Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Istilah Bahasa Jepang

Istilah Bahasa Jepang "Omisoka"

2019.09.10 Simpan

Tanggal 31 Desember atau hari pergantian tahun di Jepang disebut dengan istilah "omisoka". Ada beberapa tradisi yang harus dilakukan pada saat omisoka untuk menyambut Tahun Baru. Apa sajakah itu? Yuk, simak artikel berikut untuk mengetahui lebih lanjut!

Diterjemahkan oleh Ulil Maulida Noviana

Ditulis oleh ニコ

LINE

Apa itu Omisoka?

Omisoka adalah istilah bahasa Jepang untuk menyebut hari pergantian tahun (setiap tahun tanggal 31 Desember).

Ada berbagai kebiasaan atau tradisi yang biasa dilakukan orang Jepang menjelang hari pergantian tahun. Wisatawan mancanegara pun dapat turut serta merasakan beberapa di antara tradisi khusus tersebut. Yuk, simak mengenai tradisi omisoka dan hal-hal menarik yang dapat dilakukan selama hari pergantian tahun di Jepang pada artikel berikut!

Istilah "Akhir Tahun" dalam Bahasa Jepang

日本のことば事典「大晦日」

Ada beberapa istilah dalam bahasa Jepang untuk menyebut akhir tahun.

Beberapa istilah yang umum dipakai adalah nenmatsu dan toshi no kure. Matsu dan kure berarti akhir atau selesai (nen dan toshi berarti tahun), jadi kedua frasa tersebut sama-sama memiliki makna akhir tahun.

Ada juga istilah toshi no se. Toshi no se mengandung makna waktu yang sibuk di bulan Desember. Pada pertengahan bulan Desember, orang-orang akan mengatakan "toshi no se semakin dekat". Sedangkan pada akhir bulan Desember, orang-orang akan mengatakan "toshi no se telah tiba".

Nah, sama seperti istilah-istilah di atas, omisoka juga merupakan istilah yang bermakna akhir tahun.

Omisoka: "Hari Persiapan" Menyambut Tahun Baru

【完成】日本のことば事典「大晦日」

Hari setelah omisoka (tanggal 1 Januari) disebut dengan istilah "shogatsu" atau Tahun Baru. Shogatsu dimaknai sebagai hari penyambutan Toshigami-sama, dewa yang akan melindungi rumah selama 1 tahun ke depan. Oleh karena itu, tanggal 31 Desember merupakan hari persiapan untuk menyambut Toshigami-sama yang akan berkunjung pada keesokan harinya.

Persiapan tersebut misalnya susuharai atau ritual bersih-bersih rumah di penghujung tahun, termasuk membersihkan rumah dari debu yang menumpuk selama 1 tahun. Ritual lainnya adalah menghias sisi kiri dan kanan pintu gerbang dengan kadomatsu, hiasan tahun baru dari pohon pinus, pohon yang dipercaya sebagai tempat tinggalnya dewa. Sebagai informasi tambahan, kadomatsu adalah penanda agar dewa dapat datang ke rumah tanpa tersesat.

Kemudian, ada juga shimenawa yang diletakkan di bagian atas pintu gerbang sebagai penunjuk tempat untuk menyambut Toshigami-sama. Selain itu, ada kagamimochi (hiasan tahun baru berbentuk mochi) yang diletakkan di atas kamidana (altar kecil di rumah Jepang untuk sembahyang) sebagai persembahan kepada Toshigami-sama. Jika Anda melewati rumah Jepang pada saat Tahun Baru, Anda dapat melihat dekorasi shogatsu tersebut.

Dekorasi kadomatsu dan shimenawa harus sudah selesai dipersiapkan pada tanggal 28 Desember. Konon, jika baru mempersiapkan dekorasi pada tanggal 29, 30, dan 31 Desember (menjelang hari pergantian tahun), maka akan membawa kemalangan pada tahun yang akan datang. Selain itu, kurang tulus rasanya jika mempersiapkan kehadiran Toshigami-sama hanya dalam semalam saja.

Semua persiapan harus sudah selesai dilakukan pada hari omisoka. Setelah itu, Anda pun dapat menunggu datangnya Tahun Baru dengan hati tenang. Begitulah tradisi untuk menghabiskan malam Tahun Baru di Jepang.

Informasi lebih lanjut mengenai shogatsu, silakan baca From Lucky Bags To Shrine Visits - Enjoy New Year The Japanese Way! (artikel berbahasa Inggris).

Rasakan Pengalaman Merayakan Tradisi Omisoka di Jepang!

日本のことば事典「大晦日」

Ritual Tahun Baru omisoka biasa diadakan di jinja (kuil ajaran Shinto) dan otera (kuil ajaran Buddha).

Di jinja (kuil Shinto), pada malam omisoka terdapat ritual "oharai" yang bertujuan untuk membersihkan keburukan selama setahun. Sedangkan dalam kepercayaan Buddha, lonceng joya no kane dibunyikan untuk menghilangkan 108 gangguan yang mengganggu hati dan tubuh manusia. Baik kuil Buddha maupun Shinto memiliki perbedaan masing-masing. Akan tetapi, biasanya para wisatawan dapat menyaksikan dan berpartisipasi dalam acara ini. Jadi, jika berkunjung ke Jepang pada malam pergantian tahun, pastikan Anda mampir ke jinja dan otera, ya!

Selain itu, ada juga perayaan hitung mundur Tahun Baru yang diadakan di pusat kota, seperti di Shibuya Scramble Crossing. Meskipun bukan perayaan tradisional, tetapi ini merupakan budaya pop yang sangat populer beberapa tahun terakhir di Jepang. Jadi, pastikan Anda mencobanya juga, ya!

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE