Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

“Obon” di Jepang: Kembalinya Mereka ke Dunia Ini Selama 4 Hari

“Obon” di Jepang: Kembalinya Mereka ke Dunia Ini Selama 4 Hari

2016.08.14 Simpan

Obon merupakan acara yang diadakan saat musim panas di Jepang dalam rangka menghormati mendiang keluarga atau arwah leluhur. Lalu, apa saja kegiatan yang dilakukan saat Obon?

Diterjemahkan oleh Fanny Aleutia

Ditulis oleh Kazuki Tsuchido

LINE

Musim panas di Jepang. Terbayang pancaran terik sinar matahari dan suara serangga yang bergema di bawah gumpalan awan langit musim panas. Kemudian, di bawah paduan suara serangga, orang-orang berbondong-bondong pergi untuk berziarah.

Iya, ini adalah Obon, acara yang identik dengan musim panas.

Acara di Jepang untuk Mengenang Mendiang

Di Tokyo pada umumnya Obon diadakan dari tanggal 13-16 Juli. Akan tetapi, di daerah-daerah di Jepang diadakan pada tanggal 13-16 Agustus. Meskipun berbeda tergantung daerahnya, dipercaya bahwa arwah nenek moyang kembali ke dunia ini selama jangka waktu yang singkat tersebut.

Untuk itu berbagai macam persiapan dilakukan selama Obon agar para leluhur dapat ke dunia ini dengan lancar dan kembali lagi ke dunia sana dengan tenang.

12 Agustus: Persiapan Menyambut Para Leluhur

【夏】あの人がこの世に帰ってくる4日間。日本の「お盆」とは

Pertama-tama, sehari sebelum Obon dimulai, dibuat dekorasi yang terbuat dari timun dan terong yang ditusuk dengan sumpit kayu atau tusuk gigi. Dekorasi ini disebut dengan shoryo uma (kuda arwah).

Timun melambangkan “kuda untuk dikendarai mendiang agar segera datang ke dunia ini” dan terong melambangkan “sapi untuk dikendarai pelan-pelan kembali ke dunia sana”.

13 Agustus: Api Penyambutan “Mukaebi”

【夏】あの人がこの世に帰ってくる4日間。日本の「お盆」とは

Photo by iScene/scenic-scenery on Flickr

Pada tanggal 13, Obon dimulai dengan menumpuk tangkai rami yang disebut dengan ogara kemudian dibakar.

Dikatakan bahwa para leluhur bisa kembali ke dunia ini dengan bimbingan dari asap yang keluar dari api ini. Berkat asap ini para leluhur dapat tiba di rumah tanpa tersesat sehingga asap ini disebut-sebut berperan sebagai “penunjuk jalan”.

14-15 Agustus: Ziarah

Pada periode ini banyak orang yang pergi berziarah sekeluarga. Makam dibersihkan, diberi bunga, dupa, air, dan sebagainya sebagai persembahan untuk para leluhur.

Kemudian, keluarga atau kerabat berkumpul, makan-makan, dan menghabiskan waktu bersama. Ini adalah periode berharga di mana semua orang mengenang mendiang kerabat mereka dengan cara masing-masing.

16 Agustus: Api Pelepasan “Okuribi”

【夏】あの人がこの世に帰ってくる4日間。日本の「お盆」とは

Photo by detch on Flickr

Ini adalah hari Obon terakhir di mana harus berpisah dengan para leluhur sekali lagi. Sama seperti hari pertama, para leluhur diharapkan dapat kembali ke dunia sana dengan lancar dibimbing oleh asap dari ogara yang dibakar.

【夏】あの人がこの世に帰ってくる4日間。日本の「お盆」とは

Photo by masatoshi_ on Flickr

Festival Gozan no Okuribi di Kyoto yang meliputi Daimonji (huruf besar), Toriigata (bentuk torii), dan lain-lain itu pun diadakan pada musim ini setiap tahunnya. Api yang membara di langit malam musim panas menjadi ciri khas musim panas di Kyoto.

【夏】あの人がこの世に帰ってくる4日間。日本の「お盆」とは

Photo by MIKI Yoshihito on Flickr

Selain itu, di beberapa daerah juga terdapat tradisi Shoro Nagashi. Tradisi ini adalah salah satu kegiatan okuribi dengan mempersembahkan bunga atau persembahan lainnya yang dihanyutkan ke laut atau sungai untuk para roh.

Meskipun berpisah sekali lagi dengan para leluhur menimbulkan sedikit nuansa pilu, tampak pemandangan indah yang terasa ajaib.

【夏】あの人がこの世に帰ってくる4日間。日本の「お盆」とは

Photo by –Mark– on Flickr

Lalu, tentunya yang tidak bisa lepas dari Obon adalah tarian Bon Odori. Tarian ini adalah tarian penyambutan sebagai persembahan untuk para arwah yang kembali ke dunia ini. Akan tetapi, saat ini implikasi keagamaan seperti itu telah memudar dan tarian ini menjadi acara hiburan saja.

Penutup

Bila direnungkan kembali, Obon bisa dikatakan sebagai acara yang memilukan. Akan tetapi, melalui Obon kita dapat mengenang kembali orang yang berharga. Ingatan dan kenangan yang sampai sekarang terlupakan bisa muncul kembali, bukan?

Ditambah lagi pada saat Obon banyak anggota keluarga yang sudah terpisah-pisah berkumpul kembali. Festival Bon Odori yang diadakan di beberapa daerah pun menjadikan nuansa Obon di Jepang tidak hanya memilukan tapi juga meriah.

Mari menghormati yang telah mendahului kita dengan menjaga kenangan mereka agar tetap hidup di hati kita masing-masing.

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE