Coronavirus (COVID-19) Advisory Information

Mengintip Berbagai Rumah Penduduk Jepang Zaman Edo di Open-Air Museum of Old Japanese Farm Houses, Osaka

Mengintip Berbagai Rumah Penduduk Jepang Zaman Edo di Open-Air Museum of Old Japanese Farm Houses, Osaka

Diterjemahkan oleh dyah.kairi

Ditulis oleh Osawa Kumi

Osaka 2019.01.25 Simpan

Open-Air Museum of Old Japanese Farm Houses adalah museum luar ruangan di mana berbagai jenis rumah penduduk Jepang zaman Edo berkumpul di dalamnya. Selain itu, di sini Anda juga bisa menikmati berbagai pengalaman tradisional lainnya.

Apa Itu Open-Air Museum of Old Japanese Farm Houses?

Kali ini MATCHA akan memperkenalkan Open-Air Museum of Old Japanese Farm Houses yang terletak di Kota Toyonaka di Osaka bagian utara. Open-Air Museum of Old Japanese Farm Houses adalah museum luar ruangan unik yang menampilkan 12 jenis rumah minka (※1) pada zaman Edo dari berbagai penjuru Jepang di dalamnya. Letaknya yang tersembunyi tidak lantas membuat museum ini tidak dikenal. Dalam setahun, terdapat sekitar 37 ribu orang yang datang berkunjung ke museum ini dengan sekitar 3.100 orang di antaranya adalah wisatawan asing.

Kegiatan pemeliharaan dan pelestarian museum ini dilakukan dengan cermat oleh para staf dan relawan. Selain digunakan sebagai tempat untuk mengadakan acara atau kegiatan belajar, terkadang museum ini juga digunakan sebagai lokasi syuting film atau acara televisi.

※1: Minka …… Jenis rumah penduduk Jepang pada zaman Edo yang dihuni oleh penduduk dari golongan kelas bawah, seperti golongan petani, pedagang, dan pengrajin.

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Setelah melewati gerbang museum, Anda bisa melihat resepsionis di sebelah kanan. Biaya masuk museum ini adalah sebesar 500 yen untuk orang dewasa.

Sebenarnya, gerbang ini juga merupakan bagian dari pameran. Gerbang ini diambil dari gerbang rumah yang ditempati shoya selama beberapa generasi. Shoya adalah sebutan posisi untuk orang yang bertanggung jawab atas politik desa pada zaman Edo.

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Begitu masuk ke dalam museum, Anda akan disambut dengan papan penunjuk arah baik untuk ke arah kiri maupun kanan. Pada kesempatan kali ini, MATCHA akan memperkenalkan isi museum dari arah kiri dan dilanjutkan sesuai arah jarum jam. Anda diperbolehkan untuk mengambil foto selama di museum. Namun, pastikan untuk tidak mengganggu pameran atau pengunjung lainnya, ya!

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Yang pertama MATCHA kunjungi adalah rumah Hyuga Shiiba yang berasal dari desa terpencil bernama Shiiba di Prefektur Miyazaki. Rumah ini terdiri dari 2 bangunan. Bangunan depan digunakan sebagai umaya (kandang kuda) dan naya (gudang), sedangkan bangunan belakang digunakan sebagai omoya (tempat anggota keluarga tinggal). Dibangun di atas lereng gunung yang curam menjadikan rumah ini dibuat dengan bentuk yang ramping. Jika ingin melihat bagian dalam rumah, jangan lupa untuk melepas sepatu Anda!

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Selanjutnya adalah rumah Shinano Akiyama. Rumah ini berasal dari daerah bagian utara Prefektur Nagano. Ciri khas rumah ini terletak pada bagian dindingnya. Tidak hanya bagian atapnya saja, bagian dinding rumah ini juga dibuat dengan model seperti kayabuki (※2). Hal ini merupakan hal yang jarang ditemukan di bangunan lain.

※2: Kayabuki…… Atap yang terbuat dari tanaman kaya (tanaman sejenis padi-padian dan teki-tekian). Kayabuki merupakan model atap tradisional yang sering digunakan di desa-desa kuno di Jepang.

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Saat musim dingin, panas yang dihasilkan tungku api kamado yang digunakan untuk memasak akan diserap dan disalurkan melalui tanah. Panas ini memainkan peranan yang penting dalam menghangatkan bagian dalam rumah beserta para penghuninya.

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Rumah yang didirikan di tempat yang kecil dan agak tinggi ini adalah rumah Echizen Tsuruga dari Prefektur Fukui. Seperti rumah-rumah di daerah utara pada umumnya, rumah ini disokong dengan pilar yang besar dan balok yang solid supaya kuat menahan beban dari salju yang menumpuk.

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Pada hari MATCHA berkunjung, tampak seorang relawan yang tengah menyalakan api pada perapian tradisional bernama irori. Kait yang digunakan untuk menggantung panci di atas irori disebut jizaikagi. Selain digunakan untuk memasak, irori juga berfungsi untuk menghangatkan dan memberikan pencahayaan pada rumah. Asap yang dihasilkan pun ampuh untuk mengusir serangga. Ruang di sekeliling irori biasanya digunakan sebagai tempat berkumpulnya anggota keluarga.

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Di bagian ruang tamu terdapat rak gantung berisi ulat sutra yang digunakan untuk membuat benang sutra. Budi daya ulat sutra merupakan industri yang penting bagi penduduk Jepang di masa lalu.

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Di museum ini juga terdapat rumah teh Osaka-fu Kitakawachi yang digunakan untuk beragam acara seperti acara perjamuan minum teh dan sebagainya.

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Bangunan pada foto di atas adalah panggung teater Noson Kabuki yang berasal dari daerah Shodoshima. Hanya dengan melihatnya, Anda bisa membayangkan situasi di mana para penduduk desa datang berkumpul untuk menikmati acara kabuki yang dipentaskan di atas panggung.

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Di rumah Settsunose, Anda bisa melihat 4 tungku api kamado yang dibuat berjejer. Tungku-tungku ini digunakan untuk memasak nasi, merebus air, dan lain-lain. Tiap tungku memiliki ukuran yang berbeda-beda tergantung dari kegunaannya.

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館
江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Rumah terakhir dari rute perjalanan yang mengikuti arah jarum jam ini adalah rumah Hida Shirakawa yang dibangun dengan gaya gassho-zukuri (※3). Titik awal dari dibangunnya museum ini dimulai dari relokasi rumah ini yang pada saat itu hampir tenggelam ke dasar bendungan. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa rumah Hida Shirakawa ini adalah simbol dari Open-Air Museum Of Old Japanese Farm Houses. Lantai 2 dan 3 dari rumah dengan 3 lantai ini digunakan sebagai tempat untuk budi daya ulat sutra.

※3: Gassho-zukuri…… Gaya rumah tradisional Jepang dengan bagian atap yang miring dan lebar. Bentuk atapnya dikatakan mirip dengan imej tangan yang sedang berdoa.

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Beginilah tampak dari rumah ini bila dilihat dari arah berlawanan.

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館
江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Anda bisa melakukan tur ke dalam rumah ini dengan menggunakan sandal atau wara zori imut yang sudah disediakan oleh pihak museum. Benar-benar pelayanan yang menyenangkan, ya! Di dalam rumah ini juga terdapat irori.

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館
江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館
江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Daya tarik museum ini tidak hanya terbatas pada pameran rumahnya, lho. Di sini Anda bisa menikmati keindahan tiap musim yang berbeda-beda seperti bunga sakura pada musim semi, dedaunan hijau pada musim musim panas, perubahan warna daun pada musim gugur, dan pemandangan khas musim dingin. Selain itu, terdapat juga patung Jizo dan berbagai hal khas Jepang lainnya yang penuh dengan rasa nostalgia seperti pemandangan ladang dan sebagainya. Bisa menyentuh kehidupan masyarakat Jepang pada zaman di mana belum ada listrik dan gas akan menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi orang-orang yang hidup di zaman modern, bukan?

江戸時代の民家が大阪に大集合!日本民家集落博物館

Museum ini juga menyediakan berbagai layanan bahasa asing seperti keterangan pameran dalam bahasa Inggris, pamflet dalam bahasa Inggris, Mandarin, dan Korea, serta selebaran dalam bahasa Jerman, Prancis, dan Spanyol.

Beragam Aktivitas yang Tersedia

Anda bisa merasakan atmosfer bagaikan berada di zaman saat samurai masih ada di museum ini. Dahulu museum ini pernah menjadi lokasi syuting acara televisi Jerman. Hal tersebut kemudian menjadikan banyaknya wisatawan asing dari Jerman yang tertarik dengan irori.

Kemudian, di dalam museum ini diadakan beragam aktivitas seperti mengenakan kimono, perjamuan minum teh, bermain gasing, pengalaman menggunakan batu penggiling, dan lain-lain. Aktivitas-aktivitas ini dapat dinikmati oleh siapa pun bahkan bagi pengunjung yang tidak bisa berbahasa Jepang sekalipun.

Mengenakan yukata (khusus wanita): Pukul 10.00-15.00. Setiap hari Selasa selama bulan Mei-September. Biaya 300 yen.

Bermain gasing: Pukul 13.30-15.30. Setiap hari Sabtu selama bulan April-Juli dan bulan September. Biaya gratis (acara dibatalkan jika hujan).

※Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan tahunnya.

Info lebih lanjut bisa dilihat di situs resmi Open-Air Museum of Old Japanese Farm Houses.

Tuan Kojima, pihak museum yang mengundang MATCHA pada kunjungan kali ini berpesan, "Silakan menikmati kehidupan tradisional masyarakat Jepang dalam suasana santai sambil menikmati keindahan alam Jepang dan berbagai bunga yang berbeda pada setiap musimnya."

Jadi, bagaimana kalau Anda mencoba berkunjung ke museum di pinggiran Osaka ini dan merasakan berbagai pengalaman menarik bagaikan terlempar ke desa di Jepang pada masa lalu?

Open Air Museum of Old Japanese Farm Houses

Lihat informasi
museum

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait