Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Nabeshima Komon Gara, Origami Khas Nabeshima yang Bermotif Kimono

Nabeshima Komon Gara, Origami Khas Nabeshima yang Bermotif Kimono

Saga 2015.04.20 Simpan

Origami merupakan sesuatu yang mengekspresikan bermacam-macam hal dengan melipat kertas. Di Jepang, ini merupakan salah satu permainan yang timbul karena masuknya kertas Jepang yang menyebar dalam kehidupan masyarakat Jepang. Ada bermacam-macam jenis kert

Diterjemahkan oleh Dipta Mahatiyanto

Ditulis oleh Sayaka Kiyomoto

LINE
saga_origami_photo1

"Origami" merupakan sesuatu yang mengekspresikan bermacam-macam hal dengan melipat kertas. Di Jepang, ini merupakan salah satu permainan yang timbul karena masuknya kertas Jepang yang menyebar dalam kehidupan masyarakat Jepang. Ada bermacam-macam jenis kertas dan coraknya.

Di Saga, ada sebuah motif yang bisa dihubungkan dengan sejarah Saga itu sendiri. Motif itu disebut Nabeshima Komon Gara Origami (Motif Kerdil Nabeshima), origami yang mempunyai motif yang sangat manis.

Motif Kerdil Nabeshima itu apa?

saga_origami_photo2

Pada zaman Edo(abad 17~19), keluarga yang spesial seperti Keluarga Shogun dan bangsawan membuat Kimono dengan motif yang khas. Motif khas yang hanya dipakai oleh orang yang berhubungan dengan keluarga tersebut, bisa dianggap juga sebagai lambang dari keluarga tersebut.

Keluarga Nabeshima yang merupakan kepala pemerintahan Saga, mengkombinasikan sebuah tumbuhan dengan 7 titik sehingga menjadi corak khas keluarga, lalu disebut sebagai Motif Kerdil Nabeshima (Nabeshima Komon).
Jadi, corak kimono yang dipakai oleh Kepala pemerintahan Saga dan samurainya merupakan kimono bercorak Kerdil Nabeshima. Origami yang dibuat dengan replika corak tersebut itulah yang disebut Nabeshima Komon Gara Origami.

Ekpsresi di dalam oleh corak dan warnanya, hati Jepang yang mencintai tumbuhan

saga_origami_photo3

Motif dari Nabeshima Komon gara sebenarnya adalah biji wijen yang tertata rapi.
Lalu, warna yang dipakai dalam origami tersebut ada 15 jenis warna yang tenang.

saga_origami_photo4

(Dari atas pusat gambar berputar searah jarum jam)

Hiiro : Diwarnai dengan akar tumbuhan yang berwarna merah kekuningan
Botan iro: warna merah-ungu cerah seperti bungan Botan
Toki iro:Warna yang terlihat dalam sayap ketika terbang melintasi waktu
Matsuba iro:Warna hijaunya pohon pinus
Tokiwa iro:Warna hijau pekat seperti daun Pinus, daun cedar Jepang (Sugi), dan daun cemara Jepang (Hinoki)

saga_origami_photo5

(Dari atas pusat gambar berputar searah jarum jam)

Wakakusa iro:Wana kuning kehijauan seperti benih rumput
Kawarake iro:Warna coklat seperti kerajinan tanah liat yang dibakar
Daidai iro:Warna kulit buah jeruk
Yamabuki iro:Warna bunga yang mekar saat berakhirnya musim semi
Sumire iro:Warna biru keunguan cerah bagaikan violet

saga_origami_photo6

(Dari atas pusat gambar berputar searah jarum jam)

Sumi iro:Warna hitam seperti tinta dalam Shodou
Ai iro:Warna biru tua yang digunakan untuk penculupan
Asagi iro:Warna daun bawang yang muda
Fuji iro:Warna biru keunguan yang cerah bagaikan bunga Fuji
Nezumi Iro:Warna abu-abu yang berasal dari bulu tikus

Semuanya berasal dari tumbuhan atau binatang, semuanya merupakan nama yang bersal dari alam yang dekat dengan kita.
Di Jepang memang ada kata-kata "Kusaki wo Mederu" (mencintai tumbuhan), seperti yang ditunjukkan dalam origami ini bahwa masyarakat Saga mencintai dan menghargai alam yang berlimpah di sekitar mereka.

Silahkan membeli di museum

saga_origami_photo7
saga_origami_photo_chokokan

Tempat yang menjual Nabeshima Komon Origami adalah museum di dalam kota Saga.
"Museum Choko Kan" yang merupakan rumah pertama keluarga Nabeshima di dalam kota Saga, museum yang menampilkan barang berharga turun temurun yang disesuaikan dengan musim saat itu.
Jika sedang berada di Saga, silahkan coba mengunjunginya.

Informasi

Museum Choko Kan

Alamat:Saga-ken Saga-shi Matsubara 2-5-22
Telepon:0952-23-4200
Jam Buka:9:30~16:00
Libur:tanggal merah・masa persiapan pameran・akhir dan awal tahun baru
Wi-Fi:ada
Bahasa:Hanya Bahasa Jepang
Stasiun terdekat:Stasiun Saga
Akses:Dari stasiun Saga berjalan 15 menit, dari halte bus "Saga JinJa Mae" berjalan 1 menit
Tiket masuk:300 yen
Situs resmi:The Museum Choko Kan
 

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE