Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Watoya, Guesthouse dengan Suasana Pedesaan yang Bisa Ditempuh Hanya dalam Waktu 90 Menit dari Tokyo

Watoya, Guesthouse dengan Suasana Pedesaan yang Bisa Ditempuh Hanya dalam Waktu 90 Menit dari Tokyo

Chiba 2019.06.21 Simpan

Watoya adalah guesthouse yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 90 menit saja dengan mobil dari Tokyo. Para tamu bisa merasakan pengalaman kehidupan Jepang zaman dahulu, seperti memasak menggunakan kamado, berendam di bak mandi tradisional, dan lain-lain.

Diterjemahkan oleh Dipta Mahatiyanto

Ditulis oleh Kousuke DEKI

LINE

Hanya 90 Menit Dari Tokyo

わとや

Otaki-machi terletak di Isumi, Prefektur Chiba. Otaki-machi merupakan tempat yang 70 persen daerahnya masih dipenuhi pepohonan. Tempat ini bisa ditempuh dalam sekitar 2 jam 30 menit dari Tokyo jika naik kereta. Namun, Anda bisa pergi ke Otaki-machi dalam waktu sekitar 90 menit saja jika menggunakan mobil pribadi dari Tokyo.

Artikel ini akan membahas sebuah guesthouse yang berada di Otaki-machi di mana Anda bisa merasakan pengalaman kehidupan Jepang zaman dahulu.

わとや

Nama guesthouse tersebut adalah Watoya. Guesthouse ini dibuka pada tahun 2015. Bangunan Watoya merupakan rumah tradisional Jepang yang sudah berumur lebih dari 100 tahun. Benar-benar sebuah tempat tinggal yang damai.

Watoya terletak di atas sebuah bukit dan bisa ditempuh sekitar 10 menit dengan mobil dari stasiun terdekat. Banyak wisatawan mancanegara maupun dalam negeri yang mengunjungi guesthouse ini.

Para wisatawan tersebut tertarik dengan berbagai aktivitas yang hanya bisa dialami di Watoya. Di Watoya, Anda bisa melakukan berbagai aktivitas yang sudah jarang ditemui di Jepang zaman sekarang, contohnya menanak nasi dengan kamado (※1), berendam di bak mandi tradisional, bermain lumpur di tengah-tengah alam, dan sebagainya.

MATCHA menginap 1 malam di Watoya untuk mencoba aktivitas-aktivitas unik tersebut.

※1 Kamado...... Tungku tradisional Jepang untuk memasak.

Markas Rahasia di Dalam Rumah?

わとや
わとや

Setelah membuka pintu kayu yang berat, Anda akan merasa sedang berada di sebuah markas rahasia. Watoya merupakan sebuah rumah kuno yang direnovasi menjadi guesthouse sehingga desain interiornya juga indah dan penuh warna.

Ruangan mencolok dengan kotatsu dan buaian berwarna-warni ini merupakan ruang umum. Ruangan ini bisa digunakan para tamu untuk bersantai dan mengobrol. Di ruang ini juga terdapat tungku api lengkap dengan kayunya agar bisa digunakan untuk menghangatkan diri pada musim dingin.

Setelah check in, para tamu akan diberi penjelasan tentang fasilitas di Watoya oleh pemiliknya, Pak Kazu. Jika belum lancar bahasa Jepang, tenang saja karena di sini juga tersedia pamflet berbahasa Inggris. Setelah penjelasan selesai, para tamu akan diantar ke kamar masing-masing.

Kemudian, sebuah tangga kayu yang aneh muncul di depan para tamu.

わとや

Kira-kira di ujung tangga ada apa, ya?

わとや

Setelah naik tangga, ternyata ada rumah pohon! Bagian loteng rumah ini memang dijadikan sebuah rumah pohon.

わとや

Kamar di rumah pohon ini berkapasitas 3 orang. Meskipun tidak ada penghangat ruangan di kamar ini, udara akan terasa hangat karena udara hangat dari ruang umum di bawahnya akan naik ke atas.

Watoya juga memiliki ruang asrama berkapasitas 6 orang dan kamar di luar rumah utama berkapasitas 3 orang.

Tempat Bermain di Luar

わとや

Daya tarik Watoya bukan hanya ada di dalam rumah. Di luar rumah juga ada banyak hal menarik lainnya.

Di luar ruang umum, terdapat teras kayu yang luas. Pada saat cuaca hangat, para tamu bisa minum kopi sambil bersantai di teras ini. Ditambah lagi, pemandangan Gunung Fuji yang indah juga bisa dinikmati ketika cuaca cerah.

MATCHA turun ke bawah teras lalu mengikuti Pak Kazu.

わとや

Wow! Di antara 2 batang pohon besar, ada sebuah ayunan besar! Bermain di ayunan ini membuat hati berdebar-debar! Oh ya, ayunan ini katanya dibuat Pak Kazu dan teman-temannya, lho.

Pengalaman Jepang Zaman Dahulu! Pertama, Ayo Nyalakan Api!

わとや

"Ayo belah kayu bakar dulu!" kata Pak Kazu kepada para tamu.

Di Watoya, para tamu bisa memasak dengan kamado dan mandi di bak mandi tradisional. Akan tetapi, para tamu juga harus menyalakan api sendiri untuk menikmati aktivitas tersebut.

Membelah Kayu dengan Penuh Semangat!

わとや

Pak Kazu (sebelah kiri di foto di atas) memberikan pelajaran membelah kayu kepada tamu sambil membawa kapak. Poin utamanya adalah berdiri tegak dengan membuka kedua kaki selebar pundak, lalu mengayunkan kapak dari atas lurus ke bawah.

わとや

Sulit sekali untuk membelah kayu dengan sekali ayunan jika belum terbiasa sehingga perlu beberapa kali ayunan agar kayu bisa terbelah. Ini merupakan pekerjaan berat karena kapaknya lebih berat dari yang terlihat.

わとや

Para tamu sepertinya cepat paham sehingga kayu bakarnya mulai menumpuk. Saat itu suhu udaranya cukup rendah, tetapi para tamu merasa hangat berkat aktivitas ini.

Memanaskan Bak Mandi Tradisional

わとや

Setelah kayu bakarnya siap, sekarang saatnya menyiapkan bak mandi.

Foto di atas adalah foto bak mandi tradisional Jepang bernama goemon buro. Air di bak mandi dipanaskan dengan menyalakan api di tungku. Bentuk bak mandi seperti ini sudah sulit sekali ditemui pada zaman sekarang.

わとや

Kayu bakar yang sudah dibelah dimasukkan ke dalam tungku api di bawah bak mandi. Bak mandi ini cukup besar sehingga perlu waktu sekitar 2 jam agar airnya panas. Apinya harus diawasi sesekali. Saat api mengecil, kayu bakar harus ditambahkan lagi agar apinya tetap besar. 

Menanak Nasi dengan Kamado

わとや

Sambil menunggu air bak mandi panas, ayo menanak nasi!

Sebagian besar masyarakat Jepang zaman sekarang menggunakan rice cooker untuk menanak nasi. Akan tetapi, Watoya menggunakan kamado untuk menanak nasi. Meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama daripada rice cooker, nasi yang dimasak menggunakan kamado akan terasa lebih harum dan lezat.

Sebelum menanak nasi, perlu juga membelah kayu bakar terlebih dahulu untuk menyiapkan api. Pada 20 menit pertama, api harus besar. Lalu, pada 20 menit terakhir, api harus kecil. Jadi, nasi akan matang setelah dimasak dengan kamado selama 40—50 menit.

"Untuk menilai kematangan nasi yang paling baik, kita harus menilai dari berbagai faktor. Misalnya, melihat bagaimana asapnya mengepul, mendengarkan bunyi dari wadah nasi, dan sebagainya," kata Pak Kazu.

Ketika menjaga api dan menambahkan kayu bakar, rasanya seperti sedang mengobrol dengan nasi yang sedang dimasak. Lalu, pada saat bersamaan, api di goemon buro juga harus diawasi. Benar-benar sibuk, ya!

わとや

Pak Kazu bercerita tentang kehidupannya sambil menyiapkan makan malam.

"Setelah mengalami pengalaman seperti ini, kita bisa merasakan betapa pentingnya api dalam kehidupan manusia. Kalau api sangat penting, berarti kayu juga sangat penting. Dengan membelah kayu sendiri, lalu menyalakan api sendiri, kita jadi bisa menyadari betapa pentingnya hal tersebut."

Sebelum Pak Kazu membuka Watoya, beliau berkeliling dunia selama 20 tahun sebagai instruktur selam dan pemandu wisata.

Akan tetapi, beliau mulai merasakan bahwa ada cara lain untuk menjalani kehidupan. Kemudian, tahun 2011 lalu terjadilah Gempa Bumi dan Tsunami Tohoku.

わとや

"Sebanyak apapun uang yang kita punya, jika gempa bumi atau bencana besar lain terjadi, uang jadi tidak berarti. Akan tetapi, hanya dengan air, kayu, dan nasi, manusia bisa tetap bertahan hidup. Oleh karena itu, saya ingin menanam padi agar bisa bertahan hidup dalam keadaan apapun."

Setelah berpikir seperti itu, beliau memutuskan pindah dari tempat tinggalnya di Tokyo ke Otaki-machi. Nasi yang sedang dimasak dengan kamado ini adalah hasil panen dari ladang Pak Kazu sendiri.

"Saya ingin anak-anak dan orang tuanya punya kekuatan untuk bertahan hidup sendiri. Saya harap Watoya bisa menjadi sebuah tempat untuk merasakan kekuatan seperti itu."

わとや

Sembari mendengarkan cerita Pak Kazu, uap putih dan aroma nasi yang lezat mulai keluar dari kamado.

"Sepertinya nasinya sudah matang, ya. Ayo panggil semuanya!"

Makan Malam yang Sehat Untuk Tubuh

わとや
わとや

Masakan di Watoya merupakan masakan vegetarian yang didominasi sayur-sayuran. Bagi Anda yang ingin masakan vegan, sampaikan hal tersebut ketika memesan tempat sehingga Watoya bisa menyiapkan masakan vegan terlebih dahulu. 

わとや

Makan malam disiapkan Bu Kana yang bekerja sekaligus tinggal di Watoya.

"Sebisa mungkin, saya menggunakan sayuran lokal," kata Bu Kana. Masakan Bu Kana bisa mengeluarkan rasa sejati dan rasa manis dari sayuran. Anda pasti akan menyukainya karena kelezatannya.

わとや

Semua tamu duduk mengelilingi meja untuk makan malam. MATCHA mengobrol tentang budaya makan Jepang bersama dengan Pak Kazu dan para tamu dari Israel.

Ketika perut sudah terasa kenyang, sepertinya goemon buro juga sudah siap.

Momen yang Bahagia di Goemon Buro

わとや

Uap terlihat keluar dari goemon buro. Meskipun terlihat dangkal, papan kayu akan tenggelam ke dasar bak mandi ketika ada orang yang naik di atasnya. Tinggi air biasanya mencapai bahu.

Ketika akan masuk ke bak mandi, terlintas sebuah pertanyaan. "Bak mandinya panas tidak, ya?"

Sebenarnya, bak mandi sama sekali tidak panas. Alasannya adalah karena panas api pertama kali masuk ke air sehingga bak mandi baru akan terasa mulai memanas setelah air mendidih.

Berendam di dalam air hangat sambil minum sake Jepang akan terasa bagai di surga. MATCHA menerima sake Jepang merk Gonin Musume yang dibuat di Prefektur Chiba. Gonin Musume dibuat dari beras organik dan mempunyai rasa asam yang lembut dan mudah diterima tubuh.

Saat berendam, terdengar bunyi air, percikan api di antara kayu bakar, dan suara katak yang memenuhi sekitar. Dengan mematikan penerangan, pemandangan bintang yang indah di langit malam juga bisa dinikmati.

Ketika dikelilingi bunyi-bunyian dan aroma alam, Anda akan merasakan alam di sekitar Anda. Di sini adalah tempat yang tepat untuk mengembalikan panca indera Anda.

Waktu berjalan tanpa terasa, fajar pun mulai menyingsing dalam kesunyian.

Markas Rahasia Pak Kazu

わとや

Menu makan pagi selanjutnya juga masakan vegetarian. Menunya adalah masakan tradisional Jepang seperti sup miso, umeboshi, natto, dan sebagainya.

Setelah check out dengan perut kenyang, Pak Kazu berkata, "Ayo pergi ke suatu tempat yang spesial."

MATCHA masuk ke dalam mobil, lalu Pak Kazu dengan bangganya berkata, "Tempat yang akan kita tuju tidak ada di panduan wisata. Tempat itu adalah tempat spesial yang saya temukan sendiri."

Setelah mobil berjalan beberapa waktu, MATCHA dan para tamu lainnya turun di sebuah tempat, lalu turun menuruni lereng.

Di ujung lereng, terdapat sungai yang indah.

わとや

"Sebelum pindah ke Otaki-machi, saya mencari tempat yang cocok untuk bertani padi. Suatu ketika, saya turun dari mobil lalu berjalan-jalan, terdengarlah bunyi air. Kemudian, saya menemukan sungai ini. Begitu melihat sungai ini, saya merasa ingin tinggal di sini."

Ini adalah tempat yang membuat Pak Kazu memutuskan untuk pindah ke Otaki-machi. Sungai ini memiliki air terjun kecil dan pohon plum yang indah.

Ladang padi Pak Kazu juga terletak di dekat sungai. Nasi yang dihidangkan di Watoya berasal dari sini.

わとや

Jika Watoya adalah markas rahasia para tamu, maka tempat ini adalah markas rahasia Pak Kazu. Sayangnya, tempat ini tidak dibuka untuk umum. Oleh karena itu, silakan mengikuti tur bermain lumpur agar diantar Pak Kazu ke tempat rahasia ini.

"Para tamu di Watoya akan diantarkan ke tempat-tempat unik dan indah yang tidak ada di buku panduan. Bukan hanya di sini saja, masih banyak tempat-tempat rahasia lain yang tidak banyak diketahui orang, tetapi bisa membuat orang yang melihatnya jadi berdebar-debar."

わとや

"Otaki-machi diberkati dengan lingkungan yang masih alami seperti Jepang zaman dahulu. Orang-orang yang tinggal di sini mendapatkan manfaat dari lingkungan alami tersebut," kata Pak Kazu ketika perjalanan pulang.

"Tempat seperti itu berada tidak jauh dari Tokyo. Walaupun hanya menginap di Tokyo selama 1 atau 2 hari saja, Anda bisa datang berkunjung ke sini. Saya harap wisatawan dari berbagai penjuru dunia mau berkunjung ke sini," kata Pak Kazu sambil tertawa dan melambaikan tangan saat berpisah.

"Jangan kapok datang lagi, ya. Selanjutnya, silakan datang pada saat musim panas!" 

Bekerja sama dengan: Old Traditional Guesthouse Watoya

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait

LINE