Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Kupas Tuntas Panduan Wisata Prefektur Nara!

Kupas Tuntas Panduan Wisata Prefektur Nara!

Nara 2019.06.18 Simpan

Kali ini MATCHA akan mengulik tentang wisata di Prefektur Nara. Mulai dari akses perjalanan, lokasi wisata terkenal, rute wisata, dan lain-lain akan dibahas dengan lengkap di artikel ini!

Diterjemahkan oleh Emmy

Ditulis oleh ニコ

LINE

Prefektur Nara

Prefektur Nara berbatasan langsung dengan daerah-daerah wisata, yaitu Prefektur Osaka dan Prefektur Kyoto. Meskipun Prefektur Nara masih kurang terkenal sebagai daerah wisata, ternyata prefektur ini memiliki sejarah yang lebih panjang jika dibandingan dengan dua prefektur tetangganya, lho!

Di Nara ada 2 kota besar yang pernah dijadikan sebagai ibu kota Jepang zaman dahulu, yaitu Fujiwara-kyo (dibangun pada tahun 694) dan Heijo-kyo (dibangun pada tahun 710). Saat Fujiwara-kyo menjadi ibu kota, kota ini berkembang sebagai titik akhir dari jalur perdagangan Silk Route yang kental dengan suasana internasional dan ada banyak bangunan yang menjadi peninggalan sejarah nasional.

Oleh sebab itulah, Nara memiliki cukup banyak tempat wisata bersejarah berupa kuil Buddha dan kuil Shinto yang patut untuk dikunjungi, seperti Daibutsu (patung Buddha raksasa), Kuil Horyuji yang merupakan bangunan kayu tertua di Jepang, dan tempat-tempat lainnya. Tidak sedikit bangunan atau lokasi yang juga terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, lho! Selain itu, banyak pula pengunjung yang datang ke Nara untuk melihat pameran Shosoin yang digelar setiap musim gugur. Dalam pameran tersebut, pengunjung bisa melihat barang-barang penting peninggalan zaman dulu yang dipamerkan secara bergantian tiap tahunnya.

Ada yang mengatakan, "Jika menggali tanah Nara pasti akan menemukan sesuatu". Hal ini karena masih ada banyak peninggalan kuno lain di Nara yang masih belum ditemukan hingga saat ini.

Pada artikel kali ini, MATCHA akan memperkenalkan berbagai tempat lokasi wisata di Nara yang penuh dengan suasana bersejarah dan juga alam yang indah. Yuk, simak selengkapnya di sini!

Daftar Isi:

1. Akses Menuju Pusat Kota Nara
2. Kondisi Transportasi di Nara
3. Panduan Area Nara
4. Pusat Informasi Wisata di Nara
5. 10 Lokasi Wisata Pilihan di Nara
6. Rekomendasi Rute Wisata di Nara
7. Festival dan Acara-Acara Menarik di Nara
8. 10 Pilihan Oleh-Oleh dari Nara
9. Berbelanja Seru di Nara
10. Fasilitas Penginapan
11. Kuliner Nara
12. Keadaan Cuaca Nara dan Pakaian yang Cocok saat Berkunjung ke Nara
13. Informasi Lain Seputar Nara

Akses Menuju Pusat Kota Nara

Berangkat dengan Bus atau Kereta dari Tokyo

Jika berangkat dari Tokyo dengan menggunakan kereta, pertama-tama Anda bisa naik kereta JR Tokaido Shinkansen Nozomi, Hikari, atau Kodama hingga Kyoto. Lama waktu perjalanan dan ongkos tiap kereta adalah sebagai berikut.

Nozomi: sekitar 2 jam 20 menit, biaya sekali jalan dengan regular reserved seat sebesar 13.910 yen.
Hikari: sekitar 2 jam 40 menit, biaya sekali jalan dengan regular reserved seat sebesar 13.600 yen.
Kodama: sekitar 4 jam, biaya sekali jalan dengan regular reserved seat sama dengan biaya Hikari. Jika menggunakan fasilitas tur Buratto Kodama dari JR Tokai Tours, biaya mulai dari 10.100 yen.

Untuk akses dari Kyoto menuju Nara, silakan baca panduan pada bagian "Berangkat dengan Bus atau Kereta dari Osaka dan Kyoto".

Jika berangkat dari Stasiun Tokyo atau Stasiun Shinjuku, Anda bisa menggunakan bus cepat atau bus malam sampai Stasiun JR Nara/Stasiun Kintetsu Nara. Waktu perjalanan sekitar 9 jam dan biaya sekali jalan yang diperlukan sekitar 4.000—9.500 yen tergantung hari keberangkatan. Bagi yang tidak mempunyai banyak waktu, Anda bisa menggunakan bus malam agar dapat beristirahat pada malam hari dan keesokan paginya Anda sudah sampai di tempat tujuan.

Informasi lebih lanjut bisa Anda baca di artikel "Cara Mudah Menuju Nara dari Tokyo dengan Kereta, Shinkansen, dan Bus".

Berangkat dengan Bus atau Kereta dari Osaka dan Kyoto

Dari Kyoto Menuju Nara

Untuk menuju Nara dari Kyoto, Anda bisa menggunakan kereta JR atau kereta Kintetsu. Jika tujuan Anda adalah Stasiun JR Nara, Anda bisa naik kereta JR Nara Line’s Miyakoji Rapid Service dengan waktu perjalanan sekitar 44 menit dan ongkos sebesar 710 yen. Sedangkan jika tujuan Anda adalah Stasiun Kintetsu Nara, Anda bisa naik kereta Kintentsu Express (waktu perjalan sekitar 50 menit, ongkos sebesar 610 yen) atau kereta Kintetsu Limited Express (waktu perjalanan sekitara 34 menit, ongkos sebesar 510 yen).

Hanya ada 2 keberangkatan untuk kereta perjalanan langsung (tanpa berhenti di stasiun lain). Jika tidak sempat naik kedua kereta tersebut, sebaiknya Anda naik kereta rapid tujuan Kashiharajingu-mae lalu transit di Stasiun Yamato-Saidaiji untuk menuju Nara. Anda harus ingat bahwa Stasiun JR Nara dan Stasiun Kintetsu Nara terletak di lokasi yang berbeda dan jarak antara keduanya adalah sekitar 15 menit dengan berjalan kaki. Jadi, pastikan terlebih dahulu lokasi wisata tujuan Anda dan pilihlah stasiun terdekatnya. Misalnya, jika ingin pergi ke Kuil Kofukuji, Taman Nara, atau Kuil Todaiji, sebaiknya Anda turun di Stasiun Kintetsu Nara. Namun, jika ingin berkunjung ke Kuil Horyuji, sebaiknya gunakan kereta JR Yamatoji Line dari Stasiun JR Nara.

Dari Osaka Menuju Nara

Untuk menuju Nara dari Osaka, Anda bisa menggunakan kereta JR atau naik kereta bawah tanah kemudian pindah menggunakan kereta Kintetsu. Jika menggunakan kereta JR, pertama-tama naiklah kereta JR Kyoto Line dari Stasiun JR Shin-Osaka menuju Stasiun Osaka, kemudian lanjutkan perjalanan dengan kereta JR Osaka Loop Line tujuan Nishikujo sampai Stasiun Shin-Imamiya. Setelah itu pindah ke kereta Yamatoji Rapid Service untuk menuju ke Stasiun JR Nara. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan ongkos sekali perjalanan sebesar 920 yen.

Selain cara di atas, Anda juga bisa menggunakan kereta JR Osaka Loop Line arah Kyobashi menuju Staisun Tsuruhashi. Kemudian di Stasiun Tsuruhasi pindah ke kereta rapid atau kereta ekspres tujuan Stasiun Kintetsu Nara. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dan ongkosnya sebesar 710 yen. Anda juga bisa naik kereta bawah tanah Midosuji Line dari Stasiun Shin-Osaka sampai ke Stasiun Osaka-Namba dan kemudian pindah ke Kintetsu Nara Line. Anda akan sampai di Nara dalam waktu 1 jam dengan biaya sebesar 840 yen.

Perlu diingat bahwa tidak ada bus yang berangkat dari Osaka ataupun Kyoto untuk menuju Nara. Jika ingin naik bus, Anda bisa naik bus malam yang berangkat dari Stasiun Osaka-Namba.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan cek artikel "Cara Mudah Menuju Nara dari Tokyo dengan Kereta, Shinkansen, dan Bus".

Kondisi Transportasi di Nara

・Kereta

Ada 2 perusahaan besar kereta yang beroperasi di Prefektur Nara. Jadi, sebaiknya pastikan terlebih dahulu jalur kereta mana yang paling praktis untuk menuju tempat wisata pilihan Anda.

Kereta JR

Perusahaan kereta JR menyediakan tiket Kansai 1 Day Pass yang dapat digunakan untuk naik kereta JR sepuasnya dalam satu hari di wilayah Kansai (Osaka, Kobe, Kyoto, Saga, Nara, Wakayama). Anda bisa membeli tiket ini di konter midori no madoguchi ataupun di mesin-mesin penjualan tiket hijau yang ada di stasiun-stasiun utama JR Jepang Barat dengan harga 3.600 yen untuk penumpang dewasa. Jika memperlihatkan tiket ini dan hikikae-ken (voucer untuk tukar tiket) di Stasiun Kintetsu Osaka Abenobashi atau Stasiun Kyoto, Anda bisa mendapatkan tiket pulang-pergi (termasuk tiket kereta limited express) untuk kereta tujuan area Yoshino dan Asuka. Bahkan dengan tiket tersebut Anda juga bisa menyewa sepeda Ekirin-kun sepuasnya dalam satu hari, lho! Wah, sepertinya seru sekali, bukan?

Kereta Kintetsu

Perusahaan kereta Kintetsu juga menyediakan tiket yang tidak kalah menarik, lho. Ada tiket Kintetsu Weekend Free Pass yang dapat digunakan untuk naik kereta sepuasnya selama 3 hari hari berturut-turut termasuk hari Sabtu dan Minggu. Selain itu, ada juga tiket Nara World Heritage Free Pass untuk naik kereta Kintetsu dan bus kota Nara sepuasnya di dalam area yang telah ditentukan. Nara World Heritage Free Pass sendiri memiliki 2 pilihan tiket, yaitu tiket untuk 1—2 hari di area Nara-Ikaruga dan tiket untuk 3 hari di area Nara-Ikaruga-Yoshino. Harga tiket Kintetsu Weekend Free Pass adalah sebesar 4.100 yen dan tiket Nara World Heritage Free Pass harganya mulai dari 1.500 yen (semua harga yang disebutkan adalah harga untuk penumpang dewasa).

Bagi Anda yang datang ke Nara lewat private railway ataupun kereta bawah tanah, tersedia juga tiket Nara/Ikaruga One Day Ticket dan tiket Ancient Roman Asuka Day-Trip Ticket yang dapat digunakan sebagai tiket kereta pulang-pergi menuju Nara serta tiket untuk naik kereta Kintetsu dan bus kota Nara sepuasnya dalam waktu 1 hari. Harga kedua tiket tersebut akan berubah tergantung stasiun keberangkatan. Oleh sebab itu, MATCHA sarankan untuk bertanya terlebih dahulu di konter midori no madoguchi yang ada di stasiun.

Stasiun yang menjual kedua tiket ini terbatas. Untuk informasi lebih lanjut, silakan cek di situs resmi Kinki Japan Railway (bahasa Inggris, Mandarin sederhana, Mandarin tradisional, Korea, Thailand).

・Bus

Selain bus kota, ada juga bus-bus spesial untuk menuju tempat-tempat wisata musiman yang beroperasi di Nara. Anda juga bisa naik Nara Park Gurutto Bus untuk berkeliling ke daerah-daerah wisata di dalam Kota Nara secara praktis hanya dengan biaya 100 yen, lho. Ada juga beberapa jenis tiket yang bisa Anda gunakan naik bus sepuasnya dalam satu hari di area-area yang telah ditentukan. Selain itu, dengan tiket-tiket tersebut Anda juga bisa mendapatkan potongan harga tiket masuk kuil-kuil dan juga produk di beberapa toko yang telah ditentukan. Berikut adalah jenis dan harga tiket 1-Day Pass yang tersedia.

Tiket 1-Day Pass: Nara Park/Nishinokyo Warisan Dunia (dewasa 500 yen)
Tiket 1-Day Pass Wide: Nara Park/Nishinokyo/Horyuji Warisan Dunia (dewasa 1.000 yen)
Tiket 2-Day Pass: Nara/Yamatoji (dewasa 1.500 yen)
Tiket Wan-Day Pass: Shotoku Taishi dan area sekitar (dewasa 500 yen)

Untuk informasi lengkap mengenai tiket-tiket di atas, Anda dapat bertanya langsung di loket tiket bus atau silakan cek situs resmi di bawah ini.

Situs resmi bahasa Jepang (bahasa Inggris, Mandarin sederhana, Mandarin tradisional, Korea)

・Sepeda

Selain bus dan kereta, Anda juga bisa berjalan-jalan santai dengan naik sepeda rental di Prefektur Nara. Ada beberapa tempat yang menyediakan sepeda rental di Nara. Salah satu yang terkenal di kalangan para wisatawan adalah layanan rental sepeda Taman Asuka Historical National Government Park di Desa Asukamura. Akhir-akhir ini sepeda listrik sering digunakan agar lebih mudah melewati tanjakan-tanjakan kecil. Selain itu, ada juga sepeda dengan kursi untuk anak-anak sehingga cocok bagi pengunjung yang membawa balita. Untuk anak-anak, disediakan pula sepeda rental yang dilengkapi dengan helm.

Harga sewa sepeda listrik adalah 1.500 yen/1 hari. Sedangkan harga sewa sepeda biasa adalah 900 yen/1 hari saat hari kerja dan 1.000 yen/1 hari untuk hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional. Ada petugas yang siap membantu jika terjadi kerusakan pada sepeda sewaan Anda. Anda juga bisa mengembalikan sepeda sewaan di tempat-tempat yang sudah disediakan. Namun, perlu diingat bahwa ada biaya tambahan sebesar 200 yen jika mengembalikan sepeda di tempat berbeda dengan tempat mengambil sepeda di awal.

Panduan Area Nara

①Area Nara

Taman Nara terkenal di kalangan para wisatawan karena di taman ini ada banyak rusa, yaitu hewan yang dianggap sebagai penyampai pesan dari dewa. Di wilayah ini juga ada kuil-kuil warisan dunia, seperti Kuil Todaiji, serta banyak juga bangunan bersejarah yang bisa Anda kunjungi. Selain itu, jika ingin merasakan suasana khas perkotaan di zaman Edo, jangan lupa untuk berkunjung ke Naramachi yang sarat akan sejarah Kota Nara. Anda juga bisa merasakan serunya berbelanja di distrik perbelanjaan tradisional maupun toko-toko yang ada di area Naramachi.

②Area Asuka-Kashihara

Di area yang terbentang di wilayah selatan Lembah Nara ini, selain ada Asuka Historical Park yang menyimpan peninggalan-peninggalan kuno, ada juga Gunung Amanokaguyama, Gunung Unebiyama, dan Gunung Miminashiyama (disebut juga sebagai Yamato Sanzan atau 3 Gunung di Yamato) yang ditulis dalam waka (puisi tradisional Jepang) pada abad ke 7—8. Ketiga gunung ini pun terdaftar sebagai tempat dengan pemandangan menakjubkan negara Jepang. Lokasi lain yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi adalah Jalan Yamanobe-no-Michi yang disebut sebagai jalan tertua di Jepang, Kuil Kashihara Jingu tempat disemayamkannya kaisar pertama Jepang, Kota Imai-cho dengan pemandangan kota khas zaman Edo, dan masih banyak lagi situs sejarah Jepang lainnya.

③Area Ikoma-Ikaruga

Gunung Ikoma terletak di bagian barat Prefektur Nara dan menjadi daerah perbatasan dengan Prefektur Osaka. Gunung ini terkenal sebagai latar tempat beberapa shinwa (mitologi Jepang) dan legenda, serta menjadi salah satu gunung yang disembah dan dicintai oleh masyarakat Nara sejak zaman dahulu.

Lalu, Ikaruga adalah wilayah yang memiliki hubungan erat dengan Umayado-no-Oji atau yang lebih dikenal sebagai Shotoku Taishi, salah seorang pemimpin politik hebat pada zamannya. Di wilayah ini ada banyak tempat-tempat yang berhubungan dengan Shotoku Taishi, seperti Kuil Horyuji.

④Area Yoshino

Area ini merupakan area pegunungan rimbun yang terbentang dari daerah tengah hingga ke selatan Prefektur Nara. Di sini ada banyak onsen (pemandian air panas alami) dengan air panas yang mengandung banyak mineral. Jika ingin menikmati suasana alam Nara, area ini bisa jadi salah satu destinasi wisata Anda. Anda dapat menikmati pemandangan yang berbeda-beda di tiap musim, seperti bunga sakura di musim semi, bunga ajisai (hydrangea) di musim panas, dedaunan kuning kemerahan di musim gugur, dan pemadangan salju di musim dingin.

Informasi selengkapnya bisa dicek di artikel「 世界遺産の町・奈良観光ガイド〜奈良・飛鳥・斑鳩・吉野などエリア紹介も〜

Pusat Informasi Wisata di Nara

Nara City Tourist Information Center

Pusat informasi ini terletak di perempatan jalan antara Jalan Yasuragi-no-Michi (jalan menuju stasiun Kintetsu Nara) dan Jalan Sanjo-dori (jalan menuju Stasiun JR Nara). Pada pukul 09.00 hingga pukul 19.00 akan ada staf yang bisa melayani dalam bahasa Inggris. Sedangkan untuk staf berbahasa Mandarin dan Korea akan melayani pengunjung mulai pukul 09.00 hingga pukul 15.30. Pusat informasi yang buka mulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00 ini juga dilengkapi dengan akses Free Wi-Fi, lho.

Alamat: 23-4 Kamisanjocho, Nara-shi, Nara-ken
Nomor telepon: 0742-22-3900

Nara City General Tourist Information Center

Bangunan bekas Stasiun JR Nara yang lama saat ini dijadikan sebagai pusat informasi pariwisata. Selain ada panduan dari staf berbahasa Mandarin selama jam buka, ada juga pojok internet untuk berselancar mencari informasi tentang pariwisata Nara. Pusat informasi ini buka mulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00.

Alamat: 1082 Sanjohonmachi, Nara-shi, Nara-ken, di sebelah timur laut Stasiun JR Nara
Nomor telepon: 0742-27-2223

Kintetsu Nara Station General Tourist Information Center

Pusat informasi pariwisata yang satu ini berada di lantai 1 gedung Stasiun Kintetsu Nara. Di sini Anda bisa mendapatkan peta wisata Kota Nara, selebaran, dan juga pamflet yang berhubungan dengan pariwisata di Nara. Pusat informasi ini buka mulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00 dan ada layanan panduan dalam bahasa Inggris.

Jangan ragu untuk bertanya langsung kepada para staf mengenai rekomendasi tempat-tempat wisata ataupun restoran-restoran yang menyajikan hidangan lezat khas Nara, ya!

Alamat: 29 Higashimuki Nakamachi, Nara-shi, Nara-ken, lantai 1 gedung Stasiun Kintetsu Nara
Nomor telepon: 0742-24-4858

10 Lokasi Wisata Pilihan di Nara

1. Kuil Todaiji

Kuil Todaiji adalah kuil Buddha yang dibangun pada abad ke-8 dan terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kuil ini terdiri dari beberapa bangunan, seperti Daibutsu-den (Hall of the Great Buddha) yang juga merupakan bangunan kayu terbesar di dunia, Hokke-do Hall dengan deretan pahatan yang menakjubkan, Nigatsu-do Hall yang menjadi tempat pelaksanan "omizutori" (water drawing) saat musim semi di Nara, dan beberapa bangunan lainnya. Anda juga bisa melihat pemandangan Kota Nara dari area bangunan Nigatsu-do Hall, lho. Saksikan langsung kemegahan patung Buddha raksasa di dalam Daibutsu-den dan juga patung Kongorikishi (dewa penjaga) yang ada di gerbang kuil selatan saat Anda berkunjung ke sini, ya!

Alamat: 406-1 Zoshicho, Nara-shi, Nara-ken

Artikel terkait:

奈良の絶景を独り占め 東大寺二月堂に行ってみよう!
時を超えて感じる仏の心 奈良「東大寺」の大仏殿に入ってみよう

2. Kuil Horyuji

Kuil Horyuji dibangun pada abad ke-7 dan terkenal sebagai bangunan kayu tertua di dunia. Kuil yang juga terdafatar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini terbagi menjadi 2 area kuil, yaitu Saiin Garan (area sekitar bangunan Goju-no-To atau pagoda 5 tingkat dan Kondo Hall) dan Toin Garan (area sekitar Yume-den Hall).

Kuil Horyuji: 1-1 Horyuji Sannai Ikaruga-cho, Ikoma-gun, Nara-ken

3. Taman Nara

Di dalam area Taman Nara yang sangat luas ini terdapat Kuil Todaiji, Kuil Kasuga Taisha, Kuil Kofukuji, dan Kuil Shosoin yang terdaftar sebagai kuil-kuil Warisan Budaya Dunia UNESCO. Tidak hanya itu saja, ada juga Ukimi-do Hall dan Taman Asajigahara yang memiliki pemandangan indah, serta tempat-tempat wisata lainnya, seperti Nara National Museum. Sepertinya 1 hari saja tidak akan cukup untuk berkeliling saking banyaknya tempat wisata di area Taman Nara ini. Di bagian timur Taman Nara dengan latar Gunung Wakakusayama, Anda juga bisa menemukan jalur untuk berjalan-jalan santai di hutan Kasugayama yang menjadi area sakral Kuil Kasuga Taisha.

Nah, bicara tentang Taman Nara tentu tidak akan terlepas dari kehadiran para rusa yang hidup di area taman. Jumlah rusa-rusa tersebut tenyata lebih dari 1.000 ekor, lho! Ada beberapa acara terkait dengan rusa yang terkenal di kalangan para wisatawan, seperti "shikayose", yaitu membunyikan terompet untuk menggiring rusa ke tepi jalan pada musim panas dan "tsunokiri", yaitu pemotongan tanduk rusa yang dilakukan pada musim gugur.

Alamat: 469 Zoshicho, Nara-shi, Nara-ken

4. Nishinokyo: Kuil Yakushiji dan Kuil Toshodaiji

Kuil Yakushiji adalah kuil Buddha yang dibangun pada abad ke-7 yang kemudian dipindahkan letaknya pada abad ke-8. Di dalam area kuil ini terdapat 8 bangunan, yaitu Kondo Hall, Daikodo Hall, Toto (pagoda timur) dan Saito (pagoda barat), serta bangunan-bangunan lainnya. Warna merah vermilion pada tiang bangunan dan bagian-bagian lainnya begitu menarik perhatian.

Hanya berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki ke arah utara dari Kuil Yakushiji, Anda akan sampai di Kuil Toshodaiji. Kuil Toshodaiji berawal dari sebuah kediaman seorang biksu dari China bernama Ganjin yang datang ke Jepang dan menghabiskan waktunya di Kuil Todaiji selama 5 tahun. Awalnya beliau menggunakan kediamannya sebagai tempat mengajar ajaran Buddha. Kemudian para pengikutnya mengumpulkan donasi untuk membangun Kodo (aula belajar) dan Kondo (aula utama) sementara.
Setelah Ganjin wafat, bangunan-bangunan lain seperti Kondo dan pagoda timur (hancur karena sambaran petir) pun mulai didirikan. Pada akhir abad ke-8 proses pembangunan selesai dan jadilah Kuil Toshodaiji seperti yang ada saat ini. Di antara bangunan-bangunan yang ada, bangunan Kondo (aula utama) ternyata masih menggunakan struktur bangunan awal dan menjadi salah satu bangunan yang berharga. Baik Kuil Yakushiji ataupun Kuil Toshodaiji ini terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, lho! Jangan lupa untuk datang ke sini saat sedang berlibur di Nara, ya!

Kuil Yakushiji: 457 Nishinokyocho, Nara-shi, Nara-ken

Kuil Toshodaiji: 13-46 Gojocho, Nara-shi, Nara-ken

5. Kuil Kasuga Taisha

Sejarah Kuil Kasuga Taisha dimulai dari kisah Tuan Fujiwara, orang yang mengadakan ritual agama untuk melindungi Heijo-kyo (ibu kota pada masa itu), mendatangkan dewa ke Gunung Mikasa yang dahulu dipercaya tidak dihuni oleh satu pun dewa-dewi. Alasan mengapa tiang bangunan berwarna merah vermilion, dinding putih, dan bentuk atapnya tidak berubah sejak zaman dahulu adalah adanya proses shikinen zotai, yaitu pembangunan kuil kembali secara keseluruhan setiap 20 tahun sekali. Kuil ini juga termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Koridor dan lampion gantung berwarna merah vermilion memberi kesan yang kuat bagi pengunjung. Untuk informasi lebih lanjut tentang Kuil Kasuga Taisha, silakan cek artikel Kuil Kasuga Taisha, Buka Area Terlarang Setelah 140 Tahun ini, ya!

Alamat: 160 Kasuganocho, Nara-shi, Nara-ken

6. Heijo-kyo, Peninggalan Pemerintahan Ibu Kota Zaman Dahulu

Peninggalan kastil dari pemerintahan ibu kota Jepang zaman dahulu telah direkonstruksi dan dapat Anda lihat di dalam area Heijo-kyo. Bangunan-bangunan yang direkonstruksi adalah Daigokuden Hall (State Council Hall), Gerbang Suzakumon, dan Taman Toin-teien. Selain itu, ada juga bangunan untuk menyimpan arsip-arsip tentang Heijo-kyo dan proses rekonstruksinya, yaitu Heijo Palace Site Museum dan Information Center for Reconstruction Project, serta Excavation Site Exhibition Hall. Anda bisa merasakan suasana zaman dahulu di situs yang juga terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini.

Alamat: Sakicho, Nara-shi, Nara-ken

7. Patung Miroku Bosatsu di Kuil Chuguji

Di Kuil Chuguji yang letaknya berdekatan dengan Kuil Horyuji ini terdapat patung Miroku Bosatsu yang terbuat dari kayu. Pantung berupa bodhisattva duduk dengan kaki kanan diletakkan di atas dengkul kiri dan tangan yang menyentuh pipi ini mengingatkan orang-orang pada patung "Si Pemikir"karya François-Auguste-René Rodin, hingga disebut juga sebagai "Penyair dari Timur". Lalu senyum yang terpahat di wajah sang patung pun dikenal sebagai "archaic smile" atau senyum khas zaman dahulu. Patung kayu yang dibuat dengan teknik pahatan unik ini juga disebut-sebut sebagai hasil karya pahatan kayu terbaik pada masanya.

Alamat: 1 Chome-1-2 Horyujikita, Ikarugacho, Ikoma-gun, Nara-ken

8. Gunung Yoshino

Gunung Yoshino terkenal sebagai salah satu spot terbaik untuk melihat bunga sakura mekar. Ada sekitar 30.000 batang pohon dari 200 jenis sakura yang akan mekar dengan indahnya di saat musim semi. Saking banyaknya pohon sakura yang ada, sampai-sampai muncul istilah "hitome senbon" yang artinya bisa melihat 1.000 pohon sakura dalam satu pandangan. Wah, pasti pemandangannya sangat menakjubkan, ya!

Nah, berdasarkan waktu mekar bunga sakura, Gunung Yoshino ini terbagi menjadi 4 area, yaitu shimosenbon (area bawah), nakasenbon (area tengah), kamisenbon (area atas), dan okusenbon (area dalam). Sakura akan mulai mekar dari area shimosenbon dan mulai naik hingga ke area okusenbon. Oleh sebab itulah, pemandangan sakura mekar di Gunung Yoshino bisa dinikmati dalam waktu yang cukup lama.

Saat musim panas, jangan lewatkan berbagai festival seru yang diadakan di wilayah ini, seperti kaerutobi gyoji (kompetisi lompat kodok), Festival Tanabata, dan Yoshino Cherry Lantern Festival. Lalu saat musim gugur, Anda bisa naik ropeway untuk melihat pemandangan khas musim gugur yang indah. Di musim dingin area sekitar Gunung Yoshino akan diselimuti salju. Pada tanggal 4 Februari selama Festival Setsubun di musim semi berlangsung, Anda bisa melihat oni (raksasa) yang berkeliaran di jalanan kota.

Alamat: Yoshinoyama, Yoshino-cho, Yoshino-gun, Nara-ken

9. Ishibutai Kofun

Ishibutai Kofun yang ada di Desa Asukamura ini adalah kofun (makam) yang pada awalnya berupa gundukan tanah. Namun, gundukan tanah tersebut hancur dan menyisakan pondasi kofun yang terbuat dari batu. Kofun yang ada di desa ini dipercayai sebagai makam Soga-no-Umako, salah seorang pemegang kekuasaan di Nara pada zaman dahulu. Bebatuan yang berjumlah sekitar 30 buah ini memiliki berat total sekitar 2.300 ton dengan berat batu yang menjadi atap kofun mencapai 77 ton, lho! Bisa Anda bayangkan bagaimana teknologi pembangunan dan transportasi pada masa itu berkembang dengan sangat pesatnya? Jika Anda berkunjung ke Asuka Historical Park, jangan lupa untuk datang dan melihat langsung kofun yang luar biasa ini, ya!

Alamat: 254 Shimasho, Asukamura, Takaichi-gun, Nara-ken

10. Naramachi

Naramachi yang berpusat pada area bekas bangunan Kuil Gangoji ini secara resmi dikenal sebagai Naramachi Urban Landscape Formation Area. Kuil Gangoji sebagai salah satu kuil yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini memiliki sebagian genteng yang masih berasal dari bangunan aslinya zaman dahulu dan disebut-sebut sebagai genteng tertua di Jepang.

Di Naramachi Koshi-no-ie house, pengunjung tidak hanya bisa melihat struktur rumah yang sempit dan memanjang saja, tetapi juga bisa merasakan suasana kehidupan pada zaman Edo di Nara. Selain itu, ada juga kafe, toko barang sehari-hari, serta beberapa studio kerajinan yang bisa Anda kunjungi untuk berbelanja dan mencoba berbagai kegiatan workshop.

Ketika berjalan-jalan di area Naramachi, Anda akan menemukan boneka berwarna merah tergantung di atap-atap rumah. Ini adalah boneka monyet merah dari Kuil Koshin-do di Naramachi yang dipercaya untuk menghalau musibah kebakaran.

Untuk informasi lengkap tentang tempat-tempat wisata di atas, silakan cek artikel "10 Top Places To Visit In Nara - Travel Guide To Japan's Ancient Capital" ini.

Naramachi Information Center: 21 Chuincho, Nara-shi, Nara-ken

Rekomendasi Rute Wisata di Nara

Selanjutnya MATCHA akan memperkenalkan rekomendasi rute wisata untuk perjalanan 2 hari di Nara. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Hari pertama: di pagi hari, Anda bisa berjalan-jalan di Taman Nara untuk mengunjungi Kuil Todaiji, Kuil Kasuga Taisha, dan Kuil Kofukuji. Setelah menyantap makan siang hidangan lokal Nara, Anda bisa pergi ke Kuil Gangoji kemudian dilanjutkan dengan pergi ke Naramachi. Di Naramachi, Anda bisa menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan santai sambil menikmati suasana perkotaan zaman dahulu.

Hari kedua: awali pagi hari Anda dengan mengunjungi Kuil Yakushiji dan Kuil Toshodaiji lalu dilanjutkan dengan pergi ke Heijo-kyo untuk merasakan suasana kejayaan Nara zaman dahulu. Setelah makan siang, Anda bisa pergi ke Kuil Horyuji dan Ishibutai kofun di Asuka. Anda juga bisa berkeliling di area peninggalan kuno ini dengan menggunakan sepeda rental.

Festival dan Acara-Acara Menarik di Nara

The Burning Of Mount Wakakusa

Acara ini dilaksanakan setiap hari Sabtu ke-4 di bulan Januari sebagai tanda datangnya musim semi. Para dewa dari Kuil Todaiji, Kuil Kasuga Taisha, dan Kuil kokufuji akan berkumpul, lalu Gunung Wakakusa akan dibakar dengan menyalakan 600 buah kembang api untuk mendoakan para arwah para leluhur serta memohon untuk kedamaian dunia dan dijauhkan dari musibah.

Lokasi acara: di dalam area Taman Nara, sekitar Gunung Wakakusa

Festival Kasuga

Festival besar di Kuil Kasuga Taisha dilaksanakan pada Hari Monyet dan disebut juga sebagai Festival Monyet. Pada tanggal 10 Maret, Pada tanggal 10 Maret, diadakan upacara tatsunotatesakaki, yaitu ditebangnya pohon sakaki (Cleyera japonica) yang ada di Gunung Kasugayama untuk membuat tiang pada torii atau gerbang kuil. Pada tanggal 11 Maret, dilakukan upacara Minoharae (ritual penyucian anggota festival) dan upacara Ushinomiki (ritual perayaan Dewa Tanah).

Di tanggal 12 Maret, dilakukan upacara Hitsujinosunaoki tau peletakkan kiyome-suna (tanah yang telah disucikan) di depan kuil. Setelah semua persiapan festival selesai, pada tanggal 13 Maret akan ada utusan dari kekaisaran yang membawa persembahan dari Kaisar Jepang. Kemudian kegiatan berdoa untuk meminta keamanan negara dan kesejahteraan rakyat pun dilaksanakan. Perlu diingat bahwa saat festival ini dilaksanakan, para pengunjung tidak diperbolehkan masuk dan berziarah ke Kuil Kasuga Taisha.

Festival Nara Tokae

Festival Nara Tokae diadakan selama 10 hari pada awal bulan Agustus setiap tahunnya. Saat festival berlangsung, Taman Nara akan dihiasi dengan lilin-lilin yang menjadi pemadangan khas musim panas di Nara.

Tokae adalah lilin berbentuk bunga yang terbuat dari sumbu dan nama tersebut dipercaya dapat membawa keberuntungan dalam ajaran agama Buddha. Pemandangan malam Nara yang diterangi cahaya lilin terasa begitu fantastis dan misterius.

Nara Daimoji Okuribi

Meskipun festival ini terkenal sebagai acara di Kyoto, tetapi sebenarnya Anda juga bisa melihat festival ini di Nara, lho. Pada tanggal 15 Agustus, orang-orang akan berkumpul untuk mendoakan para arwah para pejuang dan juga memohon kedamaian dunia lalu menyalakan api di Gunung Takamado. Hal yang menarik dari perayaan ini adalah digabungkannya ritual ajaran Shinto dan ajaran Buddha secara bersamaan. Huruf "大" (dai: besar) yang dipakai pada festival ini merepresentasikan alam semesta.

10 Pilihan Oleh-Oleh dari Nara

Ada beberapa camilan unik dari Nara, seperti kaki no hazushi (sushi daun kesemek), acar Narazuke, puding Daibutsu, kuzumoshi, dan lain-lain. Hanya saja, camilan-camilan tersebut tidaklah tahan lama sehingga kurang tepat untuk dijadikan oleh-oleh. Nah, kali ini MATCHA akan memberikan informasi tentang beberapa suvenir Nara yang tepat untuk Anda jadikan oleh-oleh saat pulang ke Indonesia.

1. Kukis Narazuke

Tidak hanya lezat, kukis yang mengandung irisan acar Narazuke ini juga baik bagi tubuh. Kandungan alkohol dari acar Narazuke telah menguap saat proses produksi dan yang tertinggal hanyalah rasa gurih dan lezat.

2. Deer Sable Cookies

Selanjutnya adalah kukis renyah dari toko Yokota Fukueido yang berbentuk seperti Nara shika (shika adalah bahasa Jepang untuk rusa). Bentuknya yang lucu menjadikannya suvenir yang digemari oleh para wisatawan.

3. Gojinka no Fun

Meskipun namanya memiliki arti "kotoran rusa", tetapi ternyata Gojinka no fun menjadi oleh-oleh khas Nara, lho. Ada 2 varian rasa yang bisa Anda pilih, yaitu kacang tanah dengan rasa shoyu (kecap asin Jepang) dan kacang berselimut coklat.

4. Permen Spesial dari Nara

Selain menyediakan camilan-camilan kuno, toko Zeitaku Mame Honpo juga menjual permen Kintaro (※1) yang berbentuk Daibutsu dan rusa.

※1 Pemen Kintaro: permen berbentuk tongkat yang jika dipotong akan terlihat gambar wajah di bagian penampangnya.

5. Ararezake

Harushika yang terkenal sebagai pabrik sake ini memproduksi mirin untuk minuman, kanbi sake yang merupakan minuman mewah pada zaman dahulu, dan juga minuman beralkohol buatan Jepang. Produk dari Harushika tidak meninggalkan rasa pekat di tenggorokan dan memiliki rasa manis yang sangat lezat. Jangan lupa mencoba produk-produk minuman dari Harushika ini, ya!

6. Shika Mikuji

Anda bisa membeli shika mikuji atau deer fortunes di Kuil Kasuga Taisha yang dibuat dengan cara ukir tradisional Nara, yaitu ittobori. Hasil ekspresi wajah rusa yang dihasilkan berbeda-beda karena dibuat satu per satu oleh para perajin. Yuk, coba cari ekspresi wajah rusa yang paling Anda suka di sini!

7. Kuas Makeup

Ada banyak orang yang datang untuk mencari alat tulis berkualitas tinggi, seperti tinta dan kuas dari kerajinan tradisional Nara. Akan tetapi, toko Akashiya mengembangkan teknologi tersebut dan membuat produk berupa kuas makeup dengan kualitas yang sangat mengesankan.

8. Nara Fukin

Nara fukin atau handuk kecil yang terbuat dari bahan katun ini memiliki gambar-gambar menarik khas pemandangan Nara, seperti rusa, Kuil Todaiji, lampion di Kuil Kasuga Taisha, dan lain-lain. Daya serap yang tinggi menjadikannya salah satu suvenir yang terkenal di kalangan wisatawan.

9. Suvenir Rusa

Gantungan kunci, pembatas buku, penjepit kertas, penyangga kartu, dan masih banyak lagi produk-produk lucu lain dengan motif maupun bentuk rusa.

10. Stempel Buddha

Meskipun ada banyak suvenir berupa patung Buddha, tetapi ada 1 barang yang unik di toko suvenir Nara National Museum. Di sini Anda bisa membeli stempel patung Buddha yang lucu dan khas gaya Jepang.

Berbelanja Seru di Nara

Stasiun JR Nara: VIERA

Viera yang terletak di bagian atas Stasiun JR Nara ini terdiri dari 22 buah toko, seperti Nara Miyakoji dan Nara Meihan yang menyediakan suvenir dan jajanan khas Nara. Tentunya ini bisa menjadi tempat yang cocok untuk Anda mencari oleh-oleh, bukan?

Stasiun Kintetsu Nara: Time’s Place Nara

Time’s Place yang terletak di dalam bangunan Stasiun Kintetsu Nara juga tempat yang asyik untuk berbelanja. Di sini terdapat 14 buah toko, seperti GOTO-CHI yang menjual kaki no hazushi dan jajanan tradisional lainnya.

Fasilitas Penginapan

Banyak wisatawan yang datang ke Nara tanpa menginap. Namun, jika Anda punya rencana menginap saat berlibur di Nara, MATCHA akan berikan informasi mengenai fasilitas penginapan di Nara.

Super Hotel Lohas Nara adalah hotel yang terhubung langsung dengan Stasiun JR Nara menggunakan dek. Meskipun biaya sewa yang ditawarkan adalah kurang dari 10.000 yen per malam, tetapi harga tersebut sudah termasuk fasilitas berendam air panas di onsen Asuka-no-Yu dan juga sarapan gratis. Selain berada di lokasi yang strategis, hotel yang baru dibuka ini juga masih sangat bersih.

Selain itu, ada juga Hotel Nikko Nara yang juga terhubung langsung dengan Stasiun JR Nara. Hotel bintang 4 ini menawarkan biaya sewa mulai dari 12.000 yen per malam.

Bagi Anda yang ingin mencari penginapan dengan biaya yang lebih ramah di kantong, MATCHA merekomendasikan Nara Guest House 3F atau Guest House Iki yang dekat dengan Stasiun Kintetsu Nara. Anda juga bisa menginap di Machiya Guest House Naramachi, yaitu penginapan di area Naramachi.

MATCHA merekomendasikan Ryori Ryokan Edosan untuk Anda yang ingin merasakan suasana spesial di Nara. Penginapan tradisional Jepang yang berada di dalam area Taman Nara ini terdiri dari 5 bangunan terpisah bergaya sukiya (ruang minum teh), yang berarti hanya ada 5 kamar yang tersedia di penginapan ini. Untuk biaya sewa per malam dengan dilengkapi 2 kali layanan makan adalah mulai dari 20.000 yen per orang.

Pilihan fasilitas penginapan di Nara yang lain pun masih ada. Misalnya saja Nara Hotel dan Nobori Oji Hotel yang merupakan hotel bintang 4 dan terkenal di kalangan wisatawan yang datang ke Nara.

Ada juga Yanaseya, di mana Anda bisa menginap sambil merasakan suasana khas rumah tradisional machiya. Untuk informasi lebih lanjut, silakan cek artikel tentang Yanaseya.

Kuliner Nara

Ada banyak kuliner lokal khas Nara yang bisa Anda cicipi ketika berkunjung ke Nara. Beberapa rekomendasi kuliner Nara bisa Anda simak di bawah ini.

Acar Narazuke

Acar Narazuke terbuat dari melon putih, timun, jahe, dan sayuran lainnya yang diacar dengan garam lalu diacar dengan sake kasu (ampas sake) secara berulang kali. Menurut sejarah, acar Narazuke ini sudah ada bahkan sejak abad ke-8. Untuk membuat acar ini dibutuhkan waktu selama 3-17 tahun, lho! Alkohol yang terkandung dalam acar Narazuke membuatnya memiliki rasa yang berbeda dengan acar dari daerah lain.

Bubur Nasi Chagayu

Bubur nasi chagayu adalah salah satu kuliner tradisional Nara yang terbuat dari beras yang dimasak bersama dengan bubuk teh. Bubur nasi ini sudah ada sejak 1200 tahun yang lalu sebagai hidangan untuk para biksu. Ciri khas bubur nasi chagayu ini adalah kandungan airnya yang banyak sehingga dapat dimakan dengan mudah.

Kaki no Hazushi

Wilayah Nara yang dikelilingi dengan pegunungan membuat sistem transportasi dan teknologi penyimpanan makan beku belum terlalu berkembang pada zaman dahulu sehingga hasil laut dan garam merupakan produk yang sangat berharga. Menurut sejarah, dahulu ada hidangan yang terbuat dari irisan tipis ikan makarel asin dan nasi kemudian dibungkus daun kesemek dan ditumpuk batu berat. Hidangan yang biasa disajikan saat festival musim panas inilah yang menjadi cikal bakal kaki no hazushi atau sushi daun kesemek. Saat ini, tidak hanya ikan makarel, tetapi juga ikan tuna, ikan kakap, belut anago, udang, dan hasil laut lainnya juga dijadikan sebagai isiannya. Disajikan dalam ukurannya satu suapan dan dibungkus satu per satu dengan daun kesemek membuatnya mudah untuk dimakan.

Silakan cek artikel "Kaki no Hazushi", Sushi Unik Berbalut Daun Khas Prefektur Nara untuk informasi lebih detail dengan hidangan ini.

Keadaan Cuaca Nara dan Pakaian yang Cocok saat Berkunjung ke Nara

Wilayah Nara bagian utara merupakan daerah lembah sehingga akan terasa panas dan lembab saat musim panas dan suhu akan menjadi sangat dingin saat musim dingin. Akan tetapi, volume salju yang turun tidak terlalu banyak. Suhu akan terasa sejuk dan nyaman saat musim semi dan musim gugur. Pastikan untuk melakukan persiapan yang cukup jika datang ke Nara pada musim panas dan musim dingin, ya.

Selain itu, di daerah pegunungan suhu akan menjadi lebih dingin lagi saat musim dingin. Bahkan jika berencana untuk melihat bunga sakura di wilayah Gunung Yoshino saat musim semi pun Anda perlu persiapan yang cukup. Jadi, jangan lupa gunakan pakaian dan juga perlengkapan lain yang diperlukan untuk menjaga tubuh tetap hangat.

Informasi Lain Seputar Nara

Untuk penukaran mata uang asing di Jepang, gunakan konter money changer dan mesin 7-Eleven ATM.

4 Money Changer di Jepang!

Kehabisan uang tunai? Gunakan ATM bertanda Plus untuk mengambil uang tunai dengan mudah.

ATM dengan Tanda PLUS Ada di Sini Lho!

Beberapa frasa bahasa Jepang sederhana yang berguna saat menginap di hotel.

10 Ungkapan yang Berguna Saat Menginap di Hotel di Jepang

"Japan Connected Wi-Fi", akses Wi-Fi gratis yang dapat digunakan oleh wisatawan asing saat berada di Jepang. Jangan lupa unduh aplikasinya terlebih dahulu.

Info Tentang Japan Connected-free Wi-Fi dan Tempat dengan Fasilitas Wi-Fi Gratis di Jepang
Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE