Coronavirus (COVID-19) Advisory Information

"Kaminarimon" Simbol Asakusa yang Tak Lekang Oleh Waktu

Diterjemahkan oleh SiauwWin

Ditulis oleh Shiori Nakajima

Tokyo 2014.05.02 Simpan

Lampion raksasa yang menjadi simbol tempat wisata populer di Asakusa.

Lampion Raksasa yang Berbau Sejarah

DSC_0023

Di sini tempatnya ketika kita menyebutkan Asakusa! "Kaminarimon" (gerbang 'kaminari' = petir) sering disebutkan dalam buku-buku guide dan tour perjalanan. Pernah terbakar di tahun 1835 dan hampir 100 tahun terbengkalai, baru kemudian dibangun kembali di tahun ke-35 era Showa atau sekitar tahun 1960 (era Showa dimulai ditahun 1926), sampai sekarang bentuknya tetap sama.

新規ドキュメント_Page 2 - Scanned by CamScanner

"Karya foto tentang Showa-Asakusa" halaman 111, Penulis: Asakusa no Kai, dipublikasikan tanggal 25 november 1978

Nama resmi dari gerbang ini adalah "Furaijinmon".

Agak kabur jika dilihat dari gambar, tapi sebenarnya di sisi kanan terdapat patung dewa angin "Fujin" dan di sisi kiri terdapat patung dewa petir "Raijin".

Tentu yang paling mencolok adalah lampion raksasa yang berwarna merah ini. Tetapi ukiran naga yang terdapat di dasar lampion juga sangat menarik perhatian. Setiap 10 tahun sekali, kertas dan kerangka lampion ini diganti, hanya bagian ini saja yang sejak dibangun kembali sampai sekarang dibiarkan tetap sama.

Anda dapat melihat ukiran itu dari jarak dekat, bahkan Anda boleh menyentuhnya, tapi jangan dirusak ya.

Para Dewa Penjaga Masa di Sekitar Lampion

DSC_0099

Di sisi sebaliknya dari patung dewa angin dan dewa petir, terdapat patung dewa naga emas "Kinryou" dan dewa naga langit "Tenryou". Kedua dewa naga tersebut yang menguasai air. Dari semula sudah diketahui bahwa patung utama dewi Kannon, "dewi welas asih" berasal dari Sumidagawa. Dan ada keterkaitan erat antara naga dengan air di Jepang.

DSC_0105

Patung dewa naga emas "kinryou", diwujudkan sebagai perempuan

DSC_0109

Patung naga langit "Tenryou", diwujudkan dalam bentuk laki-laki

Orang-orang zaman dahulu menyembah dewa angin, petir, dan air (hujan) agar terhindar dari bencana alam.

Begitu melewati gerbang kaminari, kita akan langsung terhubung dengan jalan utama Nakamise-dori yang ramai. Ini adalah rute resmi yang digunakan para peziarah. Ketika melalui gerbang, jangan menginjak batu persegi panjang yang terletak di sana. Batu itu dilambangkan sebagai dewa, Buddha, bahkan ada yang melambangkan batu itu seperti kepala orang tua kita sendiri.

Titik Awal Jalan-Jalan di Asakusa

Setiap bulan Mei, ada festival yang disebut Sanja Matsuri yang diadakan di kuil Asakusa, untuk menghindari agar lampion tidak bertabrakan dengan "mikoshi" tandu dewa, lampion dilipat ke atas.

DSC_0113

Demikian juga untuk menghindari kerusakan di hari yang berangin dan hujan, lampion raksasa dilipat keatas. Memang agak sedikit disayangkan jika Anda datang dan lampion dalam kondisi yang tidak seharusnya, tapi kesempatan dapat melihat lampion yang dilipat keatas itu juga dapat menjadi hal yang menarik.

asakusa

Di sekitar kuil terdapat toko yang menjual kaminari okoshi, sejenis kue tradisional yang terbuat dari beras. Cocok dibuat sebagai oleh-oleh karena dipercaya sebagai camilan yang memberi nasib baik.

DSC_0122

Tidak perlu khawatir ketika datang ke Asakusa, karena di depan gerbang terdapat pos polisi dan kantor pusat pariwisata dan kebudayaan Asakusa yang dilengkapi dengan bahasa asing. Sebagai awal perjalanan Anda di Asakusa, bagaimana kalau dimulai dari Kaminarimon?

Informasi

Kaminarimon

Alamat: Tokyo-to, Taitou-ku, Asakusa 2-3-1
Stasiun terdekat: Tobu Skytree line, TokyoMetro Ginza line, Tsukuba express, Toei Chikatetsu Asakusa line Stasiun Asakusa, 5 menit jalan kaki

TOKYO Travel Guide

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait