Coronavirus (COVID-19) Advisory Information
Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Pemandangan Wakura yang tidak berubah sejak masa lalu ~Laut tenang seolah-olah waktu berhenti~

Pemandangan Wakura yang tidak berubah sejak masa lalu ~Laut tenang seolah-olah waktu berhenti~

Diterjemahkan oleh Dipta Mahatiyanto

Ditulis oleh OguraOsamu

Ishikawa 2015.03.14 Simpan

IMG_8897

Seperti halnya di belahan dunia manapun bahwa puisi telah ada sejak zaman lampau, di Jepang juga ada seperti puisi bernama "Waka" yang sudah ada sejak 1,200 tahun silam. Buku kumpulan Waka yang mewakili karya-karya tersebut adalah "Manyou-shu".  Buku kumpulan sajak tertua yang ada di Jepang. "Man" berarti banyak, "You" bearti kata-kata, "Shu" berti kumpulan. Terdapat lebih dari 4,500 karya dari berbagai orang dari berbagai kasta.

SONY DSC

Pemandangan Wakura yang tersisa dari sajak 1,200 tahun silam

Dalam sajak tersebut, salah satu bintangnya adalah Ootomo no Yakamochi. Ada 473 karya beliau yang dimuat dalam "Manyou-shu". Katanya, beliau jugalah yang membuat buku kumpulan Waka tersebut. Pada tahun 748, Yakamochi yang masih berumur 29 tahun datang dari Nara,masih merupakan ibukota pada saat itu, sebagai pejabat yang mengatur wilayah Wakura Onsen yang  di dalam Noto. Karena beliau menyukai puisi, tentu saja, banyak Waka yang juga masih tersisa di Noto. Salah satunya adalah sebagai berikut.

香島より(かしまより)熊来をさして(くまきをさして)漕ぐ船の(こぐふねの)楫取る間なく(かぢとるまなく)都し思ほゆ(みやこしおもほゆ)

                                                         

Kashima yori Kumaki wo sashite kogu fune no kajitoru manaku miyako shi omohoyu

SONY DSC

Karena di dalam "Manyou-shu" isinya kata-kata kuno, banyak juga orang Jepang sekarang yang tidak mengerti artinya. Menurut para peneliti, sajak tersebut bisa diartikan "Di kapal yang datang dari Kumaki ke Kashima, terus mendayung kapal tanpat istirat, tak henti-hentinya memikirkan ibukota".
Ditambah lagi, karena datang jauh-jauh dari ibukota saat itu yaitu Nara ke Noto, katanya juga merupakan sebuah sajak yang ditulis karena terpikir tentang sang kekasih yang masih ada di ibukota.

Perasaan laut tenang Wakura yang telah melahirkan puisi

manyoshu

Monumen Waka tertulis oleh Ootomo no Yakamochi, di Wakura Onsen

Latar dari puisi tersebut adalah Teluk Nanao. Kashima adalah kota pelabuhan yang dulu ada di Nanao-shi, Wakura Onsen. Merupakan puisi yang dipahat saat datang ke sebuah tempat bernama Kumaki yang merupakan kota di sampingnya saat itu. Mungkin saja pergi ke kota sebelah lebih enak lewat laut dari pada lewat jalan darat. Tetapi, itu bisa dimengerti saat memandang Teluk Nanao yang sekarang. Sangat tenang sekali lautnya. Dari awal, bukannya kalau lautnya tidak tenang, tidak akan bisa membuat puisi yang romantis kan?

Sebenarnya, karena di Teluk Nanao itu pintu masuk ke teluk dari lautnya sangat sempit, lautnya sulit terpengaruh oleh angin, jadi selama setahun penuh terasa tenang. Di Jepang yang dikelilingi lautpun, tempat ini adalah salah satu dari sedikit tempat yang lautnya tenang. Khususnya angin pagi adalah saat yang paling bagus. Permukaan laut seolah-olah cermin, kondisi angin dan ombaknya bagaiakan waktu yang berhenti. Benar-benar fantastis.

3

Betul, laut yang terbentang di depan Wakura Onsen, pemandangannya tidak berubah dari zaman ketika "Manyou-shu" dulu dibuat. Setelah zaman "Manyou-shu" pun, banyak pembuat puisi yang berkunjung ke Wakura Onsen, lalu membuat karyanya berdasarkan pemandangan ini. Silahkan, bagaimana kalau anda juga membuat puisi setelah melihat laut yang indah ini?

Dulu pajaknya teripang!?

Satu lagi, di daerah Wakura Onsen, ada yang tidak berubah sejak dulu. Hal itu adalah "teripang" yang bisa diambil di Teluk Nanao. Pada zaman Ootomo no Yakamochi, itu menjadi bahan makanan yang sangat penting untuk dipersembahkan pada keluarga kaisar. Bukan hanya itu, pada saai itu menjadi produk sebagai pajak yang sangat penting. Pastinya dulu Ootomo no Yakamochi juga memakannya.

4

Walaupun makhluk hidup ini penampilannya aneh, rasanya kriuk kriuk dan disajikan dalam masakan Jepang. "Iriko", teripang kering yang dibuat dengan mengeringkan teripang yang diasinkan, "Konowata", usus teripang yang diasinkan, ada juga indung telur yang dikeringkan "kuchiko". Meskipun agak asin, rasanya sangat enak. Sangat cocok dengan Sake Jepang, lalu jika minum sambil dimakan sedikit demi sedikit, anda akan berpikir bahwa di dalam botol sake tersebut adalah laut Nanao.

5

Teripang juga sangat terkenal di China. Dikenal sebagai bahan makanan kualitas tinggi, banyak yang membelinya di toko di Wakura Onsen. Kaget rasanya setelah tahu kalau selain itu ada pudding yang di pakai teripang kering, enak! Teripang itu memang bentuknya aneh, tapi rasanya enak. Silahkan pilih sebagai oleh-oleh dari Wakura Onsen!

Informasi

Kontak Wakura Onsen:Asosiasi Pariwisata Wakura Onsen
Alamat:Ishikawa-ken,Nanao-shi,Wakura-cho 2-13-1
No.telepon:0767-62-1555
E-mail:info@wakura.jp
Jam operasional:8:30〜17:30
Hari libur:tidak ada

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait