Coronavirus (COVID-19) Advisory Information

Toko Jajanan "Mirai Seisakujo" di Sanda, Hyogo, Orang Dewasa Dilarang Masuk!

Toko Jajanan

Diterjemahkan oleh DILA

Ditulis oleh Osawa Kumi

Hyogo 2017.12.24 Simpan

Di Kota Sanda, Prefektur Hyogo, ada toko jajanan di mana semua pelanggannya harus anak-anak! Mau tahu seperti apa suasana di dalamnya? Yuk, kita simak liputan khususnya!

"Mirai Seisakujo" adalah nama sebuah toko jajanan yang dibangun pada tahun 2013 di Kota Sanda, Prefektur Hyogo. Yang unik dari toko ini adalah orang dewasa tidak boleh masuk apapun alasannya! Pelanggan yang boleh berbelanja di toko ini hanyalah anak-anak berusia maksimal 12 tahun atau setingkat kelas 6 SD.

Artikel terkait: An Interview With The World-Renowned Patissier Susumu Koyama (bahasa Inggris)

Akses dari Osaka

th_mirai_seisakusyo_20160703a

Untuk menuju ke Stasiun JR Shin-Sanda, Anda perlu naik kereta Jalur Fukuchiyama dari Stasiun JR Osaka. Perjalanan memakan waktu 45 menit. Anda pun dapat menikmati pemandangan alam yang indah di sepanjang perjalanan.

th_mirai_seisakusyo_20160703b

Selanjutnya, dari bundaran di depan Stasiun JR Shin-Sanda Anda perlu naik Bus Shinki nomor 44 jurusan "Yurinokidai Koen-mae". Turunlah di halte "Yurinokidai Yubinkyoku-mae".

th_mirai_seisakusyo_20160703c

Begitu turun dari bus, papan penanda "PATISSIER eS KOYAMA" segera terlihat. Di dalam PATISSIER eS KOYAMA yang bagaikan taman hiburan bertema kue ini, terdapat toko kue, cokelat, es krim, tempat pembuatan kue baumkuchen, dan toko jajanan lainnya. Semuanya dibuat oleh seorang patissier kelas dunia, yaitu Susumu Koyama.

Salah satu toko yang ada di dalam PATISSIER eS KOYAMA adalah "Mirai Seisakujo". Mari kita lihat selengkapnya!

Inilah Mirai Seisakujo

th_mirai_seisakusyo_20160703d

Toko ini buka pukul 10.00. Akan tetapi, sudah banyak orang yang berkumpul di depan toko bahkan sebelum jam buka!

th_mirai_seisakusyo_20160703e

Orang dewasa hanya boleh masuk sampai ke ruang tunggu saja.

th_mirai_seisakusyo_20160703f

Setelah melewati ruang tunggu, berikutnya Anda akan menemukan pintu pendek. Pintu ini tidak dapat dilewati oleh orang dewasa tanpa membungkukkan badan.

th_mirai_seisakusyo_20160703g

Di dekat pintu tertulis "orang dewasa dilarang masuk". Apapun alasannya, orang dewasa tidak boleh masuk! Peraturan adalah peraturan! Akan tetapi kalau begini, bagaimana caranya MATCHA membuat liputan?

Liputan Khusus Oleh Reporter Cilik

MATCHA pun meminta bantuan para reporter cilik untuk meliput bagian dalam toko. Reporter cilik yang bertugas kali ini adalah sepasang kakak beradik. Si kakak (laki-laki) berusia 8 tahun dan si adik (perempuan) berusia 7 tahun. Mereka berdua juga baru pertama kali mengunjungi Mirai Seisakujo. Inilah liputan penuh antusiasme dari reporter cilik kita!

th_mirai_seisakusyo_20160703o

 

Foto di dalam toko diambil oleh wartawan cilik

Kami meminta bantuan mereka berdua untuk mengambil gambar di dalam toko menggunakan kamera berukuran kecil. 20 menit kemudian, mereka pun keluar dari toko dengan senyum mengembang di wajah. Keduanya melaporkan hasil liputan mereka kepada MATCHA.

Keadaan di dalam cukup terang. Ada 4-5 orang staf yang membuat kue, kata si kakak dengan mata berbinar-binar.

th_mirai_seisakusyo_20160703s

 

Foto di dalam toko diambil oleh wartawan cilik

th_mirai_seisakusyo_20160703q

 

Foto di dalam toko diambil oleh wartawan cilik

Pelanggan tidak boleh menyentuh jajanan yang di-display. Para staf akan mengambilkannya untuk kami, lanjut si adik.

Meskipun semua pelanggannya anak-anak, orang dewasa yang menunggu di luar tidak perlu khawatir. Di dalam, para pelanggan cilik ini diawasi oleh para staf. 

Di dalam toko, berjajar berbagai jajanan dengan tampilan yang menarik, lengkap dengan harga dan namanya. Misalnya, kue di atas bernama "Yumefukkura", harganya 160 yen (termasuk pajak).

th_mirai_seisakusyo_20160703r

 

Foto di dalam toko diambil oleh wartawan cilik

Di dalam toko ada permainan undian menyerupai rolet. Tidak ada menang atau kalah di undian rolet ini, yang ada hanya "menang" dan "menang besar". Pemain yang "menang" akan mendapatkan stiker. Nah, kalau "menang besar" kira-kira dapat apa ya?

th_mirai_seisakusyo_20160703p

 

Foto di dalam toko diambil oleh wartawan cilik

Ada juga kue bernama "Matteru" (160 yen termasuk pajak). Di belakangnya, ada mesin gacha. Mesin gacha akan mengeluarkan kapsul berisi mainan secara acak.

th_mirai_seisakusyo_20160703t

 

Foto di dalam toko diambil oleh wartawan cilik

"Tidak hanya membeli jajanan saja, kami juga bisa membuatnya sendiri. Setelah itu, kami biasa menghiasnya dengan gambar. Ada pilihan gambar anime juga, lho! Pokoknya menyenangkan sekali. Kami ingin masuk lagi ke sana!", kata dua wartawan cilik kami.  Terima kasih atas kerja samanya ya!

Mengembangkan Kecakapan Komunikasi Anak

th_mirai_seisakusyo_20160703n

Selain "Yumefukkura", Mirai Seisakujo juga menjual aneka jajanan lainnya. Entah apa namanya dan seperti apa bentuknya, para orang dewasa hanya dapat mengetahuinya dengan cara bertanya pada para pelanggan cilik ini saja. Saat seperti inilah orang dewasa mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan oleh anak-anak. Dengan begitu, lingkungan ideal tempat orang dewasa dan anak-anak dapat berkomunikasi secara alami pun tercipta. Mirai Seisakujo menjadi tempat terhubungnya komunikasi dua generasi ini.

Bila Anda ingin tahu mengapa Patissier Koyama membuat tempat seperti ini, silakan cek artikel hasil wawancara dengan beliau berikut ini

th_mirai_seisakusyo_20160703h

Kue bernama "Matteru" yang telah kami sebutkan sebelumnya, dapat pula dibeli oleh para orang dewasa melalui mesin penjual otomatis yang ada di luar toko. Harganya 500 yen (termasuk pajak) untuk 3 buah kue. Ngomong-ngomong, kata 'matteru' adalah bahasa Jepang untuk 'menunggu'. Nama ini dicetuskan sendiri oleh sang pendiri, Pak Koyama. 

Nama "Matteru" mengandung harapan untuk para atasan yang menunggu bawahannya berkembang menjadi pekerja hebat. Pembimbing yang menunggu kemampuan anak didiknya berkembang. Guru yang menunggu hingga muridnya menemukan hal yang paling penting baginya. Serta, beragam momen "menunggu" lainnya yang mengisi ruang antara manusia dengan manusia, hati dengan hati sehingga semuanya dapat saling mengerti satu sama lain.

th_mirai_seisakusyo_20160703j

Saat kami menunggu para reporter cilik meliput, seorang anak laki-laki menunjukkan stiker "menang" yang didapatnya.

th_mirai_seisakusyo_20160703l

Begitu berjalan melewati pintu masuk dan naik melalui tangga yang ada di sisi kanan, kita dapat melihat lingkungan asri tempat toko ini berada.

Fantasi dan rasa ingin tahu anak-anak tidak terbatas. Dengan mengunjungi Mirai Seisakujo, kami berharap semua anak-anak bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Setelah itu, mereka dapat membagi pengalaman menyenangkan mereka kepada orang tua atau orang-orang dewasa di sekitar mereka dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri.

Baca juga:
An Interview With The World-Renowned Patissier Susumu Koyama (bahasa Inggris)
Speak the Language of Food! The Farmers' Market in Kobe Sannomiya (bahasa Inggris)
Menikmati Camilan Lezat Khas Jepang dan Shigaraki di Bonsai cafe GRADO, Sumiyoshi!
Akashiyaki: Kuliner Khas Hyogo yang Mirip dengan Takoyaki!

Informasi

Mirai Seisakujo

Alamat: 5 Chome-32-1 Yurinokidai, Sanda-shi, Hyogo-ken
Jam buka: 10.00-17.00
Hari libur: Rabu (bila jatuh pada tanggal merah maka tetap buka dan libur di hari berikutnya)
Fasilits Wi-Fi: Tidak ada
Kartu kredit: Tidak tersedia
Bahasa: Jepang
Bahasa pada menu: Jepang
Stasiun terdekat: JR Fukuchi Line via Stasiun Shin-Sanda
Akses: Naik Shinki Bus nomor 44 dari Stasiun Shin-Sanda, lalu turun di halte Yurinokidai Yubinkyoku-mae
Harga: Mulai dari 160 yen
Informasi keagamaan: -
Nomor telepon: 079-564-3192
Situs resmi: Mirai Seisakujo (bahasa Jepang)

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait