Coronavirus (COVID-19) Advisory Information

Kembali ke Masa Lalu di Shinjuku Bersama Tiffany Godoy

Kembali ke Masa Lalu di Shinjuku Bersama Tiffany Godoy

Diterjemahkan oleh Nur Saidatul IM

Ditulis oleh MATCHA-PR

Tokyo 2016.01.29 Simpan

tiffany_port-02

Kali ini kami akan membahas perjalanan ke beberapa tempat di Shinjuku dari sudut pandang warga asing yang berkecimpung di bidang kreatif, yaitu Tiffany Godoy. Tamu pertama kami adalah seseorang yang memperkenalkan kebudayaan Tokyo ke dunia melalui sebuah unit kreatif yang disebut “EROTYKA TOKYO PARIS”.

Pada tahun 1997, Tiffany pertama kali datang ke Shinjuku, Tokyo untuk belajar dan meneliti budaya Jepang. “Saya kagum dengan pemandangan kuil yang ada di antara gedung pencakar langit seperti ini. Pemandangan ini belum pernah saya lihat sebelumnya,” katanya sambil mengenang kembali masa lalu.

Tiffany menyukai budaya kafe ala Jepang hingga budaya Jepang lawas. Ia mengantar kami berkeliling mulai dari tempat di mana Anda bisa mengetahui asal muasal budaya Tokyo, hingga tempat yang menunjukkan kecantikan murni ala Jepang.

PROFIL

Tiffany Godoy

Tiffany datang ke Jepang pada tahun 1997 dan memulai karir sebagai editor di "Composite" dan "Studio Voice". Lalu, Ia juga beraktivitas sebagai penulis artikel "style.com" dan "New York Times", jurnalis di "WWD", dan creative director di "Studio Voice Man". Ia menerbitkan buku yang berisi ringkasan sejarah Harajuku street fashion yang berjudul, "Style Deficit Disorder (Chronicle Books, 2007)" dan "Japanese Goth (Universe,2009)". Ia mendirikan sebuah unit kreatif bernama "EROTYKA TOKYO PARIS" bersama Tomoyuki Yonezu sebagai penata artistik pada tahun 2010. Selain itu, Ia juga bekerja sebagai kepala editor dan direktur kreatif sebuah majalah fashion "The Reality Show Magazine".

DUG

tiffany_port-03

Tiffany adalah seorang pecinta musik jazz. Ia sering datang ke "DUG", kafe jazz terkenal yang ada di Shinjuku untuk beristirahat sejenak. "Di sini saya dapat merasakan daya tarik budaya kafe ala Jepang", ungkapnya. Mulai dari kopi, 100 macam cocktail, hingga bir putih dari Belgia, dan berbagai jenis minuman beralkohol lainnya ditawarkan di kafe ini.

Gedungnya terbuat dari bata merah, sehingga Anda bisa merasakan suasana tenang yang khas. "DUG" kafe jazz ini merupakan kafe milik Hozumi Nakadaira, seorang fotografer yang juga sudah mengikuti perkembangan jazz Jepang selama kurang lebih setengah abad. Nama "DUG" diambil dari album Miley Davis yang berjudul "DIG" dan diubah menjadi bentuk lampau dalam bahasa Inggris. Orang yang memberi nama kafe ini adalah Jin'ichi Uekusa, seorang kritikus karya sastra barat, jazz dan film.

tiffany_port-04

Pada siang hari tempat ini beroperasi sebagai kafe dan menjadi bar pada malam harinya. Makan kue di dalam ruangan dengan pencahayaan remang-remang ini merupakan salah satu keunikannya.

tiffany_port-05

Foto para legenda pemusik jazz diambil oleh sang pemilik kafe yang juga merupakan seorang fotografer.

"Saya bisa merasakan perasaan dan sense pemilik kafe dari musik jazz yang diputar, kemudian dekorasi serta interior, hingga seni tipografi pada kafe ini." Galeri foto Miley Davis, John Coltrane, Art Blakey, yang dipajang di sini terlalu berharga untuk dilewatkan. Seluruh foto tersebut diambil sendiri oleh sang pemilik kafe, Hozumi Nakadaira.

"DUG", tempat berkumpulnya orang-orang penyuka budaya Jepang, merupakan salah satu tempat yang harus dikunjungi untuk mengetahui asal budaya Tokyo.

T: Bagian manakah yang Anda suka dari DUG?
Tiffany:
Di sini terdapat perpaduan 2 hal yang sangat saya sukai, yaitu jazz dan kafe. Selain itu, seluruh desain yang ada di dalam kafe ini sangat keren.

Informasi

DUG

Alamat: 3-Chome-15-12 Shinjuku, Shinjuku-ku, Tokyo-to
Nomor telepon: 03-3354-7776
Jam buka: (Senin-Sabtu) 12.00 - 02.00, (Minggu dan hari libur) 12.00 – 23.30
Hari libur: tidak ada
Situs resmi: DUG

Shinjuku Golden Gai

tiffany_port-06

"Gaya khas Tokyo terasa dari suasana ramah dan jalanan tuanya," katanya tentang Golden Gai, salah satu tempat yang akhir-akhir ini naik daun sebagai wisata malam bagi para wisatawan mancanegara. Akan tetapi, cara Tiffany menikmati kota ini lebih dalam.

Ia menikmati perjalanan ini seperti kembali ke masa lalu di Shinjuku, yaitu mengunjungi tempat hang out berbagai seniman dan orang ternama di bidang fashion seperti fotografer Nobuyoshi Araki dan Daido Moriyama, serta desainer fashion Takeo Kikuchi. Ia juga bertukar informasi mengenai asal mula fashion dan budaya Jepang dengan para pemilik toko yang memiliki berbagai macam karakter. Melihat-lihat papan toko, interior dalam dan luar yang ada di daerah ini pun terasa sangat menyenangkan.

Berada di sini rasanya seperti kembali ke masa lalu karena terdapat beragam tempat hiburan, misalnya rock bar, engeki bar (bar dengan pentas drama), manga anime bar, retro game bar, dan sebagainya. Total seluruhnya terdapat 270 buah toko dengan berbagai macam genre. Inilah Golden Gai. Tempat di mana terdapat poster pentas drama lama ditempel di sana-sini, mesin cuci rusak yang diletakkan begitu saja, wortel tergantung, serta foto hitam putih seekor kuda besar ditempel di sebuah dinding.

Pada saat melewati jalan itu, Ia mengaku bahwa rasanya seperti mengelilingi sebuah museum. Ia sempat menyapa beberapa orang pemilik toko dengan santai, kemudian menikmati percakapan yang cukup dalam dan bermakna.

tiffany_port-07

Poster pertunjukan drama, foto hitam putih, serta tanda tangan. Suasana masa Showa (1926-1989) di sini terasa sangat keren.

tiffany_port-08

Asyiknya mengobrol bersama para pemilik toko dengan karakter yang berbeda-beda.

T: Apakah kelebihan Shinjuku?
Tiffany:
Hingga saat ini fashion dan budaya Tokyo telah menyebar ke Shibuya dan Harajuku, namun sebenarnya semua bersumber dari Shinjuku. Seni dan budaya yang sejak dahulu ada dapat dirasakan di berbagai tempat di Shinjuku, dan menurut saya itu sangat keren.

Informasi

Shinjuku Golden Gai

Alamat: Di dalam Pertokoan Kuliner Daerah 1-Chome Kabuki-cho, Shinjuku-ku, Tokyo-to

ISETAN Shinjuku Bagian Beauty Apothecary

tiffany_port-09

Tiffany yang sudah banyak mengunjungi berbagai negara di seluruh penjuru dunia, selalu mengunjungi ISETAN Shinjuku ketika Ia ingin mengetahui tren Tokyo dalam waktu dekat. Ia mengaku bahwa Ia menyukai bagian "Beauty Apothecary" di lantai bawah tanah 2F yang ada di dalam gedung pusat ISETAN.

"Di sini saya bisa merasakan konsep inner beauty khas Jepang, perawatan tubuh sehari-hari, serta penilaian orang Jepang sendiri mengenai hal-hal khas Jepang," katanya. Di sini dijual barang seperti makanan dan natural cosmetic terpilih dari seluruh negara di dunia. Bahkan ada pula obat herbal, jamu-jamuan, hingga suplemen. Selain itu, ada tempat untuk konsultasi. Menurut Tiffany, tempat ini memiliki standar yang tinggi dan punya cara pendekatan unik terhadap pelanggan.

Hal yang sangat menyenangkan di sini adalah terdapat layanan konsultasi bagi Anda yang membutuhkan saran.

tiffany_port-10

Terdapat kumpulan buku, kafe, spa, serta klinik kecantikan. Selain itu juga ada layanan konsultasi untuk menjaga kesehatan dan kecantikan di masa sekarang dan yang akan datang.

tiffany_port-11

Di sini dijual banyak barang untuk kecantikan, mulai dari obat herbal, jamu-jamuan, hingga suplemen.

Di lantai ini terdapat banyak buku dan kafe, serta Anda bisa mendapatkan saran untuk meningkatkan kecantikan. Selain itu dibuka juga spa dan klinik.

"Tidak ada tempat lain di dunia yang menjual barang selengkap ini selain di sini. Selain itu Anda juga sekaligus bisa belajar tentang perawatan tubuh sehari-hari," katanya yang saat ini sedang meneliti kebudayaan Jepang sebagai pekerjaannya. Ia bahkan dapat menikmati tempat ini sebagai tempat belajar.

Pergantian barang yang cepat, display yang selalu berganti setiap kali berkunjung ke sini, serta penuh dengan penemuan baru. Itulah mengapa tempat ini disebut dengan surganya kecantikan.

T: Menurut Anda, apakah perbedaan toko kecantikan Jepang dengan yang ada di luar negeri?
Tiffany:
Yang saya kagumi adalah cara memilih barang yang dijual dengan memperhatikan kecantikan dari dalam ala Jepang. Menurut saya daya tarik toko kecantikan Jepang yaitu Anda dapat menikmati berbagai makanan dan teh organik.

Informasi

ISETAN Pusat Shinjuku Lantai Bawah Tanah 2F Bagian Beauty Apothecary

Alamat: 3-Chome-14-1 Shinjuku, Shinjuku-ku, Tokyo-to
Nomor telepon: 03-3352-1111 (perwakilan)
Jam buka: 10.30 – 20.00
Hari libur: tidak tentu
Situs resmi: ISETAN

Snap

snap1

T: Pertanyaan terakhir, menurut Anda, Shinjuku itu kota yang seperti apa?
Tiffany:
Sebenarnya kehidupan sehari-hari saya tidak terlalu berkaitan dengan kota yang bernama Shinjuku ini. Oleh karena itu, ketika datang ke sini saya dapat bertemu kembali dengan berbagai orang, toko, serta bermacam-macam budaya. Menurut saya Shinjuku adalah tempat di mana saya bisa mendapatkan udara segar terlepas dari kepenatan dan tempat ini selalu memberikan inspirasi baru.

TOKYO Travel Guide

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait