Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Menikmati Sajian Senbei dan Kopi di Matsuzaki Senbei!

Menikmati Sajian Senbei dan Kopi di Matsuzaki Senbei!

Tokyo 2016.10.19 Simpan

Dalam artikel ini, MATCHA akan menginformasikan toko senbei legendaris berusia 200 tahun bernama Matsuzaki Senbei dan tempat wisata yang berada di sekitarnya.

Diterjemahkan oleh Eko Perdana

Ditulis oleh Seika Yamashiro

LINE

Gaya Baru dari Toko Legendaris Berusia 200 Tahun

Bagi orang Jepang, senbei adalah camilan sehari-hari yang sajiannya sering dipadukan dengan teh. Entah kabar dari mana, camilan senbei menjadi identik dengan imej makanan untuk lansia.

Kali ini, tempat yang dikunjungi oleh MATCHA adalah sebuah toko baru dari toko legendaris berusia 200 tahun bernama Matsuzaki Senbei. Di toko yang memiliki gaya baru ini, Anda bisa menikmati senbei atau kue Jepang sambil minum kopi. Toko ini terletak di Stasiun Shoin-Jinjamae jalur Setagaya.

Sejarah Toko Matsuzaki Senbei

Toko Matsuzaki Senbei berdiri sejak tahun 1804, dengan kata lain toko ini sudah ada sejak 200 tahun yang lalu. Pada awalnya, toko ini berdiri di dekat Tokyo Tower dan khusus menyediakan senbei serta kue camilan khas Jepang. Akan tetapi, pada tahun 1865, pemilik toko generasi ketiga bernama Sohachi memindahkan toko tersebut ke daerah Ginza. Bahkan di daerah sekitarnya, toko ini adalah toko populer yang dikenal oleh banyak orang.

Seiring dengan berkembangnya Kota Ginza, akhirnya popularitas dan daya tarik dari Toko Matsuzaki Senbei pun semakin dikenal luas di seluruh Jepang.

Memperbarui Logo dan Memulai Kembali Lembaran Baru

Nama “Matsuzaki ”diambil dari nama keluarga pendiri toko. Oleh karena itu, toko ini menggunakan logo dan huruf yang berkaitan dengan 松 (matsu; pohon pinus) hingga tahun 2007.

Akan tetapi, logo yang pertama digunakan untuk toko ini sama sekali berbeda. Seiring dengan beroperasinya Toko Matsuzaki Senbei baru di tahun 2016, pemilik toko generasi ke delapan memakai kembali logo dengan menambahkan desain yang lebih kekinian dan memulai kembali lembaran baru Toko Matsuzaki Senbei.

Mengulang Kembali Toko dengan Basis Komunitas

Camilan di Matsuzaka Senbei adalah suvenir spesial untuk saat yang istimewa. Oleh karena itu, meskipun pelanggan berdatangan untuk membeli senbei ke toko yang berada di Ginza ini, paling banyak mereka hanya datang sebulan sekali.

Pelanggan yang datang berasal dari seluruh Jepang, namun kebanyakan dari mereka bukanlah pelanggan tetap. Oleh karena itu, pemilik toko ini berpikir apakah toko akan baik-baik saja jika bisnis senbei terus berlangsung seperti ini.

Dengan adanya hal seperti itu, maka didirikanlah toko baru cabang Shoin-Jinjamae dengan tema "pertalian hubungan lokal".

Akhirnya jadilah sebuah toko senbei yang menjadi bagian kehidupan para pelanggan, yang juga membawa banyak keceriaan anak-anak, dan menjadi tempat berkumpulnya warga sekitar.

Toko Kue Jepang yang Menyediakan Kopi, Kok Bisa Ya?

Berbeda dengan toko utama yang berada di Ginza, toko Matsuzaka Senbei yang berada di Stasiun Shoin-Jinjamae menyediakan menu makan siang dan kopi.

Toko ini juga menyediakan kopi. Biji kopinya menggunakan biji kopi yang berasal dari toko kecil dekat pesisir Kanagawa.

Setiap hari pegawai toko menggiling biji kopi dengan sepenuh hati sehingga menghasilkan rasa asam di dalam rasa pahitnya, sungguh kopi yang sangat cocok di lidah.

Apa pun minumannya, pasti akan diberi tambahan bonus senbei. Perpaduan antara senbei dan kopi di Jepang adalah hal yang sangat langka!

Senbei yang terlihat pada gambar adalah senbei “kyusuke”(久助). "Kyusuke" adalah sebutan untuk senbei yang disajikan dengan cara dipotong-potong. Jika dinilai dalam skala 1 sampai 10, senbei ini sekurang-kurangnya memiliki nilai 9. Lalu huruf 九 dan 久 memiliki pengucapan yang sama, yaitu Kyu sehingga muncullah panggilan Kyu pada senbei ini. Kopi beserta senbei kyusuke dijual seharga 540 yen (harga sudah termasuk pajak).

Selain kopi dan senbei, toko ini juga menyediakan produk populer lainnya bernama es krim vanila anmitsu. Es krim ini terbuat dari agar-agar dan kacang merah serta yokan (※1) yang berbentuk sakura dan pinus. Es krim ini kaya akan anko (pasta kacang merah) dan semua bagiannya akan terasa segar di mulut Anda.

Harga untuk es krim ini adalah 918 yen (harga sudah termasuk pajak).

(※1) Yokan... Jeli yang terbuat dari pasta kacang merah .

Aneka Suvenir yang Berkaitan dengan Edo (Tokyo Zaman Dulu)

Produk yang paling laris di toko ini adalah senbei "edogawara koyomi” yang diberi variasi gambar berbeda-beda tergantung musim di Jepang. Satu per satu desain keindahan alam Jepang yang menggambarkan nuansa zaman Edo dibuat dengan rapi oleh sang seniman.

Pada umumnya senbei terbuat dari beras. Akan tetapi, senbei "edogawara koyomi" dibuat menggunakan bahan terigu, telur, da memiliki aroma yang kuat serta sangat gurih dan pas di lidah. Harga untuk kemasan isi 8 adalah 1.080 yen dan untuk kemasan isi 16 adalah 2.160 yen.

Gambar di atas adalah gambar senbei "edo soka komaru". Senbei edo soka komaru berukuran kecil, akan tetapi proses pembuatannya sangat rumit. Senbei ini sangat cocok baik sebagai hadiah maupun untuk dinikmati sendiri. Soka adalah nama sebuah daerah yang berada di Saitama yang merupakan daerah terkenal penghasil beras. Tempat ini disebut sebagai tempat berkembangnya olahan senbei. Harga untuk 24 senbei ini adalah 648 yen.

Hampir seluruh produk yang terkenal dari Matsuzaki Senbei adalah produk senbei yang berkaitan dengan Edo (Edo: Tokyo zaman dulu). Akan tetapi, senbei Ginza Matsuzaki Narukami yang terlihat pada gambar di atas diambil dari nama cerita drama kabuki Jepang.

Senbei tersebut dibuat dari tepung beras dan rasanya pun lezat. Selain itu, tersedia juga 12 varian rasa yang akan memberi kepuasan pada lidah Anda. Harga untuk 240 gramnya adalah 2.160 yen.

Informasi Tempat Wisata yang Sayang Jika Dilewatkan

Nama Stasiun Shoin Jinjamae diambil dari nama sebuah jinja (kuil) bernama Shoin yang berada di sebelah stasiun. Di sini terdapat rumah seorang filsuf besar bernama Yoshida Shoin yang lahir pada tahun 1830.

Beliau memimpin orang-orang hebat yang kini menjadi tokoh-tokoh penting dalam membangun Jepang. Orang-orang yang akan menghadapi ujian biasanya datang mengunjungi kuil ini.

Patung Yoshida Shoin yang berada di dalam kompleks kuil.

Di sana terdapat 26 lentera batu dengan ukiran nama-nama dari murid beliau. Di samping lentera tersebut saat ini didirikan kembali sekolah bernama "Shoka Sonjuku" yang pada zaman dahulu merupakan tempat murid-murid Yoshida Shoin belajar.

Penutup

Stasiun Shoin-Jinjamae adalah sebuah stasiun kecil yang melintasi jalur Setagaya. Meskipun kecil, daerah Shoin-Jinjamae mampu menopang kehidupan penduduk sekitarnya dengan baik berkat adanya toko dan tempat-tempat bersejarah di sekitar stasiun. Jika Anda datang ke sini, Anda bisa merasakan daya tarik yang berbeda dari suasana kota-kota besar di Jepang.

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE