Coronavirus (COVID-19) Advisory Information

"Tsukiji Hongwan-ji", Kuil dengan Perpaduan Gaya Tradisional dan Asing di Ujung Pasar Tsukiji

Diterjemahkan oleh SiauwWin

Ditulis oleh OnoYasuhiro

Tokyo 2014.08.16 Simpan

Dari pintu keluar A1 Stasiun Tsukijishijo (Jalur Toei Oedo), sambil menikmati aktivitas Pasar Tsukiji, maju terus ke arah timur laut Jalan Shin-Ohashi Dori. Di sana terdapat kuil bernama "Tsukiji Hongwan-ji".

Pasar Tsukiji adalah pasar grosir dengan lahan terluas di dunia yang dari pagi sudah ramai dikunjungi banyak orang. Dari pintu keluar A1 Stasiun Tsukijishijo (Jalur Toei Oedo), sambil menikmati aktivitas pasar, maju terus ke arah timur laut Jalan Shin-Ohashi Dori. Di sana terdapat kuil bernama "Tsukiji Hongwan-ji". 

Tsukiji Hongwanji01
Tsukiji Hongwanji02
Tsukiji Hongwanji03

Penampilan luar kuil cukup membuat terkaget-kaget. Penampilan luar kuil ini bergaya Buddha India kuno yang jarang ada di Jepang. Sekilas tidak terpikir itu adalah desain kuil Jepang. Kabarnya, dulu sang desainer kuil, tuan Itou Chuta, sering bolak-balik ke India untuk menggambar sketsa arsitektur Buddha India kuno. 

Pada awalnya kuil ini memang tidak dibangun untuk tujuan wisata. Kuil ini dibangun sebagai pusat penyebaran dan kegiatan agama Buddha terbesar di daerah Tokyo dan sekitarnya dengan Kuil Nishi Hongwan-ji yang ada di Kyoto sebagai kuil utamanya. Dibangun pada tahun 1617, lalu terbakar di tahun 1923, baru di tahun 1934 dibangun kembali dengan bentuk yang ada hingga sekarang ini. 

Bukan Hanya Bagian Luarnya Saja yang Unik!

hongwanji04

(Referensi: http://guide.travel.co.jp/article/693/#photo2)

Di bagian atas pintu masuk kuil utama terdapat Stand Glass. Stand Glass biasanya mencerminkan image Gereja Barat, tapi ini adalah kuil Buddha. Stand Glass ini didesain dengan motif bunga teratai. 

Tsukiji Hongwanji05

Ketika menginjakkan kaki ke kuil utama yang dipenuhi dengan bau harum, mata kita akan langsung tertuju pada bagian depan patung utama, "Patung Amida Nyorai". Bagian dalamnya, secara standar mirip dengan konstruksi gaya Jepang. Namun, ruang ini tidak menggunakan tatami, melainkan diisi dengan kursi-kursi yang dijajar dengan rapi. Benar-benar ruangan yang sejuk dan menenangkan. Pertama, mari menyembah dan berdoa pada Buddha. 

Tsukiji Hongwanji06

Setelah berdoa, tepat di belakang, ada sebuah pipa organ yang sangat megah. Mungkin ada beberapa orang yang berpikir, "Di kuil ada pipa organ? Tidak salah ini? Kenapa?"

Pipa organ tersebut adalah sumbangan untuk menyebarkan musik Buddha sekitar 40 tahun lalu. Pipa organ ini didesain khusus untuk Kuil Tsukiji Hongwan-ji, terdiri dari 2000 batang pipa. Kiri-kanan pipa berbentuk 6 buah gunung, yang merepresentasikan 6 buah huruf "南"(na), "無"(mu), "阿"(a), "弥"(mi), "陀"(da), "仏"(butsu). Di bagian depannya terdapat 48 pipa yang merepresentasikan 48 doa dalam kitab sutra Jodo-shinshu. 

Konser Pipa Organ di Kuil Buddha

Pipa organ itu bukan hanya digunakan sebagai hiasan saja. Setiap bulannya selama 1 kali, saat makan siang diadakan konser. Tidak dikenakan biaya untuk masuk ke dalamnya. Pasti sangat menyenangkan bisa menikmati irama musik pipa organ yang menenangkan dan dilingkupi oleh bau harum. 

Tur ke Pasar Tsukiji yang ramai dan menikmati kaisendon, daerah sekitar Tsukiji benar-benar sangat memuaskan. Pastikan juga Anda mengunjungi Kuil Tsukiji Hongwan-ji!

Informasi

Tsukiji Hongwan-ji

Alamat: 3 Chome-15-1 Tsukiji, Chuo-ku, Tokyo-to
Waktu sembahyang di kuil utama: April-September pukul 06.00-17.00, Oktober- Maret pukul 06.00-17.00
Akses: 1 menit jalan kaki dari pintu keluar pertama Stasiun Tsukiji (Tokyo Metro Hibiya line) /  5 menit jalan kaki dari pintu keluar A1 Stasiun TsukijiShijo (kereta bawah tanah Toei Chikatesu Oedo Line )
Nomor telepon: 03-3541-1131
Situs resmi: http://www.tsukijihongwanji.jp/eng/ (bahasa Inggris)
Konser pipa organ: Hari Jumat terakhir setiap bulannya, pukul 12.20-12.50 (jadwal bisa berubah)

TOKYO Travel Guide

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait