Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Eh? Makan Daun!? Makanan Terkenal dari Osaka・Minoo,

Eh? Makan Daun!? Makanan Terkenal dari Osaka・Minoo, "Momiji no Tempura"

Osaka 2015.02.16 Simpan

Momiji no Tempura, makanan khas dari Kota Minoo yang merupakan daun momiji yang digoreng.

Diterjemahkan oleh Dipta Mahatiyanto

Ditulis oleh Haruka

Kota Minoo, Osaka yang terkenal akan keadaan alamnya yang masih alami, lalu tata kota yang nyaman dan suasananya tenang.

Banyak wisatawan yang khusus datang untuk berwisata pada saat musim gugur.

Yang terkenal di sini adalah produk makanan yang terbuat dari dedaunan!

Di jalan menuju objek wisata terkenal Kota Minoo, yaitu "Ootaki" (air terjun besar) yang bernama "Takimichi", ada lebih dari 10 kedai berderet yang menjual Momiji no Tempura.

Masak sih makan daun momiji yang digoreng!? Seperti apakah Momiji Tempura itu?

momiji0

"Momiji no Tempura"!?

Yang bekerja sama dengan MATCHA kali ini adalah Hisakuni Kousendou!

Beliau memperlihatkan cara membuat "Momiji no Tempura" pada kita di kedai ini yang telah mempunyai sejarah selama 75 tahun.

shop

Sejarah Momiji no Tempura mulai dari kurang lebih 1300 tahun silam. Konon katanya dulu di Gunung Minoo terdapat sebuah Dojo. Banyak orang yang pergi berlatih di Dojo tersebut dan terharu dengan keindahan daun momiji yang tercermin dalam air terjun, lalu dimulailah penjualan Momiji no Tempura kepada pendatang yang datang berkunjung. Setelah itu, produk tersebut dibuat sebagai cemilan, lalu sekarang menjadi oleh-oleh khas tradisional daerah ini.

Konon katanya di kedai ini terdapat 150 batang pohon yang daun menguning untuk dijadikan makanan dan cukup untuk memproduksi makanan tersebut selama 1 tahun.

Membuatnya bukan dari daun yang sudah terjatuh lho. Benar-benar membutuhkan waktu dan kerja keras!

Dengan membuat asinan daun momiji lalu diekstrak intisarinya, kedai ini bisa menjual "Momiji no Tempura" selama 1 tahun penuh.

Kedai ini memilih untuk membuat produknya hanya dengan momiji yang masih menguning dengan alasan bahwa momiji yang sudah memerah banyak kekurangannya, seperti daun yang sudah memerah akan meninggalkan rasa daun di mulut, digoreng pun warnanya akan berubah menjadi kuning, dan sebagainya.

Sebelum diberi bumbu, asinan daun momiji tersebut diekstrak garamnya terlebih dahulu, lalu menggunakan gula, tepung terpilih, dan wijen. Lengkaplah persiapan untuk menggoreng Momiji no Tempura.

Benar-benar membutuhkan waktu dan kerja keras ya.

Lalu, akhirnya tibalah proses penggorengan.

hisakuni

Katanya ada cara tersendiri dalam menentukan jumlah minyak goreng yang dipakai dan waktu penggorengannya.

age

Momiji no Tempuranya digoreng sedikit demi sedikit, tetapi di kedai ini, sehabis digoreng tidak langsung dipajang di kedai. Ditunggu 1 malam dahulu agar minyaknya habis, baru dipajang di depan kedai.

agego

Berkat minyaknya yang sudah kering, cemilan ini menjadi tidak alot dan terasa renyah di mulut.

Rasanya Bagaimana Ya?

Nah, inilah warna Momiji no Tempura yang sudah jadi dan kelihatannya enak. Mari kita mencobanya.

tempracut

Rasanya kriuk-kriuk dan sedikit manis. Di bagian tulang daunnya tertinggal sedikit rasa asin.

Hanya daunnya yang sama sekali tidak tertinggal di mulut, bisa dinikmati sebagai snack yang renyah dan kriuk- kriuk.

Walaupun memakai nama tempura, rasanya lebih dekat ke cemilan yang bernama "Karintou".

Di perusahaan yang terdapat di Kota Minoo, cemilan ini juga sering dihidangkan bersama teh.

Jika menjelaskan "Momiji no Tempura" dalam satu kata, walapun hanya menjual gorengan, setiap kedai mempunyai rasa dan sensasi yang berbeda.

Dimulai dari produk Hisakuni Kousendo, tidak ada salahnya makan lalu membandingkan rasanya ya!

Selain di Minoo, dijual juga di beberapa tempat lainnya seperti OCAT di Osaka Minami dan lain-lain.

takimichi

Nah, bagaimana?

Bukankah berbeda dengan bayangan yang timbul dari kata "Momiji no Tempura" kan?

"Momiji no Tempura" yang sulit ditemukan jika tidak berkunjung ke Minoo. Menyenangkan juga berjalan jalan di Takimichi sambil memakannya.

Wisatawan yang datang untuk melihat air terjun, jalan-jalan dengan keluarga, orang yang berjogging, orang yang mendaki gunung, jalan di mana orang-orang dengan berbagai penampilan bertemu.

Dengan bertambahnya wisatawan mancanegara, pemilik Hisakuni Kousendou pun menyediakan peta dalam bahasa Inggris, Mandarin, Korea, dan Thailand di dalam kedainya saat ada yang bertanya tentang arah.

chizu

Silakan Anda juga berkunjung ke Minoo yang penuh dengan alam yang masih alami, juga silakan mencicipi Kouyou no Tempura yang khas ini!

Informasi

Minoo Takimichi

Stasiun terdekat: Hankyu railway Stasiun Minoo
Akses: dari pintu masuk Stasiun Minoo Sakakyuu berjalan kurang lebih 1 ment.

Hisakuni Kousendou (久國紅仙堂)

Alamat: Osaka-fu Minoo-shi Minoo 1-1-40
Buka: 9.30-18.00
Harga: 320-1.500 yen
Libur: hari Kamis
Telepon: 072-721-2747
Bahasa: bahasa Inggris, ada penjelasan menggunakan huruf Mandarin
Situs resmi: http://www.hisakuni.net

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait