Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan agar Tidak Salah Stasiun Pemberhentian

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan agar Tidak Salah Stasiun Pemberhentian

Tokyo 2016.05.09 Simpan

Kereta adalah sarana transportasi penting saat berwisata di Jepang. Walaupun banyak "penggemarnya", kereta di Jepang terkenal rumit karena beda jenis kereta maka berbeda pula jumlah tempat pemberhentian dan stasiun pemberhentiannya.

Diterjemahkan oleh DILA

Ditulis oleh Nishikawa Saki

LINE

Kereta adalah sarana transportasi penting saat berwisata di Jepang. Tarifnya lebih murah daripada taksi dan cara naiknya pun lebih mudah dibandingkan naik bus. Oleh karena itu transportasi masal ini paling banyak digunakan oleh orang Jepang maupun wisatawan asing.

Walaupun banyak "penggemarnya", kereta di Jepang terkenal rumit karena beda jenis kereta maka berbeda pula jumlah tempat pemberhentian dan stasiun pemberhentiannya. Selain itu, jumlah tempat pemberhentian dan stasiun pemberhentian kereta juga dipengaruhi oleh hari. Misalnya tempat pemberhentian kereta tertentu saat hari-hari kerja berbeda dengan hari libur. Orang Jepang sendiri pun merasa kewalahan terhadap hal ini.

Saat menggunakan transportasi kereta, banyak wisatawan asing yang tidak sengaja naik kereta cepat (rapid), mengeluhkan bahwa  kereta tersebut tidak berhenti di stasiun tujuan mereka. Kereta cepat tersebut ternyata berhenti di satu stasiun setelah stasiun tujuan mereka.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi pada Anda, kami akan memberikan informasi mengenai jenis-jenis kereta di Jepang.

1. Jenis-Jenis Kereta Milik Perusahaan Pemerintah Jepang (JR)

160112_0128-700x4661

Di Tokyo, kereta dikelola oleh beberapa perusahaan yang masing-masing memiliki aturan tersendiri.

JR (Japan Railway) adalah perusahaan kereta milik pemerintah Jepang. Perusahaan ini mengelola kereta dan jalur kereta dengan skala terbesar di Jepang. Anda mungkin akan sering menggunakan jasa kereta dari perusahaan ini saat berada di Jepang, jadi tidak ada salahnya mengingat jenis-jenis keretanya dari sekarang. Jenis kereta dapat kita ketahui dari papan pengumuman elektrik di peron, tulisan di badan kereta, dan lainnya.

Tiket Kereta Biasa

Kereta biasa (local): kereta ini berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya.

Kereta semi ekspres (semi express): kereta ini tidak berhenti di beberapa stasiun yang dilewatinya.

Kereta komuter ekspres (commuter express): kereta ini beroperasi di jam-jam ramai (pada pagi dan sore hari). Tidak berhenti di setiap stasiun. Jumlah stasiun pemberhentian stasiunnya lebih sedikit daripada kereta semi ekspres (semi express). Anda dapat menaiki kereta ini pada jalur tertentu, seperti Chuo Line, Keiba Line, Saikyo Line, dan lainnya.

Kereta cepat spesial (special rapid service): Tidak berhenti di setiap stasiun dan jumlah stasiun pemberhentiannya lebih sedikit daripada kereta komuter ekspres (commuter express). Kereta ini melewati jalur kereta Chuo Line, Seibu Line dan lainnya. Kereta cepat spesial ini memiliki beberapa jenis lagi yaitu kereta komuter cepat spesial (commuter special rapid service), kereta Chuo cepat spesial (Chuo special rapid service), dan kereta Oume cepat spesial (Oume special rapid service).

Tiket Kereta Biasa + Tarif Kereta Khusus

Kereta ekspres terbatas (limited express): Stasiun pemberhentiannya paling sedikit dibandingkan kereta-kereta yang kami jelaskan di atas. Selain itu, Anda perlu menambah biaya untuk membeli tiket kereta khusus bila ingin naik kereta ini.

2. Jenis Kereta Milik Perusahaan Swasta Jepang

4577858349_9b32ed34d7_b

Foto oleh Kentaro IEMOTO di Flickr

Kereta yang dikelola oleh perusahaan swasta Jepang pun tidak kalah beragam jenisnya. Mengetahui jenis kereta yang dikelola perusahaan swasta juga penting untuk efisiensi perjalanan wisata Anda.

Kereta biasa (local): kereta ini berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya. Dalam bahasa Jepang, kereta ini disebut dengan kereta 普通 (futsu) dan ada juga yang menyebutnya kereta 各駅停車 (kakueki teisha). Perlu Anda ingat, keduanya adalah jenis kereta yang sama.

Kereta semi ekspres, biasa ekspres (semi express, local express): kereta ini memiliki tempat pemberhentian lebih sedikit dari tempat pemberhentian kereta biasa (local) dan tempat pemberhentian yang lebih banyak daripada tempat pemberhentian kereta cepat (rapid).

Kereta cepat (rapid): kereta ini memiliki tempat pemberhentian lebih sedikit dari kereta semi ekspres, biasa ekspres (semi express, local express) dan tempat pemberhentian yang lebih banyak daripada kereta ekspres (express). Perlu diperhatikan bahwa ada pengecualian untuk banyak sedikitnya tempat pemberhentian. Anda dapat naik kereta ini dengan tiket kereta biasa.

Kereta ekspres (express): kereta ini memiliki tempat pemberhentian lebih sedikit daripada kereta cepat (rapid) dan tempat pemberhentian yang lebih banyak daripada kereta ekspres terbatas (limited express). Perlu diperhatikan bahwa ada pengecualian untuk banyak sedikitnya tempat pemberhentian. Untuk naik kereta ini, biasanya penumpang hanya perlu membeli tiket kereta biasa, namun ada beberapa jalur di mana penumpang harus membayar tarif tambahan untuk kereta ekspres.

Kereta ekspres terbatas (limited express): kereta ini memiliki tempat pemberhentian paling sedikit daripada jenis kereta yang disebutkan sebelumnya. Untuk naik kereta ini, biasanya penumpang hanya perlu membeli tiket kereta biasa, namun ada beberapa jalur di mana penumpang harus membayar tarif tambahan untuk kereta ekspres terbatas.

Secara singkat, inilah urutan kereta mulai dari yang paling sedikit stasiun pemberhentiannya: limited express -> express -> rapid -> semi express, local express -> local

Selain kereta-kereta di atas, pada jam-jam sibuk, kereta komuter cepat (commuter rapid) juga dioperasikan. Kemudian, pada hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional, kereta cepat khusus hari libur (holiday express) juga siap melayani para penumpang.

Jalur Kereta yang Perlu Diperhatikan

Yamanote Line

160112_0128-700x4661

Jalur Yamanote yang menghubungkan Shinjuku, Shibuya, dan Tokyo ini adalah jalur penting yang perlu diketahui wisatawan asing. Yamanote Line adalah jalur yang berbentuk lingkaran dan bersistem bolak-balik (kereta tidak berputar-putar, namun akan berbalik arah saat mencapai suatu titik pemberhentian). Jadi, Anda perlu memperhatikan arah kereta. Kereta yang berjalan di jalur ini memiliki arah rute ke dalam (uchimawari) dan putaran ke luar (sotomawari).

Arah rute ke dalam dimulai dari Shinjuku -> Shibuya -> Shinagawa -> Tokyo. Sedangkan arah rute ke luar dimulai dari Tokyo -> Shinagawa -> Shibuya -> Shinjuku.

Walaupun arah keretanya hanya berlawanan saja, Anda perlu mengingatnya untuk menghemat waktu perjalanan Anda.

Chuo Line

3553711726_7f4b57c13f_z

Foto oleh zenjiro di Flickr

Jalur kereta ini menghubungkan Tokyo, Shinjuku, Nakano, dan Kichijoji.

Tempat-tempat yang dihubungkan oleh Chuo Line adalah tempat-tempat yang paling dimininati untuk ditinggali orang Jepang. Anda bisa menggunakan kereta jalur ini ketika ingin pergi Kuil Kichijoji atau Taman Inokashira yang ada di dekat kuil tersebut.

Banyak yang mengira bahwa Stasiun Kichijoji adalah tempat pemberhentian semua jenis kereta, namun ternyata kereta ekspress terbatas (limited express) tidak berhenti di stasiun ini. Bila ingin turun di stasiun ini sebaiknya Anda naik kereta cepat (rapid).

Jalur kereta di Jepang memang rumit. Akan tetapi, bila kita mengetahui dan mempelajarinya dari sekarang, maka berwisata di Jepang pun pasti akan lebih hemat waktu. Cukup ingat jenis keretanya, kemudian nikmatilah berwisata di ibu kota Jepang tanpa takut salah naik kereta.

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE