Coronavirus (COVID-19) Advisory Information

Istilah Bahasa Jepang "Geta dan Zori"

Istilah Bahasa Jepang

Diterjemahkan oleh Rus Harminanti

Ditulis oleh ニコ

2017.09.10 Simpan

Geta dan Zori adalah alas kaki tradisional Jepang. Sebelum budaya Barat masuk, orang Jepang tidak memakai sepatu sehingga mereka biasa keluar mengenakan geta dan zori. Kali ini MATCHA akan menjelaskan kepada Anda mengenai geta dan zori.

"Geta" dan "Zori" adalah alas kaki tradisional Jepang. Sebelum budaya Barat masuk, orang Jepang tidak memakai sepatu sehingga mereka biasa keluar mengenakan geta dan zori. Saat ini, geta dan zori menjadi item penting saat sedang mengenakan kimono.

Kali ini MATCHA telah mengumpulkan berbagai informasi mengenai geta dan zori yang biasa dipakai saat mengenakan pakaian tradisional Jepang.

Apa itu Geta dan Zori?

Geta dan zori bentuknya hampir mirip, tetapi perbedaan utamanya terletak pada bagian bawahnya. Pada bagian bawah geta terdapat 2 bagian yang menonjol yang disebut 'gigi' yang akan bersentuhan langsung dengan tanah saat dipakai berjalan. Meskipun jarang, ada juga geta yang tidak memiliki 'gigi' atau tapak sepatu yang tebal, tetapi tetap disebut geta karena sama-sama terbuat dari kayu.

Di sisi lain, pada zori bagian bawahnya datar tanpa 'gigi'. Cara memakai keduanya juga sama. Di bagian atasnya terdapat pengait untuk tempat jari kaki yang disebut 'hanao' yang terbuat dari kain. Saat memakainya, hanao akan memisahkan antara ibu jari dengan jari lainnya. Jika Anda biasa memakai sandal pantai, nah cara memakai zori dan geta ini juga sama dengan saat memakai sandal, mudah kan?

Kapan Geta Biasa Dipakai?

Sebelum jalanan mulai diaspal, 'gigi' geta ini membantu berjalan dengan aman bahkan saat melewati jalanan berlumpur di hari hujan. Selain itu, sendal ini juga mencegah ujung kimono menjadi kotor. Pada zaman modern, geta biasanya dipakai saat sedang mengenakan yukata. Hal ini dianggap sebagai simbol dari festival musim panas maupun festival kembang api pada musim panas. Di area yang banyak onsennya, ada banyak tempat yang menyediakan peminjaman yukata orisinal dan geta. Karakteristik utama dari geta adalah suara 'karankoron' atau klik klok yang terdengar saat 'gigi' geta bersentuhan dengan batu atau beton. Pokkuri geta adalah geta tanpa 'gigi' yang tapaknya dibuat tebal dan biasa dipakai oleh Maiko maupun para gadis yang memadukan pakaian Minggu terbaik mereka untuk acara Sichi go San.

Kapan Zori Biasa Dipakai?

Zori biasa dipakai saat mengenakan pakaian kimono formal Jepang dan bagian permukaannya biasanya dilapisi kulit, kain, atau vinyl. Pada zaman dahulu, banyak orang memakai 'wara zori' (sendal zori) yang terbuat dari anyaman jerami. Sebelum desain sendal terkenal, pada masa itu para petani menganyam sendiri sendal di rumah yang disebut "waraji" dan biasa dipakai sebagai alas kaki saat bekerja.

Salah satu jenis waraji ini adalah "setta" yang umumnya digunakan oleh pria. Bentuknya persegi panjang dengan bagian tapak yang tipis. Saat memakai geta di hari bresalju, salju bisa tersangkut di bagian gigi dan membuat sulit untuk berjalan sehingga setta lebih umum digunakan pada saat tersebut. Oleh karena cara menggunakannya mudah, tahan lama, mudah dipakai dan dicopot membuat alas kaki ini populer digunakan di antara para pekerja maupun pengrajin.

Cara Memilih dan Memakai Geta dan Zori

Berikutnya MATCHA akan menginformasikan cara memilih geta atau zori saat Anda akan membeli untuk pertama kali.

Pertama-tama tentunya adalah memilih geta atau zori. Silakan memilih pola dan desain hanao yang disukai, paling gampang adalah dengan mencocokkannya dengan warna dan pola obi kimono atau yukata Anda. Untuk menghindari gesekan antara bagian atas kaki Anda dengan bagian tali yang menempel pada geta, pilihlah tali yang terbuat dari bahan tebal dengan lapisan yang halus bukan yang bergelombang dan tidak rata.

Selanjutnya memilih ukuran yang sesuai. Saat memakai pakaian formal tradisional Jepang diharuskan untuk memakai geta dengan bagian alas tumit lebih panjang sekitar 1 cm ke belakang. Jika ukuran sepatunya terlalu pas di kaki, ada kemungkinan bagian ujung tumit akan menginjak ujung kimono. Selain itu, bagian ujung kaki akan keluar sehingga sulit untuk berjalan. Saat pertama kali membeli, kami sarankan Anda untuk mencobanya dan memilih mana yang paling nyaman di kaki.

Setelah Anda membeli cobalah untuk menyesuaikan diri dengan hanao. Pertama-tama coba tekan-tekan bagian sekat antara jempol dengan jari kaki yang lain untuk melembutkannya. Bagian tali hanao kanan kiri yang terpisah tariklah perlahan ke arah depan dan sesuaikanlah dengan bentuk kaki Anda. Pada awalnya hanao geta memang keras jadi apabila Anda terlalu terburu-buru memakainya ada kemungkinan talinya akan terpuntir. Jika terpuntir geta akan tidak nyaman dipakai dan bisa menyebabkan ada pergeseran hanao juga. Selain itu, cobalah menaburkan serbuk bedak atau sabun di bagian antara jempol dan jari lainnya untuk memudahkan saat mengenakan geta dan mencegah hanao bergeser maupun menggesek kaki.

Jika hanao terlepas atau mengendor dari bagian alasnya ada kemungkinan hanao harus dipotong atau diganti, silakan bawa geta atau zori Anda ke toko khusus untuk diperbaiki atau diganti hanaonya. Harap diingat bahwa perbaikan tidak dapat dilakukan jika hanao terbuat dari karet atau bahan serupa, dan jika hanao dipasang secara permanen ke alas kaki. Geta dan zori dijual di toko khusus yang tentunya memiliki image mahal, tetapi di toko tersebut Anda bisa mencoba sebelum membeli serta menyediakan layanan memperbaiki hanao. Di balik itu semua, tentunya akan sangat menyenangkan apabila Anda bisa memiliki sepasang geta atau zori Anda sendiri. 

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait