Coronavirus (COVID-19) Advisory Information
Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

KAMAKURA: Melihat Sekilas Dunia “Zen” dan Merasakan Dunia Buddhisme di Kuil Engaku-ji

KAMAKURA: Melihat Sekilas Dunia “Zen” dan Merasakan Dunia Buddhisme di Kuil Engaku-ji

Diterjemahkan oleh Syifa Nurul Nisa

Ditulis oleh Marina Wada

Kanagawa 2016.11.22 Simpan

Kuil Engaku-ji merupakan salah satu tempat wisata yang populer di Kamakura. Di kuil ini Anda bisa melihat sekilas dunia Zen melalui tempat-tempat yang ada dan aktivitas yang berjalan di kuil ini.

Hanya berjarak 1 menit dengan berjalan kaki dari Stasiun Kamakura, terdapat Kuil Engaku-ji. Akses menuju Kuil Engaku-ji sangat mudah. Kuil ini sudah lama berdiri, bahkan novelis dan sastrawan terkenal Jepang, Soseki Natsume pun pernah ke sini.

Merasakan Dunia Buddhisme Hanya dengan Menelusuri Halaman Kuil

Engaku-ji adalah kuil bagi sekolah rinzai (salah satu dari 3 sekte zen di Jepang), yang melakukan praktik “zazen” (praktik meditasi kaum Buddhis zen) yang merupakan dasar dari ajaran zen. Jika Anda mengunjungi Kuil Engaku-ji, pertama-tama cobalah untuk berjalan santai menikmati pemandangan sekitar kuil terlebih dahulu. Pekarangan kuil ini masih memiliki suasana yang tenang khas peninggalan abad pertengahan (Tahun 1185-1573, Zaman Kamakura-Muromachi).

Kamakura002


by greenlake

Jika Anda beruntung, Anda mungkin juga bisa melihat suasana latihan kyudo (memanah). Kyudo terkadang disebut juga “ritsuzen”, penyebutan seperti ini dianggap lebih memaknai ikatan dengan sekolah rinzai itu sendiri. Kegiatan memanah ini bisa membuat Anda merasakan sensasi waktu yang seolah-olah berhenti ketika Anda menarik busur panah dengan kuat lalu melepaskannya.

Kamakura003


Kamakura004

Kemudian, jika Anda berjalan lebih jauh lagi, Anda akan menemukan gerbang “Sanmon”. Siapapun yang berjalan melewati gerbang ini dipercaya bisa mengusir klesha (faktor mental yang menghilangkan kedamaian pikiran) dalam dirinya. Selain itu, kegiatan melewati gerbang tersebut memiliki filosofi bahwa kita telah sampai dan mendapat kedamaian di kuil Buddha, setelah perjalanan sulit yang kita tempuh untuk tiba di sini.

Kamakura005

Setelah tiba di kuil, Anda tentunya akan menemukan patung Buddha yang merupakan simbol Kuil Engaku-ji ini. Akan tetapi, jangan lewatkan juga untuk melihat ke langit-langit bangunan gerbang ini. Tengoklah lukisan naga dengan ekspresi wajah garang yang seolah-olah menatap ke arah Anda.

Kamakura001

Selain itu, di Kuil Engaku-ji juga terdapat banyak situs warisan budaya yang wajib Anda lihat seperti “shariden”, “oogane”, dan lainnya. Shariden adalah bangunan tempat penyimpanan abu jenazah Buddha yang biasanya berbentuk persegi, di bagian tengah bangunan terdapat tempat penyimpanan barang peninggalan Buddha. Oogane adalah lonceng kuil Buddha berukuran besar yang sudah ada sejak tahun 1301 (tahun ke-3 zaman Shoan). Kemudian jika Anda menelusuri lebih jauh lagi area kuil ini, Anda akan melihat patung Buddha yang diukir sederhana di sebuah batang pohon. Di sela-sela ukiran patung ini Anda bisa menyelipkan uang koin 1 yen. Bagi pengunjung yang memiliki banyak waktu, sempatkanlah untuk melihatnya.

Kamakura007

Melihat Sekilas Dunia “Zen”

Kamakura008

Di Engaku-ji, Anda bisa merasakan pengalaman mengikuti praktik “zazen”. Praktik zazen ini disebut dengan “Gyouten Zazenkai”. Event ini diselenggarakan tanpa dipungut biaya dan dilaksanakan setiap pagi hari dari pukul 6 pagi. Berbagai macam orang berpartisipasi dalam event ini, mulai dari para pemula hingga para ahli, para biksu dengan pakaian samue-nya hingga pekerja kantoran dengan setelan jasnya yang seperti akan berangkat kerja.

Saat “zazen” berlangsung, Anda tidak boleh memikirkan apa-apa dan harus mengosongkan pikiran Anda. Akan tetapi, sejujurnya jika kita mempraktikannya sendiri, hal ini sungguh mustahil. Pasti tanpa sadar akan muncul pikiran-pikiran iseng seperti “setelah ini melakukan apa ya?”, “sudah lewat berapa menit ya?”, dan pikiran-pikiran lainnya. Apalagi kalau kita duduk bersila dalam waktu yang lama, kaki akan jadi kesemutan dan terasa sangat menyiksa. Sudah begitu, Anda juga tidak diperkenankan untuk mengeluarkan suara saat membenarkan posisi kedua kaki Anda.

Meskipun demikian, setelah zazen ini berlangsung kurang lebih selama 30 menit, pikiran-pikiran iseng tadi akan menghilang dan berganti dengan pikiran yang fresh. Setelah rasa letih yang Anda rasakan telah berlalu, hal-hal yang terjadi berikutnya akan terasa lebih baik. Lalu Anda akan jadi lebih peka terhadap berbagai “suara” yang biasanya sering kita dengar seperti suara penyiar kereta, televisi, iklan, smartphone, dan lain-lain. Mungkin inilah yang dimaksud “dunia zen”, dalam waktu singkat Anda pun bisa turut merasakannya.

Kamakura009

Setelah zazen selesai, seluruh peserta akan membaca “Hannya Shingyo (※1)”. Biksu yang menjadi imam akan membagikan kertas selebaran Hannya Shingyo dan membacanya dengan suara lantang bersama peserta yang lain. Anda mungkin akan sedikit terkejut saat melihat peserta yang sudah ahli kemudian membaca teks itu dengan lancar. Meskipun demikian, Anda tidak perlu minder.

Di Engaku-ji, Anda bisa menyelami dunia “zen” lebih dalam sambil mengelilingi area kuil dan mengikuti zazen. Bagaimana, tertarik untuk mencoba?

(※1)Hannya Shingyo: Teks bacaan doa umat Buddha

Informasi

Rinzaishuu Daihonzan Engaku-ji

Alamat: 409 Yamanouchi, Kamakura-shi
Jam buka: (Maret-November) 08.00-16.30, (Desember-Februari) 08.00-16.00
Hari libur: - (buka setiap hari kecuali saat badai topan dan salju)
Fasilitas Wi-Fi: -
Kartu kredit: -
Bahasa: tidak pasti
Bahasa pada menu: tidak ada
Stasiun terdekat: Stasiun Kamakura, naik JR Jalur Yokosuka
Akses: turun di Stasiun Kamakura, lalu menyeberangi rel kereta, kemudian jalan selama 1 menit
Kisaran harga: orang dewasa 300 yen, anak kecil 100 yen ※ tidak ada diskon
Nomor telepon: 0467-22-0478
Situs resmi: Engaku-ji

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait