Due to COVID-19 outbreaks, certain facilities and establishments in Japan currently may be temporarily closed or have modified their operating hours. Please confirm directly with the facility before you go, and exercise appropriate caution during your visit.

Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

"Oku-Asakusa" Daerah Sekitar Kuil Senso-ji yang Tenang

Diterjemahkan oleh Fathia F.

Ditulis oleh chia

Tokyo 2020.01.28 Simpan

Tokyo dikenal akan penduduknya yang padat dengan hiruk pikuk keramaian. Namun, tahukah Anda ada lokasi di sekitar Senso-ji, Asakusa yang saking tenangnya membuat Anda bertanya-tanya; "Apakah ini benar-benar Tokyo?"

Tokyo, Dihuni Lebih Dari 14 Juta Warga

Tokyo memang memiliki daerah ketiga terkecil diantara 47 kota besar di Jepang, tetapi jumlah penduduknya padat dengan sekitar 14 juta warga. Tak hanya itu, pada tahun 2018 tercatat ada lebih dari 14 juta turis asing yang datang ke Tokyo, membuat daerah ini semakin padat dengan manusia. Apakah ada, ya, daerah di Tokyo yang tidak dipenuhi orang?

Ternyata ada, lho! Daerah itu adalah "Oku-Asakusa". Bahkan, daerah ini cukup dekat dari Kuil Senso-ji yang terkenal sebagai tujuan wisata!

"Oku-Asakusa", Daerah Utara Asakusa

奧淺草

Dalam bahasa Jepang "Oku" dan "Ura" bermakna "tempat yang tersembunyi, belakang". Daerah utara Asakusa tepat di belakang kuil yang dikenal luas oleh turis yaitu Kuil Senso-ji disebut juga sebagai "Oku-Asakusa", terkadang juga "Kannon-ura" yang berarti di belakang Dewi Kannon

千束通商店街

Kalau menurut peta daerah, daerah Oku-Asakusa adalah Asakusa 4-chome sampai Stasiun Minowa, Jalur Tokyo Metro Hibiya. "Senzoku-dori Shopping Street" adalah patokan Anda untuk sampai ke dalam area Oku-Asakusa. 

Mengapa Daerah Ini Sepi dan Tenang?

千束通商店街交叉口

Padahal di antara Senzoku-dori Shopping Street ada pertokoan dan perumahan warga, kenapa sepi sekali ya? Sampai membuat Anda bertanya-tanya, apakah barang dagangan toko di Oku-Asakusa akan dicuri kalau tidak ada penjaga tokonya?

奧淺草家具店

Kunci untuk menjawab pertanyaan ini ada pada struktur kota ala Jepang.

Kebanyakan toko yang berada di daerah ini masih mengikuti struktur kota Jepang klasik yang disebut dengan "Machiya", di mana bagian dalam rumah merupakan tempat tinggal tetapi bagian luar yang mencapai jalanan merupakan pertokoan dan displainya. Daerah Senzoku-dori Shopping Street sudah jauh lebih modern sekarang, tetapi dasar Machiya ini tetap ada. 

奧淺草花店

Pada struktur Machiya, tak hanya dibangun dengan satu lorong lurus, penjaga toko dapat melihat keseluruhan toko dari daerah terdalam bangunan. Hal ini menyebabkan penjaga toko dapat langsung menyambut jika ada pengunjung yang datang dan dapat memperhatikan dari di dalam toko ketika tidak ada pengunjung. 

奧淺草豬排店

Anda tidak dapat menebak apakah ada kursi kosong di dalam restoran yang ada di sini jika tidak masuk. Tidak hanya spanduk toko yang menutupi pintu masuk, kacanya tertutup karena buram dan membuat Anda tidak dapat mengintip apa yang ada di dalam restoran. 

奧淺草咖啡廳

Bagi turis memang aneh kalau ada restoran yang kondisinya tidak bisa dilihat dari luar, tetapi bagi warga sekitar, lebih nyaman jika dapat makan di restoran tanpa diperhatikan orang lain yang lewat.

Di Senzoku-dori Shopping Street banyak restoran dan toko yang seperti ini. Dari luar terlihat seperti sepi, dingin, dan tidak banyak orang, tetapi jika masuk ke dalam tokonya dapat terasa suasana yang hangat dan akrab, lho.

奧淺草飯糰宿六

Di antara toko yang ada di sini, ada pula toko yang sangat terkenal. Misalnya toko onigiri tertua di Tokyo, "Onigiri Asakusa Yadoroku". Wah, kok tidak ada yang mengantri?

Kok bisa, ya? Berikut adalah jawabannya.

奧淺草宿六

Saking terkenalnya, sampai laku keras dan kehabisan stok. 

奧淺草錢湯

Di sini juga ada pemandian umum yang terlihat sangat sepi. Padahal, di dalamnya ada orang.

奧淺草廢店

Tentu saja di antaranya ada toko yang benar-benar sudah tutup.

Jadi, Senzoku-dori Shopping Street bukannya tidak ada orang, tapi hanya tidak banyak orang yang berjalan-jalan di luar. 

Bukan Berarti Tidak Ada Orang

奧淺草茶店

Daerah ini sangat dekat dengan Kuil Senso-ji, tetapi ini bukan daerah wisata. Hanya saja, banyak warga lokal yang tinggal di sini. 

Orang daerah ini pasti akan keluar juga, misalnya ke restoran jika lapar dan belanja tisu ke supermarket ketika kehabisan di rumah. Mereka keluar jika memang butuh keluar. Jadi, tidak selalu setiap waktu ada orang di luar.

千束通商店街超市

Tentu saja warga akan berbondong-bondong keluar kalau ada yang menarik di daerah sekitar! Shopping Street akan mengumumkan acara dan diskonan khusus melalui speaker, dan warga sekitar juga sering bertukar informasi dengan cepat. Meskipun biasanya sepi, pasti ada kalanya ramai.

Ramai Ketika Ada Acara

奧淺草花魁道中

Bukan berarti turis tidak biasa datang ke Oku-Asakusa. Setiap tahunnya, ada berbagai acara yang sangat terkenal dan banyak didatangi turis. Salah satunya adalah "Oirandochu(※1)" pada bulan April.

※1:Oirandochu.... Acara dimana seorang Oiran atau wanita penghibur (yang memiliki kedudukan paling tinggi di Asakusa belakang) berdandan mewah dan berjalan iring-iringan sampai ke lokasi pelanggannya. Cara berjalannya sangat rumit dan membutuhkan waktu 3 tahun untuk mempelajarinya dengan benar. Tradisi ini dalam makna sesungguhnya sudah hilang pada akhir abad ke-18.

奧淺草酉之市

Pada malam di bulan November diadakan "Tori no Ichi(※2)" yang dikunjungi turis dari pagi sampai malam sehingga jalanan dipenuhi keramaian. 

※2:Tori no Ichi... Salah satu festival dari kepercayaan Shinto. Diawali dari acara mendoakan keselamatan tahun ini dan agar mendapat berkah di tahun depan, berbagai toko membuka berbagai stan di jalanan.

奧淺草一葉櫻

Selain ketika ada acara, tidak banyak orang yang berjalan-jalan di sekitarnya. Hal ini membuat Anda dapat menikmati bunga sakura mekar dengan damai (toko dengan suasana nyaman yang berada di jalanan ini bisa dikatakan sebagai 'markas rahasia' warga sekitar untuk melihat sakura).

Ringkasan

Senzoku-dori Shopping Street, Oku-Asakusa sangat sepi sampai Anda akan bertanya-tanya "Apakah ini benar-benar Tokyo?".

Padahal tidak cuma Oku-Asakusa yang seperti itu, ada berbagai daerah di Tokyo yang ditinggali banyak warga sekitar dan tidak terlalu sarat akan turis.

Bagi Anda mungkin lokasi ini cocok kalau tidak begitu menyukai suasana ramai secara seharian. Namun, bagi warga sekitar yang tinggal di sini, suasana yang tenang sudah menjadi keseharian dibandingkan dengan keramaian ketika festival. 

TOKYO Travel Guide

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait