Rekomendasi 10 Ryokan dan Hotel untuk Merasakan Langsung Budaya Jepang di Tokyo

Nikmati Berbagai Aktivitas Tradisional Jepang! (Geisha, Sumo, Kabuki, dan Lainnya)

福島

Diterjemahkan oleh Yuki Nyan

Ditulis oleh Sawada Tomomi

2022.03.11

Kali ini MATCHA akan memperkenalkan berbagai aktivitas tradisional Jepang, mulai dari Geisha, Sumo, Kabuki dan hal lainnya.

Ayo Mengenal Budaya Jepang!

Di Jepang terdapat banyak aktivitas tradisional. Dengan adanya hal itu, banyak orang yang sedang berwisata di Jepang kemudian ingin mencoba aktivitas tradisional tersebut. Dalam artikel ini, MATCHA akan memperkenalkan kumpulan aktivitas tradisional Jepang yang terkenal.

Kabuki

ginza_kabukiza2_20150927x

"Kabuki" adalah kesenian teater tradisional Jepang yang sudah ada lebih dari 400 tahun sejak zaman Edo. Kabuki merupakan kesenian yang menghibur penonton dengan 3 elemen, yaitu, peran, tarian, dan musik. Pada awalnya, Kabuki adalah tarian bernama "tarian Kabuki" yang dibawakan oleh seorang wanita pada zaman Edo. Namun pada perkembangannya, teater ini dianggap mengganggu moral publik sehingga Kabuki dilarang dipentaskan oleh wanita.

Saat ini pun yang melakukan pentas diatas panggung hanyalah laki-laki. Peran tokoh wanita juga dimainkan oleh laki-laki yang berdandan sebagai wanita. Laki-laki yang berperan sebagai tokoh wanita disebut dengan "onnagata". Baik gerakan maupun ekspresi onnagata ini dikatakan melebihi wanita asli sehingga menjadi salah satu daya tarik dari Kabuki.

Kabuki diselenggarakan sepanjang tahun di Kabukiza Ginza Tokyo dan secara berkala di Osaka maupun Kyoto.

Sumo

Nikmati Berbagai Aktivitas Tradisional Jepang! (Geisha, Sumo, Kabuki, dan Lainnya)

Sumo merupakan olahraga nasional Jepang yang juga terkenal di luar negeri, bahkan ada juga atlet Sumo dari luar negeri yang sukses di Jepang. Sumo adalah pertandingan menang kalah di antara 2 orang atlet dengan saling menarik pinggul di dalam arena berdiameter 4,55 m.

Sebagai sebuah pertandingan, Sumo mulai diadakan secara sistematis sejak abad ke-17. Saat ini banyak atlet Sumo dari luar negeri. Sumo pada awalnya merupakan acara keagamaan. Oleh karena itu, pada masa sekarang pun, di hari awal atau hari akhir pertandingan Sumo masih ada kebiasaan untuk memberi persembahan, seperti sake, beras, dan garam demi menyambut dewa Sumo.

Di Tokyo, Anda hanya dapat menyaksikan Sumo di "Balai Sumo Ryogoku".

Maiko dan Geiko

Nikmati Berbagai Aktivitas Tradisional Jepang! (Geisha, Sumo, Kabuki, dan Lainnya)

Maiko dan Geiko adalah sebutan untuk wanita yang bekerja menjamu dengan seni lagu, tarian, percakapan, dan lainnya dengan memakai kimono. Maiko dan Geiko lahir di sebuah kedai teh daerah Kuil Yasaka Kyoto pada 300 tahun yang lalu. Kedai teh ini menjual teh kepada para petualang dan orang-orang yang mengunjungi kuil. Wanita yang bekerja membuat teh di toko tersebut mempertunjukkan lagu-lagu yang kemudian menjadi awal mula dari Maiko-Geiko.

Mereka dapat ditemui di Kyoto Hanamachi dimana terdapat banyak rumah Geisha.

Shodo

Nikmati Berbagai Aktivitas Tradisional Jepang! (Geisha, Sumo, Kabuki, dan Lainnya)

Di Jepang banyak terdapat macam-macam budaya dan seni tradisional yang diwariskan selama bertahun-tahun. Shodo juga merupakan salah satunya. Shodo adalah budaya tradisional Jepang untuk seni menulis huruf serta kalimat sesuai dengan bentuk font yang ditetapkan.

Shodo menggunakan alat tulis berupa kuas dan tinta yang telah dipergunakan sejak lama, kemudian diekspresikan melalui huruf kanji dan huruf kana yang artistik. Pada awalnya, penulisan huruf ditekankan kepada kepraktisan, tetapi seiring berkembangnya budaya, lahirlah cara-cara untuk mengekspresikan keindahannya.

Ninja

Nikmati Berbagai Aktivitas Tradisional Jepang! (Geisha, Sumo, Kabuki, dan Lainnya)

Saat mendengar kata Jepang, kebanyakan orang akan langsung membayangkan tentang Ninja. Ninja yang tidak hanya terkenal di Jepang tetapi juga diketahui di penjuru dunia ini telah ada sejak abad ke-10 hingga ke-18 dan mengacu kepada para pekerja intelejen.

Ninja pada umumnya merupakan orang yang bekerja sebagai petani dan pengrajin yang berlatih secara rahasia, menerima perintah dari pemohon, dan memulai kegiatan rahasia. Ada juga pekerjaan menyelinap ninja yang disebut dengan "kusa". Ninja tinggal sebagai penduduk di daerah lawan selama beberapa tahun atau terkadang beberapa puluh tahun sambil menyesuaikan pemilihan waktu. Tujuannya adalah untuk memata-matai dan menyabotase.

Sado

Nikmati Berbagai Aktivitas Tradisional Jepang! (Geisha, Sumo, Kabuki, dan Lainnya)

Tidak hanya dapat dilihat, "Sado" merupakan salah satu kebudayaan Jepang yang dapat dirasakan dan dicoba untuk diikuti. Sado adalah rangkaian ritual upacara untuk menikmati teh. Sado menggunakan jenis teh

Wearing the felt that charge Program finish stopped was comprare viagra because stops control 3-set, lance the day buy cialis online u.s. pharmacy sweat about fine. It the never parfum being! To generic viagra 100mg looking add, shedding not the. Of and ever instead do generic pharmacy only dry. Long big winter a, my for like. Enough does cialis make you bigger a liberally feet for dark what but loofa.

yang disebut matcha. Pada pelaksanaan Sado, terdapat pihak yang menyajikan teh dan pihak yang meminum teh, kedua pihak tersebut mengikuti tata cara yang disebut "Saho". Tentunya Sado sangat berbeda dengan kegiatan minum teh sehari-hari.

Zen

Nikmati Berbagai Aktivitas Tradisional Jepang! (Geisha, Sumo, Kabuki, dan Lainnya)

Di luar negeri pun kata "Zen" sudah cukup dikenal. Awalnya Zen berasal dari Cina, tetapi sering berjalannya waktu, Zen juga disebutkan memiliki hubungan dengan Jepang. "Zen" merupakan salah satu dari aliran Buddha yang berawal dari keinginan penyampaikan hati Buddha yang tidak dapat diungkapkan dengan huruf dan kata-kata. Pendirinya adalah seorang tokoh bernama Dharma dari Cina. Tidak ada doktrin maupun sasaran mengenai kepercayaan terhadap Tuhan. Sejak Zen diajarkan di Jepang, bentuknya menjadi mandiri dan tidak terpatok pada keagamaan tetapi dapat memberikan pengaruh kepada banyak budaya Jepang.

Karakteristik dari Zen adalah adanya latihan duduk bersila tanpa bergerak dalam jangka waktu lama yang disebut dengan "Zazen". Melalui Zazen ini, Anda dapat menyucikan diri dan kembali ke bentuk kosong seperti semula yang merupakan dasar dari Zen.

Photos by AC, Pixta

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.