Coronavirus (COVID-19) Advisory Information

Kembali ke 200 Tahun Lalu dengan Museum Kastil Saga

Kembali ke 200 Tahun Lalu dengan Museum Kastil Saga

Diterjemahkan oleh Katya A.C.

Ditulis oleh Sayaka Kiyomoto

Saga 2015.05.20 Simpan

"Di Saga tidak ada apa-apa.""Tempat yang dilewati orang Saga pasti gersang. Rumput pun tidak tumbuh."Itulah yang biasa dikatakan oleh orang Jepang ketika membicarakan Saga.Sebenarnya Saga itu seperti apa? Penasaran tidak? Ayo kita cari tahu dengan mengen

saga_history_photo_field

"Di Saga tidak ada apa-apa."
"Tempat yang dilewati orang Saga pasti gersang. Rumput pun tidak tumbuh."
Itulah yang biasa dikatakan oleh orang Jepang ketika membicarakan Saga.
Sebenarnya Saga itu seperti apa? Penasaran tidak?
Ayo kita cari tahu dengan mengenal sejarahnya.

Belajar sejarah Saga di Saga Castle History Museum

Inilah "Shachi no Mon", gerbang masuk Museum Sejarah Kastil Saga (Saga Castle History Museum). Gerbang ini dinamakan begitu karena di kedua ujung atap gerbang terdapat patung perunggu berbentuk Shachi. Shachi adalah makhuk mitologi yang berbadan ikan dan berkepala harimau. Shachi no Mon didirikan pada tahun 1826.

IMG_6420-1

Hingga saat ini pada gerbang masih tersisa bekas tembakan dari Perang Saga pada tahun 1874.

IMG_6434
IMG_6440

Museum ini terletak di pusat Kota Saga. Dulu ini adalah tempat berdirinya Kastil Saga. Kemudian, Naomasa Nabeshima, penguasa daerah (daimyo) Saga pada tahun 1800-an, merekonstruksi dan bangunan utama Kastil Saga dan menjadikannya museum sejarah.  Bangunan ini adalah hasil rekonstruksi bangunan utama kastil Jepang yang pertama, sekaligus rekonstruksi bangunan kayu terbesar di Jepang.

IMG_6450-1

Museum ini memiliki bermacam-macam koleksi pameran. Pengunjung bisa belajar sejarah Saga dengan menyenangkan.
Kalau begitu ayo kita lihat warisan dari Naomasa Nabeshima.

Penguasa yang rajin berhemat

Naomasa Nabeshima alias "Daimyo Sempoa" telah sukses dalam memperbaiki kondisi ekonomi daerah Saga.
Pada zaman itu, daimyo di berbagai daerah mengalami kesulitan ekonomi dan memiliki banyak hutang. Namun, Naomasa Nabeshima berinisiatif untuk menerapkan gaya hidup sederhana dan mengusahakan penghematan uang daerah.

Penghematan tersebut tampak dalam bangunan kastil. Museum Sejarah Kastil Saga juga tidak luput merekonstruksi ciri kastil tersebut.

floor

Foto di atas menunjukkan salah satu lorong di dalam bangunan. Biasanya lorong kastil Jepang menggunakan lantai kayu. Namun, Kastil Saga menggunakan lantai tatami (semacam tikar dari jerami) seperti lantai ruangan yang ada di dalam. Tujuannya adalah agar lorong bisa digunakan sebagai perluasan dari ruangan bila diperlukan.

IMG_6463-1

Sebagian besar kayu yang digunakan adalah kayu pohon pinus. Kayu yang dipilih adalah yang murah dan mudah digunakan.

Di sini ada berbagai ruangan yang merupakan rekonstruksi dari bagian kastil zaman dahulu, antara lain ruangan "Gozanoma dan Kannindokoro" di bawah ini.

IMG_6469-1

Di satu sisi, Naomasa Nabeshima ketat dalam urusan finansial. Di sisi lain ia juga memberikan dukungan kuat pada pertanian, industri, dan pendidikan.
Dengan kebijakan ekonomi seperti ini Naomasa Nabeshima membangun dasar bagi perekonomian modern.

Kebijakan modernisasi yang fokus pada teknologi dan pendidikan

Naomasa adalah orang pertama di Jepang yang memasukkan teknologi dalam kebijakan pemerintahannya.
Pada waktu itu Naomasa bertugas menjaga Nagasaki yang merupakan salah satu pintu hubungan dengan luar negeri. Oleh karena itu, Naomasa dapat memperoleh berbagai informasi tentang negara lain lebih cepat daripada yang lain.
Ia merupakan visioner yang mampu memanfaatkan informasi tersebut dan mengembangkan pemerintahan dengan cara yang orisinil.

IMG_6535-1

Begitu memasuki museum, pengunjung akan tiba di sebuah ruangan bernama Onshikidai (御式台). Di salah satu sisi ruangan terdapat Yaridoko (槍床), tempat memajang senapan buatan Barat seperti di kastil yang dulu. Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1855 Naomasa memerintahkan untuk mengganti senapan kopak (arquebus) di Onshikidai dengan senapan Barat terbaru pada saat itu. Tujuannya adalah untuk memamerkan bahwa Saga memiliki koleksi senapan terbaru yang diimpor dari Inggris dan Amerika.

Layaknya mewarisi sifat visioner Naomasa Nabeshima, museum ini memiliki barang-barang dengan teknologi modern yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk belajar sejarah dengan menyenangkan.

IMG_6498-1

Kita bisa menjelajahi kastil dan belajar sejarah Saga melalui kastil virtual. Rasanya seperti bermain game.

IMG_6527-1

Gambar di atas menunjukkan bagian lain dari ruangan Terakoya. Ruangan ini dibentuk mirip dengan ruang sekolah tradisional. Di dalamnya disediakan komputer agar para pengunjung museum dapat dengan mudah mengakses informasi.

IMG_6553-1

Ini adalah alat pemandu yang tersedia dalam berbagai bahasa.
Kita bisa menjelajahi museum sambil mendengarkan penjelasan dari alat pemandu.

Walau katanya tidak ada apapun di Saga

Memang tidak ada tempat wisata yang benar-benar menonjol di Saga.
Namun, ada daya tarik pada alam Saga yang kaya akan berbagai hasil pertanian, pegunungan, dan lautan.
Saga juga memiliki ciri khas yaitu suasana hidup tenteram yang tercipta berkat gaya hidup sederhana dan kemampuan visioner dari leluhurnya.
Dengan kata lain, Saga begitu kaya sehingga tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Oleh karena itu, Saga dianggap seperti "tidak ada apa-apa".

Museum Sejarah Kastil Saga merekonstruksi Kastil Saga secara detail dan menunjukkan karakterisitik Saga yang menghargai kesederhanaan.
Datang dan rasakanlah sendiri Saga yang sederhana sekaligus maju.

Informasi

Saga Castle History Museum
Alamat:Saga-ken,Saga-shi,Jōnai 2-18-1
No.telepon: 0952-41-7550
Waktu operasional:9:30~18.00
Hari libur:Tanggal 29-31 Desember
Fasilitas Wi-Fi: ada
Pelayanan bahasa asing: Bahasa Inggris, Cina, Korea
Menu berbahasa asing: ada
Stasiun terdekat: Stasiun Saga
Akses: Naik bus 6 jalur Saga-joseki dari halte 3 Stasiun Saga. Perjalanan sekitar 10 menit. Turun di Halte Saga-joseki.
Biaya masuk: gratis (ada kotak sumbangan sukarela)
Situs resmi:Saga Castle History Museum

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait