Rekomendasi 10 Ryokan dan Hotel untuk Merasakan Langsung Budaya Jepang di Tokyo

Mengumpulkan Goshuin? Baca Panduan dan Rekomendasinya di Sini!

Ingin suvenir unik dan berkesan dari Jepang? Cobalah kumpulkan goshuin dari kuil Buddha dan Shinto. Kini, desain yang dihadirkan pun berwarna-warni, menjadikannya populer dan dikoleksi banyak orang. Baca artikel ini untuk mengetahui panduan cara mengumpulkannya.
2021.05.24

Apa Itu Goshuin?

御朱印神社

Goshuin adalah sertifikat peribadatan yang dicap dengan stempel merah untuk menunjukkan bahwa seseorang tersebut telah mengunjungi sebuah kuil Buddha atau Shinto di Jepang. Goshuin ini pun bermakna sebagai sebuah simbol hubungan seseorang dengan dewa. Dahulu, para pengunjung harus mendedikasikan diri dengan menyalin teks sutra ke kuil untuk mendapatkannya. Namun, seiring berjalannya waktu proses tersebut disederhanakan. Kini, para pengunjung kuil dapat mendapatkannya dengan membayar sumbangan kuil.

Biayanya secara umum berkisar antara 300—500 yen. Akan tetapi, biaya goshuin edisi terbatas dapat mencapai 500—1.000 yen.

Perkembangan Goshuin

御朱印粉絲的小編教您踏入御朱印的世界!

Goshuin edisi terbatas bertema Festival Bunga Krisan dari Kuil Kasama Inari Jinja (Kota Kasama, Prefektur Ibaraki)

Sebelumnya, goshuin hanya terdiri dari nama kuil yang ditulis dengan kuas dan stempel kuil. Namun, saat ini, goshuin telah berkembang menjadi sebuah seni, dengan menghadirkan warna, desain, dan pola yang beragam. Bahkan, beberapa di antaranya pun didesain spesial sehingga nampak menggemaskan dan indah.

Tidak heran jika kini banyak orang dari seluruh dunia mulai mengoleksi goshuin.

Goshuincho: Buku Penting untuk Mengoleksi Goshuin

御朱印帳

Jika Anda tertarik untuk mengoleksi goshuin, barang esensial yang harus dimiliki adalah buku album goshuin, atau yang disebut dengan goshuincho. Buku album ini mudah ditemukan. Anda dapat membelinya di kuil-kuil besar dan toko buku di Jepang. Harganya berkisar antara 1.000—2.000 yen.

Ukuran Goshuincho

御朱印帳1

Goshuincho dari Kuil Chusonji (kiri/ukuran besar) dan goshuin-cho dari Kuil Ise Jingu (kanan/ukuran kecil)

Goshuincho memiliki dua ukuran, yang besar berukuran 18 cm x 12 cm dan yang kecil berukuran 16 cm x 11 cm. MATCHA merekomendasikan ukuran yang lebih besar karena lebih mudah digunakan. Area kertas yang besar menjadikannya mudah untuk ditandatangani. Selain itu, Anda pun tidak perlu khawatir apabila mendapatkan goshuin berukuran besar.

Pilihlah desain goshuincho yang Anda sukai dan mulai petualangan mengoleksi goshuin yang berkesan!

Haruskah Memisahkan Goshuin dari Kuil Buddha dan Kuil Shinto?

Beberapa orang percaya bahwa goshuin dari kuil Buddha dan Kuil Shinto tidak boleh dicampur dalam satu tempat. Hal itu mungkin disebabkan oleh peraturan pemerintah Shinbutsu Bunri, sebuah kebijakan untuk memisahkan Shinto dan Buddha, yang diterapkan pada zaman Meiji (1868—1912).

Tergantung tempatnya, sejumlah kuil Buddha ataupun kuil Shinto mungkin akan menolak untuk menandatangani goshuincho yang bercampur. Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena hal tersebut tergolong langka. MATCHA sendiri merekomendasikan untuk menggunakan dua buku dengan memisahkan goshuin dari kuil Shinto dan kuil Buddha. Dengan dipisahkan seperti itu, Anda dapat lebih mudah mengorganisir goshuin dan menghargai masing-masing kepercayaan.

Tata Krama dalam Mengumpulkan Goshuin

Dalam mengoleksi goshuin, mohon dicatat bahwa ada sejumlah tata krama dasar yang harus diperhatikan.

Pertama-tama, untuk meminta goshuin di sebuah kuil, pergilah ke kantor kuil yang biasanya diberi tanda bertuliskan "御朱印所" (goshuinjo) atau "納経所" (nokyojo). Kemudian, silakan katakan, "Goshuin o onegaishimasu,” yang berarti “Tolong beri saya goshuin."

Tata Krama Menerima Goshuin
Berikan penghormatan Anda ke kuil dengan berdoa terlebih dahulu sebelum meminta goshuin.
Goshuin bukanlah sebuah tanda perayaan atau peringatan akan suatu hal, maka dilarang menggunakan buku catatan biasa.
Tunggu dengan tenang hingga goshuin selesai dibuat. Jangan memotret sang penulis kaligrafinya.
Pastikan untuk berterima kasih kepada sang penulis kaligrafinya.
Jangan dijual kembali.

Cara Membaca Goshuin

抹茶小編教您踏入御朱印的美麗世界!

Kiri: Goshuin dari kuil Buddha, Kuil Nakayama-dera (Kota Takarazuka, Prefektur Hyogo). Kanan: Goshuin dari kuil Shinto, Kuil Akama-jingu (Kota Shimonoseki, Prefektur Yamaguchi)

Posisi stempel goshuin berbeda-beda di setiap kuil Buddha atau kuil Shinto. Di bawah ini MATCHA akan membedah arti dari tulisan pada foto kedua goshuin di atas.

No. Kuil Buddha Kuil Shinto
1 Hohai (peribadatan) Hohai (peribadatan)
2 Nomor fudasho (bagian ini mungkin tetap kosong di sejumlah kuil) Lambang krisan kekaisaran (hanya ada jika kuil tersebut berelasi dengan keluarga kekaisaran)
3 Dewa utama yang disembah Nama kuil
4 Stempel bola permata (yang berada di tengah adalah karakter sansekerta) Stempel kuil
5 Nama kuil ×
6 Stempel kuil ×
7 Tanggal kunjungan Tanggal kunjungan
8 Stempel seremoni ×

5 Goshuin Rekomendasi MATCHA

Mengoleksi goshuin merupakan hal yang mengasyikkan. Setelah Anda mulai mencoba mengumpulkannya, dijamin ketagihan untuk mendapatkan goshuin di kuil-kuil lainnya. MATCHA sendiri telah mengoleksi goshuin hingga sekitar 10 buku goshuincho, lho! Berikut ini rekomendasi 5 goshuin unik yang berkesan dari koleksi MATCHA untuk Anda kumpulkan.

1. Kuil Meiji Jingu

明治神宮御朱印

Tanggal 1 Mei 2019 menandai berakhirnya era Heisei dan dimulainya era Reiwa di Jepang. Untuk memperingati hari bersejarah tersebut, banyak orang mengantre di Kuil Meiji Jingu untuk mendapatkan goshuin.

MATCHA pun turut mengantre selama lima jam dari pukul 08.30 pagi. Oleh karena itu, goshuin ini menjadi yang berkesan untuk mendapatkannya.

2. Kuil Sakura Jingu

桜神宮

Kuil Sakura Jingu yang terletak di Distrik Setagaya, Tokyo, menawarkan goshuin edisi terbatas saat dua pohon sakura Kawazuzakura di depan kuil utama pada kuil tersebut mulai bermekaran.

Ditulis dengan tinta berwarna emas dan dicap dengan stempel bunga sakura berwarna merah muda, menjadikan goshuin edisi terbatas ini artistik dan menggemaskan, bukan?

3. Kuil Seikoin

小編教您踏入御朱印的世界!

"Hebi ishi (batu serpentin)" yang diabadikan di Kuil Seikoin di Kota Higashiizu, Prefektur Shizuoka, dikatakan membawa keberuntungan dalam keuangan. Kepala pendeta di kuil tersebut pun dikabarkan memelihara seekor ular putih. Ular tersebut diyakini sebagai penjelmaan dewi laut, Benzaiten.

Kuil tersebut menawarkan goshuin edisi terbatas saat ular putih peliharaan kepala pendeta di sana berganti kulit. Bagian emas pada sisi kanan bawah foto goshuin di atas merupakan sisik kulit ular tersebut.

4. Kuil Musashino Reiwa

御朱印粉絲的小編教您踏入御朱印的世界!

Foto di atas merupakan goshuin yang diperoleh dari Kuil Musashino Reiwa, kuil yang dinamai sesuai era kekaisaran baru. Kuil tersebut terletak di sebelah Kadokawa Culture Museum, sebuah landmark baru di Prefektur Saitama.

Bangunan kuil tersebut dirancang oleh arsitek terkenal dunia asal Jepang, Kengo Kuma. Kemudian, lukisan di langit-langit pada aula utama kuil tersebut dilukis oleh ilustrator Yoshitaka Amano, yang bertanggung jawab sebagai perancang karakter untuk game "Final Fantasy". Oleh karena itu, bagi Anda yang menggemari game tersebut jangan melewatkan untuk mengunjungi kuil ini, ya!

5. Kuil Kamado

御朱印粉絲的小編教您踏入御朱印的世界!

Kuil Kamado berjarak sepuluh menit berkendara dari Kuil Dazaifu Tenmangu di Kyushu. Selain itu, kuil ini menjadi spot wisata populer karena anime "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba".

Kuil Kamado ini memiliki sejumlah kesamaan dengan anime tersebut, seperti nama belakang dari karakter protagonis pada anime itu, yaitu "Tanjiro Kamado". Anda pun dapat melihat beberapa plakat kayu persembahan di dalam kuil yang menampilkan ilustrasi karakter anime tersebut. Semua plakat tersebut digambar dengan indah dengan menangkap karakteristik dari tokoh di serial anime populer itu.

Rasakan Budaya Tradisional Jepang dengan Mengoleksi Goshuin

Tujuan mengoleksi goshuin masing-masing individu tentu berbeda-beda. Namun, salah satu yang menjadi benang merah dalam mengoleksi goshuin itu adalah dapat bersentuhan langsung dengan budaya tradisional Jepang. Dengan mengoleksi goshuin, Anda akan memiliki kenangan khusus pada kuil Buddha maupun kuil Shinto yang telah dikunjungi.

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.