Stay Safe in Japan Update: 21/09/2018, 19:14


More Information

Peraturan Baru Tentang Penginapan Rumahan di Jepang yang Harus Diketahui Para Wisatawan

Peraturan Baru Tentang Penginapan Rumahan di Jepang yang Harus Diketahui Para Wisatawan

2018.09.04

Penginapan rumahan dengan harga terjangkau memang menjadi incaran para wisatawan. Namun, wisatawan juga harus tahu peraturan negara yang berlaku supaya bisa menginap dengan nyaman. Yuk, cek apa saja sih peraturan itu dan pengaruhnya ke wisatawan!

Diterjemahkan oleh Yulia Kurniasih

Ditulis oleh Lin

Google LINE

Perubahan Aturan Penginapan Rumahan Karena Minpaku Shinpo

Pada 16 Juni 2018 diberlakukan minpaku shinpo (aturan baru bisnis penginapan rumahan). Sehubungan dengan aturan ini, apa ya pengaruhnya terhadap pengguna jasa penginapan rumahan? Saat akan menginap, apa saja yang harus diperhatikan? Kali ini MATCHA akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut!

Apa itu Minpaku Shinpo?

Kata minpaku pada dasarnya memiliki arti membuka “tempat tinggal” secara keseluruhan atau sebagian untuk disewakan sebagai sarana penginapan bagi orang lain dalam waktu singkat. Penginapan rumahan seperti ini sering dibanding-bandingkan dengan hotel, ryokan (penginapan tradisional Jepang), penginapan sederhana, dan kos-kosan. Sedangkan minpaku shinpou adalah hukum yang mengatur penyewaan penginapan rumahan.

Perubahan Apa yang Terjadi Dengan Adanya Aturan Minpaku Shinpo?

民泊新法 民泊
民宿住宿登記
1. Pemilik harus mendaftarakan tempat tinggalnya secara resmi, memiliki pengumuman tentang pemberitahuan dan alur evakuasi dalam bahasa asing, peringatan tentang keluhan warga, dan hal-hal lainnya.
2. Jumlah hari operasionalnya di bawah 180 hari dalam 1 tahun.
3. Membuat daftar tamu (informasi data diri tamu yang menginap). Tamu bisa mengisi daftar tamu di tempat menginap secara langsung ataupun melalui online.
4. Apabila pemilik penginapan tidak tinggal di tempat yang sama, harus ada pihak ke-3 yang dipercaya untuk mengelola bisnis penginapan rumahan tersebut.
Selain 4 poin yang tercantum di atas, ada pula daerah-daerah yang mengontrol hal-hal mengenai cara mengelola dan jumlah hari operasional.
Singkatnya, secara keseluruhan beban pihak penyedia sarana bertambah dan syarat pelaksanaan usaha juga menjadi lebih ketat. Mungkin hal-hal seperti ini bukanlah kabar yang baik bagi para wisatawan. Namun, bisa dikatakan pula Anda bisa menginap dengan tenang di penginapan-penginapan yang beroperasi saat ini, karena penginapan rumahan gelap sudah dibersihkan.

Apa Pengaruh Aturan Minpaku Shinpo Terhadap Wisatawan?

民泊

1. Kemungkinan Biaya Penginapan akan Naik

Jumlah hari yang diperbolehkan untuk beroperasi berdasarkan aturan minpaku shinpo adalah kurang dari 180 hari. Oleh karena itu, area seperti Tokyo, akan megalami kesulitan dalam keberlangsungan bisnisnya, karena memikirkan besarnya pengeluaran untuk biaya kebersihan, listrik, air, dan lainnya. Sehingga, banyak penginapan yang memutuskan untuk menaikkan biaya sewa.

Selain itu, ada juga beberapa penginapan rumahan yang berencana menaikkan biaya penginapan karena hanya beroperasi di hari libur besar di mana jumlah pelanggan bertambah. Perlu Anda perhatikan pula bahwa ada beberapa daerah seperti, sebagian wilayah Kyoto dan daerah bersejarah di Prefektur Nara, yang menerapkan larangan untuk menjalankan penginapan warga pada musim libur tertentu.

2. Pemesanan akan Dibatalkan Apabila Anda Menggunakan “Penginapan Gelap”!

民泊

Setiap daerah di Jepang mulai mengadakan pegontrolan pada “penginapan gelap” yang tidak mematuhi aturan minpaku shinpo.

Airbnb” yang merupakan situs pemesanan penginapan terbesar di dunia juga mulai menyeleksi penginapan rumahan di Jepang yang tidak terdaftar sebagai sarana penginapan. Oleh karena itu, mulai tanggal 15 Juni ada penginapan-penginapan gelap yang terkena seleksi dan dihapus dari situs Airbnb. Bagi yang sudah memesan penginapan melalui Airbnb, sebaiknya Anda mengeceknya lagi. Bagi yang baru akan memesan penginapan, MATCHA menyarankan Anda untuk menanyakan informasi detailnya kepada pemilik penginapan sebelum memesan kamar.

Peraturan Penginapan di Lokasi Wisata (Informasi per Juli 2018)

Peraturan penginapan akan berubah secara mendetil pada tiap-tiap daerah. Di bawah ini adalah rangkuman mengenai peraturan penginapan yang ada di daerah-daerah wisata populer Jepang. Harap diperhatikan karena banyak daerah yang penginapannya tidak beroperasi pada hari kerja.

Area Tokyo

民泊新法 東京

Distrik Chuo (area di mana Ginza berada): Hanya beroperasi dari hari Sabtu siang sampai hari Senin pagi.

Distrik Taitoku (area di mana Asakusa berada): Apabila pemilik tidak tinggal di tempat yang sama, penginapan rumahan beroperasi dari hari Sabtu siang sampai hari Senin pagi saja.

Distrik Shinjuku: Hanya beroperasi dari hari Jumat siang sampai hari Senin pagi.

Distrik Shibuya: Peraturan area ini sedikit rumit. Ada kemungkinan jam operasionalnya berubah setiap tahun. Di bawah ini adalah informasi mengenai waktu-waktu tidak bisa menginap di penginapan rumahan wilayah Shibuya. Singkatnya, jumlah hari beroperasi bagi peninapan rumahan di wilayah ini sangatlah sedikit.
・5 April – 20 Juli
・29 Agustus – Oktober hari Rabu sebelum hari Senin ke dua (Tahun 2018, dari 29 Agustus – 3 Oktober)
・hari Sabtu sebelum hari Senin minggu ke dua bulan Oktober – 25 Desember (Tahun 2018, dari 6 Oktober – 25 Desember)
・7 Januari – 25 Maret

Area lokasi wisata lainnya:

民泊

Kyoto: Peraturannya akan berbeda di setiap area. Sebagai wilayah utama dari aturan yang berlaku, penginapan rumahan di Kota Kyoto, Kota Uji, Kota Kameoka, Kota Nagaoka, dan lainnya hanya beroperasi selama 2 bulan saat musim dingin.

Kota Osaka: Penginapan yang berada dalam radius 100 meter dari Sekolah, hanya beroperasi dari hari Jumat siang sampai hari Senin pagi.

Prefektur Nara: Pada daerah yang berdekatan dengan wilayah bersejarah seperti Asukamura, penginapan rumahan boleh beroperasi, kecuali pada musim wisata (tahun 2018 bulan Oktober dan November).

日本民泊新法懶人包整理 你訂的房間沒問題嗎?

Prefektur Okayama: Wilayah ini mematuhi aturan minpaku shinpo. Pada dasarnya, selain sekitar Wilayah Kurashiki, penginapan perumahan diperbolehkan untuk beroperasi.

Prefektur Ishikawa: Wilayah ini mematuhi aturan minpaku shinpo, tapi penginapan rumahan di sebagian wilayah Kota Kanazawa hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu, serta dalam 1 tahun hanya boleh beroperasi selama 60 hari.

Anda bisa melihat informasi penginapan di masing-masing daerah di sini (situs dalam bahasa Inggris).

Bagaimana Cara Menilai Penginapan Rumahan yang Sesuai Aturan?

民泊新法 民宿

Untuk menilai apakah suatu penginapan sesuai aturan atau tidak, MATCHA akan memperkenalkan beberapa cara yang mudah untuk mengetahuinya!

1. Pastikan nama pengelola penginapan tertulis dengan jelas pada kolom informasi penginapan.
2. Pastikan apakah terdapat pintu darurat atau tidak.
3. Pastikan apakah terdapat lampu darurat atau tidak.
4. Bisa berkomunikasi secara langsung dengan pemilik.

Selain hal-hal di atas, Anda juga bisa menjadikan komentar-komentar para tamu yang sudah menginap sebagai referensi. Apabila Anda masih merasa ragu, sebaiknya Anda menggunakan jenis penginapan lain seperti hotel.

Tata Krama dan Hal-Hal Tabu saat Menginap

Sebagai penginapan rumahan, tentunya penginapan ini terletak di dalam daerah perumahan orang Jepang. Mematuhi tata karma yang berlaku dan jangan sampai mengganggu orang sekitar adalah hal yang sangat penting.

1. Informasikan dengan Jelas Jumlah Orang yang Akan Menginap

民泊

Biasanya biaya kamar di Jepang dihitung berdasarkan jumlah orang yang menginap. Jadi, biaya penginapan tidak bisa dihemat atau ditekan kalau jumlah orang yang menginap banyak. Apabila memikirkan jumlah orang yang menginap dan barang bawaan mereka, kamar Jepang tidaklah luas dan ruang yang tersedia sebenarnya sangat kurang.

2. Meminta Izin Pada Pemilik Penginapan Sebelum Belanja Online

民泊

Ketika ada di Jepang mungkin Anda akan belanja via online. Namun, di saat seperti itu ada kemungkinan muncul beberapa masalah seperti, ada biaya yang perlu dibayar saat itu juga, waktu pengantaran barang harus ada seseorang di rumah yang akan menerima barangnya, atau masalah lainnya.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda bertanya lebih dulu kepada pemilik penginapan sebelum membeli dan sampaikan juga jenis barang yang Anda beli tersebut kepadanya.

3. Patuhi Aturan Pembagian Sampah

垃圾怎麼丟

Pembagian sampah di Jepang memang berbeda tiap daerahnya. Namun, secara garis besar sampah dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu sampah yang bisa dibakar, sampah yang tidak bisa dibakar, dan sampah yang bisa didaur ulang. Sampah-sampah seperti botol plastik, botol kaca, dan kaleng dibagi berdasarkan jenisnya masing-masing. Jadi, buanglah sampah menurut jenisnya dengan mematuhi aturan yang ada.

Kemudian, jangan lupa juga untuk membersihkan sisa makanan atau minuman yang ada di atas meja. Kalau tidak, pemilik akan kesulitan membedakan mana yang masih dipakai mana yang tidak.

4. Tidak Gaduh di Malam Hari

日本民泊新法懶人包整理 你訂的房間沒問題嗎?

Pasti menyenangkan pergi berwisata bersama teman-teman dekat. Namun, Anda juga perlu memperhatikan volume suara saat berbicara, suara TV, musik dan lainnya agar tidak menggangu warga sekitar. Selain itu, mungkin ada warga sekitar yang akan terganggu dengan suara-suara seperti suara mesin cuci, suara mesin penyedot debu, dan suara lainnya di waktu malam. Yuk, tanyakan kepada pemiliki penginapan aturan sehari-hari di sana saat Anda akan menginap!

Penutup

Penginapan rumahan di Jepang yang sebelumya abu-abu (statusnya boleh beroperasi atau tidak) akhirnya menjadi jelas dengan diberlakukannya hukum yang baru. Dibandingkan dengan hotel, penginapan seperti ini lebih dekat dengan kehidupan Jepang, harganya juga terjangkau, dan bisa memilih berbagai jenis kamar. Yuk, pahami aturan yang berlaku secara terperinci dan pilihlah sarana penginapan yang paling tepat bagi Anda!

Topik Terkait

Google LINE