Coronavirus (COVID-19) Advisory Information

Istilah Bahasa Jepang "Zaman Heian"

Istilah Bahasa Jepang

Diterjemahkan oleh Dan

Ditulis oleh MATCHA

2020.03.01 Simpan

Artikel ini memberi penjelasan tentang istilah khusus dalam bahasa dan sejarah Jepang yaitu "zaman Heian".

Zaman Heian merupakan salah satu periode dalam sejarah Jepang. Zaman ini mengacu pada rentang waktu 400 tahun yang dimulai tahun 794, tahun ketika Kaisar Kanmu memindahkan ibu kota Jepang ke Heian-kyo (Kyoto saat ini). Selama periode ini, politik didominasi oleh keluarga bangsawan Fujiwara. Jika mendengar kata "zaman Heian", orang Jepang pada umumnya akan membayangkan sosok bangsawan yang anggun dan menawan

Simbol Zaman Heian: Kuil Byodo-in

Pada awal zaman Heian, Jepang memiliki hubungan diplomasi dengan Dinansti Tang (Tiongkok), tetapi hubungan tersebut berakhir saat memasuki abad ke-10. Hal ini memicu lahirnya budaya Jepang yang khas dan unik. Salah satunya dapat Anda lihat dari Kuil Byodo-in di Uji, Kyoto. Kuil yang terdaftar sebagai situs warisan dunia ini menggambarkan dengan jelas kejayaan Keluarga Fujiwara.  

byodoin

Sumber: Penyelenggaraan Event Teh dengan Kerjasama Pusat Perbelanjaan Pertama! Mari, Mengelilingi Kota Teh Uji Kyoto

Keistimewaan Kuil Byodo-in adalah bangunannya yang berdiri di tengah-tengan kolam. Keindahannya pun terpantul dengan cantik di atas permukaan air. Pada zaman Heian, masyarakat menganggap salah satu bagian dari Kuil Byodo-in, "Aula Burung Api", sebagai Gokuraku (※) di atas bumi. Aula ini juga menjadi model yang tergambar di uang koin 10 yen. Di dalamnya Anda dapat menemukan warisan budaya berupa patung Amida Nyorai (Buddha duduk) buatan Jocho, seorang pemahat ternama.

※Gokuraku... Surga Barat, mengacu pada tanah murni barat dari Amitābha dalam Buddhisme Mahayana.

Kisah Cinta Tertua di Dunia Lahir pada Zaman Heian

Sistem penulisan "Kana" yang menjadi cikal bakal huruf Hiragana dikembangkan untuk para perempuan pada zaman Heian. Salah satu maha karya literatur yang masih dekat dengan hati masyarakat Jepang hingga kini adalah Genji Monogatari (Hikayat Genji) oleh penulis wanita Murasaki Shikibu.

Tokoh utama dalam Genji Monogatari adalah Hikaru Genji, seorang bangsawan yang sangat tampan. Ia kemudian jatuh hati pada seorang wanita yang mirip dengan ibunya yang telah meninggal saat Genji masih kecil. Namun, wanita itu adalah ibu tirinya sendiri! Meski Genji menjalani hubungan dengan banyak wanita, cintanya tetap hanya pada ibu tirinya. Akhir dari novel kisah cinta tertua di dunia ini sangat dramatis dan penuh dengan kejutan.

Genji Monogatari banyak memunculkan wanita berpakaian mewah nan elegan. Pakaian pada masa itulah yang menjadi asal mula kimono yang kita kenal saat ini. Contohnya adalah kimono seremonial dua belas lapis yang dikenal sebagai junihitoe yang dibuat pada sekitar pertengahan zaman Heian. Kimono ini merupakan pakaian formal para wanita istana ketika tampil di depan umum. Dari kerah dan lengan jūnihitoe akan terlihat aneka warna yang berasal dari dua belas lapisan kain yang dikenakan sehingga membuat pakaian ini terlihat sangat indah.

Sampai sekarang pun junihitoe masih dikenakan pada upacara penobatan kaisar atau ketika wanita dari anggota kerajaan menikah. Jika Anda ingin merasakan menjadi bangsawan pada zaman Heian, kunjungilah "Nishijin-Ori Kaikan (Pusat Tekstil Nishijin)" atau "Heian Costume Experience Studio". Di kedua tempat tersebut, siapa pun bisa mencoba mengenakan junihitoe!

Informasi dalam artikel ini berdasarkan pada informasi saat liputan atau penulisan. Ada kemungkinan terjadi perubahan pada konten dan biaya layanan maupun produk setelah artikel ini diterbitkan. Silakan konfirmasi pada penyedia layanan atau produk yang bersangkutan.

Topik Terkait