Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Rute Wisata Saga & Arashiyama, Rekomendasi dari Penduduk Asli

Rute Wisata Saga & Arashiyama, Rekomendasi dari Penduduk Asli

Kyoto 2014.11.29 Simpan

Diterjemahkan oleh Katya A.C.

Ditulis oleh Keishi Kawakami

LINE

Hai, para pembaca setia MATCHA. Apa kalian pernah mengunjungi daerah Saga dan Arashiyama di Prefektur Kyoto?

Belum pernah? Atau mungkin sudah tapi belum sempat menjelajahi semua sudut-sudutnya?

Saya sebagai orang asli Kyoto akan memperkenalkan rute wisata Saga dan Arashiyama untuk kalian semua.

Inilah rute beserta spot wisata yang dilaluinya.

Titik keberangkatan adalah stasiun Hankyu Arashiyama.
Jembatan Togetsukyo

Hutan Bambu (Chikurin)

Kuil Nonomiya Jinja

Kuil Jojakkoji

Kuil Nison-in

Kuil Gioji

Kuil Adashino Nenbutsuji

Vila Ookouchi Sanso

Itulah kedelapan tempat wisata yang dilalui rute ini. Jika mempertimbangkan waktu yang dihabiskan di masing-masing spot, kira-kira kita membutuhkan tiga hingga empat jam untuk mengikuti rute ini.

Mulai Perjalanan dari Togetsukyo

Ayo kita berangkat dari Stasiun Arashiyama menuju jembatan Togetsukyo.

Ngomong-ngomong, sekarang pukul setengah tujuh pagi. Apa tidak terlalu pagi untuk naik kereta? Jangan khawatir. Untuk menuju jembatan Togetsukyo kita hanya perlu berjalan kaki menyusuri jalan yang berawal dari stasiun ini.

Di sebelah kanan mulai tampak sebuah sungai. Pada musim gugur matahari terbit lebih lambat sehingga meskipun sudah pukul setengah tujuh matahari belum muncul.

Kita berjalan sambil menikmati pemandangan di sepanjang sungai. Lambat laun sebuah jembatan akan tampak di sebelah kanan.

Inilah jembatan Togetsukyo. Dari sini kita bisa melihat Pegunungan Arashiyama. Di akhir bulan November ini daun-daun mulai berubah warna.

Hutan Bambu 〜 Kuil Nonomiya Jinja

Setelah menyeberangi jembatan Togetsukyo mari kita berjalan menuju kuil Nonomiya Jinja. Di tengah jalan kita akan melewati hutan bambu (chikurin).

Kita hanya perlu mengikuti jalan di akhir jembatan.

Setelah beberapa menit akan tampak papan petunjuk di sebelah kiri.

Belok kiri di jalan yang terdapat papan petunjuk dan tiang batu. Jalannya agak sulit ditemukan jadi perhatikanlah baik-baik.

Begitu berbelok Anda akan tiba di sebuah jalan yang lurus. Di ujung jalan inilah terdapat pintu masuk dari hutan bambu.

Tidak ada siapapun. Inilah keuntungan datang pagi-pagi. Pengunjung akan membeludak pada siang hari. Saya sarankan Anda datang ke sini pagi-pagi.

Ketika melihat ke atas, rasanya seakan terdengar suara bisikan bambu. Untuk menuju ke kuil Nonomiya Jinja kita cukup mengikuti jalan setapak.

Kita sudah sampai. Inilah kuil Nonomiya Jinja. Kuil ini dikenal dengan dewanya yang dipercaya mampu memberkahi pengunjung dengan pasangan yang baik, anak, dan kesuksesan dalam kegiatan akademis.

Kuil ini dikenal sebagai tempat Saio (wanita terpilih dari keluarga kaisar) menyucikan dirinya sebelum menuju Ise untuk mengabdi di Kuil Ise Jingu sebagai wakil dari kaisar.

Tamannya yang megah terawat dengan baik. Anda pasti akan menikmati suasana di sini.

Kuil Jojakkoji 〜 Kuil Nison-in

Ayo kita pergi ke tempat berikutnya. Kuil Jojakkoji terkenal dengan sebutan "kuil tak berpagar", sedangkan Kuil Nison-in terkenal dengan kedua patung Buddha-nya.

Kita ikuti jalan setelah keluar dari kuil Nonomiya Jinja. Mari kita perhatikan baik-baik dua belokan dan papan petunjuk yang akan kita lewati.

Belok kiri di sini.

Jalan lurus dan kita akan tiba di kuil Jojakkoji. Belok kanan dan kita sampai di Kuil Nison-in.

Terus ikuti jalan ini untuk menuju Kuil Nison-in.

Kuil Gioji 〜 Kuil Adashino Nenbutsuji

Selanjutnya kita pergi ke Kuil Gioji dan Kuil Adashino Nenbutsuji. Kedua kuil ini muncul dalam "The Tale of Heike", cerita terkenal mengenai konflik antara klan Taira dan Minamoto pada akhir abad ke-12. Kuil Adashino Nenbutsuji memiliki deretan ratusan patung Buddha yang diletakkan untuk menghormati orang-orang yang telah meninggal.

Kita hanya akan menemui dua belokan. Kita keluar dari Nison-in dan mengikuti jalan.

Jika kita lurus kita akan tiba di kuil Gioji. Untuk pergi ke kuil Adashino Nenbutsuji kita belok kanan.

Lalu, belok kiri.

Ikuti jalan tanjakan ini...

Dan tibalah kita di tangga depan pintu masuk kuil Adashino Nenbutsuji.

Butuh waktu 45 menit untuk berjalan ke sini tanpa berhenti. Perjanlanan bolak-balik memakan waktu satu setengah jam. Kurang lebih dua jam jika berjalan santai. Jika memperhitungkan waktu untuk melihat-lihat di dalam kuil maka kita akan membutuhkan waktu tiga hingga empat jam.

Di jalan yang kita lewati ada juga beberapa kuil lainnya sehingga kita tidak akan kehabisan spot wisata. Kita cukup berjalan kaki untuk menuju lokasi jadi tidak butuh biaya transportasi. Ada becak yang bersiaga di hutan bambu yang kita lewati di tengah perjalanan. Mungkin dengan naik becak kita bisa lebih menikmati suasana.

Isirahat sejenak dengan teh matcha dan pemandangan indah

Vila Ookouchi Sanso adalah tempat yang tepat untuk beristirahat setelah lelah berjalan.

Dengan menelusuri jalan di sebelah kiri yang mengarah ke Kuil Nonomiya, kita akan tiba di vila ini.

Di sini ada pemandangan taman yang indah.

Kita juga bisa memesan teh matcha untuk menemani istirahat kita.

Mari kita bersantai sambil menikmati pemandangan.

Penutup

Sebagai orang asli Arashiyama saya ingin memperkenalkan rute ini kepada para pembaca MATCHA.

Selain penuh dengan spot menarik, di sepanjang rute juga ada banyak tempat makan. Kita bisa menikmati makanan khas Kyoto serta es krim matcha dan jajanan dango.
Datang, saksikan, dan nikmatilah Saga-Arashiyama.

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE