buru, sungguh sangat menyenangkan! Walaupun saat pertama kali menulis kaligrafi rasanya sangat sulit, tapi Rena dan Jade membantu saya hingga akhirnya saya bisa menulis dengan indah. Rasanya jadi ingin pamer kepada teman-teman! Saat kami memilih huruf kanji rasanya juga menyenangkan. Saya jadi bisa menghabiskan waktu bersama-sama dengan menyenangkan sekali. Terimakasih banyak!

Bagaimana? Bagi Anda yang tinggal di Jepang tapi ingin mengetahui lebih dalam mengenai daya tarik Jepang, ingin menikmati wisata yang unik, atau ingin berteman dengan orang Jepang, silahkan gunakan jasa TOMODACHI GUIDE.

Di TOMODACHI GUIDE terdapat banyak pemandu wisata sekaligus penerjemah termasuk Rena dan Jade yang menunggu Anda.

Sebagai tambahan, Anda juga dapat menjadi pemandu wisata atau penerjemah di TOMODACHI GUIDE. Bagi Anda yang merasa tertarik, silahkan hubungi agen Huber. dengan meng-klik tombol "Became a guide" di bagian kanan atas halaman situs resmi mereka.

Informasi

Jalan-jalan sambil makan, tersenyum dan menikmati budaya Jepang di Asakusa

Biaya: 4.000 yen / orang
Tempat pertemuan: Stasiun Asakusa
Durasi: sekitar 2 jam
Situs layanan: Jalan-jalan sambil makan, tersenyum dan menikmati budaya Jepang di Asakusa
※Rincian rencana wisata dapat diubah sesuai dengan keinginan Anda.

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE