Menyentuh Budaya Jepang sembari Merasakan Suasana Kuno di Ito Ryokan, Ningyocho

Ito Ryokan adalah penginapan yang terletak di kota kuno Ningyocho. Selain menyediakan kamar bergaya klasik yang indah, penginapan ini juga mengadakan program pengalaman beragam budaya Jepang. Penginapan ini cocok bagi Anda yang ingin menyentuh budaya Jepang sembari merasakan suasana kuno.

2022.02.02

Penginapan yang Menyebarkan Budaya Jepang ke Dunia

伊東旅館房間

Ningyocho adalah sebuah kota di Tokyo dengan suasana kuno yang masih bisa dirasakan hingga saat ini. Di kota inilah, penginapan Ito Ryokan yang populer akan layanan pengalaman budaya Jepangnya berada.

Ito Ryokan dibuka sekitar 70 tahun lalu. Bangunannya yang terbuat dari kayu dan terdiri atas 3 lantai hingga kini tidak pernah berubah. Saat itu, letaknya yang berada di dekat gedung teater Meijiza yang populer menjadikan banyak aktor dan orang yang berhubungan dengan teater tersebut menetap di penginapan ini. Banyaknya orang yang datang dan pergi setiap hari menjadikan suasana di penginapan sangat hidup dan ramai.

Namun, seiring perkembangan zaman, jumlah aktor dan tamu yang berkunjung ke hotel menjadi semakin berkurang. Penginapan lain di sekitar juga satu persatu mulai menutup bisnisnya.

Di tengah keadaan seperti itu, dengan tetap mempertahankan suasana penginapan yang hangat, Ito Ryokan menawarkan program pengalaman budaya Jepang. Kini, penginapan ini juga bisa menjadi spot asyik untuk dikunjungi wisatawan!

Memetik Shamisen dengan Mengenakan Kimono

伊東旅館三味線老師

Bu Chikako Maeyama yang merupakan manager Ito Ryokan mengadakan berbagai macam program pengalaman budaya Jepang, seperti shamisen (alat musik petik tradisional Jepang), kimono, shodo (kaligrafi Jepang), dan sebagainya. Untuk mengikuti program-program ini, diperlukan reservasi paling lambat 3 hari sebelumnya di situs resmi. Beliau juga mempromosikan interaksi antara penduduk lokal dan wisatawan dari seluruh dunia.

伊東旅館三味線教學

Kali ini, MATCHA berpartisipasi dalam Shamisen Workshop. Aktivitas ini dipandu oleh Bapak Seiju Ibuki. Beliau mulai mengajar shamisen di Ito Ryokan karena hubungannya dengan mantan pemilik penginapan. Sejauh ini, banyak wisatawan asing yang telah berpartisipasi dalam aktivitas ini.

Mencicipi Masakan Jepang dengan Bahan Pilihan di Nihonbashi SANO

伊東旅館餐廳

Di sisi kiri pintu masuk lantai 1 penginapan terdapat restoran masakan Jepang bernama Nihonbashi SANO.

Pak Koji Sano, kepala koki restoran ini, adalah murid dari Pak Rokusaburo Michiba. Pak Michiba merupakan koki reguler spesialis masakan Jepang (Iron Chef Japanese) pertama di acara televisi ternama Iron Chef. Meskipun keadaan masih berada di bawah pengaruh COVID-19, Pak Sano menerima undangan dari Ito Ryokan dan membuka restoran pada tahun 2021.

伊東旅館天丼

Pada siang hari, restoran ini menawarkan menu don (mangkuk nasi) yang menekankan pada volume dan kesegaran bahan, seperti tendon atau kaisendon. Lalu, pada malam hari, restoran ini menyajikan makanan Jepang yang cocok dipadukan dengan sake. Restoran ini bisa dikunjungi tanpa harus menginap di Ito Ryokan. Oleh karena itu, banyak pekerja kantoran yang datang pada saat jam makan siang atau pulang kerja.

Kamar Bergaya Jepang dengan Keindahan Klasik

伊東旅館天花板
伊東旅館牆壁

Ito Ryokan menyediakan 5 kamar bergaya Jepang dengan ukuran berbeda, mulai dari kamar untuk 1 orang hingga untuk 4 orang. Setiap kamar diberi nama bunga atau tanaman yang mewakili 4 musim di Jepang.

Desain langit-langit yang berbeda di tiap kamar memberikan kesan yang luar biasa. Konon, saat Ito Ryokan didirikan, langit-langit ini dibuat oleh tukang kayu istana yang terlibat dalam pembangunan kuil Jepang.

Selain memiliki langit-langit dengan pola yang indah, penginapan ini juga dibangun dengan gaya sukiya-zukuri (bangunan bergaya ruang teh) yang menggunakan banyak kayu berkualitas tinggi. Ini merupakan hal yang jarang ditemukan di penginapan pada umumnya.

伊東旅館和服

Beberapa kamar dihiasi dengan kimono. Kimono ini merupakan pemberian dari staff yang dulunya bekerja sebagai pegawai toko kimono.

伊東旅館四人房長屋

Hal yang paling membuat MATCHA terkesan adalah adanya papan kayu yang berdiri di jendela kamar untuk 4 orang, seperti di nagaya. Nagaya adalah jenis rumah Jepang di mana beberapa rumah berada dan terhubung dalam satu bangunan yang panjang dan sempit. Rumah ini banyak ditemukan di zaman Showa.

Di nagaya, para tetangga yang tinggal di bawah satu atap hidup saling membantu satu sama lain. MATCHA membayangkan bahwa orang-orang yang pernah tinggal di penginapan ini mungkin juga pernah saling membantu seperti itu.

Penginapan Tempat Bertemunya Budaya Lama dan Baru

Program yang diadakan oleh Ito Ryokan merupakan sebuah usaha baru untuk memperkenalkan budaya Jepang dan suasana bangunan kuno Jepang yang sudah lama berdiri. Di penginapan yang merupakan tempat bertemunya pesona lama dan baru ini, Anda dapat berinteraksi dengan berbagai kisah, sejarah, dan orang secara lebih dalam.

Sponsored by Japan Ryokan and Hotel Association Tokyo Branch
Written by miho

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.