Coronavirus (COVID-19) Advisory Information

Nikmati Festival-festival Musim Panas Jepang dari Juni sampai Agustus!

Nikmati Festival-festival Musim Panas Jepang dari Juni sampai Agustus!

Diterjemahkan oleh Yulia Kurniasih

Ditulis oleh MATCHA

2017.07.10 Simpan

Musim panas di Jepang identik dengan berbagai macam festival dan acara-acara menarik lainnya. Bagaimana keseruannya? Apakah ada hal lainnya? Ayo kita saksikan!

Musim panas di Jepang disebut-sebut semakin panas dari tahun ke tahunnya, meskipun begitu fakta bahwa ada banyak sekali kegiatan menyenangkan di musim panas sama sekali tidak berubah. Inilah awal kesenangan musim panas dimana Yama-biraki atau ritual agama Shinto akan diadakan pada tanggal 1 Juli, saat itu pegunungan (termasuk Gunung Fuji) dibuka untuk umum dalam waktu terbatas. Ayo coba festival-festival dan acara menarik lainnya ditengah panasnya musim dari Juni sampai Agustus!

Festival dan Acara pada Bulan Juni

Memasuki Musim Hujan

Nikmati Festival-festival Musim Panas Jepang dari Juni sampai Agustus!

Pada tanggal 10 Juni setiap tahunnya merupakan waktu matangnya buah prem Jepang dan di waktu ini pula hujan turun terus menerus sehingga dikenal sebagai tsuyu-iri atau musim penghujan. Satu bulan ke depan dari poin ini mengacu kepada musim panas sekaligus penghujan.

Banyak orang yang beranggapan musim tsuyu-iri ini tidak cocok untuk melakukan perjalanan, tapi ada kalanya pada musim ini sinar matahari mengintip yang disebut tsuyu-bare. Ada tahun-tahun yang memiliki curah hujan sangat sedikit, yang disebut kara-tsuyu, lalu ada juga hari-hari di mana hawa dinginnya tidak biasa yang disebut tsuyu-zamu. Sebaiknya pastikan Anda mengecek ramalan cuaca sebelum bepergian.

Festival dan Acara di Bulan Juli

Tanabata

Tanabata menjadi salah satu acara yang unik di Jepang. Acara ini merupakan perpaduan antara acara kekaisaran dan legenda bintang dari Cina. Acara ini didasari oleh legenda romantis di mana sepasang suami istri, yaitu Hikoboshi dan Orihime (※1), dipisahkan oleh Dewa dan diizinkan bertemu hanya sekali dalam setahun, yaitu pada tanggal 7 Juli dengan menyeberangi Milky Way (※2) (Bimasakti) di langit.

Nikmati Festival-festival Musim Panas Jepang dari Juni sampai Agustus!

Sumber: Tanabata at Kifune Shrine, Kyōto - The Star Festival Illuminations

Di rumah, banyak orang yang menggantungkan dekorasi dan potongan-potongan kertas yang bertuliskan berbagai permohonan pada sebatang bambu. Mereka lalu memandang langit yang penuh bintang sambil berharap permohonannya terkabul.

Nikmati Festival-festival Musim Panas Jepang dari Juni sampai Agustus!

Festival-festival Tanabata diadakan di banyak tempat di Jepang pada awal Juli atau Agustus, tergantung wilayahnya. Festival Tanabata ini termasuk Festival Sendai Tanabata (diadakan bulan Agustus di Perfektur Miyagi) yang dikenal memiliki dekorasi yang sangat indah, lalu juga ada Festival Tanabata Edoro (diadakan bulan Agustus di Perfektur Akita) dimana terdapat ratusan lukisan ukiyo-e (lukisan dari ukiran kayu atau teknik cukil kayu) dan lukisan warna-warni wanita cantik menghiasi langit malam.

(※1) Hikoboshi dan Orihime - Hikoboshi mengacu pada bintang Altair dan Orihime mengacu pada bintang Vega, di mana saat terhubung, akan ada bintang ketiga yang bergabung dengan mereka yaitu Deneb, gabungan ini akan mencipatakan “Segitiga Besar Musim Panas”
(※2) Milky Way (Bimasakti) – Rangakaian dari banyak sekali bintang yang membentuk semacam sabuk di langit malam yang cerah dan dapat terlihat sangat jelas di Jepang dari musim panas sampai musim gugur.

Festival Gion

Festival Gion merupakan festival tradisional di Kuil Yasaka (wilayah Higashiyama, Kyoto) yang telah diadakan sejak abad ke-9. Festival ini diadakan selama satu bulan yang dimulai pada tanggal 1 Juli setiap tahunnya dan dikenal sebagai festival yang menjadi ciri khas Jepang.

Nikmati Festival-festival Musim Panas Jepang dari Juni sampai Agustus!

Sumber: Gion Matsuri, Kyōto - Enjoy The Floats And Rhythm Of A Great Festival

Ciri istimewa dari festival ini adalah Yamaboko-Junko (perjalanan festival apung) yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda. Terdapat 2 prosesi yang diadakan terpisah yaitu, Saki-matsuri pada tanggal 17 dan Ato-matsuri pada tanggal 24, dimana 23 yamaboko diarak keliling kota Kyoto saat Saki-matsuri dan 10 yamaboko saat Ato-matsuri.

Yamaboko merupakan dekorasi-dekorasi yang diletakan di atas kapal apung dan diarak selama festival kuil. Yamaboko umumnya disebut sebagai “museum seni bergerak” karena sering memajang harta-harta peninggalan keluarga zaman dahulu dan toko-toko ternama.

Festival Kembang Api Sumidagawa

隅田川花火

Festival kembang api diadakan di banyak tempat selama bulan Juli dan Agustus, namun Festival Kembang Api Sumida adalah yang paling dikenal di Jepang. Hari Sabtu terakhir di bulan Juli setiap tahunnya, Asakusa Tokyo dan sepanjang sungai Sumida yang lokasinya dekat dengan area Mukojima (pulau di kepulauan Ogasawara yang merupakan salah satu daerah wisata terkenal di Jepang) akan penuh dengan pengunjung.

Mulai jam 19.00 dan berakhir dalam satu jam 30 menit ke depan, festival ini terbagi di dua area, area ke-1 (dari hilir Jembatan Sakura ke hulu Jembatan Kototoi) dan area ke-2 (dari hilir Jembatan Komagata ke hulu Jembatan Umaya). Anda dapat melihat kembang api-kembang api luar biasa pada area ke-2 karena di sana diadakan kompetisi kembang api kreatif tahunan.

※ Ada kemungkinan acara ini mengalami keterlambatan atau pembatalan karena bergantung pada cuaca, jadi harap dimaklumi.

Hari “Doyo Ushi no Hi”

Nikmati Festival-festival Musim Panas Jepang dari Juni sampai Agustus!

Sumber: 10 Restoran Tradisional Jepang di Asakusa yang Wajib Anda Coba!

Di Jepang sudah menjadi kebiasaan mengonsumsi belut (yang berprotein dan bervitamin tinggi juga dikenal efektif menangkal kelelahan akibat hawa panas) pada pertengahan "Doyo Ushi no Hi" (hari terpanas dalam musim panas di Jepang) dalam kalender Cina kuno.

Nikmati Festival-festival Musim Panas Jepang dari Juni sampai Agustus!

Sumber: Double Layered Unaju At Tateyama’s “Shimatsu” – In Business Since the Edo Period

Cara paling umum dalam menikmati belut adalah membuat kabayaki yaitu dengan mengiris terbuka daging belut lalu mengoleskan saus manis dan asin di permukaannya sambil dipanggang, terakhir menyajikannya di atas nasi.

Penanggalan ini berubah setiap tahunnya karena Doyo Ushi no Hi ini bukan berdasarkan kalender solar (kalender yang didasarkan revolusi bumi mengelilingi matahari yang sekarang sering disebut sebagai kalender masehi). Pada tahun 2016, hari tersebut jatuh pada tanggal 30 Juli dan pada tahun 20017 akan jatuh pada 25 Juli dan 2 Agustus, jadi pada tanggal-tanggal ini Anda akan mencium aroma kabayaki dari berbagai restoran di seluruh Jepang.

Festival dan Acara di Bulan Agustus

Tarian Awa

Tarian Awa adalah tarian tradisional yang memiliki sejarah lebih dari 400 tahun dan disebut-sebut berasal dari Perfektur Tokushima. Tarian ini ditampilkan tidak hanya di Tokushima tapi juga di seluruh Jepang pada bulan-bulan di musim panas.

阿波踊り

Di Tokushima, tarian ini diadakan setiap tahunnya selama 4 hari dari 12 Agustus sampai 15 Agustus. Pada tanggal-tanggal tersebut, pusat kota akan dipenuhi berbagai tarian, dengan sekitar 1,300,000 penonton dan 100,000 penari yang ambil bagian di dalamnya.

Grup-grup penari yang disebut Ren berlomba menampilkan keunikan pakaian dan gerakan tari masing-masing. Belakangan ini beberapa wisatawan yang datang ke Jepang tidak puas dengan hanya menonton saja sehingga mereka mulai ambil bagian dalam tarian ini.

Gozan Okuribi Festival, Kyoto

Nikmati Festival-festival Musim Panas Jepang dari Juni sampai Agustus!

Kyoto Gozan Okuribi merupakan perayaan tradisional agama Buddha, di mana dinyalakannya api pada 5 gunung yang mengelilingi Kyoto yang bertujuan untuk mengirim arwah orang-orang yang sudah meninggal ke alamnya.

Penyalaan api dimulai dari jam 20.00 dengan urutan berikut ini: “大文字”(daimonji, aksara kanji hebat atau besar), “妙法” (myoho, aksara kanji Dharma atau ajaran Buddha), “船形” (funagata, yang memiliki arti bentuk kapal), “左大文字” (hidari daimonji, aksara kanji hebat atau besar di sebelah kiri daimonji) dan “鳥居形” (toriigata, perwujudan dari pintu gerbang kuil Shinto), yang akan dipertontonkan di gelapnya langit malam selama 30 menit.

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait