Rekomendasi 10 Ryokan dan Hotel untuk Merasakan Langsung Budaya Jepang di Tokyo

16 Tata Tertib Ketika Naik Kereta di Jepang

Dalam menggunakan transportasi umum, pasti terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan. Tidak terkecuali pada transportasi di Jepang yakni, kereta. Sebelum naik kereta di Jepang, penting untuk mengetahui apa saja aturan yang ada demi tercapai kenyamanan sesama pengguna kereta.
2019.10.26

Aturan-Aturan Saat Naik Kereta di Jepang

150153_354106881341597_1663525913_n-2

Kereta merupakan sarana transportasi masal yang banyak diminati di Jepang. Melihat dari angka ketepatan waktunya, yakni hitungan menit, tidak mengherankan jika masyarakat Jepang bergantung pada transportasi jenis ini. Di kota besar, setiap hari kereta-kereta datang silih berganti demi mengangkut ribuan penumpang. Perlu diketahui bahwa terdapat aturan-aturan yang penting untuk diperhatikan sebelum Anda naik kereta di Jepang. Berikut ulasannya. Sebagai tambahan informasi, dijelaskan pula mengenai etiket ketika naik kereta di Jepang.

Aturan di Pintu Tiket dan Peron Stasiun

Anda perlu menggunakan tiket kertas atau IC card untuk melewati pintu tiket stasiun. IC card ini sangat direkomendasikan, terutama bila Anda tidak memiliki free pass. Dengan IC card yang menggunakan sistem isi ulang ini, Anda tidak perlu repot-repot membeli tiket setiap kali naik kereta. Selain itu, biaya perjalanan akan jadi sedikit lebih murah bila dibandingkan dengan biaya tiket kertas.

Apabila tiket kertas atau IC card sudah di tangan, Anda bisa langsung menuju ke mesin pemeriksa tiket.

1. Minggir untuk Memberi Jalan Bila Mengalami Kendala di Mesin Pemeriksa Tiket

電車マナー

photo by Pixta

Saat saldo IC card atau tiket kereta kurang, Anda tidak akan dapat melewati mesin pemeriksa tiket. Jika ini terjadi, harap segera minggir supaya tidak mengganggu pengguna lain. Ingat selalu aturan ini, karena mesin pemeriksa tiket adalah pusat orang berlalu-lalang sehingga sering terjadi antrian.

2. Perhatikan Lajur yang Dilewati ketika Berjalan

通路

Stasiun-stasiun di Jepang memiliki aturan untuk berjalan pada salah satu sisi, seperti ketika melewati tangga atau gang di dalam stasiun. Hal ini diatur demi menghindari orang-orang bertubrukan. Akan tetapi, aturan lajur untuk berjalan dapat berbeda-beda tergantung stasiun ataupun jalur kereta. Biasanya, tanda lajur untuk berjalan juga ditempel pada bagian lantai sehingga mudah untuk dilihat dan diikuti.

3. Jangan Berjalan Sambil Menggunakan Telepon Genggam

Stasiun-stasiun di kota besar, seperti Shinjuku dan Shibuya, selalu dipadati oleh penumpang. Selain padat, tidak jarang ditemukan orang-orang yang berjalan sambil mengoperasikan telepon genggam. Oleh karena itu, perhatikan selalu jalan Anda agar tidak saling bertubrukan.

4. Merokok di Tempat yang Ditentukan

Hampir seluruh bagian stasiun menjadi area dilarang merokok, begitu pun di dalam kereta maupun toilet. Jika Anda ingin merokok, silakan mencari area merokok atau kafe dengan ruang merokok.

5. Menunggu Kereta dengan Tertib

電車マナー

photo by Pixta

Berbarislah mengikuti tanda yang telah disediakan untuk mengantre di peron stasiun. Biasanya terdapat 2—3 jalur antrean untuk setiap pintu kereta, tergantung dari jalur kereta.

Selain itu, untuk menghindari terjatuh ke dalam rel atau kejadian lain yang tidak diinginkan, harap berjalan di sisi dalam garis kuning.

6. Mendahulukan Orang yang Turun

電車マナー

photo by Pixta

Mendahulukan orang yang turun adalah aturan mutlak naik kereta di Jepang. Setelah semua orang turun, naiklah dengan teratur tanpa saling dorong.

7. Tidak Mengejar Kereta yang Hendak Berangkat

Mengejar kereta seperti memaksa masuk dengan mengganjal pintu kereta yang akan tertutup, sangatlah berbahaya. Pada beberapa kejadian, keberangkatan kereta pun menjadi terganggu.

Ketika Berada di dalam Kereta

8. Merapat ke Bagian Dalam Setelah Naik

Setelah Anda masuk kereta, harap tidak berdiri di depan pintu dan merapatlah ke bagian dalam kereta. Hal ini untuk memberi ruang pada penumpang yang akan naik berikutnya.

Kemudian, bila Anda berada di dekat pintu dalam kereta yang penuh, berilah jalan pada penumpang yang akan turun. Anda bisa memberi jalan dengan cara turun ke peron dan naik kembali setelah semua penumpang turun.

9. Setel Telepon Genggam pada Mode Diam dan Hindari Menelpon di Dalam Kereta

電車マナー

photo by Pixta

Orang Jepang kurang merasa nyaman jika mendengar suara keras, seperti suara dering telepon ketika berada di dalam kereta. Oleh karena itu, sebaiknya atur telepon genggam Anda ke mode diam. Hindari pula menerima panggilan telepon ketika berada di dalam kereta.

10. Tidak Membuat Kegaduhan

電車マナー

photo by Pixta

Sama seperti alasan pada aturan nomor 9, hindari membuat kegaduhan, seperti mendengar musik dengan volume suara keras, mengobrol dengan suara lantang, atau membiarkan anak berlarian di dalam kereta.

11. Menghindari Makan dan Minum

Penumpang kereta masih diperbolehkan untuk mengonsumsi permen atau permen karet. Akan tetapi, sebaiknya hindari makan makanan berat dan minum di dalam kereta, karena dikhawatirkan makanan Anda mengeluarkan bau yang tidak disukai penumpang lain. Sedangkan untuk minuman, dikhawatirkan tumpah dan mengganggu orang di sekitar Anda.

Meskipun demikian, aturan ini hanya berlaku pada kereta jarak pendek. Apabila Anda naik kereta cepat atau shinkansen, Anda diperbolehkan makan makanan berat di dalam kereta. Di stasiun-stasiun, terutama stasiun besar, dijual pula berbagai varian bento atau biasa disebut ekiben. Ketika datang ke Jepang, jangan lupa mencicipi ekiben ini ya!

12. Memperhatikan Sekitar Saat Membawa Bawaan Besar

電車マナー

photo by Pixta

Supaya tidak mengganggu penumpang lain, perhatikan letak barang bawaan Anda. Misalnya dengan mendekap ransel atau meletakkan barang pada rak barang yang ada di atas tempat duduk.

13. Duduk Merapat dan Tidak Menghabiskan Ruang

電車マナー

photo by Pixta

Ketika berada di dalam kereta, harap duduk dengan baik dan tidak meletakkan barang di kursi. Duduklah juga dengan merapat dengan penumpang lainnya, agar fungsi kapasitas tempat duduk lebih maksimal.

Selain itu, Anda dilarang mengangkat kaki ke atas kursi karena akan mengotori kursi. Biasakan bijaksana saat menggunakan fasilitas umum.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait Jadwal dan Area di Dalam Kereta

14. Mengutamakan Pengguna Kursi Prioritas

優先席

photo by Pixta

Di setiap gerbong kereta pasti tersedia kursi prioritas. Kursi ini ditujukan untuk orang tua yang membawa anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan lain-lain. Tidak terbatas pada "kursi prioritas", berikanlah tempat duduk Anda pada mereka yang lebih membutuhkan.

15. Perhatikan Jam Sibuk Kereta

Di kota besar, jam sibuk kereta adalah pada pagi hari dan jam pulang kantor. Orang-orang harus berdesak-desakan agar bisa masuk ke dalam kereta. Tidak jarang Anda terpaksa melewatkan satu jadwal kereta, lalu naik kereta berikutnya. Para petugas stasiun pun membantu dengan cara mengatur posisi dan mendorong masuk penumpang.

Jika Anda membawa banyak barang, lebih baik menghindari jam-jam ini.

16. Para Penumpang Wanita Bisa Menggunakan "Gerbong Khusus Wanita"

女性専用

Apabila Anda naik kereta di jam-jam sibuk, mau tidak mau Anda harus berhimpit-himpitan di dalam kereta. Di saat seperti ini, tidak jarang terjadi tindak kriminal seperti pelecehan. Untuk melindungi para wanita yang biasanya menjadi target tindakan kriminal, tersedia gerbong khusus wanita pada jam-jam tertentu.

Pastikan juga untuk melihat tanda gerbong khusus wanita saat Anda harus naik kereta di jam sibuk.

Penutup

Demi kenyamanan penumpang, terdapat bermacam-macam aturan ketika naik kereta di Jepang. Terkadang, Anda mungkin melihat beberapa orang Jepang yang tidak mengikuti aturan tersebut. Meskipun demikian, patuhilah aturan-aturan demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Jika Anda mengalami kendala atau terdapat hal-hal yang tidak dimengerti, cobalah bertanya pada petugas stasiun.

Penulis: Miki Takeshita
Main image by Pixta
※Artikel ini ditulis ulang berdasarkan artikel yang terbit pada 31 Maret 2014

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.