Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

(Hari Hujan) Harum Semerbak Hanashoubu di Heian Jingu Kyoto, Keindahan yang Abadi

(Hari Hujan) Harum Semerbak Hanashoubu di Heian Jingu Kyoto, Keindahan yang Abadi

(Hari Hujan) Harum Semerbak Hanashoubu di Heian Jingu Kyoto, Keindahan yang Abadi

Diterjemahkan oleh SiauwWin

Ditulis oleh Atsuko Yagura

Kyoto 2014.07.03 Simpan

Ayo menikmati perpaduan Kyoto yang menjadi kota pusat Jepang sejak pemindahan ibukota di masa Heian dan bunga hanashoubu yang tumbuh di musim tsuyu di taman Kuil Heian Jingu!

Diterjemahkan oleh SiauwWin

Ditulis oleh Atsuko Yagura

Kyoto yang menjadi kota pusat Jepang sejak pemindahan ibukota di masa Heian. Kemudian, hanashoubu yang juga disebut ajisai, bunga yang tumbuh di musim tsuyu. Untuk dapat menikmati perpaduan kedua hal tersebut, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa taman kuil di Heian Jingu merupakan spot terbaik di daerah barat pada musim tsuyu!

Apa sajakah yang dibawa oleh hujan yang jatuh di atas kolam luas taman Kuil Heian Jingu yang sejarahnya panjang?

Taman Kuil Heian Jingu?

"Masa Heian ya...!", semua pasti langsung berpikir demikian, tapi sebenarnya kuil Heian Jingu dibangun di tahun 1895 atau di masa Meiji tahun 28. Kerusakan akibat huru-hara yang terjadi pada masa akhir pemerintahan Tokugawa serta adanya pemindahan ibu kota dari Kyoto ke Tokyo oleh kaisar karena adanya Restorasi Meiji memberikan dampak secara psikologis kepada masyarakat sekitar. 794 tahun setelah pemindahan kota pusat Heian, dikatakan tidak terelakan bahwa Kyoto yang bukan lagi merupakan kota utama kekuasaan kaisar akan mengalami kehancuran.

Namun, penduduk Kyoto tidak menyerah dalam menghadapi keadaan tersebut. Mereka melakukan usaha-usaha untuk mengembalikan Kyoto, memperbarui Kyoto dari segi pendidikan, kehidupan budaya, dan lain-lain.

Hasil dari kegigihan tersebut, Kyoto meraih kemenangan dalam Pameran Industri(*1) ke-4 dalam negeri di tahun 1895 (Meiji 28) yang bertepatan dengan peringatan 1100 tahun pemindahan ibukota Heian. Perhatian utama pameran tersebut adalah Heian Jingu yang dibangun kembali sebagai satu bagian dari istana saat relokasi ibukota Heian.

(*1)Salah satu kebijakan politik reformasi industri yang dilakukan oleh pemerintah Meiji untuk menuju modernisasi.

Gerbang torii yang sangat besar. Saksikan langsung kemegahan gerbang torii yang berkali-kali lipat dari yang dapat terekspos di foto. Awan mendung gelap yang menggantung di langit menambah kemegahan dari gerbang torii.

2000 Hanashoubu Menghiasi Taman Barat

Selanjutnya, mari beranjak ke dalam taman kuil.

Di dalam taman, pohon-pohon dan bermacam-macam bunga yang memenuhi taman akan membuat Anda berpikir sedang berada di kebun raya. Berjalan di jalan setapak dan sejauh mata memandang, yang terlihat adalah alam dan bunga yang berwarna ungu. Kolam Byakko (kolam macan putih) yang terdapat di taman barat merupakan tokoh utama di musim tsuyu ini.

Ada 200 jenis tanaman antik Jepang dan 2000 hanashoubu yang mekar mengelilingi kolam. Ada bermacam-macam bentuk dan warna bunga hanashoubu.

Masing-masing mekar dengan indahnya dan menjadi pemandangan yang sangat indah. Jika semua memiliki bentuk dan warna yang sama, pasti tidak akan seindah ini. Gradiasi warna bunga putih, merah muda, ungu muda, ungu tua merupakan warna yang diberikan oleh alam.

Daya Tarik Taman Ini Tidak Hanya Hanashoubu

Beranjak dari taman barat adalah taman sentral. Di taman bagian tengah ini terdapat kolam Seiryuu (kolam naga biru). Di sini bunga anggrek yang mekar pada musimnya menjadi primadona.

Jika dilanjutkan akan terlihat taman timur. Ada sebuah jembatan yang bernama jembatan Taiheikaku.

Di sekeliling jembatan Taiheikaku ini, di bagian mana pun tampak seperti dalam lukisan. Tempat yang sangat indah dan sejuk. Duduklah di jembatan Taiheikaku ini sambil menatap ke kolam. Suasana rintik-rintik hujan yang mulai reda dan suara hujan yang terdengar seperti alunan musik yang menenangkan.

Keindahan alami sejak dulu kala. Meskipun kita manusia mengalami perubahan zaman dan perpindahan ibu kota, namun tanaman tidak berubah dan terus mekar, hujan membasahi permukaan kolam dan bunga. Bukankah alam tersebut memberikan ketentraman pada kita?

Menyongsong perubahan dari masa Meiji, Heian Jingu membawa semangat masyarakat Kyoto yang bertekad untuk membangun kembali Kyoto. Saksikan dan nikmati pemandangan yang tak ternilai dari hanashoubu yang disiram hujan di musim tsuyu di sini!

Informasi

Taman Kuil Heian Jingu
Alamat: Kyoto-fu,Sakyo-ku, Okazaki nishi tenno-cho
Waktu berkunjung ke taman kuil:
1 Januari-akhir Februari 08.30-16.30
1 Maret-14 Maret 8.30-17.00
15 Maret-30 September 8.30-17.30
1 Oktober-31 Oktober 8.30-17.00
#22 Oktober bertepatan dengan adanya Jidai Matsuri, buka 09.30-11.30 (bisa diperpanjang sampai tgl 23 Oktober)
1 November-31 Desember 08.30-16.30
#Taman tutup setelah 30 menit dari registrasi terakhir.
Wi-Fi area: tidak ada
Kartu Kredit: tidak bisa
Bahasa yang digunakan: bahasa Jepang dan sedikit bahasa Inggris
Akses dari stasiun di sekitar: Bus Kyoto di jalur 5, 32, 46, dan 100. 5 menit jalan kaki dari "Kyoto Kaikan Bijutsukan Mae(京都会館美術館前)"
15 menit jalan kaki dari pintu keluar ke-2 "Stasiun Jingu Marutamachi(神宮丸太町駅)" Keihan Densha
Tiket masuk taman: dewasa 600 yen, anak-anak 300 yen (halaman untuk bersembahyang bebas biaya)
Telp: 075-761-0221
Homepage resmi: http://www.heianjingu.or.jp/
Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait