Coronavirus (COVID-19) Advisory Information

Menengok ke Belakang Saat "Bernyanyi Tanpa Hiasan Apapun" di Budoukan Live, Karena ”Sekarang” lah LiSA Bisa Menyanyikan Musik Balada "Shirushi"

Menengok ke Belakang Saat

Diterjemahkan oleh Dipta Mahatiyanto

Ditulis oleh Kazusanosuke

2015.01.05 Simpan

Wawancara eksklusif dengan LiSa tentang single ke-7nya, "Shirushi", yang sekaligus ending theme seri anime "Sword Art Online II: Mother Rosario".

Photo by えだまめ

Photo by Edamame

Pada tahun 2014, selain konser sendiri, dia juga tampil dalam beberapa live yang diselenggarakan di dalam maupun luar negeri, ada juga peluncuran CD dan sebagainya. Seorang artis yang sibuk tanpa bisa beristirahat demi para penggemarnya, itulah LiSA.

Pada awal tahun, yaitu pada tanggal 10 dan 11 Januari 2015, selama 2 hari itu diselenggarakan One Man Live di Nihon Budoukan. Baru beberapa hari dia awal tahun 2015, tetapi sepertinya akan menjadi tahun yang membuat kita tidak bisa melepaskan pandangan dari LiSA, ya.

Kali ini, kami akan menyajikan wawancara dengan LiSa tentang single ke-7 terbarunya, yaitu "Shirushi", ending theme seri anime "Sword Art Online II: Mother Rosario". Lagu ini merupakan lagu penutup di tahun 2014 dan diluncurkan pada tanggal 10 Desember 2014.

Justru Karena Sekarang Saya Bisa Menyanyi dengan Alami, Saya Ingin Menyampaikan Musik Balada

Photo by えだまめ

Photo by Edamame

━━Pertama-tama, kali ini izinkan kami mendengar kesan langsung setelah mencoba menyanyikan lagu balada atau pengalaman yang membuat Anda ingin menyanyikan lagu balada.

LiSA: Sampai sekarang, untuk mengekspresikan artis yang bernama LiSA, saya selalu berpenampilan dengan warna yang bernuansa rock kuat, seperti pink ataupun hitam agar tercipta sebuah imej bahwa "LiSA adalah Rock!". Akan tetapi, setelah selesai tampil konser di Budoukan tahun ini, saya merasa bahwa saya menjadi terbiasa untuk menyanyi secara sangat alami sesuai diri saya sendiri.

Lewat Budoukan tersebut, karena kalau sekarang saya bisa menyanyikan musik balada walaupun dengan keadaan polos, kali ini saya mencoba menantang dengan musik balada. Musik balada yang paling mencerminkan saya mungkin adalah "Ichiban no Takaramanono" yang saya nyanyikan di Anime "Angel Beats!".

Orang yang sudah mendengarkan saya sejak saat itu, banyak yang berkata 'Aku suka balada', ada juga yang berkata 'kalau ngomong tentang LiSA, pasti musik balada ya!', tetapi dalam pikiran saya  "Oi, kalian semua kan sampai saat ini bilangnya Rock!"(tertawa).

━━Tentang menyanyikan musik balada, memang gak bisa ya menyanyikanya bukan di tahun 2015, tetapi di tahun 2014 saja?

LiSA: Seperti yang sudah saya pikirkan, lewat Budoukan tahun 2014, bagaimana ngomongnya ya, rasanya seperti menurunkan baju zirah yang selama ini saya pakai lalu bisa menjadi bisa menyanyikan lagu, pokoknya jadi bisa bernyanyi apa adanya.

Sejak live di Budoukan, saya menjadi merasa bisa selalu tampil seperti itu. Karena itulah, sekarang, saya merasa sangat bersyukur karena bisa bisa menyanyikan lagu "Shirushi" dalam keadaan tanpa berhias apapun. Dalam konser Budoukan tahun 2015, saya ingin membawakan lagu ini.

━━Oh, begitu. Jadi, lagu "Shirushi" ini juga menjadi lambang yang menggambarkan perkembangan LiSA di Budoukan 2014 ini dan Budoukan tahun 2015 ya?

LiSA: Saya ingin berkata bahwa karena sudah bertambah kuat lah saya bisa berkata seperti itu. Ada perasaan seperti bentuk terima kasih sebagai LiSa terhadap "crossing field" yang menjadi tanggung jawab saya di anime "Sword Art Online", juga rasanya ingin berkata bahwa saya benar-benar kembali dengan lagu yang menunjukkan kemampuan saya sekarang dan saya ingin tampil kembali di Budoukan.

━━Ada banyak bagian yang berfokus ke masa lalu di lirik lagu "Shirushi" yang menunjukkan hal seperti "tidak akan lupa" dan "tidak akan melewatkan", dalam artian tertentu, apakah ini merupakan bentuk "perbaikan" dalam konser Budoukan kali ini?

LiSA: Memang ada arti Budoukan, tetapi bukan hal itu saja. Tahun kemarin, sebelum pergi ke Budoukan, berkat acara "Zenkoku Anggya 47 hai itadakimasuu(全国行脚47杯いただきますっ)", saya bisa pergi ke berbagai tempat di seluruh Jepang.

Di situ, ada tempat yang biasanya tidak bisa saya datangi, lalu orang-orang yang baru pertama kali saya temui datang untuk menemui saya, tetapi di situ ada anak yang tiba-tiba datang menangis sambil berkata "Saya mendapatkan semangat dari lagu LiSA!", banyak juga orang-orang yang datang untuk menyampaikan sesuatu dengan serius kepada saya yang ada di depan mata.

Waktu itu, di tempat sejauh inipun ada orang yang menerima lagu saya, saya jadi merasa bahwa pesan yang ingin saya sampaikan lewat lagu ternyata benar-benar sampai ke orang-orang ini.

Budoukan tahun 2014 pun, ada bagian di mana saya bisa melewati konser tersebut berkat kekuatan yang dipinjamkan orang-orang di depan mata saya. Dengan berpikir seperti itu, artis yang bernama ”LiSA“ adalah sesuatu yang ada berkat perasaan fan dan artis yang saling mendukung satu sama lain.

Sekarang, akhirnya saya bisa melihat hal yang sebelumnya tidak bisa saya lihat dan saat menengok ke belakang karena hal tersebut satu persatu menjadi tanda yang benar-benar menginggalkan jejak dalam diri saya, saya ingin menyampaikan hal tersebut.

Dua Dunia yang Dihubungkan oleh Lagu LiSA

Photo by えだまめ

Photo by Edamame

━━Kali ini, lagu yang menjadi theme song dalam anime "Sword Art Online" ini, dibandingkan dengan sudut pandang dunia anime, apakah perasaan sebagai "LiSA" yang bernyanyi itu lebih kuat?

LiSA: Perasaan itu, sebenarnya keduanya sama-sama kuat. Walupun begitu, saat menulis lirik lagu ini, pertama saya membaca novel "Sword Art Online" dulu, setelah itu baru mencari cara mengekspresikan cerita tersebut dengan lagu sebagai LiSA.

Dengan menyanyikan cerita ini dengan lagu, saya mencoba untuk menulis agar bisa bernyanyi dengan perasaan jujur. Karena itu, dalam artian tersebut, kedua perasaan tersebut sama kuatnya, yang manapun jadi tokoh utamanya, saya merasa bisa menyampaikan 120 %.

Dalam ending anime, Asuna menekan tombol Reply di headphone, lalu ada adegan di mana "PLAY" mulai mengalun. Melihat adegan tersebut, saya sebagai LiSA merasa sudah benar-benar bisa menyampaikan lagu ke dalama dunia "Sword Art Online".

Saya terharu ketika mendengar lagu saya, lalu terbayang adegan sang heroin Asuna yang menangis ketika memikirkan kenangannya bersama Yuuki, perasaanya kepada sang tokoh utama Kirito, juga perasaannya saat memikirkan berbagai orang, lalu ketika pada akhirnya dia meneteskan air mata.

━━Itu merupakan cara pandang yang baru ya.

LiSA: Iya ya. Dalam artian tersebut, 2 dimensi dan 3 dimensi, saat saya berpikir bahwa dunia di mana saya berada sekarang terhubung dengan dunia dimana mereka berada, saya sangat senang.

Bersamaan dengan itu, kalau biasanya saya hanya menerima pesan karya tersebut sebagai orang yang hanya melihat karya tersebut, tetapi dalam karya yang sekarang, saya merasa bahwa Asuna yang merupakan tokoh dalam karya tersebut benar-benar mendengarkan lagu saya. Saat dimana saya bisa melihat bahwa ada yang sedang mendengarkan lagu saya benar-benar membuat saya sangat terharu.

━━Lagu kedua yang ada dalam album "Shirushi", "No More Time Machine" yang penulisan liriknya menjadi tanggung jawab Pak Furuya yang juga merupakan OST di anime yang sama, menceritakan tentang Time Machine sesuai dengan judul lagu tersebut kan ya.

Dalam liriknya bisa diambil kesimpulan bahwa Time Machine tidak diperlukan, tetapi sebagai LiSa, bagaimana menurut anda?

LiSA: Saya juga berpikir kalau Time Machine itu tidak perlu. Setiap orang mempunyai 'rumah' yang berbeda-beda,  tetapi kalau 'rumah' tersebut adalah sekolah, suatu hari pasti tiba saatnya harus lulus dari sekolah itu.

Misal, kalau saya, dari kampung halaman saya di Gifu menjadi Tokyo, semua itu mempunyai berbagai macam jalan yang harus ditempuh, menempuh jalan itu sendiri, tetapi perjalanan tersebut bukan selamanya, iya kan?

Karena itu, saya berpikir bahwa kita harus sangat menghargai 'rumah' yang dirasakan saat itu. Misalnya, kalau orang-orang yang datang dalam live saya, mereka semua mempunyai jalan masing-masing, tetapi saat itu mereka sama sama menemukan 'rumah' dalam live saya.

Seperti itulah, tempat berharga dimana kita berada sekarang, saya ingin menjaga orang-orang penting dalam hidup saya. Saya ingin menyanyikan perasaan tersebut sebagai LiSA, pinta saya kepada Pak Furuya.

Karena Pak Furuya terlalu jenius, dia menulisnya begitu saja sesuai perasaan LiSA (tertawa).

Selain itu, Pak Furuya sangat mengerti tentang "hal yang harus dinyanyikan dan ingin dinyanyikan sebagai LiSA", karena itu saya bisa menyerahkan semuanya tanpa merasa khawatir.

━━Jadi, Anda bisa bernyanyi dengan jujur dengan lirik tersebut ya.

LiSA: Iya, begitulah. Seperti yang saya pikirkan, orang yang bernama LiSA haruslah menyampaikan tema "Hari ini juga hari yang baik", karena itu, masa depan dan masa lalu juga merupakan hal penting, tetapi yang paling penting adalah "sekarang". Sekarang, saat ini apa yang sedang dilakukan, ataupun yang harus dilakukan.

Sekarang, hal berharga yang ada di depan mata saat ini, menjadi alasan untuk berpikir bahwa hari ini juga adalah hari yang baik.  Itulah sikap yang harus ditunjukkan LiSA dan juga mungkin saya merasa bahwa hal itu adalah hal yang tidak akan berubah sampai kapanpun.

Walaupun ada yang berubah dalam tema sesuai subjek ataupun musiknya, saya ingin orang-orang berpikir bahwa akhirnya sampai juga pada pikiran "Orang ini sepertinya ingin mengatakan 'hari ini juga hari yang baik ya'". (tertawa)

Tantangan Baru LiSA, "Hanya Menikmati Melodi!"

Photo by えだまめ

Photo by Edamame

━━Kali ini, sebagai tantangan baru, yaitu "crossing field" versi Bahasa Inggris yang hanya masuk dalam kompilasi First Press Limited Edition, bagaimana rasanya setelah mencoba menyanyikannya?

LiSA: Pertamanya sangatlah sulit. Intonasinya sangat susah...... Cuma, karena saya suka mendengarkan lagu barat dan dulu saya juga sering memainkan lagu berbahasa Inggris saat masuk dalam band, rasanya tidak terlalu berat juga saat disuruh menyanyikan lagu tersebut.

Akan tetapi, menyangkut soal bisa menyampaikan hal tersebut ke orang-orang asing, saya kesulitan karena harus menyanyikannya sambil berhati-hati dengan "intonasi" dan juga kesadaran akan "benar-benar tersampaikan gak ya".

━━Dibandingkan dengan versi Bahasa Jepang yang sudah dinyanyikan sebelumnya, kira-kira sulitnya sebelah mana?

LiSA: Kalau "crossing field" merupakan lagu yang pertama kali saya nyanyikan, mungkin jadinya akan lebih sulit. Hanya saja, saya sudah menyanyikan lagu ini berkali-kali. Lagu ini adalah lagu yang paling banyak saya nyanyikan sampai saat ini.

Karena itu, dengan keadaan bahwa cara menyanyi dan melodinya sudah di luar kepala, tinggal mengingat nuansa dari Bahasa Inggrisnya saja. Jika ditanya Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris itu bedanya apa,  saya akan menjawab itu adalah persoalan bisa mengingat atau tidak lirik lagunya,, jadi sebenarnya tidak begitu sulit.

Hanya saja, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, intonasinya susah, oleh Pak Motoyama yang telah menerjemahkan liriknya, saya diajari dengan keras sekali (tertawa).

━━Oh, begitu (tertawa). Saat menyanyi dengan Bahasa Jepang atau Bahasa Inggris, apakah cara menyanyinya ada yang berbeda?

LiSA: Cara menyanyinya sangat berbeda ya. Bentuk mulutnya kan beda, aksennya juga beda. Misalnya,  di bagian "Nagai yume miru~" jadinya malah "I gotta break" lho (tertawa). Karena pergerakan mulutnya benar-benar beda, rasanya sangat menyenangkan bagaikan menyanyikan sesuatu yang baru.

Liriknya juga tidak diterjemahkan begitu saja, lirik tersebut diterjemahkan dengan Bahasa Inggris agar nuansanya sama dengan lirik awalnya.

Karena itu, ada bagian yang serasa bagaikan menyanyikan lagu yang berbeda, tetapi karena versi Bahasa Inggrisnya juga mempunya pesan yang sama, dalam artian tertentu, kan hanya menyanyikan lagu apa adanya saja sesuai melodi ya.

Di bagian di mana saya mengerti artinya dalam Bahasa Jepang, tidak sengaja saya jadi berpikir "Saya ingin meyanyikan kata ini lebih kuat!", tetapi rasanya seperti sudah bernyanyi sesuai melodi dalam Bahasa Inggris.

━━Terakhir, sebagai "LiSA" yang sudah berkecimpung di dunia ini selama 3 tahun, apakah ada hal yang ingin diperlihatkan dalam 1 tahun ke depan?

LiSA: Di Budoukan tahun 2014, saya merasa sebuah perubahan pertama. Di sana, dengan menurunkan baju zirah yang selama ini dipakai, akhirnya sebagai LiSA yang alami, saya merasa jadi bisa membuat lagu ataupun live.

Dalam artian tersebut, pertunjukkan dari "LiSA natural" baru saja dimulai, lalu membentuk hal tersebut menjadi sesuatu yang nyata, setelah itu hal yang harus saya lakukan adalah menyelam lebih dalam lagi ke dalam dunia LiSA. Mulai sekarang pun, mohon dukungannya ya!

Photo by えだまめ

Photo by Edamame

Tambahan

Photo by えだまめ

Photo by Edamame

LiSA di tahun 2014 telah melakukan Live Performance di kurang lebih 10 negara yang berpusat di Asia, ini merupakan perkembangan yang dilakukan secara aktif untuk melebarkan sayapnya ke luar Jepang.

Selain menikmati pergi ke berbagai negara, Lisa juga tidak sabar untuk bertemu fans di tempat live. Bukan hanya kebahagiaan tadi, ada satu lagi kebahagiaan, yaitu makanan.

LiSA samgat suka meng-update halaman Twitter atau blog nya dengan makanan yang dimakannya sehingga dia menjuluki dirinya sendiri kuishinbou.

Karena itu, kepada bagian editing MATCHA, secara spesial LiSA merekomendasikan sebuah toko yang paling berkesan selama kepergiaannya di luar negeri.

Negara: Thailand
Nama toko:TALING PLING
Tempat: di dalam Shopping Mall Paragon
Situs: http://talingpling.com/
Situs wisata versi Bahasa Inggris: http://www.tripadvisor.jp/ShowUserReviews-g293916-d1128754-r118173137-Taling_Pling-Bangkok.html

Komentar LiSA:
Karenya sangat enak! Saat berbicara tentang Kare Thailand, yang terbayang dalam diri orang Jepang adalah banyaknya santan yang ada di dalamnya, tetapi kare di TALING PLING adalah kare yang berbeda dengan imej tersebut, jadi saya yang biasanya ribut soal kare pun merasa kare tersebut lezat sekali.

Informasi

LiSA
Situs Resmi: http://www.lxixsxa.com/
Twitter: https://twitter.com/LiSA_OLiVE

Facebook: https://www.facebook.com/lxixsxa.jp
iTunes: https://itunes.apple.com/jp/artist/lisa/id573943518

LiSA 7th single "Shirusi", diluncurkan tanggal 10 Desember 2014

First Press Limited Edition (CD+DVD)
Harga: 1,600 yen (+pajak)
Nomer Produk: svwc70031-70032

■Track lagu
01. Shirushi
Song lyrics: LiSA   Composer: Kayoko  Arrangement: Horie Shota

02. No More Time Machine
Song lyrics: Furuya Makoto   Composer: Noma Kousuke  Arrangement: Yashikin

03. crossing field -English ver.-
Song Lyrics・composer: Watanabe Shou   Arrangement: Toku    Translator: Motoyama Seiji

※Bonus "Shirushi"Music Clip DVD

Limited Edition(CD+DVD)
Harga: 1,600 yen (+pajak)
Nomor produk : svwc70033-70034

■Track Lagu
01. Shirushi
Song lyrics:LiSA    Composer: Kayoko    Arrangement: Horie Shota

02. No More Time Machine
Song lyrics: Furuya Makoto    Composer: Noma Kousuke   Arrangement: Yashikin

03. Shirushi -Instrumental-

04. No More Time Machine -Instrumental-

※Bonus animasi ending TV Anime "Sword Art Online II" DVD
※Bonus Poster Ilustrasi Anime

Regular Edition (CD)
Harga : 1,200 Yen(+pajak)
Nomor Produk : svwc70035

■Track Lagu
01. Shirushi
Song lyrics:LiSA    Composer: Kayoko    Arrangement: Horie Shota

02. No More Time Machine
Song lyrics: Furuya Makoto    Composer: Noma Kousuke   Arrangement: Yashikin

03. crossing field -English ver.-
Song Lyrics・composer: Watanabe Shou   Arrangement: Toku    Translator: Motoyama Seiji

※Track lagu dalam "First Press Limited Edition・Regular Editon"dan "Limited Edition" isinya berbeda.

Informasi Live
Nama Event : LiVE is Smile Always~PiNK&BLACK~
Waktu: 10 (Sabtu) dan 11 (Minggu) Januari 2015
Tempat: Nihon Budoukan
Situs URL: http://www.lxixsxa.com/live/

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait