Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Istilah Lampu Tradisional Jepang: Toro, Andon, dan Chochin

Istilah Lampu Tradisional Jepang: Toro, Andon, dan Chochin

2019.06.19 Simpan

Sebelum ada listrik, Jepang menggunakan lilin dan obor sebagai penerangan. Pada masa itu, mereka memakai lentera tradisional yang disebut toro, andon, dan chochin. Simak ulasan MATCHA berikut untuk mengetahui lebih jauh mengenai ketiga istilah tersebut!

Diterjemahkan oleh Ulil Maulida Noviana

Ditulis oleh Hiromasa Uematsu

LINE

Sebelum ada gas dan listrik, masyarakat Jepang menggunakan lilin dan obor sebagai penerangan. Pada masa itu, mereka memakai alat penerangan yang dikenal dengan nama toro, andon, dan chochin.

Ketika wisatawan mancanegara berkunjung dan melihat pemandangan malam di Jepang, selain dari pencahayaan neon modern, ada juga pencahayaan lain dari lentera tradisional yang membuat mereka langsung berpikir, "Ini Jepang sekali!" Pada artikel kali ini, MATCHA akan menjelaskan perbedaan jenis dari masing-masing lentera tradisional Jepang yang mungkin belum diketahui oleh wisatawan mancanegara.

Toro

灯籠

Toro pada dasarnya berfungsi sebagai penerangan luar ruangan. Pada masa sekarang, Anda bisa melihatnya sebagai penerangan jalan. Toro memiliki arti "keranjang cahaya". Sesuai namanya, hal itu merujuk pada bagian tudung yang melingkupi sekeliling lentera sehingga nyala api tidak padam tertiup angin. Ragam bahan pembuatan toro antara lain kayu dan logam. Ada juga toro yang terbuat dari batu dan dikenal dengan istilah ishi doro (lentera batu). Ishi doro banyak ditemukan di kuil-kuil. Jika berkunjung ke kuil, pasti Anda akan dengan mudah melihatnya.

Next PageSelengkapnya tentang "Andon" dan "Chochin"
disable1 / 22
Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE