Artikel

Wajib Tahu: Perbedaan Ramen, Tsukemen, Abura Soba, dan Mazesoba

date

Ramen adalah salah satu kuliner yang merepresentasikan Jepang. Pada awalnya, ramen adalah makanan yang berasal dari negeri Cina, namun makanan ini sangat digemari orang Jepang dan pada akhirnya berkembang di Jepang.

Sekarang ini, lahir kuliner baru yang berakar dari ramen, yaitu tsukemen, abura soba, dan mazesoba.

Bagi orang-orang yang berasal dari luar Jepang, mungkin agak sulit untuk membedakan ramen, tsukemen, abura soba, dan mazesoba. Nah, kali ini kami akan menjelaskan kepada Anda mengenai perbedaan keempat kuliner mi tersebut.

Ramen

howto_men_20160111bSalah satu ciri khas ramen adalah mi yang disajikan bersama kuah.

Pada awalnya, mi yang digunakan pada ramen adalah mi berukuran kecil dan keriting. Akan tetapi, sekarang ini mi tebal lebih populer karena dinilai memiliki tekstur kenyal sehingga lebih mantap saat dikunyah. Pemilihan ukuran dan jenis mi untuk ramen biasanya disesuaikan dengan kuahnya. Rasa kuah ramen berbeda tergantung dengan bahan dasarnya. Bahan dasar yang biasa digunakan untuk pembuatan kuah misalnya, shoyu (kecap asin Jepang), shio (garam), miso (bumbu dari fermentasi kedelai), tonkotsu (tulang babi), piri kara (bumbu yang menghasilkan rasa pedas), dan lain-lain.

Ada beberapa kuliner lain yang terlihat mirip dengan ramen, misalnya udon, soba, tanmen (mi siram), champon (mi yang dimasak dengan sayur dan daging), dan lain sebagainya. Bagi penikmat kuliner yang datang dari luar Jepang, mungkin akan sedikit kesulitan untuk membedakannya. Oleh karena itu, penting untuk melihat nama makanan pada papan kedai atau daftar menu terlebih dahulu sebelum memesan.

Ramen adalah hidangan yang paling banyak digemari di Jepang. Penikmat kuliner dapat merasakan tekstur mi yang dipadukan dengan kuah yang mantap dalam satu macam hidangan.

Tsukemen

howto_men_20160111a Sumber foto: Cara Enak Makan Mie Tsukemen, Hidangan Mie yang Mirip Ramen

Salah satu ciri khas tsukemen adalah mi dan kuah yang disajikan dalam wadah terpisah. Sangat berbeda dengan penyajian ramen. Pada tsukemen, mi dicelupkan ke dalam kuah sebelum dimakan.

Oleh karena mi dan kuah disajikan terpisah, rasa asli dari mi pun bisa lebih terasa. Selain itu, mi yang didinginkan dengan air setelah direbus membuat tekstur mi lebih mantap saat dikunyah.

Mi yang digunakan untuk tsukemen adalah mi tebal dan biasanya pelanggan dapat memilih kuantitasnya. Salah satu ciri khasnya adalah kuah kental asam manis yang berbahan dasar shoyu. Ada juga kedai yang menggunakan kuah dengan ciri khas berbeda.

Biasanya mi pada tsukemen disajikan dingin dengan kuah yang panas, tetapi ada juga menu "atsumori",  yaitu menu tsukemen yang mi dan kuahnya disajikan panas-panas.

Setelah menikmati mi sampai habis, biasanya orang Jepang akan melakukan "suupu wari". Suupu wari yaitu mengencerkan kuah tsukemen dengan dashi (air kaldu, biasanya hanya memiliki sedikit rasa) panas lalu meminumnya sampai habis.

Artikel terkait:

Cara Enak Makan Mie Tsukemen, Hidangan Mie yang Mirip Ramen

Wajib Tahu: Mengenai Mie Tsukemen "Atsumori"

Abura Soba dan Mazesoba

howto_men_20160111c

Abura soba dan mazesoba pada dasarnya hampir sama. Namanya dapat berubah tergantung kedainya, tetapi pada umumnya mazesoba memiliki topping lebih banyak.

Berbeda dengan ramen, peran kuah sebagai perasa mi digantikan dengan tare (semacam saus) yang kental. Nah, abura soba atau mazesoba dinikmati dengan cara dicampurkan dengan saus ini.

Dalam penyajiannya, mi dan topping ditempatkan dalam satu wadah dan diberi sedikit tare pada bagian dasar wadah. Tare biasanya berbahan dasar shoyu dan raado (lard/minyak dari lemak babi). Lalu untuk menambah rasa,  dapat ditambahkan raayu (minyak cabai) dan su (cuka) sesuai selera. Setelah tare, bahan penambah rasa, mi, dan topping diaduk sampai rata, abura soba atau mazesoba pun siap dinikmati.

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.