Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Tata Cara Makan Sushi yang Benar (yang Bahkan Kebanyakan Orang Jepang Juga Tidak Tahu)
  • MATCHA
  • Tips Wisata
  • Tata Cara Makan Sushi yang Benar (yang Bahkan Kebanyakan Orang Jepang Juga Tidak Tahu)

Tata Cara Makan Sushi yang Benar (yang Bahkan Kebanyakan Orang Jepang Juga Tidak Tahu)

2014.08.28 Simpan

Makan sushi ternyata ada tata caranya sendiri yang bahkan tidak diketahui oleh banyak orang Jepang. Kali ini kami akan memperkenalkan cara makan sushi yang benar.

Diterjemahkan oleh DILA

Ditulis oleh Shion Suzuki

LINE

Kalau ngomong-ngomong soal makanan Jepang, ya sushi! Kepopuleran sushi memang mendunia. Yang paling terkenal diantaranya adalah nigirizushi (edomae sushi).

DSCF0561

Sumber foto: Nikmati Kaitenzushi di Kedai Heiroku Sushi di Omotesando

Kedai penjual sushi secara garis besar dibagi menjadi 2 jenis.

Yang pertama adalah Kaitenzushi. Sushi dengan harga reasonable yang dapat dinikmati orang dari berbagai kalangan tanpa harus reservasi. Kaitenzushi memiliki sistem half-self sevice dengan hanya tempat duduk counter tersedia.

Berikutnya adalah tempat makan sushi yang bisa dibilang berkelas dan cukup mahal. Dalam candaan orang Jepang seringkali muncul frase “Mawaranai sushi”(mawaranai: tidak berputar, kontras dengan Kaitenzushi murah dimana sushi siap makan berputar-putar di atas conveyor belt). Nah, yang dimaksud adalah tempat makan sushi dengan tipe seperti ini. Di tempat ini, kita perlu memesan ke itamae (sushi chef) sebelum menikmati sushi. Dengan kata lain, sushi yang kita makan di tempat ini dibuat oleh tangan profesional. Bahkan di tempat-tempat ternama, kita perlu melakukan reservasi untuk dapat menikmati sushi yang “wah” ini.

Lalu yang sekarang akan kita bahasa adalah Kaitenzushi. Tempat makan sushi dengan harga terjangkau ini selalu punya huruf "回転"(baca: kaiten) pada tulisan nama tokonya. Sekarang, mari kita simak penjelasan mengenai cara makan sushi di tempat ini.

Apa Itu Kaitenzushi

IMG_2336

Kaitenzushi merupakan tempat makan sushi dengan half self service di mana para pengunjung dapat memilih sushi mereka sendiri. Sushi-sushi ditempatkan dalam piring kecil beraneka warna yang berputar di atas conveyor belt.

Harganya dibedakan sesuai dengan warna piring (ada pula restoran Kaitenzushi dengan harga pukul rata). Setiap piring biasanya berisi 2 buah sushi. Setelah makan, pelayan akan menghitung porsi sushi yang kita makan melalui jumlah dan warna piring yang ada di atas meja kita.

Sambil menunggu sushi yang ingin Anda makan lewat di depan mata, kita bisa memesan menu lain, seperti sup miso dan aneka minuman lho! Caranya, tulis saja pesanan Anda di selembar kertas yang tersedia, kemudian serahkan kepada pelayan.

Jangan lupa lihat daftar menu untuk memastikan nama makanan atau minuman yang Anda inginkan.

Kalau Anda merasa ragu dengan kesegaran sushi-sushi yang sudah tersedia di atas conveyor belt, Anda juga bisa minta untuk dibuatkan yang baru. Anda juga dapat memesan aneka side dish, seperti snack dan dessert. Caranya sama, cukup menulis di kertas dan serahkan kepada pelayan.

Sekarang ini, kebanyakan Kaitenzushi menyediakan 2 tipe tempat duduk, yaitu tempat duduk meja dan konter. Bila Anda datang berdua atau bertiga dengan teman, kami sarankan memilih tempat duduk konter karena dari sini Anda dapat melihat itamae membuat sushi. Sedangkan bila Anda datang berempat atau lebih dengan teman, tempat duduk meja lebih kami sarankan demi kenyamanan Anda.

Apabila merasa haus, Anda dapat minum teh hijau yang biasanya tersedia di dekat Anda. Teh ini memang disediakan gratis untuk pengunjung.
Minum Ryokucha dan Genmaicha Sepuasnya! Cara Membuat Teh di Restoran Kaitenzushi

Cara Makan Sushi yang Benar

Sebenarnya ada banyak cara untuk menikmati sushi, tapi di sini kami akan memperkenalkan cara yang paling original untuk makan sushi.

Pertama, yang selalu disajikan dengan sushi adalah wasabi (umbi berwarna hijau dengan rasa pedas). Karena rasanya pedas, mungkin di antara Anda ada yang tidak menyukainya, jadi tidak perlu memaksakan diri. Cukup katakan “sabi nuki” kepada itamae, maka dia akan membuatkan sushi tanpa wasabi untuk kita.

Makan Sushi dengan Menggunakan Sumpit

Ketika makan sushi dengan menggunakan sumpit, disarankan untuk membalik sushi (bagian topping ada di bawah) sebelum mencelupkannya ke dalam piring shoyu. Mengapa? Karena bila posisi sushi tidak dibalik, maka bagian sushi yang akan menyentuh shoyu adalah nasi. Bila hal ini terjadi maka bentuk sushi akan hancur dan kita akan mengalami kesulitan memakannya.

Makan Sushi dengan Menggunakan Tangan

Hampir sama dengan cara makan menggunakan sumpit. Balikan posisi sushi kemudian sangga sushi dengan menggunakan jari telunjuk, jari kelingking, dan ibu jari ketika mencelupkannya ke dalam shoyu. Mengapa? Hal ini agar sushi tetap dalam bentuk yang cantik ketika dimakan.

Urutan yang Benar Ketika Makan Sushi

Urutan yang benar ketika makan sushi adalah dari sushi dengan topping daging ikan berwarna putih. Mengapa? Karena rasanya yang tidak terlalu mencolok. Pada intinya, urutan makan sushi adalah dimulai dari sushi yang berasa ringan dan diakhiri dengan sushi yang terasa agak berat di lidah. Apabila dibalik, maka sushi dengan rasa ringan tidak akan terasa enak di lidah.

Nah, sekarang mari kita mulai dari sushi dengan topping daging ikan berwarna putih.

Tai (Kakap) seharga 200 yen

Hirame (flounder) seharga 200 yen

Kemudian, mari kita lanjutkan dengan topping yang sedikit terasa berat di lidah, seperti ikan maguro (tuna) atau toro (bagian ikan tuna yang berlemak).

Magurodzukushi (Maguro sempurna) seharga 300 yen

Demikian yang dapat kami contohkan, tapi untuk Anda yang memang tidak suka sushi dengan rasa yang ringan, bisa menikmati sushi sesuai gaya Anda sendiri.

Bila Anda memakan sushi dimulai dari yang berasa agak berat di lidah, maka pasti akan meninggalkan rasa setelahnya (aftertaste).

Apalagi ketika kemudian Anda langsung memakan sushi dengan rasa yang ringan, pasti tidak akan terasa enak. Nah, ketika hal itu terjadi, gari atau minum teh bisa jadi solusi untuk menetralkan rasa.

Gari adalah acar yang terbuat dari jahe yang diiiris tipis. Rasanya sedikit pedas, manis dan asam, menyegarkan. Gari menghilangkan rasa ikan di mulut, jadi sangat berguna untu me “reset” indra pengecap Anda.

Ada juga cara makan sushi dengan mencelupkan gari ke dalam shoyu kemudian dimakan bersamaan dengan sushi. Gari memiliki efek anti racun dan anti bakteri juga, karena itu baik untuk kesehatan. Gari ini biasanya ditempatkan di dalam kotak berwarna merah dan tersaji di dekat teh. Sama halnya dengan teh, gari tersedia gratis untuk para pengunjung.

Nah, berikutnya, mari kita memesan "hikarimono" (benda bercahaya secara literatur). Hikarimono adalah sushi dengan topping daging ikan yang menyertakan kulitnya yang berwarna silver, karena warnanya yang berkilat-kilat, maka disebut juga hikarimono.

Iwashi (Ikan teri/sardines) seharga 100 yen

Setelah itu kembali ke rasa yang ringan seperti cumi-cumi atau gurita, terakhir ditutup dengan uni (bulu babi) dan anago (belut).

Kaimori (Kerang sempurna) seharga 450 yen

Setelahnya boleh juga makan gunkan (sushi dengan topping ikan-ikan kecil) atau kappa maki (roll sushi dengan isi mentimun).

Namashirasu (ikan teri nasi) gunkan seharga 130 yen

Hokkai gunkan seharga 500 yen

Dan yang paling, paling, paling terakhir, adalah makan sup miso. Biasanya jenis sup miso yang tersedia di Kaitenzushi adalah shijimi dan asari (keduanya adalah sejenis kerang), ada pula nori miso (rumput laut).

Asarisumashi jiru seharga 200 yen

Nah, demikian tata cara makan sushi yang bahkan orang Jepang sendiri juga banyak yang tidak tahu. Semoga info yang kami berikan cukup bermanfaat. Selamat menikmati!

Informasi

※Kaitenzushi di atas adalah salah satu dari sekian banyak Kaitenzushi yang tersebar di Jepang.

Katsumidori Mawashizushi, cabang Seibu Shibuya

Alamat: Tokyo, Shibuya-ku, Utagawa-cho, 21-1 A 8F, Restoran-gai (Dining Plaza)
Jam buka: 11:00-22:00 (Last Order)
Hari libur: tidak ditentukan
Kartu kredit: tersedia (VISA, Master, UC, AMEX)
Bahasa: (tersedia hanya untuk daftar menu) Inggris, Mandarin
Akses: dari stasiun Shibuya, jalan kaki 3 menit melalui pintu Hachiko atau apabila menggunakan Tokyo Metro Line keluar dari pintu 6~2, jalan kaki 1 menit dari sana.
Harga: mulai dari 100-500 yen per piring
No telp: 03-5728-4282
Official website: http://www.katumidori.co.jp/shibuya.html

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE