Coronavirus (COVID-19) Advisory Information

Kombinasi Foie Gras dan Kabayaki!? Menikmati Hidangan Belut Orisinal dan Inovatif di Kedai Tua “Watabe”

Kombinasi Foie Gras dan Kabayaki!? Menikmati Hidangan Belut Orisinal dan Inovatif di Kedai Tua “Watabe”

Diterjemahkan oleh Rus Harminanti

Ditulis oleh Jumpei Kawashima

Tokyo 2017.01.18 Simpan

Kali ini MATCHA akan memperkenalkan kedai tua di area Kasuga, Tokyo yaitu Kedai Watabe yang telah berdiri sejak tahun 1947. Kedai ini menawarkan berbagai hidangan lezat, seperti Tusukudani, Sashimi, dan Unaju.

Di Tokyo Dome City, Bunkyo-ku, Tokyo-to terdapat sebuah daerah bernama Kasuga yang dipenuhi dengan tempat belanja, berbagai hiburan, dan fasilitas penginapan. Selain itu, Kasuga juga jadi tempat bersantai yg banyak dikunjungi orang.

“Watabe”, Kedai Unagi Kuno di Kasuga

Tepat di sebelah Stasiun Kasuga terdapat restoran spesialis masakan unagi (belut) bernama “Watabe”. Sejak pertama kali berdiri, kedai ini selalu mempertahankan cita rasa masakan unaginya. Selain itu, sebagai bekas toko ikan, kedai ini juga menyediakan menu tsukudani dan sashimi, serta menu orisinal yang dibuat oleh koki yang baru.

Spesialisasi dari kedai ini adalah menggunakan metode memasak ala Barat. Kedai ini menyediakan banyak masakan unagi yang terasa segar di lidah orang Jepang dan mudah diterima oleh lidah orang Barat. Kali ini, MATCHA akan memperkenalkan menu dengan cita rasa unik yang hanya akan Anda temui di “Watabe”!

Kombinasi yang Cocok dengan Sake Jepang. Dimulai dengan “Tsukudani”

Tsukudani adalah hidangan yang terbuat dari ikan kecil, kerang-kerangan seperti remis Manila, serta sejenis rumput laut seperti kombu yang direbus dan dibumbui dengan gula dan shoyu sehingga menghasilkan rasa manis-asin. Di Jepang, sejak zaman dahulu, hidangan ini telah dikenal sebagai pendamping nasi dan minum sake.

Bagi orang-orang luar Jepang yang tidak familiar dengan hidangan ini, MATCHA sangat merekomendasikan untuk memakannya dengan ditemani sake.

Tsukudani di “Watabe” ini sampai sekarang pun masih menjadi salah satu hidangan andalan kedai ini. Rasa tsukudani ini sangatlah cocok dicicipi bersama dengan sake Jepang! Menu yang staf MATCHA kali ini coba adalah "tsukudani no moriawase" (hidangan kombinasi tsukudani) seharga 650 yen. Menu ini berupa hidangan tsukudani dari remis Manila, udang sungai, dan kombu.

Selanjutnya, Tantangan Makan Sashimi Edomae Segar

Di atas adalah "sashimi no mori awase" (hidangan kombinasi sashimi) dengan harga mulai dari 1.500 yen. Menu hari ini adalah chuutoro (※1) tuna, striped jack (sejenis ikan kue), dan marbled sole (salah satu jenis ikan berbentuk pipih). Jenis-jenis ikan yang dijadikan menu sashimi berubah-ubah setiap harinya karena ikan diambil langsung dari pasar tiap pagi hari. Namun, justru hal tersebutlah yang membuat sashimi ini selalu segar.

Cara penyajiannya juga telah dirancang sedemikian rupa sehingga menarik juga untuk dilihat. Saat melihat penataan hidangan yang sangat indah ini, rasanya jadi sayang untuk memakannya!

※1... Chuutoro merupakan salah satu bagian dari badan tuna. Tepatnya pada bagian perut yang berisi banyak lemak. Untuk bagian yang paling banyak lemaknya disebut “Otoro”. Bagian tuna tersebut lebih mewah dan harganya lebih mahal dari bagian tuna yang biasa dipakai untuk sashimi.

Hidangan Kombinasi Jepang dan Prancis “Jikasei Foie Gras Terrine to Unagi no Kabayaki”

Berikut adalah menu andalan utama kedai “Watabe” yang kami rekomendasikan untuk Anda, yaitu “Jikasei Foie Gras Terrine to Unagi no Kabayaki” (※2) (seharga 1.500 yen). Di Prancis, kombinasi masakan foei gras (※3) dengan unagi cukup mudah ditemukan, tapi di Jepang menu seperti ini terbilang unik. Lapisan permukaan foei gras ini terkaramelisasi dan saat dimakan akan memberikan rasa manis yang menyebar di mulut.

※2... Unagi no Kabayaki adalah makanan tradisional Jepang berupa sate belut yang dibalur dengan saus dari campuran shoyu, mirin, gula, sake, dan bahan lainnya yang kemudian dibakar.

※3... Foei gras adalah hati angsa yang berlemak.

Saus lezat yang mampu mengeluarkan rasa dari foei gras dan unagi ini berasal dari campuran strawberry liquor dan saus tradisional spesial buatan sendiri dengan resep yang terus diwariskan selama 70 tahun. Staf MATCHA ingin sekali menikmati hidangan ini bersama dengan wine!

Hidangan Penutup “Unaju”

Unaju adalah masakan tradisional Jepang berupa nasi yang diletakkan ke dalam wadah dan di atasnya diberi topping unagi panggang.

Unagi pada menu tokujo unaju atau unaju spesial (3.900 yen) adalah salah satu jenis unagi dari Prefektur Aichi.

Ngomong-ngomong, rasa dari unagi no kabayaki berbeda-beda tergantung dari area dan kedainya. Di Wilayah Kanto, unagi harus dikukus terlebih dahulu sebelum dipanggang. Di kedai “Watabe”, agar daging unagi menjadi lebih lunak, sebelum dipanggang unagi ini dikukus bersama dengan daun teh selama 30 menit. Cara tersebut akan membuat aroma unagi makin keluar.

Unaju biasa disajikan satu set dengan sup kimosui yang merupakan sup kaldu yang dibuat dari bagian dalam tubuh unagi. Meskipun rasa sup ini cukup ringan, tetapi secara berangsur-angsur kita akan bisa merasakan kelezatannya.

Cara Menikmati Unaju

Saat menyantap unaju disarankan untuk memakan unagi bersama-sama dengan nasi. Oleh karena belut Jepang memiliki kulit yang lembut jadi Anda bisa langsung menyumpitnya dari dalam wadah.

Setelah merasakan cita rasa orisinal dari unagi dan nasi, selanjutnya cobalah untuk menambahkan lada sansho Jepang untuk menambah aksen pedas. Anda akan dapat merasakan sensasi pedas yang berbeda dari rasa sebelumnya. Lada sansho Jepang memiliki aroma yang kuat, jadi sebaiknya taburi sedikit saja ke makanan Anda.

Menggabungkan Tradisi dan Inovasi Baru

Sejak tahun 1947 “Watabe” telah dikenal masayarakat setempat sebagai penjual ikan, tsukudani, dan unagi. Sekarang kedai ini dikelola oleh generasi ke-4.

Generasi ke-3 Pak Sachio Watabe (kiri) dan generasi ke-4 Pak Yoshitaka Watabe (kanan)

Ide menggabungkan metode memasak ala Barat ini adalah ide dari Pak Yoshitaka yang memiliki pengalaman belajar di luar negeri. Beliau menciptakan menu-menu yang cocok di lidah orang asing sambil tetap mempertahankan cita rasa tradisional. Selain itu, beliau juga mampu melayani pelanggan dengan bahasa Inggris jadi bagi Anda yang ingin berkunjung ke sini tidak perlu khawatir.

Lokasi kedai di Kasuga ini cukup dekat dengan Tokyo Dome City. Jika Anda berencana berkunjung ke Tokyo Dome City mengapa tidak mencoba mampir ke sini untuk menikmati masakan khas Jepang ini?

Informasi

Watabe
Alamat: 1 Chome 9-14 Koishikawa, Bunkyo-ku, Tokyo-to
Jam buka: Kedai Tsukudani 11.00-20.00, Restoran (makan siang) 11.30-14.00 // (makan malam) 17.00-21.00 Last order 20.30
Hari libur: lebih jelasnya silakan cek di situs resmi
Fasilitas Wi-Fi: -
Kartu kredit: -
Bahasa: bahasa Inggris
Bahasa pada menu: -
Stasiun terdekat: Stasiun Kasuga Jalur Toei Oedo dan Jalur Mita, Stasiun Korakuen Jalur Tokyo Metro Marunouchi Line dan Jalur Namboku
Akses: berjalan kaki 1 menit dari pintu keluar A4 Stasiun Kasuga; berjalan kaki 3 menit dari pintu keluar 8 Stasiun Korakuen Jalur Namboku; berjalan kaki 5 menit dari pintu keluar Stasiun Korakuen Jalur Marunouchi
Kisaran harga: 1.000 – 5.000 yen
Informasi keagamaan: -
Nomor telepon: 03-3812-7448
Situs resmi: Watabe
Taberukoto: Watabe
Taberukoto adalah situs yang akan membantu membuat aktivitas ‘makan’ wisatawan asing di Jepang jadi lebih mudah. Situs ini berisi informasi dan layanan yang akan membantu wisatawan menemukan tempat makan yang diinginkan di mana pun dan kapan pun selama mereka berada di Jepang.

TOKYO Travel Guide

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait