Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Festival dan Kegiatan Khas Musim Dingin di Jepang Bulan Desember-Februari (Update 2017-2018)
  • Festival dan Kegiatan Khas Musim Dingin di Jepang Bulan Desember-Februari (Update 2017-2018)

Festival dan Kegiatan Khas Musim Dingin di Jepang Bulan Desember-Februari (Update 2017-2018)

2016.01.20 Simpan

Berbagai acara khas musim dingin yang tidak boleh dilewatkan!

Diterjemahkan oleh Emmy

Ditulis oleh MATCHA

LINE

Musim dingin di Jepang berlangsung sekitar bulan Desember hingga bulan Februari. Negara Jepang terdiri dari pulau-pulau yang terbentang dari utara ke selatan. Oleh sebab itu, pada musim dingin cuaca di tiap daerahnya berbeda-beda. Contohnya daerah selatan dengan suhu yang hangat sedangkan daerah utara dengan tumpukan salju yang sangat tebal. Meskipun dalam suhu yang dingin, kita tetap bisa menikmati beberapa festival dan kegiatan-kegiatan unik pada musim dingin yang berlangsung dari akhir hingga awal tahun. Kali ini kami akan memperkenalkan beberapa festival dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada saat musim dingin kepada Anda.

Festival dan Kegiatan pada Bulan Desember

Omisoka

kotobaziten_soba_20151019b

Sumber foto: Istilah Bahasa Jepang "Toshikoshi Soba"

Di Jepang, hari terakhir di setiap bulan disebut Misoka, dan tanggal 31 Desember yang merupakan hari terakhir di setiap tahun disebut Omisoka. Setelah disibukkan dengan persiapan tahun baru, pada malam tahun baru kebanyakan orang Jepang akan beristirahat dan berkumpul bersama keluarga sambil menyantap “Toshikoshi soba”. Ini adalah salah satu cara orang Jepang menyambut tahun baru. Di tradisi ini, orang-orang Jepang biasanya berdoa agar selalu panjang umur seperti mie soba yang berbentuk panjang (hosoku nagaku).

Biasanya kegiatan Toshikoshi (pergantian tahun) diadakan di tiap kuil Shinto ataupun kuil Buddha. Di halaman kuil Shinto, kepala pendeta kuil akan menyalakan api sepanjang malam dan melakukan penyucian dosa (bagi hati dan pikiran yang dianggap dalam keadaan tidak suci). Kegiatan ini disebut "Ooharae".

除夜の鐘

Sedangkan di kuil Buddha, tepat pukul 00.00 para pendeta akan melakukan ritual membunyikan “Joya no Kane” (lonceng malam tahun baru) sebanyak 108 kali. Ada teori yang menyatakan angka 108 adalah angka yang menggambarkan 1 tahun. Ada pula teori yang menyatakan 108 adalah jumlah Bonnou (nafsu) (※1) yang dimiliki seorang manusia.

※1……Bonnou: kosakata dalam agama Buddha. Hasil perbuatan roh jahat yang mengganggu, menyakiti, serta mengotori hati dan pikiran manusia.

Namahage

なまはげ

Ada sebuah tradisi lokal yang dilaksanakan di Kota Oga, Kota Katagami, dan daerah lain yang ada di Prefektur Akita. Monster yang disebut “Namahage” akan berkeliling dan mendatangi rumah-rumah penduduk.

Monster ini sebenarnya adalah para pemuda setempat yang mengenakan kostum monster. Para pemuda ini memakai topeng monster besar, membawa pisau atau alat lainnya dan berpenampilan seram. Mereka akan mendatangi rumah-rumah penduduk untuk "membersihkan" rumah dari roh jahat sambil bertanya “Apakah di sini ada anak nakal?”
Kegiatan yang sama seperti ini juga tersebar luas dan dilaksanakan di daerah bersuhu dingin lainnya seperti Prefektur Aomori, Prefektur Iwate, Prefektur Niigata, dan Prefektur Ishikawa. Namun yang paling terkenal adalah kegiatan “Namahage” yang ada di Prefektur Akita.

Next PageSelanjutnya, festival dan acara bulan Januari-Februari
disable1 / 22
Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE