Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Mari Mengenal Wagashi, Camilan Manis Tradisional Jepang!

Mari Mengenal Wagashi, Camilan Manis Tradisional Jepang!

2019.07.26 Simpan

Di Jepang terdapat begitu banyak jenis wagashi yang menarik. Camilan yang lezat dan artistik ini tentunya sangat cocok dijadikan oleh-oleh. Baca artikel MATCHA berikut untuk mengetahui perbedaan dan keistimewaan semua oleh-oleh unik ini!

Diterjemahkan oleh kantitarina

Ditulis oleh ニコ

Apa Itu Wagashi?

Wagashi merupakan camilan manis yang biasa dikonsumsi sejak dahulu di Jepang dan dibuat dengan cara tradisional.

Di Jepang terdapat banyak variasi wagashi. Tidak hanya wagashi khusus untuk musim atau perayaan tertentu saja, setiap daerah bahkan memiliki variasi uniknya masing-masing.

Wagashi adalah makanan yang artistik. Tidak jarang, wagashi yang memiliki bentuk sedemikian rupa adalah untuk mengekspresikan keindahan alam atau musim. Terdengar sangat menarik, bukan? Kali ini, MATCHA akan memperkenalkan 6 wagashi terkenal yang tidak boleh dilewatkan ketika Anda berkunjung ke Jepang!

Beberapa Contoh Wagashi Populer

Monaka

Monaka adalah camilan dari tepung beras mochi (※1) yang dicampur dengan air, diuleni hingga tipis, dimasukkan ke dalam cetakan, lalu dipanggang. Setelah selesai dipanggang, kue itu pun langsung diisi dengan anko (pasta kacang merah). Bentuk monaka berbeda-beda tergantung tokonya, lho! Umumnya monaka memang dibentuk bulat, tetapi ada juga yang menjual monaka berbentuk karakter anime, kereta lokal, dan masih banyak lagi. Unik sekali, bukan?

Awalnya nama "monaka" merujuk pada sepasang kue tipis seperti kulit dengan isian anko di tengahnya. Akan tetapi, zaman sekarang kue tipis dengan isian berbeda pun tetap disebut sebagai monaka.

Jenis monaka yang paling populer saat ini adalah ice monaka, yaitu monaka dengan isian es krim vanila!

※1: Beras mochi..... Salah satu jenis beras di Jepang. Berubah menjadi mochi setelah ditumbuk.

Yatsuhashi

Yatsuhashi adalah camilan khas Kyoto yang terkenal dengan teksturnya yang unik dan aroma kayu manisnya yang khas.

Kebanyakan orang lebih familier dengan "nama yatsuhashi" (yatsuhashi mentah) yang teksturnya selembut daun telinga dan berisi anko. Akan tetapi, sebenarnya dulu yatsuhashi disajikan dengan cara dipanggang, lho!

Kini variasi rasa dan bentuk yatsuhashi pun semakin bertambah. Di berbagai tempat Anda bisa menemukan yatsuhashi berbentuk hewan, karakter tertentu, dan masih banyak lagi!

Artikel Terkait:

The Best Souvenirs From Kyoto - 7 Japanese Sweet Treats (bahasa Inggris)

Uiro

Meski uiro dikenal sebagai camilan khas Prefektur Aichi, tetapi sebenarnya resep uiro sendiri sudah beredar di seluruh Jepang sejak lebih dari 130 tahun lalu, lho!

Setelah dibukanya Shinkansen Tokaido pada tahun 1964, sebuah perusahaan asal Kota Nagoya di Prefektur Aichi mulai menjajakan uiro di atas shinkansen (kereta cepat). Sejak saat itulah uiro dikenal sebagai camilan khas Kota Nagoya.

Uiro dibuat dengan mencampurkan tepung beras biasa dan beras mochi dengan gula dan air hangat hingga menghasilkan tekstur kenyal. Adonan itu kemudian dituang ke cetakan lalu dimasak dengan cara dikukus. Rasa uiro sangat beragam, mulai dari matcha, kacang azuki, hingga diberi isian chestnut. Teksturnya yang kenyal dan rasa manisnya yang samar membuat camilan ini begitu populer di berbagai kalangan. Meski disebut camilan, uiro terasa cukup mengenyangkan karena terbuat dari tepung mochi.

Artikel Terkait:

6 Oleh-Oleh Camilan Unik dari Aichi

Dango

Dango adalah wagashi yang paling populer dan dekat di hati warga Jepang.

Saking dekatnya di hati warga Jepang, orang-orang sering meberikan julukan "dango" untuk benda-benda berbentuk bulat. Contohnya, di Jepang orang berhidung bulat sering dijuluki "berhidung dango". Selain itu, orang dengan model rambut berbentuk sanggul bulat juga dijuluki "kepala dango". Menarik, ya!

Tepung yang digunakan dalam pembuatan dango adalah tepung dari biji-bijian seperti beras. Tepung itu kemudian dicampur dengan air, dibentuk bulat, lalu dikukus atau direbus dengan air. Meski sangat simpel, rasanya bisa berbeda-beda tergantung bahan yang melapisi adonannya.

Ada begitu banyak cara untuk memberikan rasa pada dango, misalnya mencampur adonannya dengan gula atau menyajikannya dengan topping anko. Bahkan, ada juga dango yang dipanggang dengan bumbu shoyu untuk memberikan rasa asin, lho!

Dari semua varian yang ada, mitarashi dango-lah yang paling terkenal. Dango ini disajikan dengan saus kental yang terbuat dari shoyu dan gula. Kombinasi rasa asin dan manisnya sungguh memikat! Pada umumnya, dango dijual dalam bentuk setusuk sate yang berisi 3 hingga 4 bulatan dango. Itulah sebabnya dango sangat cocok untuk dinikmati dengan santai sambil jalan-jalan.

Kintsuba

Kintsuba adalah camilan dari selai kacang merah yang dikeraskan dengan agar-agar, kemudian dilapisi dengan campuran tepung terigu dan air. Setelah itu adonan itu pun dipanggang sebentar dengan minyak wijen.

Nama "kintsuba" berasal dari kata "tsuba" yang berarti perbatasan antara mata dan gagang pedang. Menurut penuturan orang Jepang, bentuk kintsuba memang mirip dengan tsuba!

Bila dibandingkan dengan wagashi isi anko lainnya, adonan kintsuba ini cenderung lebih tipis sehingga anko-nya pun terasa lebih kuat.

Selain kintsuba isi anko, ada juga imo kintsuba, yaitu kintsuba dengan isian ubi jalar, lho!

Manju

Wagashi terakhir yang akan MATCHA perkenalkan pada artikel ini adalah manju.

Awalnya, manju adalah sebutan untuk wagashi dari anko yang dilapisi adonan tepung terigu, kemudian dikukus. Banyak yang beranggapan bahwa manju merupakan variasi lain dari kue mantau yang berasal dari Tiongkok.

Pada masa sekarang, semua makanan dengan adonan kulit tebal dan memiliki isi di tengahnya juga bisa disebut sebagai manju. Cara pemberian namanya pun mudah, cukup beri tambahan kata "manju" di belakangnya saja!

Salah satu jenis manju yang populer di Jepang adalah mizu manju, yaitu manju yang terbuat dari tepung kuzu (sejenis ubi garut). Contoh lainnya adalah momiji manju, yaitu manju panggang dari Prefektur Hiroshima yang adonannya mengandung campuran gula dan telur. Selain kedua jenis manju tersebut, masih banyak manju unik lainnya dari berbagai daerah di seluruh penjuru Jepang, lho!

Artikel Terkait:

6 Camilan Oleh-Oleh dari Prefektur Hiroshima

Di Jepang, Anda akan menemukan banyak daerah dengan wagashi unik dan bersejarah. Bila Anda berlibur ke Jepang, jangan lupa untuk mencicipi wagashi khas berbagai daerah yang dicintai orang-orang sejak dulu, ya!

Artikel Terkait:

6 Camilan Oleh-Oleh dari Prefektur Hiroshima

The Best Souvenirs From Kyoto - 7 Japanese Sweet Treats (bahasa Inggris)

6 Oleh-Oleh Camilan Unik dari Aichi

5 Pilihan Belanja Oleh-Oleh di "Kanazawa Hyakubangai Shopping Center" Stasiun Kanazawa

5 Pilihan Oleh-Oleh yang Wajib Anda Bawa Pulang Saat Mengunjungi “Okage Yokocho”di Ise Jingu, Prefektur Mie

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait