Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Keliling Tokyo Jadi Makin Seru dengan WiFi PUPURU!

Keliling Tokyo Jadi Makin Seru dengan WiFi PUPURU!

Tokyo 2015.07.31 Simpan

Diterjemahkan oleh Fanny Aleutia

Ditulis oleh Keisuke Yamada

LINE

Saat hendak jalan-jalan ke luar negeri, barang-barang yang wajib disiapkan adalah paspor, uang, kartu kredit, dan ponsel.

Paling tidak bila ada empat barang ini entah bagaimana wisata di luar negeri bisa dibuat menyenangkan.

Meski begitu, untuk menambah kesenangan dalam perjalanan diperlukan jaringan internet. Bila menggunakan internet, sambil mencari lokasi tempat makan juga bisa menshare foto di jejaring sosial, serta mencari tahu dan mempelajari arti dari macam-macam budaya khas Jepang.

Namun, Jepang saat ini belum dilengkapi dengan lingkungan internet yang memadai (musim panas tahun 2015).

Oleh karena itu, kali ini akan diperkenalkan layanan PUPURU. PUPURU menyediakan jasa peminjaman terminal WiFi dengan harga terjangkau dan pengembalian yang mudah.

 

Cara Menyewa WiFi

Untuk terminal WiFi ini, lakukan reservasi di home page PURURU sebelum datang ke Jepang. Dengan begitu, setibanya di Jepang pengambilan terminalnya akan menjadi lebih lancar.

Pendaftarannya dapat dilakukan di sini. Lalu, biayanya untuk satu hari minimal 400 yen tergantung juga dari pilihan kegunaannya.

Begitu tiba di Jepang, pengambilan terminal dapat dilakukan di konter yang ada di bandara. Khusus untuk Terminal Pertama Bandara Narita, akan digunakan jasa kurir “QL Liner” di lobi kedatangan yang ada di lantai satu (baik sayap utara maupun selatan).

Rincian bandara yang dapat melakukan penerimaan dan lokasi penerimaan di dalam bandara dapat dilihat di sini.

Selain di empat bandara besar tersebut, penerimaan juga dapat dilakukan di hotel maupun rumah pribadi yang ada di seluruh negeri.

 

Sungguh-sungguh Digunakan Saat Keliling Tokyo

Kali ini kita akan bekerjasama dengan Vicky dan Holy yang telah berwisata di Jepang dan keliling Tokyo sambil menggunakan WiFi.

Pertama-tama, setelah tiba di Jepang mereka pergi mengambil terminal WiFi di lokasi yang telah ditentukan.

Setelah melakukan peminjaman, Vicky dan Holy segera naik ke kereta dan menuju “Asakusa”, objek wisata dimana banyak orang asing berkumpul. Kali ini dengan menggunakan Jalur Keisei dari Bandara Narita, mereka akan ke Jalur Toei Asakusa di Stasiun Asakusa.

Ketika berada di dalam kereta mereka membuka paketnya. Di dalamnya terdapat terminal, kabel, charger, amplop pengembalian, dan petunjuk pemakaian.

Awalnya mereka mencoba menghubungkan ke internet untuk memastikan apakah alatnya berfungsi dengan baik. Karena ID dan passwordnya tertera di belakang terminal, menghubungkannya juga tidak sulit.

Di dalam kereta mereka berdua mengumpulkan informasi tentang lokasi tujuan pertama, Asakusa, dan menyusun rencana perjalanan.

Dimulai dengan foto kenang-kenangan di Kaminarimon (雷門, "Gerbang Petir"), kemudian ke Kuil Sensouji, dan yang terakhir pergi melihat Gedung Asahi Beer.

 

Tiba di Asakusa

Pertama-tama, setibanya di Kaminarimon mereka mengambil foto kenang-kenangan sesuai dengan rencana. Asakusa yang merupakan tempat wisata terkenal, baik hari biasa maupun hari libur tetap dipenuhi pengunjung.

Kaminarimon di Kuil Sensouji merupakan landmark yang memberi kesan bahwa kita telah tiba di Jepang. Bila pergi ke Tokyo, ini merupakan tempat yang wajib didatangi paling tidak satu kali.

Sudah susah-susah mengambil foto langsung dishare saja di jejaring sosial. Karena terhubung dengan jaringan internet, fotonya bisa langsung diunggah.

Omong-omong, dari Stasiun Asakakusa ke Kaminarimon dengan jalan kaki tidak sampai tiga menit. Sebelum ke Kaminarimon, juga terdapat tempat yang hanya bisa dinikmati di Asakusa. Info selengkapnya cek tautan di bawah ini.

Referensi artikel: Menikmati Suasana Jadul di Kedai Sepanjang Hoppy Street, Asakusa

Kemudian, setibanya di Kuil Sensouji mereka mencoba menarik ramalan.

Vicky yang tidak tahu bagaimana caranya menarik “ramalan”, mencari informasi dengan menggunakan smartphone-nya.

Setelah melihat-lihat Kuil Sensouji, mereka pergi ke Taman Sumida yang letaknya tidak jauh, di sana mereka berfoto dengan Asahi Beer Hall yang tampak dari sana.

Ini adalah karya seni kuning (alias Kotoran Kuning) yang juga merupakan tempat terkenal untuk berfoto.

Vicky ingin sekali mengambil foto disini, ia berfoto dengan posisi seolah-olah memegang monumen kuning itu. Kemudian segera dishare ke jejaring sosial.

Setelah puas berkeliling di tempat-tempat terkenal yang ada di Asakusa, mereka berdua melanjutkan perjalanan ke Akihabara yang telah dinanti-nantikan.

 

Tiba di Akihabara

Dari Asakusa perjalanan lima menit dengan Tsukuba Express (dari Tsukuba Express Stasiun Asakusa). Lalu dengan Jalur Ginza (dari Jalur Ginza Stasiun Asakusa) memakan waktu lima menit hingga tiba di Stasiun Ueno. Setelah itu transit dengan Jalur JR Yamanote dan sampai dalam waktu empat menit.

Setibanya di Akihabara, mereka berdua mencari tempat yang menyediakan permainan gacha. Gacha adalah mesin berisi bola-bola. Di dalam bola terdapat mainan yang bisa dikoleksi. Tampaknya tempat yang disebut Gachapon Hall ini terkenal di Akihabara.

Setelah berjalan selama lima menit tiba juga di Gachapon Hall!

Di dalam toko ini berjajar macam-macam gacha hingga penuh sesak.

Vicky memilih gacha onigiri dan benar-benar mencobanya.

Hasilnya, yang keluar adalah ini! Vicky mendapat Onigiri dengan tempura di dalamnya, Tenmusu.

Kemudian karena sudah jauh-jauh sampai ke Akihabara, mampir dulu ke toko figure KOTOBUKIYA. Saat ke sini juga mencari lewat web sehingga bisa tiba dengan lancar.

Toko ini menjual berbagai macam figure, baik buatan Jepang maupun luar negeri.

Yang membuat mereka berdua terkejut ketika berada di dalam adalah figure Star Wars… Sejumlah figure ditata sejajar dengan rapi. Benar-benar membuat kaget!

Hanya dengan melihat-lihat figure, tanpa terasa satu jam berlalu. Memang Akihabara adalah kota yang mengasyikkan.

 

Terakhir, Pergi ke Ginza!

Dengan menaiki Jalur JR Yamanote dari Stasiun Akihabara selama enam menit, mereka sampai di Stasiun Yuurakuchou di dekat Ginza. Tibalah di kota yang mirip dengan Fifth Avenue, New York ini!

Karena perut mulai lapar, langsung saja cari toko sushi yang enak di web.

Diputuskan untuk pergi ke toko sushi yang berjarak kira-kira tiga menit dengan berjalan kaki.

Karena ini tempat yang baru pertama kali dikunjungi, mereka tidak tahu cara menuju toko sushi itu. Merekapun berjalan sambil melihat peta yang ada di web.

Setelah tiba di toko sushi dengan selamat, sushi yang mereka pesanpun akhirnya datang juga!

Jepang sesuai dugaan! Banyak sushi yang hanya bisa dinikmati di Jepang.

Foto dulu satu lembar sushi cantik dan enak yang ada di depan mata ini… Tentu saja, foto sushi cantik di Jepang juga diunggah ke jejaring sosial.

Setelah mengunggah, mereka perlahan mencicipi sushi, sup misoshiru, dan teh hijau yang disajikan. Mereka berdua merasa sangat puas dengan sushi terbaik ini.

 

Saat Melakukan Pengembalian

Mengembalikan Rental WiFi itu sangat mudah.

Pertama, di dalam tas tempat menyimpan terminal terdapat amplop oranye. Masukkan tas dan semua isinya ke dalam amplop.

Setelah itu, masukkan saja amplop ke dalam kotak pos terdekat. (karena ukuran kotak pos kanan dan kiri berbeda, harap dimasukkan ke kotak pos yang ukurannya lebih besar)

Karena di bandara juga terdapat kotak pos, kita bisa menggunakan terminalnya hingga tepat sebelum pulang ke negara asal.

 

Penutup

Bagaimana menurut Anda?

Tidak hanya di Tokyo, demi kenyamanan selama berwisata di Jepang, peminjaman WiFi yang aman dan layak ini sebaiknya hanya digunakan untuk keperluan wisata.

Layanan ini juga terdapat di bandara-bandara besar Jepang: • Terminal Pertama Bandara Narita • Terminal Kedua Bandara Narita • Terminal Bandara Internasional Haneda • Bandara Internasional Kansai • Bandara Internasional Chubu

Terlebih lagi peminjaman ini juga dapat dilakukan di hotel dan rumah pribadi di seluruh negeri.

Bila datang ke Jepang, bagaimana kalau Anda juga mencoba menyewa WiFi dengan PUPURU?"

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE