Artikel

Wajib Tahu: Mengenai Mie Tsukemen "Atsumori"

date

Belakangan ini semakin banyak wisatawan asing yang datang ke Jepang untuk menikmati mie ramen. Mie ramen Jepang sangat terkenal, sehingga tidak heran beberapa kedai mie ramen terkenal di daerah Ikebukuro dipenuhi antrian pelanggan. Akan tetapi, selain mie ramen, orang Jepang biasanya pergi ke kedai mie ramen untuk menikmati mie tsukemen. Nah, hidangan yang sering dikonsumsi orang Jepang ini masih jarang diketahui oleh orang-orang di luar Jepang.

Untuk itu, kali ini kami akan memperkenalkan kepada Anda mie tsukemen "Atsumori", jenis mie tsukemen yang belum dibahas di dalam artikel kami mengenai mie tsukemen sebelumnya, "Cara Enak Makan Mie Tsukemen, Hidangan Mie yang Mirip Ramen".

Sejarah Tsukemen

Mie tsukemen adalah mie yang dimakan dengan cara dicelupkan ke dalam kuah. Sama halnya seperti mie ramen, kebanyakan kuah mie tsukemen menggunakan kaldu dari tulang babi, jadi kami tidak menganjurkannya untuk Anda yang Muslim. Sebutan untuk mie tsukemen beraneka ragam tergantung kedainya, misalnya mie morisoba, mie tsukesoba, atau mie zaru. Ada beberapa penjelasan mengenai sejarah mie tsukemen. Ide untuk menciptakan hidangan mie tsukemen dicetuskan oleh pemilik kedai makanan di Tokyo, Kazuo Yamagishi, pada tahun 1955 (Tahun ke-30 Showa). Beliau jugalah orang pertama yang menjual mie tsukemen pada pelanggan. Ide ini muncul ketika Pak Yamamoto yang masih berusia 17 tahun sedang bekerja di sebuah kedai makan di Higashi Ikebukuro. Saat itu, Pak Yamamoto memakan mie sisa dagangan dengan mencelupkannya ke dalam mangkuk berisi kuah dan shoyu.

Kuah yang Panas dan Mie yang Dingin

Tsukemen_atsumori20151012a-1024x682

Mie ramen disajikan ke dalam mangkuk berisi kuah panas begitu mie diangkat dari panci rebusan. Akan tetapi, mie untuk mie tsukemen harus melalui proses pendinginan dengan air sebelum disajikan. Dengan cara ini maka sisa-sisa tepung yang menempel di permukaan mie saat direbus dapat dihilangkan. Tidak hanya membuat tekstur mie lebih baik, mendinginkan mie dengan air juga menghentikan proses melarnya mie. Setelah proses ini, mie menjadi tidak mudah putus dan mantap saat dikunyah.

Proses memasak mie dapat diibaratkan seperti mencuci wajah. Setelah mencuci wajah, walaupun merepotkan, ada juga orang yang masih menggunakan pembersih wajah lain. Semakin rajin orang tersebut membersihkan wajah, maka kesehatan kulit wajahnya akan semakin terjaga. Begitu juga dengan mie, proses yang mungkin dianggap merepotkan ini adalah cara agar mie menjadi semakin enak.

Apa itu Atsumori?

Tsukemen_atsumori20151012c-1024x682

Atsumori adalah cara memasak mie dengan mendinginkan mie setelah diangkat dari panci rebusan, kemudian dicelupkan lagi ke dalam air panas. Mie yang kembali menjadi hangat ini dimakan dengan dicelupkan ke dalam kuah kental. Dengan ini pelanggan dapat menikmati mie tsukemen tanpa membuat kuah jadi dingin. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa ada juga kedai yang menyajikan menu mie tsukemen tanpa mendinginkan mie terlebih dahulu. Mie langsung disajikan setelah direbus matang.

Mari Mencicipi Atsumori!

Tsukemen_atsumori20151012h

Silakan langsung nikmati mie tsukemen atsumori begitu pesanan diantar ke hadapan Anda. Hal yang istimewa dari mie tsukemen adalah Anda dapat mengatur cara makannya sesuai selera Anda. Misalnya mencelupkan seluruh bagian mie ke dalam kuah seperti pada mie ramen. Bisa juga mencelupkan hanya 30%-40% bagian dari mie bila Anda ingin lebih merasakan rasa mienya. Tidak masalah apabila Anda ingin mencelupkan seluruh bagian mie ke dalam kuah. Hal ini tidak akan membuat kuah jadi dingin karena mie disajikan hangat. Mie tsukemen juga enak dinikmati dengan mencampurkan semua mie ke dalam kuah lalu diaduk terlebih dulu.

Encerkan Kuahnya Setelah Mie Habis Dimakan

Setelah selesai memakan semua mienya, mari kita encerkan kuahnya.

※Tambahan air kaldu untuk mengencerkan kuah tidak dipungut biaya tambahan.

Tsukemen_atsumori20151012e-1024x682

Mie tsukemen ini menggunakan mie tebal. Oleh karena itu, agar tidak kalah dengan rasa mienya, maka kuahnya pun dibuat kental. Kuah kaldu kental mungkin akan terasa terlalu pekat apabila diminum begitu saja saat mie telah habis. Untuk itu, kuah perlu diencerkan dengan air dashi (kaldu). Di kebanyakan kedai Anda dapat meminta pada pegawainya untuk menuangkan air dashi ke dalam mangkuk kuah Anda. Ada juga sistem di mana pegawai kedai akan membawakan air dashi untuk Anda tuangkan sendiri. Katakan saja pada pegawai kedai, "Supu wari kudasai" (tolong encerkan kuahnya).

Tsukemen_atsumori20151012f-1024x682

Rasa kuah akan berubah tergantung banyaknya dashi yang dicampurkan untuk mengencerkan kuah. Mencoba mie tsukemen di berbagai kedai dan membandingkannya satu sama lain pasti menyenangkan.

Tsukemen_atsumori20151012g-1024x682

Ketika Anda menemukan kedai dengan rasa yang cocok dengan lidah Anda, minumlah kuah sampai habis setelah menikmati mie, seperti pada gambar di atas. Apabila Anda berkunjung ke Jepang, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba mie tsukemen yang populer ini.

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.