Maruara, Produsen Makanan Laut Asal Minamisanriku yang Menerapkan SDGs!

article thumbnail image

Kota Minamisanriku di Prefektur Miyagi adalah kota yang kaya akan hasil lautnya, tetapi juga berfokus pada SDGs. Di artikel ini, MATCHA akan memperkenalkan Maruara, perusahaan produsen makanan laut lezat yang juga peduli terhadap SDGs.

2023.09.07

Minamisanriku, Kota yang Kaya akan Hasil Lautnya dan Berfokus pada SDGs

Demi mewujudkan pembangunan masa depan yang berkelanjutan, pada tahun 2015 PBB membuat agenda SDGs (Sustainable Development Goals).

Penerapan SDGs tersebut begitu terasa di setiap sudut Kota Minamisanriku, Prefektur Miyagi, yang populer akan kuliner seafood-nya.


Sejak dulu kala, Minamisanriku aktif dalam kegiatan budidaya tiram, kerang simping, rumput laut, ikan salmon, dan lainnya. Kota ini juga kaya akan tangkapan beragam ikan, seperti sauri dan makerel yang melimpah. Hasil tangkapan guritanya juga tak kalah populer sampai muncul anggapan "Peringkat teratas di wilayah barat adalah Kota Akashi (※1), sedangkan peringkat teratas di wilayah timur adalah Minamisanriku".

Namun, di balik itu semua, kota ini juga kaya akan vegetasi hutannya. Kota yang 77% bagiannya didominasi oleh hutan ini menjadi sumber aliran air bernutrisi yang mengalir ke Teluk Shizugawa sehingga menyuburkan plankton yang merupakan makanan untuk ikan.

南三陸

Kondisi Minamisanriku 5 bulan pasca gempa Photo by Pixta

Pada tahun 2011, Minamisanriku juga terkena dampak gempa besar Jepang Timur, di mana sekitar 60% kota ini mengalami kehancuran.

Demi bangkit dari tragedi bencana tersebut dan melangkah menuju masa depan, Minamisanriku sekarang berfokus pada SDGs.

Lalu, pada tahun 2016, kota ini menjadi kota pertama di dunia yang memperoleh dua sertifikasi internasional, yaitu FSC (Forest Stewardship Council) dan ASC (Aquaculture Stewardship Council). Selain itu, banyak inisiatif yang dilakukan untuk melindungi kekayaan alamnya yang menjadi sumber makanan laut yang lezat. Salah satunya dengan mendaftarkan Teluk Shizugawa ke dalam Konvensi Ramsar (The Convention on Wetlands of International Importance) yang bertujuan melindungi lingkungan lahan basah.

※1 Kota Akashi: Kota di Prefektur Hyogo yang merupakan tempat penangkapan gurita terbesar di Jepang

※ Artikel ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari artikel yang telah diterbitkan pada tahun 2021. Informasi produk yang diulas dalam artikel ini berdasarkan pada artikel tahun 2021 tersebut.

Baumkuchen Buatan Produsen Makanan Laut? Produk Unik dari Perusahaan Maruara

Menantang Industri Pengolahan Makanan Pasca Tragedi Gempa

南三陸

Maruara Co., Ltd merupakan salah satu perusahaan di Minamisanriku yang turut aktif menjalankan SDGs sambil terus memproduksi makanan laut yang begitu lezat.

Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1974 ini awalnya bergerak di bidang penjualan ikan grosir.

南三陸

Namun demikian, menurut penuturan Bapak Yoshinori Oikawa, "Kami sangat terpukul oleh gempa yang melanda. Menurunnya hasil penangkapan lokal membuat kami beralih ke industri pengolahan agar kami mampu menjaga kestabilan jumlah stok produk."

Menjadi Pemasok Untuk Restoran Berkelas di Tokyo

南三陸

Maruara memulai bisnis barunya dari nol, mulai dari proses pembuatan produk hingga pemasarannya.

Variasi produk yang tercipta lahir berkat perencanaan yang matang dan kekuatan teknis produksi perusahaan yang dianggap sebagai "budaya perusahaan yang berani akan tantangan". Hingga akhirnya, produk Maruara mampu meraih reputasi yang baik dan kini produk-produknya tersedia di berbagai swalayan di seluruh Jepang.

南三陸

Kemudian, untuk menghasilkan produk yang aman, terjamin, dan berkualitas tinggi, Maruara mendirikan pabrik laboratorium dengan peralatan canggih pada tahun 2018. Proses penelitian dan pengujian produk dilakukan di sini. Di tempat ini pula restoran-restoran ternama di Tokyo terkadang meminta bantuan Maruara untuk mengembangkan resep mereka.

Menuju Kota dengan Perkembangan yang Berkelanjutan

南三陸

Pada tahun 2017, Maruara membuka gerai penjualan langsung di kompleks komersial Hamare Utatsu. Produk terlarisnya adalah baumkuchen (kue khas Jerman berbentuk lingkaran seperti cincin).

Ketika ditanya mengapa perusahaan pengolahan makanan laut memproduksi baumkuchen, Bapak Oikawa menjawab, “Karena kami mengharapkan pasar yang stabil tanpa terpengaruh oleh jumlah tangkapan ikan. Walaupun produk olahan seafood dan kue khas negara barat adalah dua hal yang sangat berbeda, tetapi kami mencoba menggabungkan 'gebrakan' dan 'kualitas' dalam pembuatannya."

Beliau menambahkan, "Ini juga merupakan cara saya untuk meningkatkan kesadaran di masyarakat, agar masyarakat setempat bisa berpikir bahwa apa pun bisa tercipta di kota ini, tergantung ide kita."

南三陸

Picture Courtesy of Maruara

Di Kota Minamisanriku, perpindahan kaum muda ke luar daerah telah menjadi masalah yang cukup serius pasca terjadinya gempa. Dengan latar belakang ini, Maruara mempromosikan sejumlah inisiatif untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan sekalipun di luar koridor perusahaan pengolahan ikan pada umumnya.

南三陸

Hal serupa pun berlaku pada bisnis utama Maruara di bidang perikanan. Perusahaan ini terlibat dalam berbagai kegiatan SDGs, seperti mendaur ulang sampah cangkang kerang simping dari pabrik dengan memberikannya secara gratis kepada pengusaha budidaya perikanan untuk pembibitan tiram dan ascidian (tunikata). Kemudian, mengambil peran sebagai perwakilan dalam proyek-proyek yang berkaitan dengan konservasi lingkungan laut.

"Di Minamisanriku, para penduduknya bergerak maju sambil bergandengan tangan dan didasari oleh kecintaan masing-masing individu akan kota ini. Sepuluh tahun setelah gempa berlalu, kami akhirnya pulih dan mampu menghidupkan kembali suasana kota. Saya harap kami dapat terus saling membantu dan membuat kota ini jauh lebih hidup di masa mendatang," tutur bapak Oikawa.

Berbagai Produk Terbaik Maruara

Selanjutnya, MATCHA akan memperkenalkan beberapa produk terbaik dari Maruara.

Seri Hone Made Oishii dengan Kelezatan di Setiap Bagiannya

南三陸

Salah satu produk yang lahir di pabrik laboratorium Maruara adalah "Seri Hone Made Oishii (Lezat hingga ke Tulangnya)". Produk ini dibuat dari aneka ikan lokal, seperti ikan makerel saba, iwashi, dan lainnya, yang tersedia dalam varian rebus dan bakar.

Pada kesempatan kali ini, MATCHA mencicipi ikan makerel saba rebus yang dibumbui shoyu. Berkat teknik produksi yang unik, tekstur dagingnya menjadi padat dan kenyal, tetapi sangat empuk sehingga dapat dengan mudah dibelah dengan sumpit dan dimakan hingga ke tulangnya. Lalu, tidak adanya zat aditif dan pewarna buatan membuat produk ini terasa aman bagi tubuh saat dikonsumsi.

南三陸

Bapak Oikawa bercerita, “Suatu ketika saya bertemu seorang lansia yang merasa senang karena bisa kembali makan ikan lokal untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Saya berharap orang-orang yang menghindari makan ikan karena durinya dapat menikmati kelezatan produk kami ini."

Seri Hone Made Oishii (1 set makerel pasifik dan salmon koho bumbu garam): 1.600 yen (termasuk pajak)
Seri Hone Made Oishii (isi 4 jenis ikan dengan pilihan varian bumbu miso/mirin/shoyu): per varian 2.640 yen, atau 1.980 yen (isi 3 jenis ikan, termasuk pajak)
Seri Hone Made Oishii (3 jenis ikan halibut/ikan sarden/ikan sauri/ikan makerel): per varian 1.980 yen (termasuk pajak)

Takikomi Gohan no Moto

南三陸

Salah satu produk Maruara yang populer di toko swalayan adalah Seri Takikomi Gohan no Moto. Produk yang terdiri dari potogan daging tiram, gurita, dan kerang simping dari Minamisanriku ini dapat dimasak bersama dengan nasi menjadi takikomi gohan (nasi campur khas Jepang). Rasanya yang otentik mampu menyamai takikomi gohan yang biasa disajikan di ryotei (restoran tradisional Jepang berkelas).

Seri Takikomi Gohan no Moto (Tiram/salmon koho/kerang simping/gurita/tunikata/makerel pasifik): 1.080 yen (termasuk pajak)

Rumput Laut Wakame dan Mekabu

南三陸

Daerah Utatsu di Minamisanriku terkenal dengan produksi wakame yang berkualitas tinggi. Produk lainnya yang MATCHA rekomendasikan adalah rumput laut wakame bumbu garam dan mekabu beku. Habitatnya di laut lepas dan hantaman ombak besar membuat rumput laut ini memiliki tekstur yang padat.

Wakame bumbu garam (produksi Minamisanriku): 2.700 yen/1kg (termasuk pajak)
Mekabu beku (produksi Minamisanriku): 1.080 yen/500gx2 (termasuk pajak)

Produk Maruara Dapat Dibeli Online!

Selain produk-produk yang MATCHA perkenalkan di atas, Anda juga dapat menemukan beragam produk lainnya, seperti gratin dengan bahan dasar tiram, kerang simping, salmon, dan masih banyak lagi di toko online Maruara. Selengkapnya, silakan cek tautan berikut ini:
Toko online Maruara (Bahasa Jepang)

Mari Wisata Kuliner Seafood Segar di Minamisanriku Sun Sun Shopping Village!

南三陸

Minamisanriku Sun Sun Shopping Village merupakan tempat yang cocok didatangi bila Anda ingin berwisata kuliner dan mencari oleh-oleh.

南三陸

Konsep dari tempat ini adalah 'tempat perbelanjaan yang penuh dengan senyuman dan energi layaknya matahari yang bersinar terang'.

Bangunannya terbuat dari kayu cedar asal Minamisanriku. Lebih dari 20 toko, seperti restoran, toko ikan segar, toko pernak-pernik, dan lainnya ada di sini. Di tempat ini, Anda juga dapat menikmati barbekyu makanan laut sambil menikmati udara segar.

南三陸

Saat mengunjungi Minamisanriku, khususnya MATCHA begitu penasaran dengan kuliner populer khas daerah sini, yaitu "Minamisanriku Kirakira-don". Terdapat setidaknya enam restoran di Minamisanriku Sun Sun Shopping Village yang menyajikan menu nasi populer ini. Kali ini, MATCHA mencobanya di Shokuraku Shiosai dalam bentuk Akiuma Don yang hanya tersedia di musim gugur.

南三陸

MATCHA dibuat takjub saat menu ini dihidangkan! Semangkuk porsinya dihiasi dengan aneka hidangan laut, mulai dari gurita hingga salmon, serta aneka makanan laut musiman yang ditangkap di Teluk Shizugawa.

Tidak hanya tampilannya yang begitu indah, rasanya juga sangatlah lezat. Perpaduan dari hidangan laut segar seperti kerang simping yang padat dan kaya akan rasa umami di mulut, mekabu yang tebal dan renyah, serta salmon yang berlemak hanya dapat Anda cicipi di daerah Minamisanriku.

Menu Minamisanriku Kirakira-don dapat disajikan dengan bahan yang berbeda tergantung restoran dan musim yang berjalan. Saat berkunjung ke kota ini, Anda bisa mencicipi varian berbeda yang tersedia pada saat itu.


Pulau Areshima dan Patung Moai, Spot Wisata Wajib di Minamisanriku!

南三陸

Photo by Pixta
Pulau Areshima yang berada di Teluk Shizugawa merupakan simbol kota Minamisanriku. Pulau yang diselimuti hutan pepohonan tabunoki ini memancarkan aura misterius. Perlu diketahui bahwa hutan ini bersertifikasi internasional sehingga terdapat aturan mengenai jumlah orang yang boleh memasuki pulau per harinya, serta peralatan yang diperlukan untuk memasuki hutan. Selain itu, di dekat pulau ini terdapat pantai dan taman yang juga tak kalah menarik.

南三陸

Kemudian, spot wisata menarik lainnya adalah patung Moai yang terletak di tujuh lokasi berbeda, termasuk di Minamisanriku Sun Sun Shopping Village. Konon katanya, patung ini merupakan hadiah dari Pulau Paskah, Chili, sebagai simbol harapan pulihnya kota dari bencana yang dulu sempat melanda. Dalam bahasa Jepang, "moai" memiliki arti "hidup di masa depan". Patung moai seolah-olah melindungi Minamisanriku dalam tenang, yang terus berjuang demi masa depan yang berkelanjutan.

MATCHA berharap artikel ini dapat menarik minat pembaca sekalian untuk menikmati wisata alam dan kuliner di Kota Minamisanriku yang menerapkan agenda SDGs ini!


Main Image by Pixta
In cooperation with Maruara Oikawa
Sponsored by Reconstruction fishery processing industry market recovery promotion center

raw output

raw output

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.